
“Tanpa ada sebabnya, aku sangat membenci oma sampai sekarang, seperti ada yang hilang dan belum aku temukan”
“Tuan muda, ingin tetap melanjutkan ?”, Shine melihat air mata mengalir di pipi tuan muda.
“Jika aku mencoba mengingat kejadian itu, hatiku sangat sakit,………….sampai akhir-akhir ini aku sering bermimpi dengan mimpi yang sama”
“Bolehkah saya tahu mimpi tuan muda ?”, tanya Shine berhati-hati.
“Aku melihat wanita yang bahagia menyatakan cintanya padaku, tapi…saat aku mengejarnya dia hilang entah kemana”
“Coba, dengarkan saya tuan muda, tutp mata anda, tarik nafas, lalu keluarkan lakukan beberapa kali hingga perasaan anda enakan, kalau perlu anda boleh menangis jangan di tahan, keluarkan semua…, pegang tangan saya, saya akan selalu bersama anda, tidak ada yang akan meninggalkan anda lagi”
Setelah Sand meluapkan isi hatinya, dia merasa sedikit lega.
“Tuan muda, lihat saya, bagaimana anda sekarang ?, lebih baikan ?”, tanya Shine.
Sand hanya mengangguk, berpindah posisi menjadi duduk, tangannya masih menggenggam tangan Shine dengan erat.
“Big…masuklah !”, panggil Shine.
“Tolong tunggu tuan muda sebentar, saya akan membuatkannya teh”, ucap Shine,
Sand tetap menggenggam tangan Shine sambil menggelengkan kepalanya. Mengisyaratkan kalau Shine tidak boleh pergi meninggalkannya.
“Tolong buatkan teh hijau, bilang ke Laning, dia pasti tahu”, kata Shine menyuruh Big One.
“Saya akan segera kembali”, ucap Big One.
*****
“Mana Star dan tuan muda, kenapa lama sekali, kita sudah menunggunya dari tadi nih”, keluh Laning.
Big One menarik Laning ke dapur,
“Bikinkan teh hijau sekarang !”, Big memerintah Laning.
“Untukmu ?, bikin saja sendiri”, kata Laning membantah.
“Cepat bikinkan, untuk tuan muda”, ucap Big One terburu-buru.
“Kenapa tuan muda, keadaanya gawat ya ?”, kata Laning penasaran.
“Jangan banyak tanya, cepat bikin !”, kata Big One membentak.
*****
Hubungan Shine dan Sand menjadi lebih baik karena mimpi itu. Tapi mereka tidak tahu, dari mimpi itulah, awal sebuah masalah.
__ADS_1
Setiap hari Sand berkonsultasi pada Shine, hari demi hari berlalu, kondisi Sand semakin membaik. Shine melaporkannya pada oma Hara, tanpa diketahui Sand.
“Halo, oma…kondisi tuan muda semakin membaik, saya ingin mengajaknya pergi berlibur, tawaran oma waktu lalu masih berlaku ?”, tanya Shine lewat telepon.
“Benarkah, Shine ?, masih…masih berlaku, kamu ingin kemana ?, nanti saya urus”, jawab oma Hara bahagia, karena pengobatan Shine yang sudah berbulan-bulan kini membuahkan hasil.
“Saya minta oma Hara juga ikut, mungkin ini saat yang tepat anda bertemu dengan tuan muda lagi”, minta Shine.
“Baik…baik, kapan rencanamu pergi berlibur ?, dimana ?”, tanya oma Hara.
“Kalau minggu depan di pulau B, oma bisa ?”, tanya Shine balik.
“Bisa, pasti bisa, saya akan mengosongkan waktu, kamu tinggal kesana bersama Sand, tiket pesawat dan hotel aku yang tangguung”, jawab oma Hara sangat bersemangat.
“Terimakasih oma, sampai bertemu minggu depan”, ucap Shine lalu menutup telepon.
*****
Shine dan tuan muda Sand, sekarang sering bersama, pembicaraan juga mengalir, kini mereka sudah menjadi teman.
“Tuan muda bagaimana kalau kita refreshing ke pulau B ?, disana ada pantai yang indah, cocok untuk melepas penat ?”, tanya Shine.
“Kapan rencanamu kesana ?”, tanya Sand
“Minggu depan, tiket pesawat dan hotel juga sudah siap, apakah anda setuju untuk kesana ?”, tanya Shine balik.
*****
“Laning, kamu sedang apa ?”, tanya Shine pada Laning di perpustakaan.
“Yang kamu lihat ?”, tanya Laning bad mood.
“Beres-beres, kenapa jawabnya gitu, kamu marah sama aku ?”, tanya Shine.
“Kamu sering bersama tuan muda, aku sering sendirian sekarang”, ucap Laning merindukan Shine yang sudah dianggapnya kakak.
“Maaf kalo gitu, memang tujuan aku kesini kan mendampingi tuan muda, kamu cemburu ya ?”, Shine menggoda Laning.
“Sedikit”, ucap Laning singkat.
“Benarkah ?, uch..uch..adek Laning yang menggemaskan, untuk membayar kecemburuanmu, aku mengajak kamu dan pak Londo pergi berlibur minggu depan, gimana ?, mau gak ?”, tanya Shine.
“Beneran ?, kemana ?, kapan ?, pasti maulah”, kata Laning sangat bersemangat.
“Rencananya minggu depan ke pulau B, kamu tahu gak ?”, tanya Shine memberi tebakan pada Laning.
“Taulah, pantainya indah banget”, ucap Laning.
__ADS_1
“Kamu udah pernah kesana ?”, tanya Shine lagi.
“Belum, lihat di sosmed, kalo gitu aku mau persiapan ah…, biar bisa foto ala-ala artis gitu”, ucap Shine kepedean.
“Masih seminggu lagi Laning, udah mau persiapan aja, bilang ke pak Londo ya, jangan lupa !”, ucap Shine mengingatkan.
Seminggu kemudian, keberangkatan ke pulau B untuk liburan.
“Star…jam berapa kita nanti berangkat naik pesawatnya ?”, tanya Laning yang super rempong.
“Sebentar lagi, nanti ada travel yang jemput, kita sekalian tunggu tuan muda turun”, jawab Shine.
“Loh tuan muda juga ikut ?, bukannya hanya kita bertiga sama bapak ya ?”, tanya Laning.
“Ya ndaklah, kan tuan muda yang bayarin, jadi semuanya ikut, itu travelnya udah datang, ayo kita berangkat !”, ucap Shine.
Mereka naik pesawat tujuan pulau B, pengalaman pertaman untuk Shine bisa berlibur dengan keluarga baru, karena selama berbulan-bulan tinggal bersama, Shine merasakan hangatnya rasa kekeluargaan.
Sesampainya di hotel, Shine mencari oma Hara secara diam-diam, karena tidak ingin tuan muda Sand mengetahuinya. Dia ingin membuat surprise pada Sand.
“Oma, saya sudah sampai di hotel, oma di mana sekarang ?, tanya Shine lewat telepon.
“Kita bertemu di kamar oma, 2006, saya tunggu sekarang !”, jawab oma Hara.
Mereka bertemu untuk mengatur pertemuan Sand dengan oma Hara. Rencananya Shine akan mengajak Sand makan malam, saat itulah, pertemuan perdana oma Hara dengan cucu kesangannya.
“Star, kamu di mana ?”, ini dicariin tuan muda tahu, balik ke kamar sekarang !”, ucap Laning lewat telepon.
Shine bergegas kembali ke kamar menemui tuan muda Sand.
Mengetuk pintu, “tuan muda mencariku ?”, tanya Shine.
“Kita sudah di sini, selanjutnya harus ngapain, kamu kan yang mengatur semuanya ?”, tanya Sand.
“Oke , saya jelaskan jadwal berlibur kita hari ini…… untuk sekarang kalian istirahat dulu, atau yang lain ingin ke pantai silahkan, tapi nanti berkumpul lagi untuk candle light dinner, kalian semua paham ?”, Shine menjelaskan pada yang lainnya, tidak terkecuali Big Team yang menjaga ketat tuan muda.
Laning dan pak Londo main ke pantai bersama Shine. Sand dan Big Team masih di hotel.
“Laning, aku pergi sebentar ya, kalo tuan muda nyari aku, bilang aja ada urusan sebentar mengurus makan malam kita nanti”, uacap Shine terburu-buru.
“Oke Shine, aku di sini, sama bapak gak kemana-mana”, kata Laning asik main di pantai.
Shine menemui oma Hara lagi, karena pembahasan tentang rencana makan malam bersama belum terselasaikan.
Mengetuk pintu, “, oma ini aku Shine !”, ucap Shine pelan, waspada jika ada yang melihat.
Saat Shine masuk ke dalam kamar hotel, secara tidak sengaja Big Two melihatnya, saat kembali dari lobi mnegambil barang yang ketinggalan.
__ADS_1