
Reihan diminta Sand untuk menemui Shine, dan segera mengantarnya menemui manager. Kalau bisa menempatkan Shine di ruangan tersendiri jauh dari ruangan Sand. Sebegitunya Sand menghindari dan tidak ingin bertemu dengan Shine.
Jika hendak memecat Shine, belum ada bukti kalau kinerjanya jelek, kalau mau dipindahkan lagi, memang sangat membutuhkan tenaganya untuk dikantornya. Seperti kata pepatah yang mengatakan memakan buah simalakama. Sand dihadapkan dengan dua pilihan yang sulit.
“Mulai sekarang kamu di ruangan ini, jika ada yang perlu ditanyakan, tanyakan padaku saja, hubungi nomor ini” kata Reihan menunjukkan ruangan untuk Shine.
Dia sendirian di ruangan itu, tapi masih terlihat ada karyawan lain yang lalu-lalang.
Karena gosip itu yang cepat sekali menyebar, Shine dituding telah merebut direktur ganteng dari kebanyakan karyawan wanita yang mengidolakan Sand.
Banyak karyawan yang membicarakan Shine setelah Reihan meninggalkannya. Shine menikmati ruangannya dengan tenang, berusaha tidak mendengarkan gosip yang beredar. Tiba-tiba ada seorang OB memberikan minuman untuk Shine beserta sebuah amplop warna coklat. Shine berpikir jika itu adalah tugas pertama yang harus ia kerjakan, saat dibuka berisi kertas bertuliskan,
“Baru datang, sudah merebut direktur dariku”
“Lumayan sih, tapi bukan tipe direktur”
“Dasar wanita penjilat, pasti dia disini karena menggoda direktur”
Shine tidak habis pikir dengan karyawan wanita di kantornya, karena perilaku Sand kala itu, membuatnya tidak tenang selama bekerja. Shine memberanikan diri untuk menyerahkan kertas terror yang diberikan padanya, kepada Sand.
“Belum juga sehari bekerja di sini, semuanya sudah menjadi hattersku” kata Shine negedumel sendirian di ruangannya, sambil memasukkan kembali kertas terror ke dalam amplop coklat.
Menguatkan tekad, walaupun langkah kaki terasa berat, sampailah Shine di depan ruangan Sand.
“Permisi, pak direktur, ada dokumen yang harus anda tanda tangani” ucap Shine mengintip ke dalam.
“Masuk!” teriak Sand sendirian tanpa Reihan yang selalu menemaninya.
“Ini pak dokumennya, tolong segera dilihat, saya akan menunggunya” kata Shine masih berlagak tidak kenal dengan Sand.
Sand membuka amplopnya dan tulisan-tulisan tidak penting terlihat jelas.
“Apa-apaan ini, kamu sengaja dengan ini?” tanya Sand marah karena membuang waktunya yang berharga.
“Begini pak, saya belum kerja sehari di sini, dan para karyawan bapak menuliskan ini pada saya, semua karena bapak yang menarik saya tadi, gosipnya menyebar cepat sekali dan saya merasa dirugikan” kata Shine meluapkan emosinya.
__ADS_1
“Kenapa ya, selalu terjadi masalah saat ada kamu?” kata Sand menyalahkan.
“Anda-lah yang menyebabkan masalahnya” ucap Shine menyalahkan Sand.
“Sand, tadi nyonya Hara, menitipkan pesan …, kamu lagi, saya sudah bilang kalau ada yang perlu ditanyakan hubungi saya! kamu tidak paham ya?” ucap Reihan membuka pintu tanpa mengetahui kalau Shine sedang di dalam.
“Saya, tidak ada yang ingin saya tanyakan pada anda, tapi pada direktur langsung” kata Shine berani menjawab Reihan.
“Apa yang mau kamu katakan tadi Rei?” tanya Sand lebih mementingkan persoalan dengan Reihan.
“Nyonya Hara memintamu datang ke restoran biasanya jam 7 tepat, tidak boleh telat” kata Reihan menyampaikan pesan.
Kasian juga ternyata Tuan muda, dia harus menuruti permintaan oma Hara, ucap Shine dalam hati.
“Kamu nanti harus ikut aku makan malam jam 7” kata Sand pada Shine.
“Kenapa aku harus ikut, itukan kencan buta yang sudah diatur oleh oma Hara!, ups” ucap Shine ngegas menolak Sand.
“Darimana kamu tahu? Rei tolong tinggalkan kami sebentar” kata Sand, menyuruh Reihan keluar dari ruangannya.
Sebenarnya apa yang terjadi diantara mereka? Kenapa aku tidak tahu apa-apa sih?, ucap Reihan merasa tidak berguna saat di luar ruangan Sand.
“Bagaimana kamu tahu kalau aku memiliki kencan buta, jawab?” tanya Sand marah.
“Aku tadi bertemu dengan oma, dan oma menceritakan semuanya” jawab Shine ketakutan.
“Berarti kamu sudah tahu kalau aku membatalkan pernikahan dengan Rara?” tanya Sand masih dengan posisi yang sama.
“Bisa nggak, posisinya jangan begini?" Kata Shine membela diri.
“Tatap wajahku!” ucap Sand menggertakkan gigi.
“Tahu, aku sudah tahu” jawab Shine.
“Hahahahah” tawa lepas Sand, mengganti posisinya dengan duduk di sebelah Shine.
__ADS_1
“Tuan muda, anda kenapa?” tanya Shine menjadi bingung.
Sand tertawa karena malu, tidak mendengarkan yang dikatakan Shine waktu itu, dan senang akhirnya Shine sudah tahu semuanya. Marah, karena harus berpura-pura tidak mengenal Shine karena rasa bersalahnya. Semuanya bercampur aduk menjadi satu.
“Kamu harus bertanggung jawab atas perbuatan yang menyebabkanku membatalkan pernikahan dengan Rara!” ucap Sand yang sudah berhenti tertawa.
“Kenapa aku yang harus bertanggung jawab, kamu sendiri yang membatalkannya” kata Shine tidak mau tahu.
“Karena kamu membongkar semua rahasia Rara, yang sudah memiliki anak dan kembali pada suaminya, jika kamu tidak membuktikannya, aku pasti sudah menikahi Rara secara resmi” ucap Sand menyalahkan Shine.
“Kamu menyalahkan aku karena membuktikan itu di pernikahanmu, jika aku membuktikannya setelah kalian menikah, kamu pasti sudah memasukkan ku dalam penjara. Dan satu lagi kamu bilang kalau kamu cinta mati dengan Rara, seharusnya kamu bisa menerima keadaan Rara yang sebenarnya dan tetap melangsungkan pernikahan, ternyata kamu membatalkannya” ucap Shine mengejek Sand.
“Itu karena aku masih punya perasaan, aku akan terlihat sangat jahat jika tetap menikahi Rara, cinta itu tidak harus memiliki” kata Sand bernada santai.
Mereka berbicara nonformal satu sama lain, sudah seperti teman yang baikan karena pertengkaran sesaat. Tidak ada rasa malu, canggung, kesal, marah, hanya tersisa rasa nyaman.
“Ada hal yang baru kusadari, ternyata kamu tidak mengalami depresi lagi, berarti kamu sudah sembuh, dan pengobatanku terhadapmu berhasil” kata Shine bersuka ria.
“Kenpa kamu berbicara tidak sopan padaku, aku ini atasanmu!” ucap Sand yang malu, dan mengalihkan perhatian Shine.
“Maaf tuan muda, saya tadi hanya menanggapi pertanyaan anda” kata Shine mengubah penyebutan panggilan menjadi formal lagi.
“Pokoknya kamu harus menanggung semua perbuatanmu itu, dan ikut makan malam denganku!” kata Sand sudah berubah serius lagi.
“Tidak bisa dan tidak boleh tuan muda, acara itu adalah kencan buta anda, jika saya ikut, wanita yang makan malam bersama anda nanti akan salah paham, seperti karyawan anda tadi” ucap Shine beralasan menolak.
“Memang itu yang aku inginkan, agar perjodohan ini gagal” kata Sand mengatakan kebenaran, beranjak dari sofa.
“Tidak bisa tuan muda, anda harus menuruti keinginan oma, oma sudah mencarikan yang terbaik untukmu”
“Dari mana kamu tahu, jika wanita yang dijodohkan adalah yang terbaik untukku?”
“Oma pasti tahu, jika anda mencarinya sendiri, ditakutkan, kejadian Rara akan terulang kembali”
“Aku tidak akan mencarinya lagi, aku memutuskan tidak akan mencintai dan tidak akan menikah”
__ADS_1
“Apa yang sedang anda katakan itu, jika oma mendengarkannya dia akan sangat sedih, besar harapan oma agar anda bisa memberikan pewaris kelak”
“Memberikan pewaris tidak harus menikah, kamu juga bisa memberikan pewaris untukku” kata Sand menggoda.