AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 98


__ADS_3

“Kita kembali ke rumah sekarang juga!” perintah oma Hara pada Big One.


Saat oma Hara pulang, bertepatan dengan Sand sampai di villa, jadi mereka tidak saling bertemu.


“Berapa lama lagi kita akan menunggu di sini?” keluh Sand yang sudah tidak bisa menunggu lebih lama lagi.


“Coba hubungi Big One” ide Shine.


“Kenapa dari tadi kamu nggak beritahu aku” sesal Sand.


“Aku juga baru kepikiran, sudahlah jangan saling menyalahkan, cepat hubungi dia” balas Shine yang tidak mau memperpanjang emosi.


“Apa!, tunggu aku di sana, jaga oma jangan biarkan dia kemanapun” teriak Sand saat menghubungi Big One.


“Kita pulang sekarang!” ajak Sand


“Tapi kita naik apa? Helikopternya sudah pergi dan kita tidak bawa mobil ke sini, jika pergi sekarang sudah tidak ada kendaraan umum yang lewat” jelas Shine.


Tanpa berlama-lama, Sand menghubungi Big Two dan Big Three yang masih ada di kantor untuk menstabilkan situasi membantu Reihan.


“Big Two cepat ke villa sekarang juga!” perintah Sand pada Big Two.


“Duduklah dulu, pasti Big Two akan segera datang” minta Shine untuk menenangkan Sand yang terlihat cemas.


Mereka duduk di emperan villa, karena dingin, Sand memeluk Shine dan menunggu Big Two datang.


“Star! Ternyata kamu di sini, aku sudah melihat semuanya di TV tadi,” ucapan Laning terhenti karena tatapan Sand padanya.


Ia tampak marah dan dendam pada Laning yang terus mengganggu waktu berduaannya.


“Apakah aku tidak boleh memanggilnya Star lagi?” tanya Laning dengan mata berkaca-kaca, merasa takut karena tatapan Sand yang sangat tajam terhadapnya.


“Kenapa tidak boleh, aku tetap Star yang sama” jawab Shine yang belum mengetahui rasa kesal Sand terhadap Laning sejak ia datang pasti mengganggu waktu berduaan mereka.


“Tapi tuan muda tidak suka aku memanggilmu seperti itu dan sekarang kamu menjadi calon istrinya, apakah aku salah?” kata Laning mengadu pada Shine.


“Tidak, aku tidak melarangnya, suka-suka dia saja, terserah” ucapan Sand yang mengijinkan namun bernada melarang.


“Terimakasih tuan muda, ayo masuk ke dalam, pintunya tidak di kunci, akan aku buatkan coklat

__ADS_1


hangat untukmu” ajak Laning pada Shine saja.


Sand ditinggalkan begitu saja, karena Shine menerima ajakan Laning, “Ku tunggu di dalam” bisik Shine yang mengalah pada Laning.


Sand mengerti yang dimaksudkan Shine. Ia mencoba menghubungi Reihan, karena merasa khawatir apakah dia bisa mengatasi kekacauan yang diperbuat para awak media.


Beberapa kali menelponnya, tapi masih belum diangkat juga.


*****


Didapur Laning membuatkan coklat panas untuknya, Shine dan Sand sambil bercerita yang terjadi di televisi tadi.


“Kamu tahu? Aku sangat kaget tahu, saat ada kamu di televisi tadi, nyonya dan bapak juga ikut lihat” cletuk Laning sambil meracik coklat panas.


“Oma juga lihat?” tegas Shine yang terkejut, detak jantungnya menjadi lebih cepat dan perasaannya menjadi tidak enak.


“Iya, setelah melihat kalian, nyonya langsung mengajak Big One pulang, kamu pasti sangat bahagia bisa di lamar secara romantis seperti itu, aku juga mau kayak gitu, siapa ya kira-kira lelaki yang mau melamarku, hihihi, Shine?” panggil Laning yang sudah tidak melihat Shine di belakangnya.


“Diajak bicara kok ngilang, ku selesaikan dulu, pasti dia menemui calon suaminya, dan jika aku menyusul mereka pasti aku akan dipelototi lagi oleh tuan muda, fiuh” ucap Laning sendirian menyelesaikan membuat minuman.


*****


“Beres, semua sudah terkendali, berita bagusnya, saham kita malah naik karena aksi lamaranmu yang disiarkan secara langsung, hahaha” jawab Reihan sangat gembira.


“Bagus, sekali pukulan semua sudah terselesaikan, sebentar Shine memanggilku, kututup dulu telponnya” minta Sand setelah bahunya ditepuk Shine dari belakang.


“Sepertinya oma marah pada kita dan langung pulang ke rumah” kata Shine menyampaikan informasi dari Laning tadi.


Sand memegang pipi Shine dengan kedua tangannya, “Percayalah padaku, jikapun oma marah, itu tidak akan lama” jawab Sand menenangkan.


“Aku menjadi gugup karena itu, bagaimana jika oma tidak merestui kita?” tanya Shine gelisah.


“Wanita cantik, baik dan cerdas yang ada dihadapanku, sangat aku cintai, tidak akan ada orang yang bisa menolakmu, aku sangat beruntung akan itu, jadi oma pasti juga akan menerimamu menjadi istriku” ucap Sand lembut menguatkan Shine.


Saat kemesraan diantara mereka selalu saja momennya tidak tepat dengan kehadiran Laning yang membawa coklat panas.


“Maaf tuan muda, aku tidak sengaja menganggu anda, ampun!” teriak Laning yang berlari menjauhi Sand dengan tatapan tajam.


Shine tertawa akan tingkah laku Laning yang selalu membuat Sand kesal. Mereka tertawa bersama.

__ADS_1


Tepat dengan Big Two yang datang bersama helikopter. Mereka segera pergi untuk menemui oma Hara.


“Star, tuan muda, saat kalian menikah jangan lupa mengundang aku!” teriak Laning saat Shine dan Sand hendak mengangkasa.


Shine melambaikan tangannya, berpamitan dengan Laning yang ada di teras villa.


*****


Di depan rumah hendak menemui oma Hara, “Kamu siap?” tanya Sand meyakinkan dan menguatkan.


Shine mengambil nafas dan mengangguk menandakan bahwa sudah siap untuk bertemu dengan oma Hara.


Langkah kaki secara bersamaan memasuki pintu rumah yang terasa mencekam. Terlihat oma Hara sudah menunggu dengan tenang duduk di sofa ruang tamu.


Eskpresinya datar, tidak memperlihatkan marah, bahagia, sedih ataupun kesal, membuat Shine


semakin gugup.


Sand mengajak Shine duduk di dekat oma Hara siap meminta restu untuk menikahi Shine.


“Oma, aku meminta ijin untuk menikah dengan Shine” minta Sand tersenyum penuh percaya


diri.


Seketika hening tidak ada respon apalagi jawaban dari oma Hara.


Shine memberikan kode pada Sand karena oma Hara tak juga memberikan jawaban, dia hanya duduk terdiam terus saja membaca majalahnya. Seakan-akan tidak menganggap Sand dan Shine di dekatnya tidak ada.


“Oma aku meminta baik-baik pada oma, jika oma tidak memberikan jawaban juga, aku akan pergi dari sini dan kawin lari bersama Shine” ancam Sand.


Tetap saja tidak ada respon dari oma Hara.


“Benar yang aku duga tadi kalau oma sepertinya marah pada kita, sekarang apa yang harus kita lakukan? Lamarannya sudah terlanjur tersebar luas, apakah kita tidak jadi menikah?” cletuk Shine yang khwatir.


“Pernikahan pasti akan dilangsungkan walaupun tanpa oma” jawab Sand yang menyindir oma Hara karena tetap membisu.


“Aku mau bicara denganmu, tapi tidak di sini” ajak Shine menarik Sand keluar dari ruang tamu menuju taman yang hendak gelap.


“Oma pasti marah karena aku yang melarangmu untuk memberitahunya lebih dulu, dan sekarang oma tahu dari televisi, ijinkan aku membujuk oma agar tidak marah lagi padaku” minta Shine pada Sand.

__ADS_1


“Apa rencamu untuk ini?” tanya Sand balik.


__ADS_2