Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Wajah iblis


__ADS_3

Malam kian larut dua orang yang saling tatap penuh kebencian.


Dewi teratai sudah berkali-kali terkena serangan putri Arum namun ia tetaplah tidak musnah putri Arum yang marah mengubah bentuknya menjadi manusia setangah iblis tanduk merah berada di kepalanya.


"Tidak ada yang bisa selamat saat sang ratu iblis neraka mengamuk....!!" seru Marcella menyeringai, sedangkan wajah putri Arum sudah berubah merah dengan lidah menjulur juga berwarna merah.


"Tentu saja hal itu hanya berlaku bagi manusia rendahan seperti kalian bukan untukku yang seorang Dewi." sahut Dewi teratai santai.


"Sudahlah terima saja nasibmu yang sebentar lagi akan hancur dan menyatu dengan larva panas di dalam lemah ini." kata Willim tersenyum mengejek.


Sedang makhluk-makhluk iblis neraka tertawa di ikuti sang Naga hitam yang juga berseru.


"Ratu cepatlah kami tidak sabar menunggu pertunjukan yang ingin ratu persembahkan...!!"


"Ternyata anak itu tidak berhasil menarik semua kekuatan milik Arum, namun aku cukup senang kerena kesaktian musuh berkurang, mungkin kesaktian wanita itu tidak cukup kuat mengendalikan tongkat milik sang Dewi kayangan." bitin Dewi teratai Dewasa.


"Arum wajahmu begitu begerikan lihatlah ini." teriak Dewi teratai sambil melempar sebuah cermin berukuran besar cermin itu berhenti tepat di hadapan Putri Arum berdiri dan secara langsung putri arum dapat melihat wajahnya sediri.


"Bagaimana kau jauh di bawahku." ejek Dewi tersenyum mengejek.


Mendengar itu Marcella dan Willim tarbang dan ingin menyerang Dewi teratai,Namun belum sempat menyentuh sehelai rambut milik Dewi teratai dua batang teratai sudah melilit keduanya tanpa memberi kesempatan untuk menyekiti kulit mulus Dewi teratai .


Putri Arum masih saja menetap pantulan dirinya di dalam cermin seperti orang bodoh bahkan ia terlihat memukul wajahnya sendiri tidak menerima wajahnya yang jelek. Kesempatan itu tidak di sia-siakan oleh Dewi teratai sambil tersenyum licik ia meyerang bala tentara Milik putri Arum hanya dengan gerak kan tangannya saja semua musnah termasuk naga hitam kecuali Marcella dan William yang sengaja di sisakan oleh Dewi teratai.


Marcella dan Willim yang menyaksikan menelan ludah dangan susah, andai hanya mendengar sebuah cerita pasti mereka tidak akan percaya.


"Cermin ini pasati berbohong...!!" teriak histeris Putri Arum.


"Ha...hah...haha....hhaaha....."

__ADS_1


"Arum Arum, sudah jelas itu adalah kamu, sekarang kamu jauh lebih jelak dari saat pertama kita bertemu dulu, Ah jangan-jangan tidak hanya wajahmu yang berubah tapi juga kesaktianmu yang bertambah? kau pasti jauh lebih kuat dari dulu bukan? maka tidak perlu lagi pion bagimu untuk melenyapkan Aku." ucap Dewi teratai sambil tersenyum tipis.


Mendengarkan pujian sekaligus hinaan dari musuh wajah putri Arum berubah ekspresi yang tidak terbaca


"So santai mbak bro." ejek Dewi terkekeh.


Prag..........!!!


Cermin di depan putri Arum pecah di tendang olehnya.


Aura penindasan seketika menguar dari sukma putri Arum.


Mendapati itu Dewi teratai tetap tenang ia tidak panik sama sekali wajahnya pun terlihat tanpa Ekspresi. Pertanda sang ratu teratai itu tidak terpengaruh sama sekali dengan keadaan sekitarnya. Sementara di sisi lain Marcella dan William yang hanya Jin qorin lenyap terbakar.


"Kasihan sekali kamu Arum, Lihatlah dua abdi kepercayaanmu lenyap karena Aura penindasan milikmu. Aku heran denganmu kau itu bodoh atau apa? memilih orang seperti mereka menjadi tangan kanan sungguh sebuah keputusan yang salah dan memelukan." Tukas sang Ratu teratai itu sambil mencibir.


"Hanya dalam sekali kedipan mata saja mereka lenyap bagai angin tanpa bekas dan itu hanya karena Aura penindasan sang pemimpin Lucu sekali"


"Tutup mulut busukmu." bentak Putri Arum ia kemudian menyerang Sang Ratu tertai dengan kesaktian yang di miliki olehnya, namum Dewi tidak mau membelas sama sekali hal itu membuat putri Arum jengkel karena tidak di ledeni oleh Dewi.


Serangan demi serangan tarus di tangkis dengan mudah oleh dewi teratai sesekali ia mencibir dan mengejek ke arah putri Arum.


"Wanita ****** kenapa kau tidak musah hah...!!!" teriak putri Arum dengan wajah merah padam jelas sang pemilik wajah sedang berusaha menahan amarah yang yang besar.


"Tentu saja tidak bisa Arum kau iblis setengah manusia sedang Aku adalah seorang Dewi ratu dari semua teratai."


"Kau tidak lupa bukan sehari selebulum sahabat kecil sekaligus dayang setiaku meracuniku aku telah menerobos leval surgawi tingkat tertinggi dan sebelum aku menerobos tingkat Abadi kau bekerjasama dengannya meracuni aku, bodohnya aku tidak waspada dengan sekelilingku." tutur Dewi teratai jelas di wajahnya terlihat nenyesal.


"HAhahahahaha kau mengataiku bodoh padahal kau sendiri jauh lebih bodoh dariku." teriak Putri Arum. "Maling teriak maling." sambungnya.

__ADS_1


"Tidak masalah bagiku semua menjadi pelajaran untukku dan dikehidupanku yang kedua aku tidak akan lagi lengah." sahut Dewi teratai.


"Hidup yang kedua? apa aku tidak salah dengar...!! kau itu hanya menumpang hidup di raga seorang anak kecil dan itupun berbatas waktu." Putri Arum berkata sambil melakukan penyerangan.


"Oh iya kamu benar, aku hanya roh tanpa raga sama seperti kamu saat ini Arum kamu tidak akan bisa melenyapkan aku tanpa ragamu Arum sadarilah itu...!! Apa kau ingin sama sepertiku Arum? tidak memiliki raga biar kau menjadi penunggu lembah kamtatian ini." tawar Dewi menyerigai penuh makna.


"Putri Arum tersadar ia sudah lama meninggalkan raganya. Aku harus kembali secepatnya sebelum wanita ini mengurung sukmaku dilembah ini." batin Putri Arum


"Pergilah aku tidak akan menahanmu anggap saja aku sedang bermurah hati padamu." usir Dewi teratai.


Putri Arum mengerutkan kening penuh tanya.


"Terimalah hadiah kecil yang menantimu." tukas Dewi teratai ia kemudian membuka portal gaib(semacam pintu kemana saja) lalu tertang mesuk kedalamnya.


"Hadiah apa maksudnya?" kemudian menghilang.


Dewi muncul di markas milik Abi ia melayang mencari raga Dewi teratai kecil hingga sampai di sebuah kamar yang terlihat raga Dewi teratai kecil sedang terbaring di atas kasur.


"Dimana Dewi teratai kecil? Aku sudah memerintah masuk ke raganya dan membatu kakanya kenapa ia tidak melakukannya." cicit Dewi teratai Dewasa atau lebih dikenal dengan Ratu bunga teratai.


Ia ingin masuk kedalam raga Dewi teratai kecil namun tiba-tiba saja tangannya di cekal oleh seseorang. Ratu teratai berbalik dan mendapati Dewi teratai kecil sedang menetapnya sambil mengelingkan kepalanya.


Dengan kening berkerut ia ingin membuka suara namun Dewi teratai kecil lebih dulu berucap.


"


Cari dan temukan sukama dua orang itu." tunjuk Dewi ke arah Ustadz Akbar dan Yusuf yang sudah di pindahkan ke kamar tempat raganya berada.


Ratu teratai mengangguk lalu melanyang keluar rumah.

__ADS_1


(disini saya maunjelasin lima ratus tahun yang lalu Dewi teratai adalah seorang dewi bunga teratai tak hanya seorang Dewi tertai saja ia juga seorang Ratu bunga ialah yang menjadi pemimpin para Dewi di Nengrinya)


__ADS_2