
“Shine kamu tahu, sejak awal aku akan berjuang untuk mendapatkanmu, keinginan
yang tidak masuk akal darimu untuk menikahi Sarah itu menjadi buktinya kalau aku selalu mencintaimu” pungkas Sand.
“Bagaimana dengan Oma? Apakah dia setuju kamu menjalin hubungan denganku, setelah apa yang terjadi kemarin, dan sekarang Oma juga di rawat di sini, dia selalu mencarimu, secepatnya kamu temuilah dia meminta maaf, aku juga akan ikut denganmu” tutur Shine.
“Itu hal mudah bagiku, kamu tenang saja, yang terpenting kamu akan selalu ada disisiku” minta Sand.
“Ada apa ribut-ribut di luar?” tanya Sand mendengar kegaduhan.
Shine melihat keadaan luar, untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
“Saya itu calon mertua bos kalian, kenapa tidak boleh masuk, biarkan kami masuk” kata papa Drake yang ngotot mau melihat Sand.
“Saya tidak kenal anda, itulah peraturannya, siapapun yang tidak saya kenal di larang mendekati tuan muda” ujar Big One.
Ternyata perdebatan antara papa Drake dan Big One. Shine melerai mereka, tapi Big One tetap saja melarang masuk.
Sand terpaksa beranjak dari ranjang untuk menyelesaikan permasalahan yang bisa membuat pasien lain terganggu.
“Ada apa ini? Kenapa ribut sekali, …” tanya Sand yang terputus.
“Tuan muda, bagaimana keadaan anda, saya ingin sekali menjenguk anda, tapi tetap tidak diperbolehkan oleh dia, apakah saya boleh masuk?” tanya papa Drake.
Sebenarnya Sand tidak begitu suka dengan papa Drake yang banyak sekali bicara, tapi mau gimana lagi, secara otomatis, dia adalah calon mertuanya.
“Ijinkan masuk, dia tamu penting” minta Sand pada Big One.
“Menantu, papa antar ke ranjang, kamu tidak boleh banyak bergerak dulu, nanti tambah sakit bagaimana?” ucap papa Drake, seperti biasa sangat perhatian pada Sand.
Sand di papah papa Drake ke ranjang, Danira dan Shine yang di sana terlupakan, serasa dunia hanya miliknya dan Sand.
“Nak mantu, mau apa, aku ambilkan, aku suapi ya” kata papa Drake yang memberikan perhatian berlebih pada Sand, pada istri dan anaknya saja tidak seperti itu.
“Pa, sepertinya puding yang di café Emerald, baik untuk Sand yang katanya tidak enak
makan” ucap Shine agar papa Drake tidak mengganggu Sand beristirahat.
“Papa akan belikan sekarang juga, nak mantu tunggu ya” ujar papa Drake.
Papa Drake pergi bersama Danira membeli puding yang dimaksud oleh Shine.
__ADS_1
“Maafin papa yang berlebihan tadi, pasti kamu gak nyaman” jelas Shine.
Sand memeluk Shine lagi, mendekapnya sangat kuat, “Begini baru nyaman” ucap Sand sangat bahagia.
“Permisi, maaf mengganggu, waktunya pasien cek up” kata suster yang mengganggu waktu Sand dan Shine.
Dekapan Sand dilepaskan Shine dengan segera, ia merasa malu pada suster yang melihat mereka.
Setelah kepergian suster, mereka berpelukan lagi, seakan ada magnet yang membuat keduanya saling menempel dan sulit untuk dilepaskan.
Kedatangan Reihan mengganggu lagi waktu romantis mereka, “I’m sorry, but ini berkas penting, harus ditanda tangani sekarang juga” ucap Reihan menyodorkan berkas untuk Sand.
“Bagaimana dengan pernikahanmu Shine?” ceplos Reihan tanpa rasa berdosa.
“Dia akan segera menikah denganku, tunggu saja hari baiknya” cletuk Sand selesai menandatangani berkas.
“Bukan itu maksudku …” perkataan Reihan terhenti oleh Shine.
“Dia membatalkan pernikahan …” ucapan Shine dipotong Sand.
“Secepat itu dia memutuskannya, bagus aku tidak akan menunggu lama lagi” kata Sand,
“Selamat ya pak Bos, akhirnya perjuangan anda tidak sia-sia, pernah tidur bersama Sarah, sekarang dapat yang lebih fresh, saya pamit silahkan dilanjut lagi” kata Reihan sengaja memancing perdebatan diantara Sand dan Shine karena mereka berpelukan di hadapannya.
“Benar kamu sudah meniduri Sarah? Jawab Sand!” ujar Shine memakan umpan Reihan, menjadi emosi pada Sand.
“Aku bisa jelaskan, jangan pukul lagi, sakit, benar, sungguh aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun, aku masih perjaka, jika tidak percaya kita buktikan, ayo” kata Sand membela diri.
Reihan yang masih mendengar perdebatan mereka merasa sangat senang, pancingannya berhasil merusak momen romantis Sand dan Shine.
“Benar kamu tidak pernah tidur dengan wanita manapun?” tanya Shine memastikan.
Sand tertawa lepas, dia sangat bahagia melihat Shine yang sangat cemburu.
“I’m swear, aku bisa menjaminnya, apakah kamu mau mencobanya denganku?” goda Sand.
“Apaan sih, dasar mesum!” olok Shine.
Sand mendekap Shine lagi, dan meyakinkannya. Untuk kesekian kalinya mereka berpelukan dalam sehari, dan terganggu lagi oleh papa Drake yang telah kembali.
“Papa, sudah kembali, cepat tidur, pasti kamu nanti dipaksa disuapi, kamu nggak mau kan?” perintah Shine pada Sand agar berpura-pura tertidur.
__ADS_1
“Nak mantu, papa sudah kembali, ini pudingnya, langsung aku suapi ya” teriak papa Drake saat membuka pintu.
“Pa, jangan teriak, Sand sedang tidur, habis papa lama, jadi dia tertidur” kata Shine membohongi papanya.
“Kita pulang saja yuk pa, kasian DD ditinggal lama” ajak Danira.
“Gimana pudingnya, sayang kalo ga dimakan, kita belinya tadi jauh kan” jawab papa Drake tidak mau diajak pulang.
“Nanti biar Shine yang berikan, ayolah pulang dulu, ya!” rengek Danira.
“Yaudah, Shine nanti berikan ke nak mantu, awas aja kamu makan” ancam papa Drake.
Papa Drake akhirnya pulang, Shine dan Sand kembali berdua tidak ada yang mengganggu.
“Mereka sudah pulang, buka saja” ucap Shine.
“Beneran,nmau sekarang, aku siap kok, pasti aku sanggup” kata Sand nyleneh.
“Matanyang di buka bukan baju” jawab Shine tahu maksud nyleneh Sand.
“Bercanda Shine, kamu jangan kemana-mana ya, temani aku selalu di sini” minta Sand.
“Laper, kamu mau makanan dari luar? Nanti aku belikan sekalian” tanya Shine.
“Boleh, makanan favorit aku seperti biasa” jawab Sand.
Shine pergi membeli makanan untuk dirinya dan juga Shine. Saat keluar kamar, bebarengan dengan Ibun, Ben dan juga pak Atma, mereka memutuskan untuk segera keluar dari kamar inap, karena tahu bahwa laki-laki yang dicintai Shine ada di sebelah kamar mereka. Tanpa melihat dan sapa, mereka bertiga berjalan melewati Shine begitu saja. Shine terus memandangi mereka hingga tak terlihat, menanggung rasa bersalah terhadap keluarga Ben.
Begitu juga Ben dan keluarganya, mereka sengaja berpura-pura hanya melewati Shine dan tidak menyapanya, karena menahan rasa kehilangan anggota keluarga baru yang sudah dinanti-nantikan.
Hidup baru telah dimulai, konsekuensi atas keputusan yang telah diambil, Shine harus
bisa menghadapinya. Masalah yang satu telah terselesaikan, namun ada masalah lain sudah menunggu Shine yaitu mendapatkan restu oma Hara untuk bisa menikah dengan Sand, cucu tunggal pewaris perusahaan.
“Shine, nyonya Hara ingin bertemu denganmu” ucap Big Two menyampaikan pesan pada Shine yang hendak pergi membeli makanan.
“Apakah oma memintaku untuk membawa Sand?” tanya Shine.
“Aku kurang tahu persoalannya, beliau hanya memintaku untuk mencarimu dan menyuruhmu agar segera menemuinya” jawab Big Two.
Dalam hati Shine bertanya-tanya, apakah ada masalah, ataukah oma Hara sudah mengetahui hubungannya dengan Sand. Jantung Shine berdegup tak menentu, perasaannya sudah berubah terhdapa oma Hara, yang dulu ia anggap sebagai neneknya sendiri, sekarang perasaan menjadi calon nenek mertua.
__ADS_1