Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
menetas


__ADS_3

semua mata tertuju pada Abi yang menatap gelas di meja.


"Identitas baru maksudmu membuat identitas palsu?" tanya Risa menatap intens sang putra


"Iya Bunda." sahut Abi mantap.


"bagaimana kita mengenalinya jika identitasnya baru?" tanya Umi.


"Kakinya pasti buntung akibat kecelakaan yang dialaminya. Bisa jadi kecelakaan itu sudah direncanakan olehnya nekat memotong kakinya sendiri agar publik percaya dengan Alibinya." jelas Abi.


"Saya sependapat denganmu Nak Abi." sahut Kyai Hasan.


Hening semua terdiam dangan pikiran masing-masing.


"silahkan dimakan kuenya." pak kyai Ujar Umi memecah keheningan.


"Tuan Abi bisakah kita bertemu ada hal penting yang ingin saya sampaikan." telepati Rubah.


"Ya tunggulah nanti aku akan menemui Mu." batin Abi melalui telepati.


"Baiklah, saya rasa cukup sampai disini dulu, nanti setelah kita bisa memastikan analisa Abi benar adanya, kita akan berkumpul lagi untuk membicarakan tindakan apa yang harus kita lakukan." Tukas kyai Ahmad.


"Baik pa Kyai terimakasih sudah menceritakan massa lalu Ayah." ujar Yusuf menjawab.


"Sama-sama nak, jika begitu kami pamit pulang terimakasih atas jamuannya selamat sore." ujar Kyai Hasan sambil beranjak diikuti Kyai Ahmad.


"Selamat sore Kyai hati-hati di jalan. jika terjadi sesuatu jangan lupa memberi kami." kabar minta Yusuf.


"Baiklah sekali lagi kami mengucapkan terimakasih. Assalamualaikum." pamit Kyai Hasan kemudian melangkah keluar menuju pintu utama.


beberapa waktu setelah Kyai Hasan serta Kyai Ahmad pamit Abi masuk kedalam kedalam raungan yang dipenuhi tanaman obat.


Rubah putih telah menunggunya sambil memainkan ekor sambilannya.


"Ada apa kamu memanggilku Rubah." Abi bertanya dengan rasa penasaran.


"Aku sudah melihat markas rahasia yang dibuat oleh Sinta dan Laura. tempat persembunyian kita kelak, hampir selesai. hanya saja kita perlu memberinya pagar gaib tanamkan bambu-bambu disekelilingnya" kata Rubah sambil menatap beberapa daun obat dihadapannya.


"hanya itu?"


"Wanita itu telah merasuk kedalam raga seorang perempuan." cerita Rubah.


"Wanita siapa maksudmu?"


"Wanita penyembah iblis didalam batu itu." sahut Rubah.


"Apa batu hitam kutukan itu?"


"Iya benar Putri Arum hidup dalam raga Mawar wanita yang dibawa Marcella ke rumah Willem." jelas sang Rubah.


"Willem kakekku, aku harus mengajak ayah Devan berkunjung ke sana, untuk memastikan seberapa besar kekuatan yang dimilikinya."

__ADS_1


"Berhati Hatilah tuan auranya begitu gelap." ujar Rubah


Tiba-tiba cincin ruang Abi bergetar dan bersinar membuat Abi tersentak.


Abi mengusap Cincin Ruangnya dan memusatkan pikiran hanya tertuju pada cincin dijari manisnya. Abi tertarik masuk kedalam cincin ruang miliknya.


Didalam dalam cincinnya. berjalan masuk kesebuah pondok kayu yang masih terlihat kokoh di sana ia melihat sebuah aktivitas dari telur yang di dapatnya dari labirin tempat Dewi sekar Arum.


Telur itu retak membuat area sekitar bergetar.


"Abi buat tameng khusus lindungi sekitar." telepati Raden Mas.


"Bagaimana caranya kek Abi tidak mengerti." sahut Abi.


"buat sebuah kubah dari elemen Air dan es Mu diarea telur tersebut." ujar Raden mas bertilepati


Abi mengangguk mengerti dan segera mengerjakan perintah tanpa membuang waktu.


selesai membuat kubah transparan Abi mengamati dari laur.


telur itu semakin retak dan akhirnya pecah terlihatlah hewan kecil sedang menggeliat perlahan membuka matanya. hewan kecil berwarna emas itu tampak seperti seekor ular kecil namun memiliki dua tanduk dikepalanya.


"Apa itu naga emas." gumam Abi.


"Itu naga Emas nak dulu aku pernah menolong kaisar naga menyembuhkan penyakit yang dideritanya. sebagai ucapan terimakasih ia memberiku satu telur naga emas. aku menolak tapi sang kaisar berkeras hati hingga aku menerimanya tapi bukan untukku melainkan untuk keturunanku kelak." ujar Raden Mas bercerita dan dapat didengar langsung oleh Abi meski berbeda Alam.


"itu artinya telur itu berusia ribuan tahun. bagaimana ia tak menetas dalam waktu panjang?" batin Abi heran.


Abi kembali fokus menatap Naga yang mulai meninggalkan cangkang telurnya kemudian melingkar sambil memejamkan matanya.


"hancurkan kubahnya nak nampaknya sudah tidak lagi ada bahaya." perintah Raden Mas masih berlipati.


Abi segera menghancurkan kubah es yang ia buat.


Abi perlahan berjalan mendekati sang naga tangannya bergerak ingin menyentuh kepala naga emas yang sedang memejamkan matanya.


Saat tangan Abi berhasil menyentuh sedikit tanduk naga itu membuka matanya dan menatap tajam Abi.


"Maaf." cicit Abi pelan.


Naga itu mengubah wujudnya menjadi seorang pemuda tampan sambil berucap


"lancang !!."serunya.


"Maafkan aku tanganku terasa ringan ingin membelai puncak kepalamu." Abi berbicara sambil menatap takjub dengan naga yang mengubah wujud manusia.


"Apa kau yang membawaku kemari" tanya Pemuda dihadapan Abi.


"Iya aku mendapatkan Mu dalam sebuah labirin." ungkap Abi jujur.


"kau tuanku." dengusnya kemudian.

__ADS_1


Abi tak menjawab ia hanya tersenyum simpul.


"terimakasih." cicit sang Naga mengubah bentuknya kembali dan melingkar.


"Sama-sama." sahut Abi.


"kenapa ia bisa menjadi manusia?" batin Abi.


"ia telah lama hidup. selama didalam telur ia meningkatkan kultivasinya. tak heran jika saat menetes sudah bisa merubah wujudnya." jelas Raden Mas.


"kau juga harus melakukan itu untuk berlatih nanti akan ada orang mampu membimbingmu dengan baik tukas." Raden Mars.


"Baik kakek buyut." gumam Abi berjalan mendekati sang Naga.


"Nak kakek menunggumu mengambil air teratai emas untuk Ibundamu." ujar Raden mas.


"Iya Kakek terimakasih mengingatkan Abi lupa." sahutnya sambil mengangkat Naga emas membawanya mencari tempat yang nyaman untuk bermeditasi.


Abi meletakan naga disebuah dipan dan lalu membelai puncak kepalanya.


aku harap kamu suka tempat ini kata Abi.


Naga itu membuka matanya sebentar kemudian berterimakasih ia juga mengatakan siap menerima tugas kapan dari Abi.


Abi beranjak dan memindai sekeliling merasa tak ada yang perlu ia khawatirkan ia memilih kembali dan menemui kakeknya.


Di tempat lain Devan tidak bisa berkonsentrasi mengikuti rapat bayangan wajah mawar selalu menghantuinya.


"Apa aku jatuh hati dengan Wanita itu." batin Devan.


tidak mungkin. tepisnya sambil menatap kosong ke depan.


begitu rapat selesai Devan segera menelpon Mars dan memintanya menggantikannya sementara waktu sedang ia pulang ke rumah.


"Apa yang wanita itu miliki sampai otakku tak berhenti memikirkannya." batin Devan.


"Apa yang sedang kau pikirkan Devan." ujar Willem menepuk pundak Sang putra.


"Daddy kapan datang?" sentak willem


"Sudah beberapa menit yang lalu kau terlalu sibuk melamun hingga tek menyadari kedatanganku." gerutu Willem.


"Sorry Dad aku tidak bermaksud mengacuhkan." jawab Defvan.


"apa kau ada masalah?" selidik Willem menatap sang putra.


"Tidak, Dad." cicit Devan.


"jagan menjadi pembohong Dev, Ayah mengenalmu bukan baru satu atau dua hari." Ucap Willem.


"Hanya wanita tak penting." sahut Devan.

__ADS_1


Willem mengerutkan keningnya tak mengerti.


__ADS_2