AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 43


__ADS_3

Jika memang benar dia akan menuntut di pengadilan, makin gawat urusannya. Shine harus segera memberitahukan ke oma Hara.


Shine terburu-buru mencari oma Hara di rumah.


“Kalian melihat oma Hara ?” tanya Shine pada Big Team yang berjaga bersama Alex sang Security di rumah.


“Tidak, mungkin di dalam, kami belum melihat mobil keluar hari ini, selain mobil tuan muda” jawab Big Two.


Shine berlari mencari oma Hara, saat hendak masuk ke rumah dia di cegat Rara.


*****


“Halo bu, tadi ada perempuan yang nyari bapak, dia cantik, langsing, cukup tinggi dan rambutnya pendek seperti laki-laki” ucap sang Babysitter Nara, anak Rara.


“Kamu tanya namanya nggak ?” tanya Rara.


“Aduh saya lupa nanya buk, tapi dia pake kemeja kotak kotak, celana hitam, sepatunya sneakers, jangan jangan bapak punya selingkuhan buk ?” ucap Babysitter Nara.


“Kamu jangan ngasal, mungkin dia klien bapak” ucap Rara membela suaminya.


“Maaf buk, saya tutup teleponnya, kalo ada kabar baru lagi saya akan cepat mengubungi ibu” ucap Babysitter Nara, yang diminta Rara untuk melaporkan setiap kejadian dirumah.


Setelah dapat telepon dari Babysitter Nara, Rara melihat Shine sedang berlari, memakai baju yang dipakai perempuan yang datang kerumah.


Kenapa bisa sama seperti ciri-ciri perempuan yang disebutkan mbak tadi ya, batin Rara.


*****


“Shine kenapa kamu berlari seperti itu ?” tanya Rara yang sudah menghadangnya di depan pintu.


“Minggir, aku harus bertemu dengan oma” jawab Shine terburu-buru.


“Kamu mencari oma, dia tidak ada di rumah, mending kamu ke kantor dia tadi pergi bersama Sand” kata Rara sengaja membohongi Shine.


Shine teringat ucapan Big Team, jika yang pergi menggunakan mobil hanya tuan muda, mungkin mereka tidak melihat ada oma di dalamnya. Shine tidak berpikir panjang dan mempercayai ucapan Rara. Dia pergi ke kantor untuk bertemu dengan oma Hara.


Saat di kantor bertanya dengan pegawai resepsionist, dia bilang jika Sand hanya sendirian saat datang. Tidak ditemani oleh siapapun, apalagi oma Hara. Shine tidak percaya, dia ingin membuktikannya sendiri melihat ke ruangan Sand.

__ADS_1


“Maaf nona apakah anda sudah membuat janji dengan tuan Sand ?” tanya sekretarisnya  Sand.


“Belum, aku hanya mau bertanya apakah nyonya Asmaharani tadi datang ke kantor ?” tanya Shine.


“Tidak, beliau tidak ke kantor hari ini” jawab sekretarisnya Sand.


Dasar ular, awas kamu nanti, kamu sengaja mengerjai aku, batin Shine sebal dengan Rara.


“Terimakasih, saya permisi” ucap Shine langsung pergi.


Saat sampai di rumah, Rara sudah menunggunya dengan santai.


“Kamu cepat juga ya ?, dari rumah ke kantor trus balik lagi” kata Rara mengejek.


“Daripada kamu mengurusi aku, lebih baik urusi lukamu itu, sangat mengecewakan jika tidak tampil cantik saat pernikahan” ucap Shine mengejek balik.


“Shine kenapa kamu tadi kerumahku ?” tanya Rara menyerang.


Bagaimana dia bisa tahu ?, batin Shine.


“Bagaimana kamu bisa tahu” ucap Rara membaca pikiran Shine


“Ra dengerin aku, misalnya ya, kita ngomongin untung dan rugi dari permasalahan ini, keuntungan untukku jika aku memberitahu suamimu, kamu ketahuan membohongi Sand, dan dia tidak jadi menikahimu, keuntungan untukmu tidak ada, sekarang kerugian, untukku tidak ada, dan untukmu banyak, aku jabarin satu-satu ya, pertama Sand akan kecewa padamu karena telah membohonginya, yang kedua, rencana pernikahanmu berantakan yang ketiga, mungkin rumah tanggamu juga…” kata Shine pelan-pelan.


“Stop !, tidak ada yang namanya untung dan rugi pada masalah ini, ini bukan perdagangan atau bisnis yang harus mencari untung dan menghindari rugi, ini masalah hati, yang tidak bisa dihitung keuntungan dan kerugiannya, belajar lagi sana, masuk ke jurusan bisnis management ya, pasti kamu tahu apa itu untung dan rugi , hahaha” ucap Rara tertawa lega.


“Jangan kira, masalah hati tidak menggunakan untung dan rugi, walaupun cinta itu buta, di akhir kisahnya pasti dia memikirkan keuntungan dan kerugian setelah menjalani hubungan” ucap Shine masih melawan.


“Kamu sekarang yang mengalami kerugian, waktumu telah banyak terbuang untuk berdebat denganku, apa kamu tidak merasa, Shine oh Shine, anak bau kencur mau melawanku, tidak bisa sayang” ucap Rara sambil memegang dagu Shine.


“Memang itu adalah kerugian untukku karena menghabiskan waktu denganmu secara sia-sia, tapi aku akan mendapat keuntungan besar karenamu, memperoleh kerugian di awal, pasti akan mendapatkan keuntungan di akhir” ucap Shine sambil melepas jari Rara yang memegang dagu Shine.


“Errrghhh, awas kamu Shine, aku pastikan keuntunganmu itu menjadi kerugian terbesarmu !” ucap Rara mengancam.


Shine menemui oma Hara ke kamarnya.


“Oma, saya Shine apakah oma di dalam ?” tanya Shine didepan pintu.

__ADS_1


“Masuk Shine tidak di kunci” teriak oma dari dalam kamar.


“Oma, ini sangat penting, suami Rara, tadi saya sudah berhasil menemuinya, dan dia akan menuntut kita karena melakukan perjanjian, yang merusak keluarganya” jawab Shine terengah-engah.


“Gimana maksudmu Shine ?, oma belum paham” tanya oma Hara.


Tarik nafas dalam “Begini oma, suami Rara kan belum tahu jika isi perjajian dengan Rara itu harus bersedia menuruti kemauan Sand, yaitu menikah dengannya. Lalu dia marah karena sama saja dia mengijinkan istrinya untuk bersama Sand lagi” jelas Shine.


“Jadi maksudmu suaminya tahu kalau Rara masih menyimpan cintanya untuk Sand, dan berniat untuk menikah dengan Sand ?” tanya oma Hara menyimpulkan.


“Bisa jadi seperti itu oma, dan dia bilang akan menuntut kita di pengadilan, bagaimana ini oma ?” tanya Shine khawatir.


“Tenang Shine oma akan membicarakannya dengan pengacara oma, dia tidak akan bisa melawan kita karena kontrak perjanjian itu sah di mata hukum dan Rara sendiri yang menyutujuinya” ucap oma Hara menenangkan.


“Bu Sri, bisakah anda datang kerumah sekarang ? ada yang sangat penting harus dibicarakan sekarang” ucap oma Hara melalui telepon.


Namanya Sri, bisa nggak ya dia menangani kasus ini ?, batin Shine.


Shine sudah underestimate terhadap pengacara oma Hara duluan, sebelum melihat kemampuannya.


“Shine minta pak Fran menjemput bu Sri di kantornya, karena mobilnya sedang di bengkel” kata oma Hara meminta tolong.


Shine pergi mencari pak Fran dengan segera, saat keluar kamar dia melihat Rara yang sedang berjalan di dekat kamar oma Hara.


“Ngapain kamu di sini ?, oh aku tahu, pasti kamu kepo tentang pembicaraanku dengan oma Hara di dalam ? ya kan ?” ucap Shine menggoda Rara.


“Daripada kepo dengan urusanmu, lebih penting mengurusi pernikahanku” ucap Rara meninggalkan Shine.


Shine bergegas menemui pak Fran, untuk menyampaikan pesan dari oma Hara.


Rara mengikuti Shine dari belakang, dia memang kepo dengan urusan Shine yang terlihat begitu terburu-buru dan ekspresinya tampak serius.


Dia menemui pak Fran,… bu Sri…., siapa dia, batin Rara.


Terlihat di body mobil yang mengkilap, Rara sedang berdiri setengah bersembunyi.


Kamu ngikutin aku kesini juga, lihat aja, batin Shine.

__ADS_1


“Saya permisi dulu nona” ucap pak Fran pergi menjemput bu Sri.


__ADS_2