Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
tidak percaya


__ADS_3

Pemilik Ajian Rawarontek akan meninggal apabila jasadnya yang tidak bernyawa tidak menyentuh tanah kata Raden Mas sembari melihat Dewi yang tersenyum mendengar penjelasannya.


"Sudah ku duga Kakek tau jawabannya bukan hal sulit membunuh tanpa menyentuh tanah asal kita bekerja sama." Dewi teratai berbicara sambil melihat Abi.


"Dewi Kaka akan tetap ikut kalian meskipun Kaka tidak lagi memiliki kekuatan Kaka akan berusaha semampu Kaka." ujar Abi.


Sebaiknya Kaka ikuti kata Kakek Buyut pulihkan diri Kaka di dalam cincin ruang milik Kaka Sahut Dewi.


Masalahnya aku tidak bisa mengunakan cincin ruangku juga Sahut Abi dengan raut wajah sedih.


" Bila begitu Kaka kembalilah ke Asrama tenang diri Kaka disana lepaskan semua beban serahkan pada Allah." nasehat Dewi membuat Risa dan Yusuf saling pandang kemudian tersenyum.


"Benar Nak perbaiki dirimu." kata Raden Mas menyetujui.


"Tenang saja Abi kami tidak akan apa-apa jangan pikirkan kami ujar Zahra." ikut menimpali.


"Abi menghembuskan napasnya Kasar sebelum berucap berapa lama lagi waktu Kakek William mempelajari Ajian itu tanyanya?"


"Tidak bisa di perkirakan karena itu tergantung individu masing-masing." Sahut Sinta membuat semua mata menatapnya.


"Hehehehe dulu Ayah tiriku pernah belajar ilmu itu tapi ia tidak berhasil karena tidak sabaran dan tidak mampu mengendalikan emosinya." jelas Sinta.


"Ayah tiriku seorang preman pasar dan penjudi ." lanjutnya.


"William yang sekarang sedikit bisa mengendalikan dirinya dari William yang kami kenal sepuluh tahun yang lalu." Kata Kyai Hasan.


"Ada kemungkinan bila dia akan berhasil. Buta dan lumpuhnya juga akan sembuh itulah salah satu tanda bila dia berhasil mempelajari Ajian Itu." Raden Mas menjelaskan.


"Aku dengar Devan membawa William keluar negri untuk berobat sedang perusahan berada dibawah kendali putri Arum." Ucap Mars.


"Wanita itu dengan ilmu apa ia mau menjalankan perusahaan." kata Wijaya ikut bicara.

__ADS_1


"Tentu saja dengan ilmu pemikatnya Ka Wijaya apa kamu lupa saat matra pemikatnya di baca maka semua mata laki-laki akan terpikat padanya termasuk kamu dan Ka Abi." ungkap Dewi teratai.


"Apa maksudmu Dewi Kakamu Abi terpikat dengan wanita iblis itu?" Risa ingin memastikan pendengarannya.


Benar Bunda ka Abi bajakan diam saja saat wanita itu menyentuh dadanya begitu pula Wijaya yang terpaku seperti otaknya berhenti bekerja saat itu ledak Dewi.


Wijaya dan Abi saling pandang kemudian tersenyum kecut.


" Aku tidak bisa bergerak saat itu dan tidak memiliki kekuatan apapan untuk melewan bahkan bicara saja aku tidak bisa." Jelas Abi.


"Aku kehilangan akal melihat wanita bagai bidadari dihadapanku." sela Wijaya.


"Jangan melihat seseorang hanya dari penampilan luarnya saja. Sesuatu yang baik diluar belum tentu baik didalam." tukas Kyai Hasan, Yusuf mengangguk setuju dengan ucapan itu.


Pembicaraan terus berlangsung sekali mereka berada agar tidak terlalu tegang.


Singapore


"Daddy kenapa tidak bangun? kau tidak ingin melihat wajah tampan anakmu ini." ujar Devan mengejak William berbicara.


"Jujur saja pisikku sangat lelah berada disini menunggu dan menunggu tanpa kepastian. Aku merindukan berkas-berkas kantorku." Devan berbicara dalam hatinya sesakali membuang kasar napasnya.


Sematara Roh sang pemilik tubuh yang di ajak Devan berbicara sedang berada di sebuah pondok terpencil di ibu kota negaranya sedang giat belajar Ajian Rawarontek yang dipercaya akan hidup Abadi.


Meski sudah puluhan kali gagal William tidak putus asa ia terus mencoba dan melatih kesabaran agar dapat menguasai Ajian itu.


"Waktumu tinggal satu minggu lagi William bila kamu tidak juga mampu maka menyerahlah. Aku tidak bisa lagi mengajarimu masih banyak pekerjaan yang lebih penting dari pada mengajari lelaki tua sepertimu." ucap seorang yang mengajari William Ajian Itu.


William ingin sekali marah mendengar ucehan lelaki itu tetapi ia tidak punya keberanian terlebih lagi dirinya yang belajar tanpa raga pasti sangat mudah bagi lelaki yang mengejarnya untuk membuatnya Lenyap.


Sementara di tempat di rumah Yusuf Dewi menyembur kedalam kolam renang dan dengan santainya ia bersemedi di dalam air kolam. Tidak berselang lama tumbuhan teratai memenuhi kolam bahkan satu diantaranya bersinar seperti lampu.

__ADS_1


Abi yang malam itu tidak bisa tidur memutuskan keluar ia pikir adiknya tidur ikut kedua orang tuanya ia pun tidak berniat mencari. Abi berjalan kebelakang rumah sambil membewa buku dan juga ponsel di tangannya ia duduk di sebuah kursi yang ada disana. Begitu menyadari cahaya terang yang tidak seperti biasa Abi menyadari ada yang aneh karena cahaya itu berasal dari kolam. Dengan langkah pasti Abi mendekati kolam renang dan terkejut dangan banyaknya bunga teratai yang memenuhi isi kolam.


"Dewi teratai emas." ucap Abi sambil berdiri sisi kolam.


Tidak ada jawaban air didalam kolampun tetap tenang. Abi Hanya diam menikmati pemandangan indah bunga-bunga teratai yang sedang bermekaran.


Beberapa menit berlalu terlihat ombek besar di atas permukaan air tepat ditengah kolam membuat Abi waspada.


Tidak berselang lama seorang wanita yang begitu cantik bahkan sepuluh kali lipat dari kecantikan yang di miliki putri Arum muncul di permukaan air ia memberi senyum untuk Abi.


"Kemarilah Ka." panggil Dewi dengan isyarat tangan.



"Kau Si-siapa?" tanya Abi tergagap


"Aku adikmu ayo kesini akan kuceritakan apa yang tidak kamu tau Ka." Sahut Dewi sembil melihat Abi.


"Abi misih sulit untuk percaya baginya adiknya itu tidak mungkin secantik bidadari kayangan. Pasti ini mimpi. Wanita ini menipuku." batin Abi.


"Kaka percaya padaku aku Dewi teratai emas. Inilah wajahku, inilah diriku yang sebenernya lima ratus tahun yang lalu." ungkapnya sambil berjalan menepi lalu duduk di tepi kolam jaraknya begitu dekat Abi.


Kaka aku tidak berbohong padamu Ka, kau tau hidupku disini untuk yang kedua kalinya, beruntungnya aku diberikan kelebihan mengubah bentukku seperti lima ratus tahun lalu, wajah ini wajah yang sama namun darah dari keturunan yang berbeda. Jelasnya sambil memainkan air menggunakan kakinya.


Sulit bagiku percaya padamu ujar Abi.


"Terserah Kaka itu hak Kaka tapi terimalah kenyataan bila adikmu ini sebenarnya jauh lebih tua darimu dikehidupan sebum ya itulah mengapa caraku berpikir tidak sama dengan kecil sebaya dengan Aku."


"Nah ini untuk Kaka bila Kaka memakan satu kelopak teratai itu maka Kaka akan bisa bernapas di dalam air." sambil menyerahkan satu bunga teratai untuk Abi.


"Ayo menyelam bersamaku ka." ajak Dewi menarik Abi masuk kedalam kolam.

__ADS_1


Abi tidak dapat menghiadar al hasil ia kini berada didalam kolam untung saja ponsel dan buku ia petakan kursi tempat ia duduk Sebelumnya.


__ADS_2