
“Mbok sini deh, kebetulan aku mau minta pertimbangan ke mbok, mbok dengerin ya” ucap Shine menarik mbok Janem masuk ke kamarnya dan meyuruh duduk dengan nyaman.
“Mbok, aku kan punya 2 teman, teman Shine yang pertama minta untuk menjodohkan ke teman yang kedua, tapi teman yang kedua ini belum menjalani aja udah menolaknya, menurut mbok nih ya, aku sebagai teman mereka berdua harus ngapain?” tanya Shine serius.
“Waduh, mbok mana tahu, nggak paham mbok, non.” Jawab mbok Janem.
“Yaudah mbok, aku minun susu nya ya” kata Shine hopeless.
“Tanya aja sama nyonya non, mungkin tahu persoalan kayak gitu” ucap mbok Janem
Saran mbok Janem dilakukan oleh Shine, dia menemui Danira untuk meminta solusi. Pelan-pelan mengetuk pintu takut mengganngu DD yang tidur.
“Mom, sudah tidur?, aku mau tanya sesuatu, bisa keluar sebentar nggak?” bisik Shine di depan pintu.
Tidak ada jawaban dari Danira maupun papanya, mungkin memang karena sudah malam, mereka tidur.
Shine mencoba berpikir sambil berbaring, semoga saja ada ide yang masuk ke mimpinya.
“Hah, ternyata mimpi” ucap Shine yang sangat sulit untuk bangun.
Dalam mimpinya, ada Sand dan Sarah memakai baju pengantin, di tengah-tengahnya ada oma Hara yang tersenyum lebar, keinginannya terjadi, namun Sand dan Sarah tersenyum menyeramkan dengan mata merah mengeluarkan api, mereka berdua sama-sama menyalahkan Shine, atas pernikahan mereka.
Bukan ide yang baik, malah mimpi yang buruk. Karena mimpi itu, Shine telat bangun dan kesiangan pergi ke kantor.
Shine cepat-cepat mandi, berpakaian, tanpa make up dan sarapan langsung pergi diantar pak Kodir.
“Makasih pak, untung nyampeknya cepet, hati-hati pak” ucap Shine berlari ke ruangan Sand.
“Kamu telat 15 menit, dan belum membuatkan kopi untukku, ada hukuman lagi, kamu harus ikut nanti ke acara amal, karena oma kekeh, Sarah harus menjadi pendampingku” ucap Sand.
Bagus dong, kalian akan menghabiskan waktu
bersama, ucap Shine dalam hati.
Belum juga menemukan ide, Shine sudah diajak untuk melanjutkan misi menggagalkan perjodohan, ia harus cepat mengelak.
Ben, dia yang terlintas di pikiran Shine, mungkin dia yang bisa membantunya, Shine tidak ingin menjadi perusak di momen Sand dan Sarah bersama.
“Jam berapa aku harus bersiap dan di mana tempatnya?” tanya Shine.
“Jam 8 di museum Starlight, aku akan menjemputmu, berdandanlah, jangan sampai mempermalukanku!” jawab Sand.
Shine harus berdandan seperti yang tidak di inginkan oleh Sand, biasanya kalau ke acara formal, harus menggunakan pakaian yang sopan, Shine ingin memakai pakaian yang sebaliknya agar Sand tidak jadi membawanya ke acara amal itu.
Shine menyewa kostum princess, dan meminta Ben menemaninya ke acara itu.
__ADS_1
“Ben, kamu ada acara nanti jam 8? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat” tanya Shine lewat HP.
“Tidak ada, oke aku akan kerumahmu, tidak akan terlambat” Ucap Ben bahagia karena Shine megajaknya berduaan.
“Jangan ke rumahku, ketemu di museum Starlight!” larang Shine.
Berpakaian ala princess, gaun yang panjang dan mewah, dan sedikit berat, Shine menunggu Sand di depan rumahnya.
“Shine kamu benar memakai gaun seperti ini ke acara amal?” tanya Danira.
“Memangnya kenapa, baguskan? Aku tadi menyewanya, walaupun saat memakainya agak sedikit ribet, tapi nggak papa, yang penting terlihat oke” jawab Shine penuh percaya diri.
Datanglah mobil berwarna putih super mengkilap, dengan Sand yang berpakaian seperti prince, membuat Shine ternganga.
Kenapa dia juga pakai kostum? Memangnya acara amal apaan sih? Tanya Shine dalam hati.
“My princess” ucap Sand mengulurkan tangan bak seorang pangeran yang menjemput seorang putri menggunakan kereta kuda hendak pergi menghadiri pesta kerajaan.
“Wah Sand, anda sungguh terlihat sangat tampan, acara amalnya memang harus menggunakan kostum ya?” tanya Danira sekaligus memuji ketampanan Sand.
“Aku lupa memberitahumu, kalau acara amal ini di selenggarakan memang menggunakan dress code ala kingdom, untung kamu menggunakan kostum yang tepat” kata Sand memuji Shine.
Inginnya membatalkan acara amal, malah terjebak untuk mengikutinya, Shine, Shine sungguh kasihan kamu. Tidak papa masih ada Ben yang akan menyelamatkannya dari belenggu perjodohan.
Terpaksa Shine mengikuti acara amal itu bersama Sand.
“Dia kutinggal, aku langsung menjemputmu” jawab Sand tanpa rasa bersalah.
“Bagaimana kamu ini, cepat jemput dia sekarang, jika dia tidak ikut, lebih baik turunkan aku sekarang!” ucap Shine marah.
Sand mematuhi permintaan Shine dan menjemput Sarah ke rumahnya.
“Cepat sana, ketuk rumahnya!” perintah Shine pada Sand.
“Kenapa kamu malah ingin aku menghampirinya, kita kan bersandiwara untuk membuatnya menyerah dengan perjodohan ini, ini namanya kamu ingin mendekatkanku padanya” ucap Sand emosi.
“Ehm, bukannya aku mendekatkan dia padamu, tapi aku ingin melihat reaksinya saat di dalam mobil sudah ada aku, coba pikirkan, pasti menyenangkan bukan?” kata Shine beralasan.
“Benar juga katamu, oke aku akan menghampirinya kamu tunggu di sini” ucap Sand percaya dengan omongan Shine.
Selagi Sand menghampiri Sarah ke rumahnya, Shine memastikan kalau Ben, benar-benar sudah ada di tempat. Jika tidak entah apa yang akan terjadi pada Shine.
“Halo, Ben, Apakah kamu sudah sampai di sana?” tanya Shine melalui HP.
“Ini masih di perjalanan, kamu sudah sampek kah?” tanya Ben balik.
__ADS_1
“Masih di jalan juga, kita bertemu di sana oke?”
Ben sudah dipastikan kalau on the way ke tempat acara. Membuat Shine sedikit lega.
Pintu mobil terbuka, kepala Sarah terlihat oleh Shine,
“Hai Sarah, maaf kita sedikit telat menjemputmu, ayo masuklah!” ucap Shine menyambut Sarah dengan baik.
“It’s okay Shine, aku duduk di sampingmu ya?” tanya Sarah melangkahkan kakinya ke dalam mobil.
“Tunggu dulu, aku yang akan duduk di tengah” kata Sand menghalangi Sarah untuk duduk di samping Shine.
“Gak papa kok Sand, yang penting aku tetap duduk di sampingmu” respon Sarah bahagia.
“Kamu terlihat cantik malam ini Shine” sambil menutup pintu mobil.
“Kamu juga terlihat sangat cantik, lebih cantik dariku” ucap Shine.
“Tidak, kamu yang lebih cantik” sahut Sarah.
“Nggak lah, kamu lah yang paling cantik malam ini” jawab Shine.
“Kamu Shine”
“Nggak Sarah, kamu yang tercantik”
“Kamu Shine!”
“Kamu Sarah!”
“Kamu Shine!”
“Berhenti!” teriak Sand menghentikan dua wanita yang saling memuji.
“Minggir, aku akan duduk di dekat sopir” ucap Sand tidak tahan mendengar ocehan para wanita di sampingnya.
Bukannya Sand membela Shine sebagai pacar bohongan, dia malah tidak betah dengan ocehan kedua wanita yang di sampingnya. Hanya saling memuji tanpa emosi, apalagi kalau mereka bertengkar, pasti Sand sudah kabur duluan.
“Sudah sampai, kalian turunlah”
“Sand, tolong bantu aku, gaunku sangat berat” ucap Sarah.
“Minta bantuan pak sopir saja sana!” kata Sand masih emosi.
Shine tidak meminta bantuan Sand, tapi dengan sigap membantu Shine yang kesusahan dengan gaunnya.
__ADS_1
“Kenapa kamu membantuku, bantu Sarah aja, dia lebih kesusahan” kata Shine menolak pertolongan Sand.