
Perdebatan diantara mereka, terjadi hingga banyak karyawan datang dan menguping di luar ruangan Sand.
“Sedang apa kalian berkumpul di sini?” tanya Reihan yang baru datang.
“Direktur berdebat sejak aku datang, dan itu lumayan pagi”
“Sampai sekarang belum selesai”
“Aku ingin mendengarnya hingga habis”
Karyawan saling menyahut, membicarakan Sand dan Shine.
Reihan segera masuk untuk menghentikan perdebatan mereka.
“Kalian ini, berdebat pagi-pagi begini, banyak karyawan yang menggunjing tentang kalian, lihatlah di luar banyak sekali orang!” teriak Reihan saat masuk ke dalam ruangan Sand.
“Kebetulan kamu datang Rei, benarkan kalau bawahan yang datang setelah atasan itu namanya terlambat?” tanya Sand mengikutsertakan Reihan.
“Tapi aku sudah datang di awal jam kantor apakah itu namanya telat?” sahut Shine yang tidak mau kalah.
“Rei, benarkan perkataanku?” tanya Sand.
“Walaupun aku datang setelah dia, tapi menurut peraturan di kantor, aku tidak datang terlambat” kata Shine membela diri.
“Rei, aku yang paling benar kan?” ucap Sand.
“Reihan, bukankah aku yang paling benar?” tanya Shine.
“Jangan melibatkan aku dalam perdebatan kalian, teruskan! Aku tidak akan mengganggu, aku akan pergi sekarang”
“Rei, kamu belum menjawab pertanyaanku” ucap Sand.
“Rei, Kamu harus memihak pada kebenaran” kata Shine.
“Rei…”
“Rei…”
“Rei…”
“Berhenti!” teriak Reihan dengan suara yang sangat menggelegar. Hingga semua karyawan yang menguping ikut tersentak.
__ADS_1
Sand dan Shine berhenti karena teriakan Reihan.
“Semuanya benar, tidak ada yang salah” ucap Reihan berniat tidak membela siapapun, tapi ucapan itu memicu perdebatan baru.
“Reihan bilang semuanya benar, jadi aku tidak harus menerima hukuman” ucap Shine percaya diri.
“Karena itu kamu harus di hukum” kata Sand kekeh.
“Oh tidak bisa dong, kamu harus mengalah pada perempuan, karena wanitalah yang selalu benar dan laki-laki selalu salah” kata Shine pantang menyerah.
“Kamu menetang atasanmu, itu pelanggaran, hukumanmu aku tambah” ucap Sand tidak mau kalah.
“Tidak bisa seenaknya gitu lah, mentang-mentang atasan, kalau salah ya salah tidak memandang status maupun pangkat” kata Shine melawan.
“Ya bisa dong, kamu bawahanku dan harus mengikuti perintah atasan yang membayarmu” ucap Sand masih melawan.
“Masih lama ya perdebatan kalian? Mau aku panggilkan juri dan penonton? Agar lebih seru gitu?” ucap Reihan yang sudah lelah mendengar perdebatan Sand dan Shine.
“Tok..tok..tok” suara menegtuk pintu.
“Masuk lah” ucap Reihan, karena Sand dan Shine tidak memperhatikan dan masih berdebat.
“Maaf pak, ada nyonya Asmaharani datang mencari Shine” ucap salah satu karyawan menyampaikan pesan dari resepsionis.
“Oma Hara? kenapa dia mencariku? Kita akan lanjutkan lagi, tuan muda yang tidak mau kalah” ucap Shine masih meledek.
“Kenapa oma mencarinya?” tanya Sand pada Reihan.
“Mana aku tahu? Lihat aja sendiri” jawab Reihan acuh.
*****
Shine turun menemui oma Hara, Sand mengikutinya diam-diam.
“Oma, anda mencariku?” tanya Shine baru datang.
“Shine kemarilah, oma kemarin meneleponmu, tapi tidak kamu angkat, oma merasa lebih baik, dan harus menyampaikannya secara langsung padamu” ucap oma Hara.
“Apakah tidak di tempat lain saja oma, di sini terlalu banyak telinga yang mendengar” kata Shine mengajak oma ngobrol di tempat lain.
Apakah dia punya mata di belakang kepalanya, sampai tahu ada yang menguping ucap Sand saat mendengar perkataan Shine.
__ADS_1
“Kita di tempat biasa aja ya, biar tidak memakan waktu mengobrol kita” ajak oma Hara.
Sand tetap mengikuti Shine dan oma Hara.
“Kemarin Sarah memberitahu oma kalau kamu sudah berusaha keras untuk mendekatkan Sand padanya, oma sangat berterimakasih, keyakinan oma pasti benar, hanya kamu yang bisa melakukan itu, oma berharap kamu bisa membantunya sampai mereka naik pelaminan” ucap oma Hara berharap besar.
Ketika mendengar harus membantu mereka naik ke pelaminan, hati Shine seperti tertusuk jarum, seakan tidak rela, Shine yang berjuang dan Sarah yang mendapatkan. Apa daya Shine hanya seorang bawahan yang tidak diharapkan untuk mendampingi atasan, rasanya tidak pantas.
“Tapi oma jangan terlalu berharap, kalau saya juga bisa membantu mereka untuk naik ke pelaminan, saya tidak yakin untuk itu” kata Shine tidak mau melangkah lebihjauh pada hubungan perjodohan Sand dan Sarah.
“Kamu harus yakin Shine, karena tujuan perjodohan ini adalah penyatuan mereka dalam pernikahan” ucap oma Hara mulai menjengkelkan Shine.
Shine tidak bisa melawan orang tua yang sudah berjasa dalam hidupnya, mau tidak mau Shine menyanggupi permintaan oma Hara.
“Baiklah oma, tapi saya tidak bisa menargetkan mereka untuk secepatnya naik ke pelaminan, ini masalah hati, harus pelan-pelan” jelas Shine.
Sand yang mengikuti Shine dan oma Hara, tidak berhasil mendengarkan pembicaraan mereka karena saat itu café sedang ramai.
Mereka membicarakan apa sih, percuma saja aku di sini tapi tidak bisa mendengarkan percakapan mereka, kata Sand tanpa suara.
“Oma sudah lega sekarang, oma pamit duluan ya Shine, masih ada acara dengan ibunya Sarah” kata oma Hara berpamitan.
Saat oma Hara pergi, kabanyakan pengunjung café juga pergi, jadi sudah mulai sepi.
“Begoknya aku, kenapa mau dibelenggu dalam masalah ini, harus menjodohkan Sarah untuk Sand, dan sekarang, oma minta sampai mereka menikah, emangnya aku ini apa, biro jodoh. Sekalian aja aku buka biro jodoh, terus nyebar iklan, terbukti bisa menjodohkan pasangan yang bagaikan langit dan bumi, aarrggg!” kata Shine sambil mengacak-acak rambutya.
“Ternyata itu alasanmu sebenarnya, tentang kejadian kemarin?” ucap Sand duduk di hadapan Shine dengan rambut berantakan.
“Tuan muda, kenapa kamu bisa di sini?” ujar Shine sambil menyingkap rambutnya yang acak-acakan.
“Aku sungguh kecewa denganmu Shine, kamu sudah berjanji padaku untuk membantu membatalkan perjodohan, tapi, kamu malah melakukan yang sebaliknya” ucap Sand sedikit emosi.
“Baguslah, kalau sudah ketahuan begini, apa yang mau di jelaskan lagi, aku juga ikut terseret dalam masalahmu, lebih baik kamu melakukan yang diminta oma Hara secepatnya, tidak ada ruginya juga kan?” kata Shine beranjak meninggalkan Sand.
“Tunggu dulu, kamu tidak terseret dalam masalahku, tapi kamu yang menyebabkan semua ini, kamu tidak ingat?” ujar Sand menahan emosi.
Shine kembali duduk, setelah mendengarkan perkataan Sand.
“Oke, aku mengakui kalau memang, bisa dikatakan penyebab masalah, tapi kamu yang membuat keputusan, kamu tidak mau sakit hati lagi, dan memutuskan tidak akan menjalin hubungan dengan wanita manapun, kamu seharusnya bisa move on dari Rara, tidak semua wanita sama, pasti ada salah satu diantara mereka yang juga bisa membuatmu bahagia, aku mohon cobalah dulu, pasti oma Hara mencarikan yang serasi untukmu”
Sand merenung, bahwa perkataan Shine ada benarnya,
__ADS_1
“Sekarang aku tidak harus terlibat lagi, aku sudah memutuskan untuk berhenti menjadi asistenmu mulai sekarang” kata Shine pergi.