AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 30


__ADS_3

Secara tidak sengaja Big Two melihatnya, saat kembali dari lobi mengambil barang yang ketinggalan.


“Hei tiku……”, panggilan Big Two pada Shine yang masuk ke dalam kamar hotel.


Apakah dia menyewa kamar lain ?, atau dia memiliki kekasih dan liburan ini hanya menjadi kedoknya agar bisa lepas kangen sama seseorang yang istimewa ?,ini akan menjadi gosip paling panas, hahahaha, dalam batin Big Two.


“Tuan muda, inikah barangnya ?”, tanya Big Two memastikan barang tuan muda.


“Iya, benar, ayo kita menyusul mereka ke pantai”, kata Sand mengajak Big Team.


“Tapi tadi saya lihat si Tikus kecil, ke kamar 2006, saat saya memanggilnya sudah keburu masuk”, ucap Big Two melapor.


“Kenapa dia kesana, bukannya dia main di m pantai bersama Laning dan pak Londo ?”, tanya Big Three menyambung.


“Jangan-jangan dia ketemuan sama pacarnya ?”, kata Big two bergosip.


“Kenapa kalian mengurusnya, kalau memang benar ya biarkan !”, ucap Sand sewot.


Informasi dari Big Two menjadi pertanyaan untuk Sand, apakah benar Shine sudah memiliki pacar ?, karena saat mendengarnya dia merasa sedikit kesal. Sand menjadi penasaran bagaimana pacarnya Shine yang belum jelas kebenarannya itu.


Ketika Sand dan Big Team turun untuk main ke pantai, dia berpapasan dengan Shine yang baru saja keluar dari kamar 2006.


“Tuan muda, mau kemana ?”, tanya Shine gugup.


“Kamu dari mana ?”, tanya Sand balik.


“Tadi beretemu teman lama, dia juga liburan ke sini”, jawab Shine gagal fokus.


“Eh liftnya sudah buka, ayo masuk, tuan muda mau lantai berapa ?, biar aku pencetkan”, ucap Shine panik.


“Aku ikut kemana kamu pergi”, kata Shine bersikap dingin.


“Saya mau ke pantai menyusul Laning, ternyata tujuan kita sama hehehe”, kata Shine tidak fokus.


Mereka semua bermain di pantai, hanya tuan muda yang duduk terdiam memikirkan pacar Shine serta Big One yang selalu mengawal Sand.

__ADS_1


Sand selalu mengawasi Shine dari kejauhan, melihat gerak-geriknya, dan mengikutinya saat Shine diam-diam meninggalkan pantai.


Shine pergi ke restoran untuk memboking acara dinner di pantai malam nanti, dia menemui manager restoran yang tampan. Sand melihatnya, dan mengira dialah pacar Shine.


Setalah dari restoran, Shine pergi menemui manager hotel yang juga laki-laki muda, untuk meminta bantuan mendekor acara nanti malam, Sand dan Big One yang membuntutinya secara diam-diam, bertanya yang mana pacar Shine yang sebenarnya.


Shine ke kamar 2006 lagi, dan masih diikuti Sand serta Big One. Siapa lagi yang akan ditemui Shine, apakah dia pacar Shine yang sesungguhnya ?.


Sand dan Big One, menuggu Shine keluar kamar, saat akan menutup pintu dia sedikit membungkuk yang artinya tata krama sopan santun pada orang yang lebih tua. Apakah pacarnya om om yang sudah tua ?.


Sand tersadar mengapandia harus mengikuti Shine, kalau memang dia punya pacar apa yang menjadi urusannya ?, oleh karena itu Sand memutuskan untuk kembali ke kamar sampai acara makan malam nanti.


Semua urusan untuk acara makan malam mbsudah di bereskan Shine, tinggal menunggu waktu saja.


*****


Waktu makan malam telah tiba, Sand, Big Team, Laning dan pak Londo sudah berkumpul di pinggir pantai. Shine dan Laning berdandan seperti perempuan untuk mencoba reaksi tuan muda terhadap wanita. Mereka sengaja datang agak terlambat.


“Tuan muda !”, ucap Laning dan Shine bersamaan muncul dari belakang Sand.


“Saya tikus kecil, dan ini Laning, tuan muda masak tidak mengenal kami ?”, tanya Shine menggoda.


“Kalian ?, tapi jangan dekat-dekat denganku, agak jauhan sana !”, minta Sand sedikit sebal.


Respon tuan muda terhadap wanita sudah agak mendingan, walaupun belum sepenuhnya pulih. Karena Sand dan Shine sering bersama, membuat mereka nyaman satu sama lain, walaupun hanya merubah penampilan.


Mereka semua duduk di meja makan, Shine membuka acara makan malam bersama.


“Baiklah, karena semua sudah siap, dan pastinya sudah lapar, kita bersulang dulu sebelum makan, cheerss !”, Shine mengangkat gelas dan bersulang bersama-sama.


“Oh iya, sebelum kita makan ada seseorang spesial yang membiayai liburan kita ke sini, khususnya untuk tuan muda, sebentar aku akan panggilkan”, ucap Shine berdiri untuk membawa orang spesial.


Sand berpikir jika Shine akan memperkenalkan pacarnya pada Sand. Dia menjadi kesal, ditambah penampilan Shine yang cantik malam itu, Sand semakin yakin dia membawa pacarnya.


“Kan benar yang saya katakan tadi, pasti si Tikus itu memperkenalkan pacarnya”, cletuk Big Two kepedean.

__ADS_1


“Kenapa dia gak bilang ke sih”, ucap Laning kecewa karena tidak diberi tahu.


“Jangan sok tahu kamu, gimana kalo taruhan, kalo kamu benar akau akan bayar kamu 500 ribu, kalo kamu salah kamu bayar aku 600 ribu, gimana ?, deal ?”, kata Big Three taruhan dengan Big Two.


“Ok , deal !”, jawab Big Two.


Shine menghampiri oma Hara di dalam restoran.


“Oma sudah siap ?, semoga kali ini berhasil”, ucap Shine menenangkan oma Hara.


“Shine, kamu yakin ini waktu yang tepat ?, saya sedikit deg-degan”, kata oma Hara ragu.


“Kita coba saja oma, setelah melihat penampilanku menjadi perempuan dia tidak marah seperti saat saya pertama bertemu dengannya, saya rasa ini waktunya, kalau kita tidak mencoba, kita tidak akan tahu hasilnya, ini kan yang oma inginkan dari awal untuk menyembuhkan tuan muda ?, oma harus yakin dengan itu !”, kata Shine menjelaskan.


“Baiklah, semoga dia bisa menerimaku lagi ya Shine !”, kata oma Hara.


Shine menggandeng oma Hara berjalan mendekati tempat dinner di pinggir pantai.


“Semuanya, ini dia orang spesial yang aku tadi sebutkan !”, ucap Shine memperkenalkan oam Hara ke semuanya.


Mereka semua menoleh melihat Shine yang datang bersama oma Hara, tidak terkecuali tuan muda Sand. Dia terkejut, karena yang ada di bayangannya sangat berbeda dengan kenyataan. Dia sudah bersiap menerima akan kehadiran pacar Shine. Tapi yang dia lihat adalah omanya yang begitu dia benci sampai sekarang.


Dia sangat kesal dan kecewa dengan Shine. Padahal dia tahu kalau Sand sangat membencinya. Sand sangat marah, dia menarik Shine menuju ke pantai.


“Kenapa kamu membawanya ke sini ?!”, tanya Sand marah.


“Tuan muda tenang dulu, ini waktunya anda memaafkan oma Hara, dia sangat khawatir dengan anda selama ini”, ucap Shine menjelaskan.


“Bagaimana aku bisa tenang, kamu tahu sekali kalau aku sangat membencinya, ternyata selama ini kamu membohongiku !”, kata Sand kecewa meninggalkan Shine.


“Tuan muda, dengarkan saya dulu, ini harus dibicarakan dengan kepala dingin”, ucap Shine menarik Sand yang pergi.


“Apa lagi yang harus dibicarakan, aku lebih bisa menerima kalau kamu membawa pacarmu dari pada dia !”, kata Sand sudah capek melanggati Shine.


Oma Hara menyusul Sand dan Shine di pantai.

__ADS_1


__ADS_2