AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 58


__ADS_3

Jantung Shine berdetak kencang, berpikiran kalau Sand melamarnya.


Ini tidak boleh terjadi, kata Shine dalam hati.


“Aku akan membantumu menggagalkan perjodohan dari oma Hara dan mencarikan wanita yang bisa menggerakkan hatimu lagi, dan sekarang pergilah!” ucap Shine memutus perkataan Sand.


“Benarkah Shine?, kalau begitu besok masuklah kantor lagi, aku akan menunggumu” ucap Shine yang di dorong keluar kamar oleh Shine.


“Tuan mu..” ucap Danira yang melihat Sand di usir dari kamar Shine, terhenti.


“Panggil saja Sand, aku harus kembali ke kantor, sampai jumpa lagi, salam untuk DD!” teriak Sand berlari menuruni tangga.


Mengetuk pintu, “Shine, Shine, buka pintnya!” teriak Danira di depan kamar Shine.


Membukakan pintu, dengan wajah ditekuk.


“Ada apa Shine? mukamu kok ditekuk gitu?, kamu boleh kok cerita sama mommy, sini duduk, DD sudah tidur jadi aku bisa mendengarkan curhatanmu” ucap Danira seperti kakaknya Shine.


“Sebenarnya dia adalah pasien pertamaku, kamu tahu kan, saat aku kerja sampai tidak pulang ke rumah? Aku mengobati dia yang depresi, karena cintanya pada perempuan, sekarang ini dia tidak mau mencintai lagi karena belum bisa melupakan cinta pertamanya itu, itu membuat oma-nya khawatir, dulu aku bekerja untuk oma-nya, dan kini Oma nya memintaku mendekatkan wanita pilihannya untuk Sand.


“Oke, sekarang masalahnya apa hingga wajahmu kau tekuk kayak tadi?” tanya Danira.


“Aku merasa, tidak sanggup harus mendekatkan wanita pada Sand, karena aku harus terus berada di sampingnya, aku merasa tidak nyaman dengan itu, padahal aku juga seorang wanita, mana ada wanita yang menjodohkan laki-laki dengan wanita lain” ucap Shine sedikit ngegas.


“Ada kok seorang wanita yang menjadi mak comblang, tapi ada yang aneh, apa ya?” kata Danira memikirkan keanehan dari pernyataan Shine tadi.


“Apa yang aneh, aku merasa mengatakannya biasa, seperti kebanyakan orang” ucap Shine tidak merasa.


“Wanita yang tidak rela menjodohkan seorang laki-laki untuk wanita lain, karena laki-laki itu adalah miliknya, jika tidak ada perasaan untuk si lelaki, pasti rela-rela saja” ucap Danira menjabarkan.


“Maksudmu aku ada perasaan dengan Sand gitu?” tanya Shine mengambil kesimpulan dari ucapan Danira.


“Nah itu kamu tahu Shine, aku tanya, jika kamu mencarikan wanita untuknya, dengan bekerja sangat keras, menyatukan mereka, kamu tidak mendapatkan apa-apa, apakah kamu rela? Gini deh, misalnya, kamu menolong temanmu untuk mendapatkan laki-laki yang dia sukai, padahal kamu juga suka pada laki-laki itu, benar kamu menolong temanmu, tapi apa yang kamu dapatkan? Bahagia? Pasti sakit hatimu, menahan rasa suka, yang terus-menerus kamu pendam. Kalau laki-laki itu sudah memberikan jawaban atas pernyataan cintamu, pasti kamu akan lega dan bisa move on, jika dia menolakmu masih ada Ben kan? Ucap Danira.


“Apa sih mom, aku tidak suka sama dia, benci malah” kata Shine tidak mengakui.


“Benci itu awal dari cinta, hati-hati Shine, berterus teranglah pada dirimu sendiri, perasaan apa yang ada di hatimu untuk nya” pesan Danira untuk Shine.

__ADS_1


Dari ucapan Danira tadi, apakah aku benar-benar memiliki perasaan padanya, aku menganggapnya hanya sebagai atasan tidak lebih, tapi aku mungkin juga merasa tidak sanggup jika harus mendekatkannya pada wanita lain, apakah perasaan tidak rela ini yang dinamakan cinta, Batin Shine bertanya-tanya, apa yang sebenarnya ia rasakan.


*****


Shine telah berjanji pada Sand untuk pergi ke kantor lagi, dengan terpaksa ia harus berhubungan dengannya lagi dan lagi.


Shine datang lebih awal dibanding Sand, ia duduk di meja khusus yang telah disiapkan Sand sebelumnya menjadi asisten pribadinya.


“Menyesal rasanya harus kembali lagi kesini setelah berusaha keras untuk menjauhinya” kata Shine sendirian sambil meletakkan tasnya di meja dengan lesu.


Sand berjalan sambil mengobrol dengan Reihan membahas pekerjaan, masuk ruangan tanpa permisi, mengagetkan Shine yang duduk dimejanya.


“Kalau masuk ketuk pintu dulu kek!” reflek Shine.


“Kamu sudah datang? Bagus bagus, sebagai asisten pribadiku, sekarang buatkan secangkir kopi!” ucap Sand menyuruh Shine.


“Sand, kamu tidak lagi menyuruhku, untuk membuatkannya? Bagaimana kalau rasanya tidak pas sesuai seleramu?” tanya Reihan yang sedikit cemburu pada Shine karena dia yang selalu membuatkan kopi untuk Sand.


“Itu benar, biarkan Reihan yang membuatkan, nanti kalau rasanya tidak pas gimana?, aku lagi yang kamu salahkan?” kata Shine berdalih.


“Kamu cuma minum satu cangkir saja kan Kenapa harus dua, sayang kan kalau dibuang nantinya” ucap Shine beralasan.


Reihan yang tidak mau kalah, dia menyetujui tantangan Sand untuk membuat kopi.


“Aku terima tantanganmu, ayo ikut aku ke pantry” ucap Reihan menarik Shine.


“Hei aku tidak mau, kenapa memaksa sih” kata Shine menolak.


Shine dan Reihan meracik secangking kopi, dari menuang bubuk kopi dan gula, dengan perbandingan seimbanglah yang akan menghasilkan minuman terenak.


“Apakah kamu merasa cemburu terhadapku?” tanya Shine di sela-sela membuat kopi.


“Memang benar, aku tidak mau kamu menggantikan posisiku di dekat Sand” ucap Reihan yang berapi-api.


“Aku benar-benar tidak mau merebut posisimu di dekat Sand, kalau bisa-pun aku akan pergi jauh darinya” kata Shine menenangkan Reihan.


“Kopiku sudah jadi, Sand pasti menyukainya, aku duluan, kita bertemu di ruangan Sand” ucap Reihan membawa secangkir kopi panas yang harum.

__ADS_1


"Duluan sana, aku tidak peduli, mau kopiku atau kopimu yang lebih enak," ucap Shine masih mengaduk kopi.


“Mana Shine?” tanya Sand melihat Reihan kembali sendirian.


“Dia sangat lelet membuat kopi, jadi aku kembali duluan” jawan Reihan.


Mereka menunggu Shine, sudah 10 menit berlalu, tapi tak kunjung kembali, membuat Sand khawatir. Apakah terjadi sesuatu padanya.


“Kenapa dia sangat lama?” ucap Sand di dekat Reihan.


*****


Shine mencicipi kopi buatannya, “Ehm, pahitnya, kurang gula nih.”


“Sepertinya benar ya gosip yang beredar itu, dia kerja di sini karena direktur, baru masuk satu hari sudah keluar dan sekarang sudah balik lagi, gak punya malu” ucap karyawan wanita di luar pantry sedang menggosip.


Shine mendengar semua percakapan karyawan wanita tadi, dia tidak bisa menahan emosi.


“Kalau mau ngomongin orang jangan di belakangnya, sini langsung ngomong sama orangya” ucap Shine menghadapi gosip karyawan wanita.


Mereka hanya terdiam setelah ketahuan oleh Shine. hanya saling mengkode untuk diam.


“Kenapa diam, nggak berani ya, kalian payah, bisanya ngomongin orang, ngaca dulu, baru ngomongin orang” kata Shine hendak membawa kopinya kembali ke ruangan Sand.


“Aduh, maaf ya nggak sengaja” ucap salah satu karyawan wanita yang sengaja menyenggol Shine hingga kopi panas yang ia bawa menumpahinya.


“Hu hu hu, Panas, panas, kalian pasti sengaja, kalo mau ngelawan pake mulut jangan pake fisik” ucap Shine mengibas-ngibaskan tangannya yang terkena kopi panas.


“Aku kan nggak sengaja, kamunya aja yang nggak hati-hati” kata karyawan wanita yang menyalahkan Shine.


“Berarti kamu sukanya main fisik, oke aku ladenin, sini kalau berani ayo maju!” Shine menantang karyawan wanita itu untuk adu kekuatan fisik.


Karyawan wanita itu pergi dan tidak meladeni Shine yang emosi.


“Aku sudah siap nih, ayo maju, ayo!” bersiap melakukan kuda-kuda, mengepalkan tangan siap untuk menonjok.


Dari belakang, ada seseorang menepuk bahu Shine yang sudah bersiap berkelahi, dan boom!

__ADS_1


__ADS_2