AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 40


__ADS_3

“Dia lama sekali, apa yang dilakukannya sih? sampai jam pulang kerja ?” ucap Shine sendirian.


Shine memutuskan untuk mencari Rara ke kantor, sebelum semua karyawan pulang.


“Mbak, tuan Sandnya masih di kantor apa sudah pulang ?” tanya Shine pada pegawai respsionis.


“Sejak makan siang tadi tuan Sand sudah pergi bersama calon istrinya dan sampai sekarang belum kembali” jawab pegawai Sand.


Dasar ular, dia menyuruhku menunggu dan aku di tinggal lama sekali, aku hampir mati kelaparan jika terus menunggunya, dalam hati Shine sangat kesal.


Karena sangat kelaparan Shine mencari makan di mal dekat kantor. Tidak sengaja melihat Sand dan Rara sedang asik jalan-jalan sudah menenteng belanjaan.


“Tuan muda, Rara, kalian di sini ?” tanya Shine yang sengaja memergoki mereka.


“Shine kamu kok disini, mau cari apa ?” tanya Sand balik.


“I, iya, Shine kenapa kamu di sini ?, apakah oma Hara menyuruhmu mencari kami ?” tanya Rara.


Ohh, itu jawabanmu, sengaja berbohong di depan tuan muda Sand ?, oke gak papa, lanjutkan sandiwaramu, kata Shine dalam hati.


“Iya, oma menyuruhku ke kantor, tapi katanya kalian di sini, jadi aku menyusul kemari” kata Shine


“Ada apa oma mencari kami ? kenapa tidak telepon saja ?” ucap Sand bingung.


“Karena aku tadi di tinggal sendirian di parkiran…” ucapan Shine di putus Rara.


“Oh, mobil kamu di parkiran, memang sudah sore, sebaiknya kita pulang, takut oma khawatir” kata Rara.


Dan lagi, karena Rara, Shine belum sempat makan.


“Oma mencari kami ?” tanya Sand saat tiba dirumah.


“Tidak, kebetulan kalian sudah pulang, ayo makan bersama” ajak oma Hara.


Sepertinya ada yang tidak beres, kata Sand dalam hati.


Shine yang sudah sangat kelaparan tidak sabar untuk segera memakan makanan yang dihidangkan pelayan. Tapi dia harus menahannya karena menghormati oma yang lebih tua, kemudian Sand sebagai tuan rumah dan Rara calon nyonya di rumah itu, untuk mengambil makanannya terlebih dahulu.


Yang sangat membuatnya jengkel, adalah Rara yang masih saja mengajak bicara oma Hara dan Sand.


Sepertinya dia sengaja padaku, kata


Shine dalam hati sambil melihat Rara.


Setelah Rara selesai bicara, Shine langsung mengambil makanan dengan porsi yang banyak.


“Shine kamu sangat lapar ya ?” tanya oma Hara.

__ADS_1


“Iya oma, tadi siang belum makan” ucap Shine fokus dengan makanannya.


“Pelan-pelan makannya” kata oma Hara.


Dia kan menunggu oma di rumah, tapi, mengapa oma tidak mengetahui kalo dia sudah makan apa belum?, ucap Sand dalam hati sambil menyuap makanan.


Oma Hara bilang tidak menyuruh Shine untuk mencari Sand, dan sekarang oma Hara tidak mengetahui Shine sudah makan apa belum, padahal kata Rara, Shine menunggu oma dirumah, Sand menjadi kepikiran, ada apa sebenarnya, apakah ada sesuatu yang disembunyikan darinya.


Makan malam mereka ditutup dengan dessert puding mangga yang segar.


“Terimakasih makanannya oma, tuan muda, ini sangat lezat” ucap Shine yang bahagia, karena lambungnya sudah terisi dengan penuh.


“Kamu tidak makan puding nya Ra ?” tanya Sand


“Sudah kenyang banget, aku juga mengurangi makan yang manis, oma, Sand, Shine, saya permisi dulu !” ucap Rara terburu-buru.


“Kamu kenapa Ra ?” tanya Sand khawatir.


“Aku mau ke toilet” ucap Rara berjalan cepat.


Rara merasakan kalau ASI nya penuh dan harus segera dikeluarkan, siapapun tidak mengetahui tentang itu.


“Oma juga mau ke kamar dulu, mau meluruskan pinggang” ucap oma Hara meninggalkan meja makan.


“Saya juga, mau ke kamar” ucap Shine ikut pergi.


“Saya belum mandi tuan muda rasanya lengket, bolehkah bicaranya kapan kapan ?” ucap Shine sengaja beralasan untuk menghindar.


“Setelah kamu mandi, saya tunggu kamu di bangku taman” ucap Sand serius.


Sand sangat ingin berbicara dengan Shine, dia duduk di bangku taman, halaman depan rumahnya, sendirian. Dia menunggu Shine cukup lama. Saat Big Two lewat, dia melihat sosok hitam duduk di bangku taman, dia teringat cerita Shine waktu malam-malam itu. Bulu kudunya berdiri dan dia lari dengan cepat.


“Hei, kalian ingat ucapan Shine ada sosok yang duduk di bangku taman ?” tanya Big Two pada anggota Big Team.


“Iya, ingat, ada apa ?” tanya Big Three.


“Saat aku lewat dari rumah utama kesini, aku melihatnya dengan jelas ada sosok yang duduk di bangku itu” ucap Big Two.


“Yang benar kamu ?, aku tidak percaya !” ucap Big Four.


“Kalau nggak percaya, lihat aja sendiri !” ucap Big Two menantang.


Mereka berempat membuktikan ucapam Big Two, melihat bangku taman yang katanya ada sosok berwarna hitam.


“Lihatlah, ada kan ?, kamu bisa lihat kan jelas sekali itu ?” kata Big Two.


Saat mereka mengintip di taman, Shine dari rumah utama berjalan ke arah bangku taman itu, Big Team berusaha mencegah, tapi Shine tidak mendengarnya.

__ADS_1


“Tuan muda menunggu saya sudah lama, memang ada hal penting apa yang harus dibicarakan dengan saya ?” tanya Shine.


Saat hendak menjawab, keempat anggota Big Team muncul,


“Ternyata tuan muda, saya kira penunggu bangku” ucap Big Two sangat malu.


“Huuuu, dasar, kayak gitu dipercaya” ucap ketiga anggota Big Team.


“Tuan muda dan Tiki, ngapain malam-malam berduaan di sini ?” tanya Big Two.


“Siapa Tiki ?” tanya Sand.


“Tikus kecil, dia, kami memanggilnya Tiki tuan muda”, ucap Big Three sambil menunjuk Shine.


“Tuan muda dan Tiki, berduaan disini, jangan-jangan ?” ucap Big Two bercanda.


“Kalian juga, kenapa kesini malam malam, aku kan gak lagi teriak teriak ?” ucap Shine


“Tadi kami melihat sosok bayangan hitam duduk di bangku yang di duduki tuan muda sekarang, trus…”


Tiba-tiba ada gerombolan kelelawar yang lewat membuat semuanya kaget dan berlari meninggalkan taman. Big Team kembali ke markas mereka, Sand dan Shine menuju rumah.


“Huh…huh, memang benar ya cerita itu ?” tanya Sand.


“Tidak tuan muda, aku saja yang menyebarkan cerita bohong pada mereka” ucap Shine.


“Hahahahah” tawa Shine dan Sand bersamaan.


“Sepertinya sudah malam, kita masuk saja” ajak Shine


“Tunggu dulu, aku belum menanyakan hal penting padamu” ucap Sand mencegah Shine.


“Apakah ada sesuatu yang tidak ku ketahui dari kalian ?” tanya Sand.


“Sand ternyata kamu di sini aku mencari mu ke kamar tadi” kata Rara tiba-tiba datang.


“Ada apa Ra mencariku ?” tanya Sand


“Kita belum membuat daftar tamu yang akan diundang, aku berencana melakukannya sekarang” ucap Rara dengan suara kencang.


Menyindir lagi, silahkan sana buat undangannya dasar ular berbisa, kata Shine dalam hati.


Kesempatan berbicara empat mata dengan Shine, digagalkan Rara. Setiap ingin menanyakan hal itu, selalu ada Rara yang mengganggu. Karena itu, semua pertanyaan Sand yang ada di pikirannya masih jadi tanda tanya. Sebenarnya apa yang disembunyikan oleh Shine, oma Hara dan juga Rara.


*****


Tugas Shine untuk menemani Rara mengurus pernikahan sudah mencapai 75%, tinggal

__ADS_1


undangan yang harus disebar.


__ADS_2