AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 56


__ADS_3

“Alasannya karena, … saya tidak bisa terus berdekatan dengan Sand, karena hatiku terasa sakit harus menjodohkan laki-laki yang nyaman di dekatku, pada wanita lain (dalam hati Shine) … saya tidak bisa menjelaskannya oma,” kata Shine menyimpan rahasia.


“Oma akan memberikanmu waktu berpikir, oma tidak mau melepaskanmu, karena oma sangat yakin kamu seorang saja yang mampu untuk tugas ini” kata oma Hara pergi meninggalkan Shine.


Kenapa oma dan cucunya sama-sama tidak mau melepaskanku? Aku seperti orang yang terbelenggu, terikat dan terpenjara di dalam bawah tanah yang saaangat dalam, hingga cahayapun tak kulihat, ucap Shine dalam hati sambil menutup wajahnya dengan tangan, memikirkan, apa yang harus dilakukan agar Sand dan oma Hara melepaskannya.


Saat membuka tangannya dari wajah, Shine melihat Sarah yang sudah duduk di depannya.


“Sarah?, kenapa kamu bisa di sini?” tanya Shine yang kaget.


“Shine, Star apalah itu, aku sudah tahu jika kamu adalah pacar bohongan Sand!” ucap Sarah bernada tinggi.


“Darimana kamu tahu?” tanya Shine tidak menyangka.


“Aku sudah mendengarnya dari perbincanganmu dengan oma Hara tadi, benar aku memang mengikuti kalian kesini, dan surprisingly aku tahu kebenaran yang sangat menguntungkanku” kata Sarah senang.


“Baguslah kalau kamu tahu, aku tidak perlu menjadi pacar bohongan tuan muda Sand lagi, silahkan berjuang untuk mendapatkannya, aku tidak akan mengganngu kalian” ucap Shine beranjak dari tempat duduk.


“Tunggu dulu, aku punya sesuatu untuk dibicarakan denganmu, ini sangat penting, yang berkaitan dengan Sand dan kekasihmu” ancam Sarah.


Saat Sarah menyebutkan kekasih, Shine berpikir, apakah dia tahu sesuatu tentang Ben?.


“Apa yang ingin kamu katakan, cepatlah!” ucap Shine duduk kembali.


“Yang ku tahu kalau Sand pernah dua kali mengalami depresi, tapi kini sudah dinyatakan sembuh, bagaimana jika dia tahu, kalau kamu sudah ketahuan adalah pacar bohongannya di depanku, dan terlebih lagi kamu sudah memiliki kekasih, bukankah dia bisa tertekan dan depresi lagi? satu lagi, gimana ya respon kekasihmu jika dia tahu kalau kamu memiliki laki-laki lain selain dirinya?” kata Sarah mengancam.


“Oh ternyata itu yang ingin kamu katakan, yang pertama, benar jika tuan muda Sand dua kali mengalami depresi, dan perlu kamu tahu, aku yang menyembuhkannya, yang kedua, aku belum memiliki kekasih, laki-laki yang kamu sebutkan itu hanya temanku, yang ketiga, aku bisa menjelaskan pada tuan muda secara terang-terangan kalau sudah ketahuan, pasti dia tidak akan mempermasalahkannya” jawab Shine sambil menyilangkan kaki dan melipat tangan ke dada." Ucap Shine percaya diri.


“Sudah ketahuan? aku sudah mendengar semuanya” ucap Sand yang sudah berdiri di belakang Shine.


“Tuan muda, anda di sini juga?” tanya Shine terkejut tidak bisa berkata-kata.


Sand menariknya menjauh dari Sarah,


“Aduh! tuan muda lepaskan aku” ucap Shine meronta.

__ADS_1


“Aku mencarimu untuk menanyakan hal ini, tapi, tadi kudengar malah sudah ketahuan,” menunjukkan surat resign Shine.


“Memangnya kenapa tuan muda, saya sudah bebas, karena surat itu, dan sekarang anda tidak boleh mencampuri urusan saya lagi, dan tunangan anda sudah menunggu sendirian, kembalilah padanya, selamat tinggal!” kata Shine pergi dengan penuh percaya diri karena sudah tidak memiliki urusan dengan Sand lagi dan merasa bahagia.


“Lepaskan, tuan muda, saya mau dibawa kemana lagi, sakit!” ronta Shine ditarik Sand menemui Sarah.


“Sarah!, bagus kalau kamu sudah tahu dia pacar bohongan saya, dan sekarang dia adalah pacar saya yang sesungguhnya” kata Sand mengecup bibir Shine di depan Sarah, bertujuan membuat Sarah menyerah akan perjodohannya.


“Ehm, ehm ehm” Shine meronta dan memukul Sand lagi.


“Sand perlu kamu tahu sebelum ada janji pernikahan, dia bukan siapa-siapa mu, aku akan terus memperjuangkanmu!” ucap Sarah menghentakkan kaki marah, lalu pergi.


Mengusap bibir dengan kasar, “Aku tidak mau menjadi pacar bohongan apalagi pacar sungguhan!” teriak Shine marah pergi tanpa air mata.


Sand tertawa puas melihat Sarah pergi dan Shine yang marah, karena mereka terlihat lucu, memanfaatkan wanita untuk menyerang wanita lain. Sand sedikit agak jahat memang, tapi, di sisi lain, dia menyukai Shine yang selalu di sampingnya.


Shine yang marah, tidak kembali ke kantor melainkan pulang ke rumah, karena ia merasa sudah resign dari kantor Sand.


*****


“Mbok? Mom?, kenapa tidak ada yang jawab, mereka kemana sih?” ucap Shine bertanya- tanya.


Shine melihat pintu kamar Danira terbuka, di sana ada mbok Janem juga.


“Mbok ada apa?” tanya Shine mendekat.


“Kebetulan kamu pulang Shine, serpetinya aku akan melahirkan” jawab Danira menahan sakit.


Papa Drake masih di kantor karena memang masih jam kerja, dan pak Kodir tidak di rumah, pergi menservice mobil. Hanya para wanita yang ada di rumah.


“Shine kamu tidak boleh panik, tarik napas, buang napas, AAA!, apa yang harus aku lakukan dulu ini!” ucap Shine tetap panik.


“Shine, tenang dulu, panggilkan taxi, karena mobilnya di bawa pak Kodir, Mbok ambil perlengkapan bayi di lemari, sekarang papah aku kebawah!” ucap Danira mengarahkan sambil menahan sakit.


“Oke oke, panggil taxi sekarang, jangan panik, jangan panik” ucap Shine menenangkan diri dengan tangan gemetar memegang HP.

__ADS_1


“Tarik napas nyonya, buang, lakukan lagi nyonya!” kata mbok Janem sambil memapah Danira kebawah.


“Aduh lama sekali taxi-nya!” kata Shine mondar-madir.


“Aku panggil pak Kodir saja ya, atau papa dulu?” kata Shine lagi.


“Itu non taxi-nya sudah datang!” teriak mbok Janem yang melihat taxi datang.


“Mbok kamu jaga rumah dulu, Shine yang nganter mommy, kalau nanti butuh bantuan akan aku telepon” kata Shine masuk ke dalam taxi bersama Danira.


“Pak jalan cepat ke rumah sakit Melati, ngebut ya pak, ini mau lahiran kayaknya!” minta Shine pada sopir taxi.


“Masih aman mom?” tanya Shine memastikan keadaan Danira.


Cengkraman tangan sangat kuat, “Sakit Shine!” teriak Danira.


“Tahan mom, tahan, sebentar lagi nyampek, tarik napas, buang, tarik napas, buang, pak cepet pak , gimana kalo lahiran di sini!” teriak Shine khawatir.


“Suster!, suster!, ada yang mau melahirkan” teriak Shine panik.


Perawat siaga, langsung menangani Danira yang mau melahirkan, Shine menghubungi papanya.


“Pa, mommy mau melahirkan sekarang sudah di rumah sakit Melati” ucap Shine lewat telepon.


“Mbak keluarganya?” tanya perawat.


“Iya, saya anaknya, ada apa sus?” tanya Shine balik.


“Suaminya kemana? Ibu Danira tidak bisa melahirkan secara normal harus segera dioperasi, karena bayinya tidak mau memutar” jelas perawat yang menangani Danira.


“Saya suaminya sus, apa yang harus saya lakukan?” ucap papa Drake yang sudah datang.


“Tolong tanda tangani surat ini, agar secepatnya dilakukan tindakan pada ibu Danira” kata perawat memberikan dokumen yang harus ditanda tangani.


Danira di bawa ke ruang operasi, dilakukan tindakan dengan segera, Shine dan papa Drake menunggu di ruang tunggu.

__ADS_1


“Suami ibu Danira, apakah bapak mau ikut melihat dan menemani ibu Danira saat operasi caesar?” kata perawat memakai APD.


__ADS_2