AKU AKAN MENYEMBUHKANMU

AKU AKAN MENYEMBUHKANMU
PART 77


__ADS_3

“Selamatya bro, akhirnya kamu sudah menentukan wanita pilihanmu” ucap Reihan pada Sand.


“Aku satu-satu nya wanita yang dipilih Sand, tidak ada wanita yang lain” sahut Sarah mendominasi.


“Benar, memang kamu wanita satu-satunya Sand sekarang ini, tapi sampai sekarang dia masih memiliki wanita lain di hatinya” kata Shine keceplosan.


“Aku tahu wanita itu, dia hanya masa lalunya, aku lah masa depannya” jawab Sarah tidak mau kalah.


Sand tambah senang melihat Shine yang terlihat semakin cemburu pada Sarah, oleh karena itu dia tidak mencampuri pertengkaran diantara mereka.


“Semoga wanita itu tergantikan olehmu, dan pernikahan kalian nanti lancar” ucap Shine menahan emosi.


“Tentunya, pernikahan kami pasti lancar karena mu, aku sangat berterimakasih kamu mau membantu mengurusnya” ucap Sarah memegang tangan Shine berlagak baik di depan Sand.


“Pastinya Sarah, pernikahan kalian akan menjadi pernikahan yang megah dan pastinya tidak akan terlupakan oleh semua orang yang hadir, saya sudah selesai makan, saya kembali ke kantor duluan, permisi semuanya” pamit Shine meninggalkan mereka bertiga.


“Sudahlah Sarah, lepaskan, dia sudah pergi” kata Sand bersikap dingin pada Sarah.


“Kalian kan akan menikah kok sudah berantem aja, yang mesra kayak tadi lagi dong!” ledek Reihan.


“Aku tidak akan menutupinya darimu karena aku percaya kamu pasti akan menjaga rahasia ini dari Shine, kalau kita berdua tidak akan menikah, aku hanya berpura-pura pada nya agar dia merasa cemburu, dan Sarah sudah tahu semuanya” jelas Sand di hadapan Sarah dan juga Reihan.


“Aku juga tidak akan baik di depanmu lagi Sand, tapi aku pastikan kamu akan menikahiku, dan Shine lah yang akan mempersiapkan semuanya, kamu tidak akan bisa menikah dengan Shine camkan itu!” ancam Sarah marah ikut pergi meninggalkan Sand dan Reihan.


“Bro, gawat bro, pikirkan lagi baik-baik, jika caramu memancing kecemburuan Shine melalui Sarah itu berhasil, jangan kamu sia-siakan kesempatan baik itu” ujar Reihan mengingatkan.


Setelah mendengar perkataan Reihan, Sand mengejar Sarah untuk meminta bekerjasama dengannya.


“Sarah! Tunggu, aku ingin bicara denganmu!” teriak Sand mengejar Sarah yang belum jauh.


“Ada apa Sand, tidak ada yang perlu di bicarakan lagi, kamu yang sudah memutuskan untuk tidak menikah denganku, dan sekarang kamu mengejarku, pasti karena Shine” terang Sarah.


“Ikut aku, tidak enak bicara di sini” ajak Sand.


“Aku ingin bicara di kantormu, dan suruh Shine pergi, maka aku akan mendengarkan semua penjelasanmu, deal?” tanya Sarah.


Sand menyetujui permintaan Sarah dan membawanya ke kantor.


“Halo Shine” sapa Sarah sambil menggandeng lengan Sand masuk ke ruangan Sand.


“Shine tolong keluar sebentar, aku ingin berdua dengan Sarah di sini” perintah Sand sebagai atasan.


Tanpa merespon, Shine langsung meninggalkan mereka berdua di ruangan Sand.

__ADS_1


“Bicaralah Sand, apa yang ingin kamu sampaikan” melepaskan gandengan dan duduk anggun di sofa.


“Aku minta kamu tetap bersandiwara di depan Shine” minta Sand.


“Itu mudah sekali, dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku” ungkap Sarah.


“Tidak bisa! aku tidak akan menikah denganmu” teriak Sand.


“Jika tidak ada pernikahan, tidak ada sandiwara” jelas Sarah dengan enteng.


Sand berpikir dengan matang, bagaimana cara bisa berpura-pura menikah dengan Sarah tanpa diketahuinya, Shine dan juga Reihan. Setelah beberapa menit.


“Bagaimana Sand ? semua ada di tanganmu” tanya Sarah setelah menunggu renungan Sand.


“Baik, aku akan menikah denganmu, lakukan sesuai yang aku minta tadi” jawab Sand.


Secara cepat Sarah mengambil ponsel dan menghubungi oma Hara.


“Sand telah menyetujui pernikahan ini Oma …” teriak Sarah kegirangan.


Ponsel Sarah direbut oleh Sand, dan segera memutuskan pembicaraanya dengan Oma.


“Kenapa kamu lapor pada Oma, apakah tidak cukup aku menyetujui persyaratanmu?” tanya Sand marah.


“Sekarang pulanglah!” usir Sand pada Sarah.


“Sebentar” ucap Sarah pergi mencari Shine.


“Shine! Shine!” panggil Sarah mencari Shine.


“Dia tadi menuju ke atap gedung nona” sahut salah satu karyawan.


“Shine, kemarilah, kamu dicari Sand!” teriak Sarah yang melihat Shine berdiri di tepian atap gedung.


“Kenapa lagi dia mencariku, dasar ******” ucap Shine kesal.


“Sand mencarimu, cepatlah ikut aku” ajak Sarah menarik tangan Shine.


Sarah berlari menarik Shine ke ruangan Sand.


“Mulai sekarang, dia harus bersama ku mempersiapkan pernikahan, walalupun kamu melarangku, aku tetap akan membawanya” minta Sarah memaksa.


Shine dipaksa masuk ke dalam mobil Sarah, tanpa sempat bertanya kemana dia akan membawanya.

__ADS_1


Sarah mengajak Shine tanpa persetujuannya ke rumah oma Hara untuk mempersiapkan pernikahan.


“Kenapa kamu membawaku ke sini?” tanya Shine yang tahu dia dibawa ke mana.


Sarah terus saja menarik Shine, hingga bertemu langsung dengan oma Hara.


“Shine, sudah lama kita tidak bertemu, aku senang sekali saat Sarah mengabari kalau Sand sudah menyetujui pernikahan yang Oma atur ini, pasti semua berkat kamu” oma Hara memeluk Shine dengan hangat.


Shine hanya bisa menerima pelukan dari oma Hara tanpa bisa menolaknya.


“Oma, Shine juga yang akan membantu persiapan pernikahan kita” ucap Sarah dengan raut wajah bahagia.


Sambil memegang tangan Shine, “Shine aku harap kamu bisa mempersiapkan pernikahan seperti dulu, dan mengantarkan Sand pada pernikahan dengan Sarah, wanita pilihan Oma yang sangat tepat untuk Sand kelak” minta oma Hara berharap besar pada bantuan Shine.


Shine hanya terdiam melihat oma Hara terlihat begitu bahagia, lagi-lagi Shine tidak tega melihat oma Hara.


“Pasti, Shine pasti akan membantu mempersiapkan pernikahan mereka dengan sangat sempurna” jawab Shine setelah melihat oma Hara yang terlihat sangat bahagia.


Setelah pertemuan mereka di rumah, Shine tidak kembali ke kantor dan langsung pulang, saat tiba dan membaringkan badannya di ranjang, dia baru tersadar, kalau dia lagi-lagi tejerat pada pernikahan orang lain.


Shine tidak ingin merusak pernikahan Sand lagi, dia ingin melihatnya benar-benar mengucapkan janji suci bersama Sarah, perasaan yang terasa sakit ia kesampingkan karena tidak tega dengan oma Hara.


Di sisi lain, Sand sudah mempersiapkan sebuah rencana agar Sarah lah yang mengakhiri pernikahannya sendiri.


Sandiwara di depan Shine berlanjut, beriringan dengan rencana serangan yang dipersiapkan- nya.


*****


Setiap hari Sarah ke kantor Sand untuk menjemput Shine menemaninya mempersiapkan pernikahan.


“Sand, aku pinjam Shine untuk memilih kain untuk bridesmaid, kamu tidak keberatan kan?” tanya Sarah pada Sand yang sedang duduk membaca dokumen.


“Hmm” jawab Sand hanya dengan deheman.


“Makasih sayang” ucap Sarah mengecup pipi Sand, “Ingatlah ini hanya sandiwara” ucap Sarah di telinga, menenangkan Sand yang hendak marah.


Setelah pipinya dicium Sarah, Sand langsung memperhatikan ekspresi Shine.


“Hati- hati sayang, jika butuh bantuanku telepon saja” kata Sand menanggapi sandiwara Sarah.


Shine terlihat membuang muka, kesal terhadap pemandangan romantis sepasang kekasih yang sedang bersandiwara.


Sarah sangat senang bisa memanfaatkan Sand dalam situasi itu.

__ADS_1


__ADS_2