
Terpaksa karena harus ke villa, shine pergi meninggalkan rumah tanpa berpamitan pada papanya.
“Non, ada apa ?”, tanya mbok Janem yang mendengar papa Drake tadi berteriak.
Mbok Janem melihat Shine habis nangis, dia langsung memeluknya. Tangis Shine tambah pecah. Mbok Janem mengusap kepala Shine menenangkan.
“Mbok aku harus balik kerja lagi”, Shine mengusap air matanya.
“Non tidak usah khawatir, pasti ada waktunya papa Drake akan kembali pada non”, ucap mbok Janem memberi semangat pada Shine.
“Iya mbok, aku akan mengambil tas dulu”, ucap Shine ke kamar.
“Hati-hati ya non !, mbok hanya bisa mngantar dari sini !”, kata mbok Janem melihat Shine pergi lagi.
Perasaan Shine masih kalut, tapi pekerjaan masih yang paling utama untuk saat ini.
“Tok…tok…tok”, Shine mengetuk pintu villa.
“Star, matamu terlihat sembap, kamu habis nangis ?”, tanya Laning yang membukakan pintu.
“Mana Big One ?”, tanya Shine tanpa menghiraukan pertanyaan Laning.
“Dia ada di atas”, jawab Laning tanpa bertanya lagi.
Shine berjalan ke lantai atas, mencari Big One. Dia menariknya pergi menjauhi kamar tuan muda. Mereka berbicara di perpustakaan.
“Ada masalah apa?”, tanya Shine.
“Tuan muda terlihat lelah karena tidak bisa tidur”, jawab Big One.
“Hanya karena itu kamu memanggilku ?, tinggal kasih obat tidur bereskan, kamu tahu nggak, kamu… tahu… nggak…, aku juga punya masalahku sendiri, lebih rumit dan belum bisa aku selesaikan, kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan, jawab jangan diam saja…”, Shine meluapkan emosinya pada Big One yang tidak tahu apa-apa.
Big One ikut marah karena Shine yang emosi, mereka berdua adu mulut hingga Laning dan anggota Big Team lainnya menguping.
“Mereka kenapa berantem sih, emangnya ada apa ini ?”, tanya Big Two berbisik pada yang lainnya.
“Mana aku tahu”, jawab yang lainnya secara kompak.
“Aduh…”, Suara keluhan Laning terjatuh akibat terdorong pintu perpustakaan yang terbuka.
“Kalian semua pergi !”, Big One mengusir semua orang yang menguping.
__ADS_1
Shine diam duduk dikursi menahan tangis, menyesali perbuatanya, yang meluapkan emosi pada Big One.
“Star kamu kenapa ?, sejak kamu datang tadi kamu terlihat sedang tidak baik-baik saja ?”, tanya Laning perhatian.
“Tidak papa Laning, sebaiknya aku sendirian dulu, aku mau ke pinggir danau, kamu di sini saja”, ucap Shine melarang Laning mengikutinya.
Suasana saat itu agak mendung, ditambah angin yang menandakan akan turun hujan, Shine seorang diri sedang menenangkan pikiran. Big One yang pergi lebih dulu dari Shine, ternyata juga ada di pinggir danau. Saat melihatnya, Shine langsung meminta maaf pada Big One.
“Big kamu juga di sini, maafkan aku, tadi pikiranku sedang kalut dan emosiku tidak bisa ku kontrol”, ucap Shine meminta maaf pada Big One.
“It’s okay, no problem”, jawab Big One singkat.
Mereka terdiam menikmati pemandangan dan melupakan kejadian di perpustakaan. Watak Big One yang pendiam, dan tidak suka mencampuri urusan orang lain, dia tidak menanyakan masalah yang sedang di hadapi Shine.
“Mari kembali ke villa, sebentar lagi turun hujan”, ajak Shine pada Big One.
Mereka berjalan bersama tetap saling diam.
“Aku tadi dengar seperti ada keributan di bawah, ada apa Big ?”, tanya Sand pada Big One yang baru kembali dari pinggir danau.
“Tidak ada tuan muda, hanya karena tikus itu yang sudah kembali”, jawab Big One.
Hari berganti, semangat Shine sudah kembali.
“Laning, aku saja yang mengantar sarapan ke tuan muda”, minta Shine pada Laning yang hendak mengantar sarapan seperti biasa.
*****
“Tuan muda, ini sarapan anda”, ucap Shine di depan kamar tuan muda.
Sand mendengar suara Shine merasa bersemangat, dia mepersiapkan diri, merapikan baju dan menata cara duduknya.
“Masuk”, ucap Sand singkat.
“Tuan muda, ini sarapannya, hari ini saya mengajak anda untuk jalan-jalan ke pemandian air panas, apakah anda mau ?, jka anda mau, pagi ini kita akan kesana, tapi saya tidak memaksa tuan muda”, ajak Shine.
“Hem”, Sand hanya berdehem, tidak mengatakan setuju atau tidak.
“Saya permisi dulu”, Shine keluar kamar.
“Big Team…Laning…pak Londo !, hari ini kita jalan-jalan ke pemandian air panas, semuanya bersiap-siap ya ?”, Shine memanggil mereka semua dengan sengaja berteriak di depan kamar Sand.
__ADS_1
Mereka semua patuh pada Shine, bersiap-siap ke pemandian air panas, dan sudah berkumpul di halaman villa.
Shine memberikan aba-aba menggunakan pengeras suara, memang sengaja untuk memancing tuan muda Sand.
“Pak Londo !, semua perlengkapan sudah siap ?”, tanya Shine berteriak.
Pak Londo mengangkat jempolnya, tanda semua perlengkapan sudah siap.
“Oke, semuanya siap ke pemandian air panas, berangkat !”, ucap Shine mengajak semuanya.
“Tunggu dulu, bagaimana dengan tuan muda ?”, tanya Big Two.
“Sebentar, TUAN MUDA ?!, anda yakin tidak ingin ikut ?, semuanya sudah siap, cuaca hari ini juga sangat mendukung, kalau anda tidak ikut, tolong jaga villanya ya, kami pergi dulu !”, teriak Shine memancing keluar Sand.
Besar harapan Shine, melalui pancingan tadi tuan muda Sand ikut ke pemandian air panas.
Tidak lama berselang, tuan muda Sand berdiri membuka pintu. Big Team, Laning, pak Londo dan Shine tersenyum melihat tuan muda memutuskan untuk ikut ke pemandian air panas.
“Aku hanya berpesan hati-hati di jalan”, ucap Sand memberi harapan palsu pada semuanya, lalu menutup pintu kembali.
“Tuan muda hati-hati juga di villa sendirian, tadi kata pak Londo ular yang masuk ke villa belum tertangkap”, kata Shine usil.
Big One yang tidak tega dengan tuan muda, memutuskan untuk kembali masuk ke villa menemani Sand. belum juga sampai di teras depan villa, tuan muda sudah keluar kembali. Dia berjalan ke rombongan Shine.
“Tuan muda jadi ikut ?”, tanya Shine jahil.
“Dimana air terjunnya ?”, Sand berjalan mendahului rombongan Shine berangkat ke pemandian air panas.
“Lindungi tuan muda !”, kata Big One menyusul.
Pemandian air panas tidak jauh dari villa, butuh sekitar 15 menit perjalanan menggunakan mobil yang disewa Shine.
“Ternyata sepi, aku kira tadi rame, Star ayo kesana, sudah tidak sabar mencelupkan kakiku, pasti hangat”, kata Laning bersemangat.
Pak Londo menurunkan bekal yang dibawa, mulai dari tikar, bangku dan makanan.
“Tuan muda, anda mau makan dulu, apa pergi berendam ?”, tanya Shine pada Sand.
Tidak ada respon dari Sand.
Anggota Big Team yang super excited karena lama tidak liburan, langsung pergi berendam, karena cuacanya sedikit dingin. Pak Londo menunggu di mobil, sedangkan Laning juga ikut anggota Big Team, tapi hanya merendam kakinya.
__ADS_1