Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
menolong


__ADS_3

Saat ini Abi sedang sibuk membatu ibunya membuat kue setiap hari pesanan kue selalu ada untuk itulah saat ini Risa sudah memiliki dua karyawan bernama Laura dan Sinta.


teringat kembali bagaimana Sinta Olivia sandra menjadi karwaan di sana yang tak pernah di pikirkannya sebelumnya.


flasback on


Sinta duduk di apertement miliknya memandangi kedua tangannya yang sudah banyak membunuh orang.


"apa orang sepertiku masih pantas untuk hidup." gumamnya


"aku tak menyangka bos besar tidak mengizinkanku berheti seperti sekarang ini." batinya


Aku harus kabur dari sini, aku tidak mau selamanya bekerja menjadi tangan kanan mafia itu. lagi pula dendamku sudah terbalas. jika terus bersama mereka hanya akan membuat tanganku ini membunuh banyak nyawa gumamnya beranjak dari tempatnya duduk.


Sinta mengambil dompet, dan ponsel miliknya memasukan ke dalam tas kecilnya lalu pergi dari apertement sewaannya.


meski malam itu tampak mendung Sinta tetep tidak mengurungkan niatnya untuk pergi dari sana. ia sudah bertekat untuk mengubah hidupnya ia benar-benar tidak mau selamanya menjadi mafia meski ia di bayar mahal untuk itu. hidupnya tidak pernah merasa tenang.


malam ia pergi menuju stasiun kereta menuju jogyakarta tanpa Sinta sandari seseorang terus memperhatikan dan mengikutinya kemapun ia pergi.


kurang lebih dua jam menempuh perjalanan yang begitu melelahkan akhirnya tiba juga Sinta di jogyakarta. Sinta keluar dari kereta sambil menghirup udara bebesnya dari salah satu anggota mafia dalam hati ia berharap bisa kembali menjalani hidup normal.


Saat ingin memasuki taksi seorang laki-laki menghentikannya.


"Sinta!!" panggilnya.


"mau kemana kamu Sinta bos memintamu untuk segera kembali ada tugas untukmu." Perintah Leo.


"maaf Leo aku tidak bisa kembali lagi, aku ingin memulai kehidupan baru di sini." sahut Sinta.


"tidak bisa Sinta kau tau bos begitu menyukaimu, berkerjalah untuknya" segut Leo tegas.


"sudah ku katakan aku tidak mau." ucap Sinta tersegut segut.


"aku tetep akan memaksamu jika kau tak menurut." bentak Leo dengan tatapan mata tajam.

__ADS_1


Sinta segara berlari cepat meninggalkan Leo.


Leo yang melihat Sinta berlari tak tinggal diam ia mengejarnya.


Tak terduga Abi dan Make yang saat itu berada di sana memperhatikan dari tadi.


Abi yang kala itu berumur 9 tahun kabur dari rumah sebab terusik oleh Ayah kandungnya setiap hari meregek memintanya tinggal bersama. untuk menghidari sang Ayah Abi pergi dari rumah. tak di sangaka ia bertemu dengan Mike seorang mantan anggota tentara jago bela diri. Abi di ajari berbagai jurus bela diri oleh Make enstingnya berkata jika kelak Abi akan menjadi orang yang hebat untuk itulah Make dengan suka rela mengajari Abi dari bela diri sampai cara mengunakan senjata ia ajarkan pada Abi. Make berharap suatu hari akan berguna untuk Abi melindungi dirinya dan kekuarganya.


Sinta terus berlari menghidari kejearan Leo mencari tempat luas untuknya bertarung tanpa ia tau Leo membawa belati.


Abi dan Make saling padang lalu menganguk mereka mengikuti kemana dua orang itu pergi sampai pada lapangan yang luas Sinta berhenti berlari ia mengambil posisi kuda-kuda siap menyerang. melihat itu Leo tersenyum masam.


sebaiknya kau bergi Leo jangan ganggu aku, ilmu bela dirimu jauh dibawahku kau tak akan mampu melawanku ucap Sinta mengingatkan.


"haaaaahaaaaa, sombong sekali kau rupanya" sergah Leo


"aku hanya mengingatmu saja sebelum kau menyesalinya." sahut Sinta bersiap menyerang.


pertarungan keduanya tak ter-elakkan lagi mereka saling pukul dan tangkis satu sama lain sampai tiba saatnya Leo tekena hantaman di keplanya membuatnya limbung dan terjatuh tak meu nyia-nyiakan kesempatan Sinta segera menendang Leo sebelum ia bangkit.


Leo mengangguk dan membiarkan Sinta pergi sambil berkata maaf.


Sinta berjalan menjauh dari Leo tanpa curiga sedikitpun hingga sebuah belati mengores bahunya membuatnya berbalik dan menatap tajam pada Leo.


Leo dengan Licik melempar belati pada Sinta. Abi dengan cepat berlari dan menambarak Sinta hingga terjatuh dan belati itu hanya sempat mengores sedikit bahu kanannya.


Pada saat bersamaan empat orang teman dari Leo datang membatu menangkap kembali Sinta dan berharap dapat membawa kembali pada tuannya.


Sinta yang sudah memiliki tekad bulat untuk berubah memilih melawan dibantu oleh Abi dan juga Make pada ahirnya memereka memenagkan pertarungan itu. Abi mengajak Sinta ikut dengannya bekerja di toko sang Bunda.


Sinta merasa yang maha kuasa memberikan jalan untuknya hingga tanpa ragu ia menerima tawaran Abi untuk bekerja di Toko roti hingga saat ini.


flasback of.


"Abi." panggil Risa sambil berjalan mendakati sang putra yang sedang membaut kue berbebtuk buah-buahan

__ADS_1


"ya Bunda." sahut sang puntra.


"kita dapat pesanan keluar kota mereka meminta kue brownis kukus berbentuk buah jeruk, apel, wortel dan kentang." ucap Risa.


"berapa banyak?" tanya Abi.


"500 biji nak." sahut Risa.


"baiklah kita buat 510." ucap Abi sambil tersenyum.


"mbak Sinta dan Mbak Laura bantu Abi memeriksa bahan- bahan yang diperlukan dan tolong di catat nanti kita bertinga akan membelinya." perintah Abi.


"Siap." ucap keduanya hampir bersamaan.


"kamu memang hebat Abi baru saja di posting kue buatanmu hari ini sudah di pesan." puji Laura sambil mengambil buku dan polpen.


"heeee Alhamdullah mbak jika respon dari masyarakat bagus Abi senang dan Mbak Sinta sama Mbak Laura pasti akan kebagian bonus juga nanti." ucapnya seraya tertawa kecil.


"Oh iya, tadi Abi sudah pesan makanan mongkin sebentar lagi datang nanti kita makan bersama dulu sebelum pergi membeli bahan." ucap Abi.


"Abi cucu oma yang paling tampan lihat oma membawa makanan kesuakanmu." ucap Umi antusias.


"Oma kapan datang kok gak kasih tau Abi mau bawa makanan Abi tadi udah pesan makanan." sahut Abi.


"kami bosan makan berdua di rumah jadi kami masak banyak dan berniat makan bersama di toko." sahut Ratih menimpali.


"Asyik makan besar ini namanya." Celetok Sinta sambil melihat kembali stok bahan-bahan untuk membuat roti.


" tutup aja tokonya semantara kita makan di lantai atas bersama ayo kita siapkan" ajak Umi.


Risa datang membawa katung pelastik berisi makanan pesanan Abi secara olane.


melihat itu Abi yang mencuci tangannya segera menghapiri dan berkata.


"Bunda, Oma dan Grandma juga bawa makanan kemari kita makan bersama di atas yuk Bunda, Tokonya di tutup saja sementara." tukas Abi

__ADS_1


"Risa menatap sang putra lalu membarikan makanan yang bawa pada Abi." lantas berlalu untuk menutup toko


__ADS_2