
“Aku juga nggak tahu biasanya dia makan, soalnya suka menyuruhku membelikan makanan, dan makan di kantor”
“Kalo tahu gitu, mending nunggu Sand di kantor aja, jadi nggak capek gini” keluh Sarah.
“Tadi kamu yang minta di antarkan, sekarang malah menyalahkan aku” kata Shine menanggapi keluhan Sarah.
“Ingat ya Shine kamu itu harus membantuku sesuai janjimu, jika tidak aku akan membongkarnya di hadapan oma Hara kalau kalian itu sengaja membohongiku agar perjodohan ini berakhir, pasti oma sangat kecewa denganmu” ancam Sarah.
Apakah oma Hara tahu kelakuan Sarah seperti ini, kasian juga jika Sand menikah dengannya nanti, eh apa yang aku pikirkan, itu bukan urusanku, dalam pikiran Shine.
“Kembalilah ke kantor dulu, aku lapar mau makan” suruh Shine pada Sarah.
“Aku tidak mau kembali sendirian, aku mau ikut denganmu, aku juga lapar” kata Sarah ketus.
Shine pergi ke tempat makan favoritnya, malah di sana ada Sand dan juga Reihan.
“Di sana ada Sand, kamu pasti sengaja mengerjaiku aku kan Shine” ucap Sarah berlari ke tempat duduk Sand dan Reihan.
Kenapa dia makan di sini, bukannya dia tidak suka makanan tempat ini,
dalam hati Shine bertanya-tanya.
“Sand!” teriak Sarah sangat senang.
“Kenapa kamu lama sekali, tadi pamitnya ke toilet, malah ninggalin aku sendirian di ruanganmu” Sarah bersikap manja.
Shine sengaja tidak mau mendekati Sand dan juga Reihan, dia memesan makanan, dan mencari tempat duduk yang tidak ketahui oleh mereka. Sarah juga melupakan Shine yang menemaninya mencari Sand.
Setelah makanan Shine datang, dia terburu-buru memakannya, agar tidak sempat bertemu dengan Sand dan juga Reihan.
Dalam waktu kurang dari 10 menit Shine menghabiskan makanannya, lalu secepatnya pergi.
“Shine!” teriak Reihan yang melihatnya.
“Padahal aku sudah berhasil makan secepat mungkin, masih juga ketahuan, terpaksa deh, pura-pura budeg aja” ucap Shine tidak menanggapi panggilan Reihan dan tetap berjalan.
“Apakah aku salah orang ya?” ucap Reihan ragu.
“Kamu salah orang mungkin, Shine masih di ruangan Sand saat aku mencari makan siang ke sini” sahut Sarah.
“Mungkin aku salah orang, kalian lanjutkan saja makan berdua, aku akan kembali ke kantor duluan” pamit Reihan tidak ingin mengganggu waktu mereka berduaan.
“Kau juga akan kembali ke kantor, makan ku sudah selesai” kata Sand beranjak dari tempat duduk.
“Sand, kamu tega ninggalin aku makan sendirian?” ucap Sarah memelas.
__ADS_1
“Mas, mas tolong temani dia makan ya” ucap Sand pada pelayan restoran.
Sarah menahan emosinya, harus bisa terlihat sabar, baik hati, manis, di depan Sand.
“Yaudah gak papa, kamu hati-hati ya saat kembali ke kantor” teriak Sarah manis sekali.
“Jadi saya temani nona?” tanya pelayan restoran.
“Lihat dirimu? Memangnya pantas duduk di meja yang sama denganku, ngaca dulu, sana pergi ambilkan pesananku” hinaan Sarah pada pelayan restoran.
“Cantik-cantik kok galak” gumam pelayan restoran.
“Apa yang kamu bilang tadi?” tanya Sarah yang sedikit mendengar ejekan pelayan restoran.
“Saya akan segera mengantarkan pesanan anda, mohon di tunggu sebentar” jawab pelayan restoran yang tidak mau terlibat masalah dengan pelanggan yang tidak baik.
*****
Shine sampai duluan di ruangan Sand, dia hanya terdiam, apabila mendapat perintah saja dia akan berkomunikasi dengan Sand, tidak seperti sebelumnya yang suka berdebat tentang masalah sepele.
“Kamu sudah makan?” tanya Sand pada Shine yang sibuk di meja kerjanya.
Tidak ada jawaban dari Shine, mulutnya sedikitpun tidak terbuka, apalagi mengeluarkan suara.
“Shine tolong buatkan dokumen yang seperti kemarin” perintah Sand.
Tanpa respon, dengan segera, Shine memberikan dokumen yang diminta Sand tepat di mejanya. Padahal Sand sudah mengulurkan tangannya untuk menerima dokumen dari Shine.
“Shine apa jadwalku setelah ini?” tanya Sand.
Shine menunjukkan agenda yang di tulis rapi di buku, tetap tanpa ada respon suara.
“Sand, Shine!” teriak Sarah yang sudah kembali.
“Kenapa kamu kembali lagi ke sini?” tanya Sand tidak rela ada yang mengganggunya dengan Shine.
“Aku mau ke rumah Shine, dia berjanji akan mengijinkanku mecicipi makanan buatan mbok nya di rumah, ya kan Shine?” bersikap manja lagi saat di depan Sand.
“Kamu pulang saja, papa sama mama mu akan mencarimu” ucap Sand melarang Sarah ke rumah Shine.
“Mereka sudah kuberitahu, dan aku bilang bersamamu jadi mereka tidak akan mencariku” jawab Sarah dengan pedenya.
“Jangan nanti ya Sarah, lain waktu saja, aku sedikit tidak enak badan, kamu pulang bersama pak direktur saja” ucap Shine mundur dari pertikaian Sand dan Sarah.
“Baiklah, istirahatlah jangan lupa minum obat, Sand akan mengantarku pulang” kata Sarah sok perhatian.
__ADS_1
“Aku akan mengantarmu!” ucap Sand pada Shine.
“Tidak usah pak direktur, saya akan pulang bersama Reihan, anda antar Sarah saja” kata Shine menolak Sand.
“Aku tidak akan mengantar Sarah jika belum melihatmu di antar oleh Reihan” kata Sand keras kepala.
“Iya, Shine kita mengkhawatirkanmu, jika Reihan tidak mengantarmu, kami bisa kok ke rumahmmu dulu, baru ke rumahku” ucap Sarah berpura-pura mendukung keputusan Sand.
Shine mencari Reihan di ikuti Sand dan juga Sarah.
“Rei, kamu tadi bilang mau pulang bersama, kita pulang sekarang?” tanya Shine mengkode Reihan. Dengan mengedip dan melirikkan mata.
Please Rei, tanggapi permintaanku, ucap Shine dalam hati.
“Masak kamu tadi lupa, kita membicarakan di atap tadi, lagian rumah kita searah kan? Benar kan? Dan kita juga harus mencari furniture untuk di atap, sekarang aja yuk!” ajak Shine.
Rei masak kamu belum paham dengan kodeku sih?, kata Shine dalam hati.
“Ah, iya, di atap tadi, ayo, mau sekarang apa nanti?” ucap Reihan yang baru paham dengan kode Shine.
“Sekarang lah!” Shine mendorong Reihan pergi.
“Sand, kamu sudah memastikannya kan, sekarang ayo kita pulang!” minta Sarah.
“Kamu pulang sendiri” kata Sand meninggalkan Sarah sendiri.
Sand mengikuti mobil Reihan, dia tidak percaya alasan Shine tadi.
“Rei, sepertinya Sand mengikuti kita. Lihatlah dari spion” minta Shine.
“Kamu mau gimana? Lanjut sampai ke rumahmu atau seperti yang kamu minta tadi?” tanya Reihan.
“Seperti yang kuminta tadi saja, aku akan minta tolong temanku untuk menjemput” jawab Shine.
Shine meminta Ben menjemputnya di department store.
Mengetik pesan, “Ben, bisa jemput aku di department store sekarang, aku sedang menuju ke sana.”
“Kamu yakin aku turunkan di sini? Gimana dengan Sand?” tanya Reihan di depan department store.
“Iya, terimakasih Rei, biarkan saja jika dia tetap membuntutiku, jika memang berani dia muncul di hadapanku” jawab Shine.
Shine menunggu di depan department store, dan Sand menunggu di dalam mobil, memantau Shine yang berdiri sendirian. Tak lama kemudian, Ben datang menghampiri Shine.
Sand tidak mendengar pembicaraan mereka, akhirnya memutuskan untuk mengikutinya.
__ADS_1