AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 55


__ADS_3

Drrttt…drrrttt…drrtt, HP Shine bergetar telepon dari papanya.


“Halo papa, ada apa?” tanya Shine lewat telepon.


“Shine mommy mu merasakan kontraksi, kamu pulanglah sekarang!” minta papa Drake.


“Ben, Danira merasakan kontraksi, antarkan aku pulang” minta Shine khawatir.


Tanpa berlama-lama, Ben menancap gas mengantar Shine.


“Pa, papa ? dimana mereka?” panggil Shine berlari mencari papa dan mommy-nya.


“Pa, gimana mommy?” apakah sudah mau melahirkan?” tanya Shine panik.


“Belum ternyata Shine, masih kontraksi palsu, maaf ya buat kamu panik” ucap Danira yang duduk di ranjang.


“Adik aku ini, memang nakal ya, belum jadi keluar, membuat kakaknya panik” kata Shine mengusap perut Danira.


“Kamu dari mana Shine?, bajumu terlihat habis makan malam romantis” tanya Danira yang memperhatikan baju Shine.


“Hai, kak, gimana, semuanya oke?” tanya Ben yang menyusul.


“Oh, kamu habis makan malam bersama Ben ya?” ucap Danira berbisik di telinga Shine.


“Ben harus sering-sering ngajak makan malam Shine, biar cepat membalas lamaranmu” kata Danira bercanda.


“Apasih, mommy, adikku sayang jangan dengar perkataan mommy ya?” Ucap Shine.


Ben hanya tersenyum, membalas perkataan Danira.


*****


Ayam jago berkokok, matahari sudah tak malu menampakkan dirinya, hari telah berganti, Shine siap pergi menghadapi hari baru.


Saat sampai di pintu masuk kantor, dia mewaspadai karyawan yang memberikan terror padanya, menambah kecepatan saat berjalan, segera masuk ke dalam lift yang terbuka.


Untung masih sepi, Shine berjalan agak santai, tidak tahunya sudah di tunggu Sand di dalam ruang kerjanya.


Duduk di kursi Shine, mengadap belakang, “Bagus, kamu tidak telat” ucap Sand memutar kursi.


Shine lebih kaget melihat ruangannya yang berubah menjadi tempat sampah dibanding melihat Sand yang sudah duduk di ruangannya.

__ADS_1


“Astaga!” kata Shine terkejut melihat ruangannya penuh dengan kertas terror yang ditempel di tembok.


“Anda sengaja melakukan ini?” tanya Shine.


“Jangan menuduh orang sembarangan tanpa bukti, kamu tidak usah di sini lagi, pindah keruanganku” kata Sand menarik Shine.


“Kenapa saya harus pindah keruangan anda?, ruang kerja saya di sini, tuan muda lepaskan!” tanya Shine berjalan cepat karena di tarik Sand.


“Kamu sekarang bekerja menjadi asisten pribadiku, dan di sini tempatmu!” menunjukkan meja yang telah disiapkannya sejak pagi.


“Mana boleh seperti itu, saya tidak setuju, lebih baik saya mengundurkan diri” ucap Shine membela diri.


“Saya direktur di sini, aku yang menentukan kamu diperkerjakan atau tidak” kata Sand melawan.


“Tapi saya juga berhak menentukan mau bekerja di sini atau tidak, anda tidak bisa menentukan hidup saya” ucap Shine melawan balik.


“Kamu tidak bisa seenaknya pergi begitu saja, kamu masuk dengan mudah, jagan harap bisa keluar dengan mudah juga” kata Sand berdiri di depan Shine.


“Kenapa anda mempersulit hidup saya, saya hanya ingin bekerja meniti karir, mendapatkan banyak uang, dan hidup bahagia”


“Jangan berkata hidup bahagia, kebahagianku rusak karenamu, dan kamu harus mempertanggungjawabkan itu?"


“Kebahagiaan apa yang tuan muda maksud Kebahagiaan saat menikahi istri orang? Itu maksud anda?"


“Ehm, ehm, ehm” suara Shine meronta, memukul tubuh Sand.


Akhirnya pertemuan dua bibir yang hangat, dilepaskan oleh Sand.


Shine mengusap bibirnya yang basah, “Apa yang kamu lakukan” ucap Shine menahan tangis keluar ruangan Sand.


Shine berlari ke atap gedung, karena di sana pasti tidak ada orang yang akan melihatnya menangis.


Sand juga mengusap bibirnya, sedikit menyesali perbuatannya pada Shine. Dia sudah tidak tahan melihat wajah Shine saat berdekatan.


“Kenapa dia berlari seperti itu?” tanya Reihan yang  baru datang.


“Aku kasih sedikit pelajaran” jawab Sand.


“Kalian berdua sebenarnya ada hubungan apa sih? Kamu tidak pernah menceritakannya padaku?” tanya Reihan penasaran dengan kisah Sand dan Shine.


*****

__ADS_1


“Kenapa dia melakukannya padaku?, dulu dia tidak bisa mendekati wanita apalagi menyentuhnya, dan sekarang sikapnya berubah, aku harus segera keluar dari perusahaan ini” ucap Shine berlinang air mata.


Keputusan Shine sudah bulat untuk resign dari kantor yang belum sampai seminggu bekerja. Shine sudah tidak ingin lagi berurusan dengan Sand. Karena dalam hati kecilnya, ada benih-benih cinta pada Sand


Ketika benih itu setiap hari disiram dan di pupuk, maka cinta itu akan tumbuh dengan subur.


Apalagi, Sand setiap hari menyiramnya dan sesekali memupuknya, bertambah subur cinta Shine pada Sand.


Shine semakin takut, jika cinta itu akan menjadi masalah, karena akan terus berharap bisa memiliki Sand seutuhnya. Padahal Shine tahu oma Hara sudah mecarikan calon istri untuk Sand, dia tidak mau menghianati kepercayaan oma Hara, yang juga berjasa dalam misi menyembuhkan pasien pertamanya.


Shine mengapus air mata tidak bergunanya, kembali keruangannya membuat surat resign dan langung mengantarnya ke ruangan Sand tanpa memperdulikan diterima atau tidak.


Tanpa permisi Shine menyelonong masuk ke ruangan Sand, meletakkan surat resignnya di meja Sand, lalu pergi.


Saat di lobi kantor, Shine bertemu oma Hara bersama Sarah.


“Shine, kamu mau kemana?” tanya oma Hara yang tidak sengaja melihat Shine berlari menundukkan kepala.


“Oma, anda di sini, waktu nya tepat, saya ingin berbicara dengan oma” minta Shine.


“Oma kenal dengan dia?” tanya Sarah yang kaget saat oma Hara memanggil Shine dan ternyata mengenalnya.


“Kita bicara di kafe dekat sini saja” kata oma Hara yang tidak menghiraukan pertanyaan Sarah.


“Bolehkah hanya kita berdua oma?” tanya Shine ingin berbicara empat mata dengan oma Hara tanpa Sarah.


“Baiklah, Sarah, kamu ke kantor Sand dulu, nanti oma menyusul” ucap oma Hara pergi bersama Shine.


Gak mungkin dong Sarah, tidak kepo, dia mengikuti Shine dan oma Hara secara diam-diam, dia ingin mengetahui hubungan Shine dengan oma Hara.


Di kafe dekat dengan jendela kaca. Sarah ada dibelakang mereka tertutupi sofa tinggi hingga kepala.


“Maaf sebelumnya oma, harus mengajak oma berbicara mendadak seperti ini” kata Shine meminta maaf.


“Tidak apa-apa Shine, apa yang ingin kamu bicarakan?” tanya oma Hara.


“Saya minta maaf lagi oma, saya tidak sanggup kalau harus mendekatkan Sand dengan wanita yang anda jodohkan, oma cari orang lain saja yang bisa membantu perjodohan ini” ucap Shine memohon.


Mereka membohongiku, ternyata dia suruhan oma Hara untuk membantuku mendapatkan Sand, aku tidak boleh membiarkannya pergi begitu saja, tidak boleh menyiak-nyiakan kesempatan bagus, dalam pikiran Sarah.


“Kenapa Shine? oma sudah tahu kamu selama ini, dan kamu bisa menyembuhkan Sand, kamu satu-satunya yang bisa membuka hati Sand untuk wanita yang oma jodohkan” tanya oma Hara.

__ADS_1


“Tapi oma, saya juga punya alasan lain, untuk menolak ini” jawab Shine tidak bisa menjelaskan.


“Alasannya apa Shine?, biar oma bisa tahu dan mempertimbangkan” tanya oma Hara sangat tidak ingin melepaskan Shine.


__ADS_2