
Mereka sampai tertidur, saking nyamannya saat bersama. Oma Hara yang pulang diantar oleh Big One, ia menugaskan untuk selalu mengawasi Sand mulai sekarang. Oma Hara tidak mau cucu tunggalnya sampai terluka lagi seperti itu.
“B.One, tugasmu mengawasi Sand dan menjaganya kemanapun dia pergi, sekarang kembalilah ke rumah sakit, aku tidak tenang jika kamu tidak mendampinginya” perintah oma Hara pada Big One.
“Baik nyonya” jawab Big One tanpa berkata apapun langsung kembali ke rumah sakit.
Sesampainya di rumah sakit, Big One menginstruksikan pada anggotanya untuk mengetatkan keamanan.
“BIG, dengarkan baik-baik, saya akan jelaskan satu kali, tidak akan ada pengulangan, kita ditugaskan nyonya Hara untuk mengetatkan keamanan terhadap tuan muda, kemanapun dia pergi selalu ikuti” perintah Big One pada anggotanya.
Karena Big One sudah menekankan di awal, semua anggotanya paham akan tugas itu.
“Sekarang pembagian shift tugas, Big Two dan Big Three jam 5 pagi sampai jam 1 siang,
Big Four dan Big Five, jam 1 siang sampai jam 8 malam, selebihnya adalah tugasku, laksanakan tugas!” teriak Big One dengan tegas.
Anggota Big Team menjalankan tugas sesuai instruksi Big One, mereka yang tidak bertugas disuruh kembali ke rumah untuk menjaga oma Hara.
“Bos, bolehkah kita bertukar dengan Four dan Five?” tanya Big Two.
“Terserah, yang penting jadwal tidak boleh kosong, laksanakan tugas dengan benar” jawab Big One.
Big Two meminta bertukar, karena melihat Shine berduaan dengan tuan muda di dalam, ia tidak ingin anggota yang lain mengganggu kemesraan mereka.
Big One dan yang lain, pulang untuk bertugas di rumah, Big Two merasa lega karena mereka belum mengetahui hubungan antara Shine dan juga tuan muda.
“Kenapa minta ganti shift malam? Lebih enak shif pagi tau” tanya Big Three yang belum paham maksud big Two.
“Mereka ada di dalam sedang berduaan, aku tidak mau kalo yang lain tahu seperti kita, jika nyonya besar tahu sebelum tuan muda sendiri yang bilang, bakalan panjang urusannya” jelas Big Two.
“Panjang gimana?” tanya big Three lagi.
“Dasar lola, kalo nyonya tahu sebelum tuan muda sendiri yang bilang, itu akan menjadi fitnah dan gosip yang jelek akan menyebar kemana-mana” jelas big Two.
“Begitu ternyata, cerdas kali pemikiranmu, gak sampek sana lo aku mikirnya” puji big Three.
Big Two dan Big Three berjaga di luar kamar inap. Sedangkan Sand dan Shine masih di
dalam hingga petang menjelang.
“Jam berapa ini?” kata Shine yang membuka sebelah mata sambil melihat HP.
Sand masih tidur mendekapnya dari belakang.
__ADS_1
“Aaaa!” teriak Shine mengagetkan Big Two dan Big Three yang sedang berjaga.
Mereka langsung masuk, takut terjadi sesuatu yang membahayakan tuan muda.
“Ada apa Shine? apa yang terjadi? Tuan muda mana?” teriak Big Two yang masih di pintu.
Sand juga terkejut karena teriakan Shine, dan dia terbangun.
“Sudah jam segini, berarti aku tadi tidur sudah lama sekali, hehehe” jawab Shine yang merasa tidak bersalah.
“Aku pikir ada apa, berarti tidur denganku sangat nyaman ya” goda Sand sambil
menggelitiknya.
Mereka bercanda setelah bangun tidur.
“Ayo pergi, jika terus di sini, kita yang malu melihat orang pacaran” ajak Big Two pada Big Three.
“Sand hentikan! Geli tahu, aku harus pulang, besok kemari lagi” ucap Shine memegangi
tangan Sand yang terus menggelitikinya.
“Kenapa harus pulang, tidak ada siapapun di sini, kita bebas melakukan apapun” cegah Sand.
“Peluk dulu” minta Sand dengan manja.
Mereka berpisah setelah berpelukan, Shine juga berpamitan dengan Big Two dan Big Three.
“Aku pulang dulu ya, jaga Sand selama aku tidak di sini” minta Shine.
“Siap nyonya” ucap Big Three.
“Barusan kamu bilang aku nyonya, apa maksudnya ini?” tanya Shine yang bingung.
“Kami sudah tahu, kalau kamu dan tuan muda sudah menjalin hubungan lebih dari sekedar atasan dan bawahan, kami mendukungmu, benar, serius, makanya tidak kami beritahukan pada siapapun” jelas Big Three.
“Iya Shine, aku senang jika kamu benar-benar menjadi nyonya muda dan berada di sisi tuan muda selamanya” tambah Big Two.
“Jadi sudah ketahuan ya, aku sangat memohon pada kalian, kalau hubunganku dengan Sand jangan sampai terdengar di telinga oma Hara” minta Shine.
“Pasti, kita akan mengunci rapat mulut ini, tapi kalian juga harus waspada, Big One menerapkan shift jaga, karena insiden yang menyebabkan tuan muda terluka” jelas Big Two.
“Shift jaga?” tanya Shine.
__ADS_1
“Kita kebagian jam satu hingga jam delapan, Big Four dan Big Five kebagian jam lima
pagi sampai jam satu siang, selebihnya Big One sendiri yang menjaga tuan muda, kemanapun dia pergi” jelas Big Three.
“Saranku, saat mereka menjaga tuan muda, jangan memperlihatkan kemesraan kalian” minta Big Two.
Shine memikirkan saran dari Big Two selama perjalan pulang kerumah, ia juga harus memberitahukan pada Sand, sampai mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan hubungannya pada oma Hara.
Sesampainya di rumah, Shine mendapat panggilan dari oma Hara.
“Shine, aku memintamu dengan sangat sungguh-sungguh, jika perlu aku akan memohon di hadapanmu langsung” ucap Oma Hara via telepon.
“Oma, bicara apa, bilang saja Oma, pasti Shine akan membantu selagi bisa” jawab Shine.
“Aku minta kamu mendampingi Sand lagi sebagai psikolognya, terakhir aku dengar kalau
kamu sudah resign dari kantor untuk menikah, jika perlu aku akan memohon pada suamimu juga” mohon Oma Hara.
Oma Hara tidak mengetahui kalau Shine juga membatalkan pernikahannya.
“Oma, itu tidak perlu karena saya …” jawab Shine terpotong.
“Sungguh Shine? terimakasih Shine, besok langsung saja ke rumah sakit untuk mendampingi Sand, aku tidak mau perasaannya terguncang lagi karena membenciku karena perjodohan yang gagal itu” ucap Oma Hara terburu-buru menutup teleponnya.
“Oma? …Tuut tuut tuut, “Sudah dimatikan ternyata, mana aku belum sempat memberitahunya, kalau aku tidak jadi menikah” kata Shine meletakkan HP nya dan membaringkan badannya di ranjang.
Shine terus mengingat pesan Big Two, agar hubungannya dengan Sand tidak terbongkar
oleh orang lain terlebih dahulu. Hingga ia tertidur.
Pagi sekali, Shine bergegas ke rumah sakit untuk menyampaikan pesan Big Two kemarin
pada Sand. Tapi dia keduluan oleh Big Four dan Big Five yang sudah berjaga di depan kamar Sand.
Dia berjalan santai, membuang ekspresi takut dan tergesa-gesanya.
“Pagi, Big Four! Big Five!” sapa Shine.
“Pagi sekali kamu datang kesini” jawab Big Four merasa aneh dengan Shine yang tidak
seperti kebiasaan orang-orang untuk menjenguk pasien.
“Aku dipekerjakan lagi oleh nyonya Hara sebagai psikolognya tuan muda dan disuruh untuk pagi sekali ke sini” jelas Shine.
__ADS_1
“Oh, ternyata begitu, masuklah” ucap Big Four mempersilahkan Shine masuk.