AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 76


__ADS_3

“Kalian ini kenapa sih, masih saja di lanjutkan, aku mau pulang sekarang” kata Shine sedikit marah pada Ben dan juga Sand.


“Shine temani aku , aku masih ingin melanjutkan double date ini, aku akan sangat sedih jika kamu pulang,” rengek Sarah di depan Sand juga Ben, bermuka dua mode on.


“Ini sudah malam, aku tidak mau melihat mereka berkompetisi yang tidak berguna” jawab Shine.


“Jika kamu tidak mau menemaniku ku telepon oma sekarang juga kalau kamu …” ancam Sarah berbisik di telinga Shine.


“Oke, oke, aku tidak mau melihat kalian sampai mabuk” ucap Shine terpaksa menyetujui permintaan Sarah.


Mereka berempat minum bersama di bar, pertandingan Sand dan juga Ben di lanjutkan ronde kedua.


Sand sengaja memesan minuman dengan kadar tinggi, Sand merasa kalau dia cukup hebat urusan minum.


Ternyata Sand salah, Ben cukup kuat untuk dijadikan lawan minum.


Mereka berdua sudah menghabiskan gelas yang ketiga, tapi Shine menghentikannya.


“Sudah cukup, kalian sudah tidak sadarkan diri” ucap Shine memapah Ben ke parkiran, mengantarkannya ke hotel terdekat.


“Kenapa kita kesini? Pulang kerumahmu saja ya Shine” tanya Ben dengan nada orang setengah mabuk.


“Aku sungguh kecewa padamu, aku akan pulang” ucap Shine membiarkan Ben sendirian di kamar hotel.


Shine mengendarai mobil Ben, pulang kerumah karena dia terlanjur sebel dengan Ben.


“Shine baru pulang?” tanya Danira yang terbangun dari tidurnya.


“Tidurlah lagi mom, pintunya udah aku kunci kok” jawab Shine ke kamarnya.


*****


Pagi-pagi Shine pergi menemui Ben yang ia tinggalkan di hotel sendirian. Dia meminta kunci di resepsionis karena kemarin meninggalkan cadangan di sana.


“Shine kamu pagi sekali pergi dari sini” ucap Sarah yang juga ke resepsionis.


Sarah mengira kalau Shine dan Ben menginap bersama semalaman.


Shine tidak menanggapi perkataan Sarah.


“Aku juga menginap di sini bersama Sand, berkat dirimu aku bisa menikmati malam yang indah bersama Sand” ucap Sarah menyombongkan, sudah berhubungan dengan Sand saat dia tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Shine masih tidak menanggapi ucapan Sarah.


“Kamu juga melakukannya dengan kekasihmu kan?” tanya Sarah kepo.


“Bisakah kamu tidak mengurusi urusan orang lain, semua ini yang kamu harapkan bukan, jadi tidak usah lagi mencampuri urusanku” kata Shine pergi hendak menemui Ben.


“Ya memang benar semua ini yang sangat aku harapkan, tapi aku harap kamu memenuhi semua ucapanmu kemarin, mengantarkan kita sampai ikatan janji suci, kalau tidak semua yang kamu sembunyikan akan aku bongkar di depan oma Hara” ancam Sarah.


“Sebenarnya aku tidak mau memiliki urusan yang rumit denganmu, tapi jika kamu terus mengancamku, aku tidak akan peduli lagi dengan pernikahanmu, silahkan saja kamu membongkar semuanya, tapi pastikan dulu kalau Sand benar-benar mencintaimu dan


mau menikahimu” ancam Shine balik.


“Kamu memulai permusuhan ini, baik, aku akan layani dengan senang hati, aku pastikan kamu tidak akan bisa mundur sampai hari pernikahan ku terlaksana” ucap Sarah berbisik di telinga Shine.


“Silahkan saja, tapi pikirkan baik-baik perkataanku tadi” ucap Shine lantas pergi.


Terlihat Ben masih tidur, Shine meletakkan kunci mobilnya, langsung pergi, tanpa berbicara ataupun meninggalkan pesan. Dia bergegas menuju kantor.


Saat keluar dari kamar, dia berpapasan dengan Sand.


“Tuan muda ternyata menginap di sini, selamat pagi, aku akan segera ke kantor” ucap Shine menyapa berlalu pergi.


“Bukan urusan anda aku menginap dimana, dengan siapa, lebih baik urus saja calon istri anda” nada bicara Shine memperlihatkan agak tidak enak.


“Ini harus diperjelas, benar kamu menginap dengannya, kamu tidak melakukan apapun kan dengannya?” tanya Sand khawatir.


“Justru saya yang harusnya bertanya pada anda, bagaimana malam anda, bersama calon istri yang belum sah anda nikahi” kata Shine memancing emosi Sand dan bernada sedikit cemburu.


“Pastilah kami menikmatinya ya kan Sand” ucap Sarah yang menyambung.


“Oh ya tentu kita menikmatinya, tadi malam sangat memuaskan” ucap Sand sengaja berbohong agar Shine semakin cemburu.


“Baguslah kalau begitu, segerelah anda mengadakan pernikahan, pasti, pasti akan saya bantu hingga kalian sah mengucapkan janji sehidup semati” kata Shine menyembunyikan kekesalan dalam senyuman.


Sand merasa senang karena Shine terlihat kesal karena ucapannya tadi, berarti dia mulai menunjukkan perasaannya yang selama ini ia pendam, karena memang semalam tidak ada yang terjadi antara Sarah dan juga Sand.


“Tunggulah aku di kantor, jangan lupa secangkir kopi harus sudah ada di mejaku” Sand meneriaki Shine yang sudah pergi.


Sand melepaskan pegangan Sarah dari lengannya.


“Aku mau bicara denganmu” ucap Sand serius.

__ADS_1


“Ada apa Sand? apakah kita akan mempercepat rencana pernikahan kita?” tanya Sarah sangat bersemangat.


“Aku tidak akan menikah denganmu, semua kulakukan, hanya demi kebahagiaan Shine, jadi jangan terlalu berharap untuk pernikahan ini” kalimat terucap dari Sand langsung ke intinya.


“Apa maksudmu Sand, kemarin kamu melamarku, dan semalam kita sudah menghabiskan waktu bersama, tidak menikahiku, jangan bercanda” kata Sarah tidak percaya.


“Kita tidak benar-benar menghabiskan waktu bersama, aku hanya ingin memanfaatkanmu, itu yang perlu kamu tahu, jadi jangan terlalu berharap bisa menikahiku” ucap Sand pada Sarah lalu meninggalkannya.


“Ini semua karena Shine, ternyata dia berani merebut Sand dibelakangku, aku harus memberitahukan pada oma Hara secepatnya, tapi … jika aku memberitahu oma, Shine justru tidak bisa ku manfaatkan, aku harus memastikan perasaan Shine pada Sand tidak seperti yang di inginkan Sand” ucap Sarah sendirian, merasa sangat kesal.


*****


Sand datang ke kantor sambil senyum-senyum tidak jelas.


“Sand, kamu kenapa? Kayak orang baru pacaran, senyam senyum sendiri” ledek Reihan.


Sand bertingkah aneh, dengan raut wajah senang, tidak fokus pada pekerjaannya, terus


memandangi Shine sambil tersenyum malu.


“Kita makan siang bersama aku yang bayar, kamu juga harus ikut” menunjuk Shine.


“Acara apa ini, tumben banget” sahut Reihan.


Shine, Reihan dan Sand, mereka bertiga makan siang bersama. Sarah pun tak ingin menyerah begitu saja, dia mencari Sand yang sedang makan siang.


“Akhirnya aku menemukanmu, kenapa kamu tidak mengajak aku juga” kata Sarah yang baru datang.


Dia tahu kalau kebenarannya tidak mungkin di bongkar oleh Sand, maka dari itu Sarah tetap bermesraan saat di depan Shine.


“Lihatlah bagus gak di jariku ?” tanya Sarah menunjukkan cincin yang terpakai di jari manisnya.


“Karena ini ternyata, kamu senyum-senyum tak jelas begitu” sahut Reihan.


“Bagus, bagus banget, ternyata sudah disiapkan, selanjutnya pasti gaun, aku sudah pernah bertemu desainer yang terkenal, pasti kamu akan suka rancangannya, aku akan mengantarmu, bilang saja saat kamu bisa sewaktu-waktu” ucap Shine mulai sebel dengan sikap Sarah.


“Kalian akan segera menikah?” tanya Reihan kaget.


“Iya, mereka akan segera menikah, aku sendiri yang melihat momen lamaran mereka


kemarin” ucap Shine makin sebel.

__ADS_1


__ADS_2