
“Masuk sajalah kita, sepi sekali di sini, dingin pula, enak di dalam sambil ngopi” ajak Big Three.
“Sebentar lagi, setelah tuan muda masuk ke dalam” jawab Big Two.
Villa nampak sepi sekali, dilihatnya dapur, lampunya sudah padam, di ruang makan juga terlihat sunyi, Sand ingin sekali menikmati waktu berduaanya dengan Shine tapi ada Laning, oleh karena itu, ia memutuskan untuk pergi beristirahat juga.
Saat Shine berbincang dengan Laning, Sand mengirim pesan berulang kali, hingga mengganggu pembicaraannya. Ia tidak mau kalah dengan Laning, raganya bersamanya tapi hati dan pikiran harus tertuju pada Sand.
“Jadi, tuan muda gagal menikah sampai dua kali? Kasian sekali tuan muda, terus hubunganmu dengan tuan muda sebagai dokternya lagi? sampai kamu kesini, tapi kulihat tadi kalian seperti sedang bermesraan?” duga Laning dari apa yang dilihatnya di dapur tadi.
Shine belum sempat menjawab Laning, karena Sand terus menerus mengiriminya pesan.
“Star? Dari siapa sih? Coba aku lihat” tanya Laning super penasaran.
Shine dan Laning berebut HP, karena Shine tidak ingin Laning tahu hubungannya dengan Sand, watak nya yang polos bisa saja membuat rahasianya terbongkar di depan oma Hara.
“Dari pacar kamu ya? Ceritalah, ayolah, hem hem hem” minta Laning memelas.
“Oke, oke, oke, tapi sekarang belum saatnya, lain kali aku ceritakan” jawab Shine.
“Yah, kamu sengaja nggak mau cerita sama aku, aku janji tidak akan menyebarkannya pada siapapun” kata Laning yang masih berusaha karena rasa penasarannya.
“Sudahlah, tidur saja, sudah malam” ajak Shine mengalihkan rasa ingin tahu Laning.
Mereka akhirnya tidur, dan pesan dari Sand tidak terbalas oleh Shine karena ia sengaja mematikan ponselnya.
“Kenapa tidak ada balasan sama sekali dari Shine, apa mungkin dia sudah tidur, semua gara-gara bocah cengeng itu, kencan pertamaku sudah gagal total” ucap Sand sendirian menyalahkan Laning.
Sand juga tidak mau ambil resiko untuk menemui Shine di kamarnya, dia memutuskan juga ikut tidur dengan hati kesal.
*****
“Sudah lama sejak tuan muda tadi masuk, ayo masuk, aku ngantuk sekali” ajak Big Three yang sudah lelah.
Big Two menerima ajakan Big Three dan masuk ke dalam villa, mereka berjaga di ruang tamu.
__ADS_1
“Mau kopi?” tanya Big Two.
“Sedikit gula” jawab Big Three yang terus menguap.
Big Two ke dapur meracik kopi untuknya dan juga Big Three, “Kenapa Shine harus menyembunyikan hubungannya dengan tuan muda, mereka sudah saling cinta, cocok satu sama lain, malah takut terhalang restu oleh nyonya Hara, kalau aku mungkin udah kawin lari” gumam Big Two sambil mengaduk kopi yang telah ia racik.
“Apa yang kamu bilang tadi?” tanya oma Hara yang terbangun untuk mengambil segelas air di meja makan.
“Nyonya!” kata Big Two terkejut melihat oma Hara ada di belakangnya.
“Jelaskan yang kamu ucapkan tadi!” minta oma dengan ekspresi tidak percaya.
“Tuan muda telah menjalin hubungan dengan Shine” jawab Big Two sambil memejamkan matanya karena takut setengah mati telah ketahuan oleh oma Hara.
Kaki oma Hara terasa lemas, ia di papah oleh Big Two duduk di kursi ruang makan.
“Nyonya tidak papa? Saya akan panggilkan tuan muda” kata Big Two yang khawatir.
“Jangan! Rahasiakan kalau aku sudah mengetahuinya” minta oma Hara memegang tangan Big Two.
“Antarkan saya ke kamar” minta oma Hara tanpa berkata lagi.
Big Two mengantarkan oma Hara ke kamar, ia sangat menyesali perkataannya itu, ia takut jika hubungan Shine dan tuan muda tidak akan direstui setelah mendengar dari mulut orang lain.
“Mana kopiku?” tanya Big Three setengah tidur.
“Kopinya habis” jawab Big Two merenungi apa yang harus ia lakukan, jika tidak memberitahukan pada Shine, ia akan terus melanjutkan hubungannya secara backstreet, jika memberitahukannya, apakah Shine sanggup menerima keputusan direstui atau tidaknya hubungannya dengan Sand.
“Aku tidur ya, kamu yang jaga, jika kamu ngantuk bangunkan aku” ucap Big Three yang semakin kehilangan kesadaran.
Keesokan paginya, mereka berkumpul untuk sarapan bersama, oma Hara tidak menodong Sand akan hubungannya dan memilih untuk bersikap seakan ia belum mengetahuinya. Dia ingin Sand sendiri yang menjelaskannya.
“Oma hari ini aku akan kembali ke kantor, kemarin Reihan sudah menghubungiku ada rapat direksi mendadak” pamit Sand.
“Baiklah, oma mengandalkanmu. Shine kamu tetap di sini ya, ada sesuatu yang ingin aku bicarakan” minta oma Hara pada Shine.
__ADS_1
“Iya oma” jawab Shine.
Oma Hara juga sudah tahu gosip yang beredar tentang batalnya pernikahan Sand. Hingga dewan direksi mengadakan rapat yang menyebabkan kekacauan di perusahaan.
Semua permasalahan itu hanya bisa diselesaikan oleh Sand sendiri, oma Hara tidak bisa membantunya walaupun, sebagai pemilik saham terbanyak.
Sand pergi ke kantor di temani Big Two dan Big Three, dia sudah di tunggu Reihan yang panik karena terus ditekan oleh dewan direksi.
“Kamu sudah di tunggu di ruang rapat, mereka semua seperti singa yang kelaparan, siap menerkammu” kata Reihan mengikuti Sand yang berjalan ke ruang rapat.
Suasana di ruang rapat sangat tegang dan mencekam, namun Sand tidak menghiraukan mereka yang seperti singa kelaparan karena dia sudah memiliki cara untuk menghadapinya.
Rapat berlangsung lama, mereka terus menuntut agar mengembalikan keadaan saham yang terus turun karena gosip negatif tentang Sand. Jika masalah itu tidak dapat diatasi, sepertiga pemegang saham akan menarik dan tidak berinvestasi lagi di perusahaan oma Hara.
“Apakah kalian semua sudah selesai menyampaikan keluh kesah ? Berikan saya waktu untuk menjelaskan akar masalah yang terjadi dari gosip yang beredar” jelas Sand yang menghingkan semua anggota pemegang saham dalam rapat dewan direksi.
Sementara Sand mengatasi masalah yang ada di kantor, Shine masih bersama oma Hara di villa. Ia tidak tahu kalau oma Hara sudah mengetahui semuanya, tentang hubungan dengan cucunya.
“Shine, ikut oma, kita bicara sambil jalan-jalan, lama sekali tidak bisa menikmati udara yang segar dan pemandangan yang indah” ajak oma Hara ke tepi danau berduaan dengan Shine.
Shine menemani oma dan menggandengnya. Mereka berjalan santai hingga ke tepi danau.
“Bagaimana kabar ayahmu Shine, kudengar kamu memiliki adik setelah ayahmu menikah lagi?” tanya oma Hara basa-basi.
“Iya oma, sekarang usianya hampir sembilan bulan” jawab Shine tanpa rasa curiga dan aneh terhadap pertanyaan oma Hara yang sebenarnya dia menggali informasi jika cucunya berani mengungkapkan semuanya.
“Ibu barumu masih muda kan? Pasti bisa memberimu adik lagi, hahaha” ucap oma Hara bercanda.
Tapi Shine tidak tertawa akan lawakan oma Hara yang seperti menyindirnya kalau ibunya seumuran dengan Shine.
“Oma tadi mau membicarakan apa denganku?” tanya Shine ke intinya.
“Oma hanya ingin sedikit mencurahkan sedikit keluh kesah tentang Sand” jawab Oma Hara mengajak Shine untuk duduk di bangku di tepi danau.
“Kenapa dengan tuan muda oma?” tanya Shine yang sedikit khawatir jika oma Hara sudah tahu tentang hubungannya dengan Sand.
__ADS_1
“Setelah pernikahannya yang gagal dengan Sarah, aku takut kalau dia tidak mau menikah dengan siapapun, terlihat dari luar dia baik-baik saja, tapi oma yakin kalau di dalam hatinya pasti sangat terluka karena kecerobohan oma yang tua ini” curhat oma Hara.