AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 83


__ADS_3

“Aku hanya ingin menyampaikan pesan semoga kamu bahagia bersama Sarah … “ jawab Shine.


“Jika hanya itu, harusnya kamu sampaikan setelah aku mengucap janji suci bersama Sarah, bukan sebelumnya, apakah kamu ingin memberitahukan padaku kalau Sarah telah memiliki pria lain di belakangku?” jelas Sand menghentikan perkataan Shine.


“Kamu sudah tahu?” ungkap Shine spontan.


“Semuanya sudah jelas, dan aku memiliki bukti hubungannya dengan pria lain, karena aku memegang janjiku untuk menikahi Sarah sesuai keinginanmu, sekarang semua keputusan ada di tanganmu, jika kamu mengungkapkannya sekarang, aku akan memberikanmu kesempatan untuk menjelaskan semuanya" jelas Sand.


Shine tampak kebingungan dengan tawaran Sand, dia memilih mengungkapkan isi hatinya, berarti merusak pernikahan Sand dan Sarah, juga hati oma Hara. Jika dia tidak mengungkapkan perasaan cintanya pada Sand, dialah yang akan menderita selamanya.


“Shine, waktuku tidak banyak hingga pengucapan janji, setelah itu aku milik wanita lain” ujar Sand meyakinkan Shine.


Di samping itu, Ben terus mencari Shine, yang berlari duluan, Shine dihadapkan pada pilihan yang sangat sulit.


“Sebenarnya aku kesini, hanya ingin menjelaskan kalau aku menikah dengan Ben itu akibat dari kesalah pahaman orang tua nya, aku berniat tidak meneruskan pernikahanku dengan Ben, tapi kamu sudah memutuskan menikahi Sarah, karena itu …” perkataan Shine terputus oleh Sand.


Sand menarik tangan Shine, menggandengnya dengan erat pergi menuju tempat resepsi.


Dia berlari ke podium mengungkapkan bahwa dirinya memiliki sesuatu untuk diumumkan, karena tinggal hitungan menit acara akan dimulai.


“Para hadirin yang terhormat, ada sesuatu yang ingin saya sampaikan, tolong lihat baik-baik video yang akan saya putar” ucap sand dengan pengeras suara masih dengan Shine dalam genggamannya.


Sand meminta panitia untuk memutar video perselingkuhan Sarah.


Pihak keluarga Sarah sangat kecewa dengan Sarah, begitu juga dengan oma Hara, dia kira wanita pilihan nya pasti wanita yang terbaik untuk Sand.


“Ya ampun, saya kira dia wanita terhormat, ternyata kelakuannya di belakang seperti itu, sangat mengenaskan” celetuk salah satu tamu undangan yang hadir.


“Gawat, Sarah segera di beritahu” kata teman Sarah.


Oma Hara sangat syok, hanya terdiam menyesali perbuatannya yang terus memaksa cucu satu-satunya untuk menikahi wanita pilihannya, yang ternyata berkelakuan tidak baik.


Hingga tidak sadarkan diri dan di bawa kerumah sakit oleh Big One dan anggota yang lain.


“Sarah!, gawat, video, …” ucap teman Sarah terengah-engah.


“Video apaan sih, kamu ngomong apasih” kata Sarah yang belum tahu perselingkuhannya terungkap.


“Video perselingkuhan …” kata teman Sarah masih terengah-engah.


“Perselingkuhan artis, atau pejabat?” canda Sarah dengan teman yang lain.


“Perselingkuhanmu, di tayangkan oleh calon suamimu sendiri” jelas teman Sarah.


“APA!!!” teriak Sarah.

__ADS_1


Bergegas bersama teman-temannya, Sarah menuju tempat Sand menanyangkan video perselingkuhannya.


“Ada satu hal lagi yang ingin aku sampaikan pada kalian semua, kalau sekarang dia yang menjadi calon istriku” ungkap Sand bahagia.


Pengumuman yang diucapkan Sand bertepatan dengan datangnya Sarah dan juga Ben.


Ben yang tidak terima dengan pengumuman Sand, ia langsung menghajarnya di hadapan Shine.


Baku hantam tidak dapat terelakkan, mereka saling hajar dan tidak satupun panitia yang dapat menghentikan mereka.


Semuanya berantakan tak satupun yang utuh, semua tamu undangan dievakuasi pergi keluar tempat acara, menghindari perkelahian.


“Sand!, Ben!, hentikan, sudah cukup, Aaa!, A!, aa!” teriakan Shine tidak dihiraukan keduanya.


Reihan yang datang terlambat, tidak tahu yang sedang terjadi hanya menikmati perkelahian mereka, bukannya melerai.


Sarah yang sudah terlanjur ketahuan dan pesta pernikahannya hancur, ia pergi bersama teman-temannya, memutuskan untuk tidak melanjutkan pernikahannya.


“Kita pergi saja” ajak Sarah yang pasrah pernikahannya hancur.


“Gimana dengan pernikahanmu? Tidak di teruskan?” tanya salah satu teman Sarah yang agak lemot.


“Lihat saja kondisinya, calonnya aja sudah gak mau nikahin Sarah, apa yang mesti dilanjutkan?” jelas teman Sarah yang selalu asal nyeplos.


“Kamu gak papa kan Sar, kita kemana sekarang?” tanya teman Sarah yang selalu perhatian.


Sarah dan juga teman-teman pergi liburan bulan madu yang disiapkannya setelah pernikahan, yang nyatanya sudah gagal total.


Sand dan Ben masih belum berhenti saling menghajar, hingga keduanya sudah tidak bertenaga lagi.


Akhirnya Reihan melerai mereka, “Panitia, tolong panggilkan medis!” teriak Reihan yang mendudukkan Sand dengan kesadarannya hampir hilang, begitu juga Shine, dia memapah Ben untuk duduk, karena terkulai lemah.


Hingga akhirnya, mereka bersama-sama kehilangan kesadaran, dan dibawa ke rumah sakit terdekat.


Reihanmendampingi Sand, dan Shine menemani Ben, dia menghubungi keluarga Ben, juga Papa Drake dan Mommy Danira.


“Di rumah sakit mana Shine?” tanya Ibunya Ben via telepon.


“Permata Jingga Bun” jawab Shine.


Keluarga Ben dan keluarga Shine datang bersamaan ke rumah sakit.


“Di mana Ben?” tanya Ibun yang khawatir.


“Di IGD sedang di tangani oleh dokter” jawab Shine.

__ADS_1


“Sebenarnya apa yang terjadi Shine?” tanya Danira berbisik.


Shine mengajak Danira agak menjauh dari kelurga Ben, takutnya mereka bertambah


khawatir.


“Kacau semuanya mom, Ben menghajar Sand saat mendengar dia menyebutkan kalau aku calon istrinya disaat pernikahannya dibatalkan sepihak olehnya …” penjelasan Shine terpotong karena Danira.


“Dibatalkan? Pasti karena kamu? Aku tidak salah kan?” cerca Danira.


“Ssssttt, jangan keras-keras” jawab Shine lalu mengangguk.


“Serius kamu Shine? kamu sudah yakin dengan perasaanmu? Gimana dengan Ben dan


pernikahanmu?” tanya Danira bertubi-tubi.


“Maka dari itu, kamu harus bantu aku mom, aku sudah yakin dengan Sand, aku tidak mau terus menyakiti hati Ben dengan tidak membalas perasaannya” jawab Shine.


“Jika kamu sudah yakin, aku akan membantumu, lebih baik sekarang fokuslah merawat Ben hingga ia baikan dan siap mendengar semua penjelasanmu” jelas Danira mendukung Shine.


“Bagaimana dengan Sand?” tanya Shine.


“Aku yang akan memberikan penjelasan padanya, ketika dia sadar nanti” ucap Danira.


“Makasih mom” kata Shine.


Tidak lama kemudian dokter yang menangani mereka berdua keluar dan memberika penjelasan.


“Kedua pasien, kondisinya sudah stabil, hanya perlu beristirahat dan obat jalan, silahkan tanyakan pada suster untuk kelanjutannya, saya permisi” pamit Dokter di depan ruang IGD.


Seorang suster memberikan penjelasan pada keluarga Ben, mereka meminta memindahkannya ke ruang inap, sedangkan Sand, dia masih di IGD ditemani Reihan.


Shine terpaksa ikut bersama Ben dan meninggalkan Sand di IGD, karena ada keluarga


Ben.


“Sebenarnya apa yang terjadi Shine, mengapa Ben sampai jadi seperti itu?” tanya ibunya Ben


meratapi keadaannya anaknya yang babak belur.


“Maafkan Shine ya Bun, tidak bisa menjaga Ben, ada keributan di pesta pernikahan yang


kami hadiri tadi, dan dia ikutan dihajar habis- habisan” ungkap Shine bukan yang sebenarnya.


“Jika begini, bagaimana kalau pernikahannya kita undur saja, aku tidak mau Ben terluka di hari bahagianya” minta ayahnya Ben.

__ADS_1


“Yah, jangan! Aku tidak mau hari bahagianya tidak terlaksana, Ben anak yang kuat dia


pasti bisa cepat sembuh” ucap Ibunya Ban meratapi keadaan putra semata wayangnya.


__ADS_2