Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
ketulusan Abi


__ADS_3

Pangeran Wijayakusuma tak mengindahkan ucapan sang kaka ia tetap berjalan menuju aula menemui romo nya.


buka pintunya perintah Pangeran Wijayakusuma pada dua prajurit penjaga.


"maaf pangeran, yang mulia Raja sedang mengadakan pertemuan penting beliau berpesan untuk tidak mengganggunya." ucap Salah satu prajurit sambil menunduk takut.


"Aku adalah anaknya aku menemuinya juga karena ada hal penting yang harus disampaikan." sahut pangeran Wijayakusuma dengan nada tegas.


kami tidak berani melanggar perintah yang Mulia pangeran jawab prajurit yang masih berdiri di depan pintu.


"Kau ingin pedang ini menebas lehermu." ancam Wijayakusuma geram.


"Wijayakusuma jagan membuat keributan." tegur Wiraggeni berada tak jauh dirinya entah sejak kapan.


Dua prajurit menunduk takut kaki mereka bergetar keringat dingin keluar deri pori-pori pelipis keduanya tak kala melihat pedang yang sudah berada ditangan Wijayakusuma siap menebas leher dua prajurit penjaga pintu.


Wijayakusuma segera menendang pintu aula


pertemuan dengan kuat.


dua orang penjaga yang berada didalam segera membuka pintu atas perintah sang Raja.


Raja Wiranata menatap tajam putra keduanya


"Maafkan Ananda Romo, Ananda hanya ingin meminta ijin untuk membawa seseorang masuk ke paviliun Adinda Saraswati." ucap Pangeran Wiranata sambil menunduk hormat.


"Tidak bisakah menunggu sampai Romo selesai, dimana tata Krama Wijayakusuma." ucap Raja Wiranata dengan nada tinggi.


"Ananda sudah memperingatkan Wijayakusuma untuk tidak menganggu Romo, tapi ia tidak mendengarkan." Adu pangeran Wiraggeni.


"Wirakusuma prilakumu tidak mencerminkan seorang pageran, aku bahkan malu mengakuimu sebagai putraku, selalu bertindak sesukamu, pergilah dari sini." usir Raja Wiranata.


"Ananda akan pergi jauh, Romo boleh mengirim Ananda ke pengasingan jika orang yang Ananda bawa tak mampu mengobati Adinda Dewi Saraswati." tukas Wijayakusuma sambil bersimpuh di hadapan sang prabu Wiranata.


"Romo lihatlah pemuda yang berada dibelakang Ananda inilah orang yang dimaksud Wijayakusuma, Romo liat bagaimana penampilannya dan umurnya dia orang Asing entah berasal dari negri mana, Akankah Romo mengambil Resiko jika terjadi sesuatu setelah Pemuda ini mengobati Dewi Saraswati?" tutur Wiraggeni sambil melirik ekspresi raja Wiranata melalui ekor matanya.

__ADS_1


"pangeran Wijayakusuma sebaiknya saya kembali waktu terus berjalan saya tak ingin selama terjebak dalam hutan jika waktu saya habis." ucap Abi sarkas.


tak...tak...tak...


suara langkah kaki beriringan berjalan mendekati Abi dan semua orang yang hadir Aula menoleh ke asal suara.


Beberapa orang masuk sambil mengangkat Tandu yang didalamnya terdapat seorang wanita cantik sedang duduk dengan di atas sebuah kursi.


"Adinda, ada apa datang kemari?." pekik Wiraggeni terkejut.


"Maafkan Adinda Kanda, Romo, Adinda mendengar Kanda Wijayakusuma membawa tabib berasal dari dunia yang berbeda dan bisa menyembuhkan kaki Adinda yang lumpuh. untunglah Adinda datang kemari." sahut dewi Saraswati sambil tersenyum.


"Adinda Kanda tidak memberikan ijin orang yang tak jelas asal usulnya mengobati." tegas Wiraggeni tegas menatap tak suka Wijayakusuma dan Abi.


"Wiraggeni benar Dewi Saraswati kembalilah ke paviliunmu dan beristirahat." perintah Raja Wiranata tegas.


"tidak ada salahnya memberikannya kesempatan kanda, Romo." sahut Dewi Saraswati.


Abi berbalik dan berjalan keluar dari Aula matanya tak sengaja melihat seseorang sedang memasukan sesuatu cairan kedalam minuman membuatnya kembali berbalik menghentikan langkahnya.


Wusssssssss.....


Aaahhhkkkkkk teriak seseorang yang berada tak jauh dari Raja.


"Senopati apa yang terjadi?" tanya seseorang berada tak jauh darinya terkejut


botol yang berisi cairan berwana hijau tumpah dan pecah berserakan dilantai.


"orang itu ingin memasukkan cairan racun diminuman Anda yang mulia Raja." ucap Abi lantang tanpa rasa takut ia bahkan berani menatap mata Raja Wiranata saat sedang berbicara.


"Racun tabib istana periksa cairan itu segera." Perintah Sang Raja sambil menatap Senopati Arya.


saat semua orang sibuk Abi mendekati Dewi Saraswati ia dengan gesit menusuk jarum akupunturnya pada titik-titik tertentu di badan Dewi saraswati. detik berikutnya ia melepas totok di bagian pinggang Dewi saraswati.


selesai melakukan pekerjaannya Abi meminta maaf karena bertidak begitu cepat dan terkesan tidak sopan pada Dewi saraswati.

__ADS_1


"Aku hanya ingin menolong tuan putri seseorang sengaja membuatmu lumpuh entah untuk tujuan apa berhati-hatilah." bisik Abi.


"gerakan kakimu perlahan-lahan, berdirilah dekati Pangeran Wijayakusuma, aku memerlukan burung gagak itu untuk mengantarku kembali." perintah Abi masih dengan nada pelan seperti berbisik.


Dewi saraswati mengikuti perintah Abi ia menggerakkan kakinya yang tidak lagi terasa kaku ia juga dapat berdiri dengan mudah wajahnya dihiasi senyum manis.


"jagan membaut semua orang menyadarinya putri aku tak ingin meminta imbalan apapun aku ikhlas membantumu biarkan mereka semua sibuk aku tak memiliki banyak waktu disini." tegas Abi


"maksudmu, tak mau menarik perhatian semua orang disini dan merahasiakan jika kau orang yang membuatku sembuh?" tanya Dewi saraswati pelan.


Abi mengangguk sambil berjalan menjauh.


"Rubah lakukan tugasmu." perintah Abi sambil berjongkok dan berbisik.


Rubah membaca mantra membuat semua yang ada di sana melupakan adanya Abi diantara mereka dan membuat dayang yang melihat Abi menyembuhkan Dewi saraswati melupakan kejadian tersebut.


selesai melakukan tugasnya Rubah segera pergi dari Aula diikuti Abi.


Kanda Pergilah antar kan temanmu kembali ia menunggu diluar ucap Dewi Saraswati menepuk pelan lengan pangeran Wijayakusuma.


"Suuuutttttttt diamlah ka, aku akan bersandiwara mencari tau siapa sebenarnya yang sengaja membuatku lumpuh." ungkap Dewi saraswati sambil melingkarkan tangan di bahu pangeran Wiranata.


"Baiklah kita bicara di paviliunmu nanti Kanda akan mengantar pemuda yang sudah berjasa menyembuhkanku, kembalilah segera ke paviliun." tukas Wijayakusuma sambil memapah Dewi Saraswati kembali ke tandu beberapa pasang mata melihat kearah mereka.


"Ayo aku akan mengantarmu kembali danau." Ajak Wijayakusuma sambil menepuk pelan pundak Abi.


"terimakasih." Sahut Abi segera berjalan menghampiri gagak yang sudah mengubah ukurannya untuk bisa dinaiki Tuannya.


Dalam waktu singkat mereka telah kembali hutan dan berada tepat di sisi danau.


Abi dengan cepat memasukan kakinya kedalam danau ia tak ingin menyia-nyiakan waktunya.


Satu kaki Abi masuk diikuti oleh kaki yang kiri Air di danau tidak membuatnya tenggelam ia seperti menginjak sesuatu yang permukaannya licin.dalam hatinya Abi selalu mengingat Ibunda tercinta.


Abi berjalan mendekati bunga di tengah danau tiba-tiba ratusan ular kecil muncul dan menyerangnya.

__ADS_1


"berdoalah terus Abi, kau bisa melewati dan melawan ular-ular kecil itu jangan pedulikan gigitannya ingatlah Ibu Nenek dan Ayahmu, mereka begitu menyayangimu mereka terus berdoa setiap hari untuk kesehatan dan kebahagiaanmu jangan membuat mereka kecewa dengan kalah oleh hewan kecil di danau ini." ucapnya dalam hati menguatkan diri sendiri.


Kaki Abi terasa begitu nyeri, sudah banyak luka gigitan yang disebabkan oleh ular kecil namun langkahnya tak pernah berhenti, darahnya seakan mendidih terkena racun yang masuk melalui pori-pori serta luka bekas gigitan ular.


__ADS_2