
“Hati-hati pak Fran” ucap Shine pergi ke markas Big Team. Rara masih mengikutinya. Shine memang sengaja pada Rara.
“Tiki, lama…” ucap Big Two terhenti oleh Shine.
“SSstttt, ada yang mengikuti di belakang nggak ?” tanya Shine pelan.
Big Two mengangguk, menandakan ada orang yang mengikuti Shine.
Shine pergi jalan ke halaman belakang, berupura-pura sedang melakukan sesuatu, karena merasa masih diikuti Rara. Setelah itu, dia jalan lagi ke rumah, masuk ke dalam kamar tuan muda, keluar dengan cepat, lanjut jalan lagi ke kamar oma Hara, tapi dia berputar balik ke kamarnya sendiri, agak lama, Shine kembali jalan mengitari halaman depan dan kekamarnya lagi.
Rara yang mengikutinya, merasa kalau dia diajak memutari rumah, hingga lelah.
“Kamu sengaja ya?” tanya Rara memanggil Shine.
“Sengaja apa?” tanya Shine balik.
“Nggak jadi” ucap Rara pergi.
Hampir saja Rara keceplosan, kalau dia mengikuti Shine diam-diam.
Pak Fran sudah kembali bersama pengacara oma Hara, yaitu bu Sri. Mereka pergi ke kamar oma Hara, karena tidak mau pembicaraanya diketahui oleh Rara.
“Masalah apa yang membuat Anda harus mencariku?” tanya bu Sri.
“Kamu ingat tempo lalu, kontrak perjanjian yang aku suruh untuk membuatnya?” tanya oma Hara.
Oma menceritakan kontrak perjajian dengan Rara. Setelah beberapa waktu berjalan, sikap Rara tidak menampakkan keseriusan dalam merawat Sand. Lebih tepatnya sudah kelewat batas. Dia benar-benar berharap bisa menikah dengan Sand. Walaupun, belum ada buktinya, Rara sudah menunjukkan kalau dialah yang membocorkan rencana pernikahannya dengan Sand, dan itu telah melanggar kontrak perjanjian, poin keempat.
“Jika dugaan nyonya benar, kalau pihak yang bersangkutan telah terbukti membocorkan rencana ini, berarti dia telah melanggar kontrak suatu perjanjian, menurut pasal 1446 KUHP, pihak yang melanggar perjanjian akan dikenakan hukuman 4 tahun penjara dan denda maksimal 10 juta” jelas bu Sri.
Orang ini ternyata oke juga, memang benar, kalau pepatah mengatakan “don’t judge book by a cover” dalam pikiran Shine sambil menggelengkan kepala.
“Saya sebenarnya tidak mau, jika berurusan dengan hukum seperti ini, tapi bagaimana lagi kalau harus dilakukan” ucap oma Hara.
“Oma, boleh saya mengutarakan pendapat ?, jika Oma tidak mau berurusan dengan hukum, bagaimana kalau kita membuat Rara dengan sendirinya mundur dari rencana pernikahannya yang sungguhan ini?” kata Shine perpendapat.
__ADS_1
“Bagaimana caranya?” tanya oma Hara penasaran.
Shine menjelaskan kepada oma Hara dan bu Sri sebagai pengacara. Pernikahan adalah penyatuan dua insan yang saling mengikat janji sehidup semati. Jika hanya satu insan, pernikahan itu dipastikam tidak akan terjadi.
“Maksudmu, kita harus memberitahukan Sand yang sebenarnya terjadi?, aku tidak setuju, Sand akan tersakiti lagi” tanya oma Hara di tengah-tengah penjelasan Shine.
Shine melanjutkan penjelasannya. Oma Hara tidak mau mengorbankan perasaan Sand lagi. Mengartikan kalau Rara lah, yang harus dipisahkan dari Sand. Mungkin, cara yang di rencanakan Shine sedikit kejam, tapi harus dilakukan.
Shine menyebutkan, harus bisa membujuk suami Rara agar mau diajak kerjasama menghentikan pernikahan Sand dan Rara. Selanjutnya, dengan mengundang semua anggota keluarga Rara untuk hadir di perikahan mereka. Jika kedua alternatif itu tidak berhasil, harus membuat bukti kalau Rara memang sengaja meninggalkan keluarganya demi kembali bersama Sand, tanpa mengetahui adanya kontrak perjanjian yang dibuat oleh oma Hara dan Shine sebelumnya.
“Membuat bukti?” tanya oma Hara.
“Bukti tidak hanya ada saat kejadian saja, memang bukti bisa kita buat, tapi tidak diperbolehkan untuk memalasukannya” ucap bu Sri.
“Kita bisa membuat bukti, dari pengakuan keluarganya, teman dekat, maupun tetangga, sekarang membuat bukti mudah, menggunakan ini” terang Shine memegang smart phone.
“Tapi ingat, kita tidak boleh memaksa saksi untuk membuat bukti melalui itu” kata bu Sri.
“Tenang saja, kita akan melakukannya tanpa paksaan atau pun kekerasan” ucap oma Hara menjamin.
*****
Misi menggagalkan pernikahan mereka tanpa diketahui Sand dan Rara, dimulai dari menemui suami Rara lagi, karena sebelumnya gagal. Untuk melancarkan misinya, Shine meminta Big Two menemaninya ke kantor suami Rara, bersama bu Sri sebagai pengacara. Alasan tidak mengajak semua Big Team, adalah takut ketahuan Rara, yang sering di rumah dan mengawasi gerak-gerik Shine belakangan ini.
“Kalian siap? Untuk misi ini ?” tanya Shine di mobil dengan Big Two dan bu Sri.
“Misi apa Tik ?” tanya Big Two yang belum tahu.
“Nanti kujelaskan, kita akan ke sana sekarang, Big Two, tancap gas!” ucap Shine pada Big Two yang menyetir mobil.
Semangat membara Shine untuk bertemu suami Rara, telah padam, saat mengetahui kantornya tutup.
“Hah, kenapa sih dia menutup kantornya, jangan-jangan dia tahu kalau aku akan kembali?” ucap sendirian yang di dengarkan Big Two dan bu Sri.
“Kita coba kerumahnya saja, semoga saja rejeki kita kali ini” ucap Big Two.
__ADS_1
Mereka secepatnya meluncur ke rumah Rara. Benar-benar rejeki, dia ada di teras, sedang menggendong Nara, anaknya.
“Siapa pagi-pagi gini kerumahku ?“ ucap suami Rara sendirian.
Suami Rara jalan mendekati mobil saat tahu ada Shine yang keluar, “Kamu ?, saya tidak mau membuat keributan, sebaiknya kalian cepat pergi dari sini, atau kupanggilkan polisi.”
“Tidak usah panggil polisi pak Yasa, saya sudah membawanya, saya juga tidak ingin membuat keributan, bagaimana kalau kita bicara di dalam ?” ucap Shine percaya diri.
Terpaksa, suami Rara mempersilahkan Shine, bu Sri dan Big Two masuk ke dalam rumah.
“Saya akan bicara, jika babysitter Nara sudah datang” ucap suami Rara.
“Baiklah kita akan sabar menunggunya” ucap Shine dengan senyuman.
*****
“Pagi-pagi gini siapa yang udah bertamu di rumah bapak ya?” Ucap Babysitter Nara berjalan di depan rumah suami Rara.
Langkahnya sampai di depan pintu, “Dia lagi, apakah dia mau minta pertanggungjawaban bapak karena sudah selingkuh dengannya ya?”
“Mbak, tolong beri makan Nara, saya ada tamu yang tidak diundang” ucap suami Rara menyindir.
“Iya pak, saya kebelakang dulu” ucap Babysitter mengambil Nara dari pak Yasa.
“Boleh saya mulai sekarang?” tanya Shine.
“Waktu kalian sepuluh menit” ucap suami Rara.
Babysitter Nara, menguping sambil menyuapi Nara.
“Perkenalkan, ini pengacara kami ibu Sri, dia yang akan menjelaskan” ucap Shine.
Ibu sri menjelaskan, perjanjian kontrak yang telah ditandatangani oleh istrinya, sah secara hukum. Dia melaksanakan sesuai perjanjian, mendapatkan bayaran sesuai yang diinginkan pihak pelaksanan. Jika pak Yasa mau menuntut atas pembohongan atau penipuan, itu tidak bisa dikabulkan, karena bukan pihak pemberi kontrak yang melakukan pelanggaran, tapi istrinya sendiri. Sedangkan pak Yasa hanya pihak ketiga, tidak berhubungan dengan kontrak perjanjian.
Setelah mendengar penjelasan dari pengacara, suami Rara tampak kebingungan karena pasti akan kalah dalam persidangan jika benar-benar mengajukan tuntutan atas penipuan sebuah kontrak perjanjian.
__ADS_1