
Begitu sampai di tepi kolam Mars membawa botol berisi air yang di beri Larasati ia memerintahkan Devan segera menyiram dan berdoa terlebih dahulu sesuai pesan Larasati tidak lupa baju dan sendal yang di dapat oleh di kolam ikut disiram di samping sukama Amaira.
Devan menuruti tanpa membantah ia juga penasan apa yang akan terjadi saat air itu di siram nanti.
Usai di siram benda dan sukma Amaira menjadi transferan setalah itu menghilangkan tanpa bekas.
"APA INI -" pekik Devan terpotong oleh ucapn Baiyura.
"Sukmanya kembali kedalam taganya ia baik-baik saja." jelas Baiyura.
"Sukma....?"
"Iya Dev yang kamu lihat adalah sukmanya sedangkan raganya ada di rumahnya saat ini tertidur." jawab Mars memberi penjelasan.
"Pulanlah jika kamu begitu khawatir padanya." ucap Mars.
Di tempat berbeda.
Putri Arum sedang mentap tajam pada para Abdinya.
Beberapa menit yang lalu Putri Arum membuka mata dan dinkejutkan dengan si gadis buta yang sudah tidak bernyawa tergeletak di sampingnya busur panah yang patah dan sebuah batu merah beberapa waktu yang lalu di berinya untuk gadis tersebut juga berada di hadapannya.
Putri Arum segera menghancurkan kubah gaibnya ia mengumpulkan beberapa orang abdinya lantas bertanya bagaimana sang gadis buta bisa tewas.
Para abdinya semua diam membisu tidak ada yang tau Kenapa gadis tersebut meninggal.
"Ampun yang junjungan kami tidak tau apa penyebabnya." sahut seorang abdinya menunduk takut.
"Apa yang kelian kerjaan saat aku tidak disini?" tanya putri Arum dengan nada ketus.
"Sesuai perintah kami berjaga-jaga." sahut abdi yang lain.
"Setelah ratu meninggalkan raga ada penyusup yang masuk kami segera melawannya." lapor Nara siluman ular hitam.
"PENYUSUP...?" sambil melihat para Abdinya yang tidak berani menatapnya.
"Iya ratu salah ratu seorang lelaki paruh baya." jawab Nara.
"Dimana penyusup itu sekarang? aku yakin kalian berhasil mengalahkannya."
"Kami sudah hampir mengelahkan mereka,Namun tiba-tiba muncul seseorang dan dengan kesaktiannya membuat kami membeku di tempat kemudian membawa dua orang penyusup kabur." jelas Nara sambil mengerakan ekornya.
"Bedebah melawan dua orang saja kalian kalah." marah Putri Arum dengan wajah iblisnya.
"Ampuni kami ratu kami terlalu labat meremehkan musuh." Ucap seorang Abdi putri .
"Ya itulah keselahan kalian. Bukankah aku sudah memperingatkan pada kalian sekarang terima hukuman kalian tukas putri Arum ia segera mengeluarkan api banaspatinya membuat lima orang." abadinya tewas sekatika terbakar oleh Api banaspati.
__ADS_1
Nara membuat perisai gaib untuk melindungi dirinya dari Api tersebut.
Putri Arum melihat sekilas lalu mengibaskan tangannya untuk mengendalikan api Banaspati miliknya.
Dummmmmmmmm
Ahhhhkkkkkkkkkkkkk......!!!
Suara ledakan dan teriakan menggema Api Banaspati itu di arahkan pada abdinya yang lain.
Nara segera menghilangkan tidak ingin mendepat amukan sang Ratu yang murka.
Putri Arum berjalan ia berjungkuk memeriksa luka Si gadis buta.
"Apa gadis ini melindungiku dan melawan sendri para penyusup itu, tapi bukakah kata Nara dua penyusup itu di tolong dan di bawa kabur" batin Putri Arum
"Gadis ini biasa menjagaku dengan caranya sendiri tanpa di ketahui dan datang di waktu yang tepat saat di butuhkan, tidak salah lagi pasti gadis ini melawan penyusup dan penolongnya itu namun sayang ia gagal dan berakhir kehilangan nyawa." monalog Putri Arum.
"Baiklah gadis buta sebagai imbalannya aku akan memberikan kamu hidup sekali lagi." cicit putri Arum.
"Kucing Neraka bangun dan keluarlah." panggil Putri Arum.
Dalam sekejap seekor kucing hitam dengan mata merah muncul sambil mengeong
"Katakan...!!" ucapnya.
Tanpa menjewab kucing iblis Neraka menjelankan perintah.
Kedua mata kucing itu menyala ia mentap ke Arah si gadis buta yang terbujur kaku. ia kemudian melompatinya.
Dan tiba-tiba saja.....
Sebuah cahaya berwarna merah menyala menyinari tubuh si gadis buta detik berikutnya wanita itu mengerakan tangannya lalu matanya terbuka kedua matanya.
Putri Arum tersenyum puas melihat kerja kucing iblis miliknya.
Tanpa mengucapkan sepetah katapun kucing hitam iblis itu menghilang.
Si gadis buta duduk dengan tatapan kosong luka dalamnya sembuh seketika.
Gadis buta Aku akan memberimu Nama mulai sekarang namamu adalah MauZa matamu pasti sudah lagi tidak buta sekarang kucing pemberian raja iblis itu memang istimewa gumam putri Arum.
Mauza hanya diam tatapannya kosong kedepan.
Aku akan menjadikan kamu orang kepercayaanku mulai sekarang ucap putri Arum.
Mauza tersenyum seperti sebuah seringaian terlihat menakutkan.
__ADS_1
Tanpa di ketahui oleh Putri Arum gadis buta itu bukanlah orang yang sama seorang iblis jahat bersemayam di dalam raganya.
Mauza pergilah besok sebelum matahari terbit kita harus bersiap kembali, ucap Putri Arum.
Wanita yang di panggil Mauza mangguk lantas bergegas pergi.
Putri Arum mengusap kasar wajahnya sembari membuang napas kasar.
Akun harus meneyerap dendam para arwah penesaran itu untuk menambah kekuatanku batin putri Arum seraya duduk bersemedi.
Mulutnya kumat kamit membaca mantra, namum bukannya mampu menyerap ia jutru kehilangan tenaga.
"Sial kenapa-kenapa dengan kesaktianku kenapa tidak mampu melakukannya." geruntu Putri Arum.
"Apa ini ada hubungan dengan para penyusup itu....? Kurang ajar, Aku pasti akan membaut mereka membayarnya besok." pekik putri Arum marah.
Berani kalian bermain-main dengan ku akan ku buat kalian menyesal.
"Kifir bila kamu mendegar ku maka lakukan saat ini habisi keluarga mereka semua...!!" perintah Arum melamui telepati
"Raja Iblis kau pasti bisa menolong aku."gumam putri Arum.
Putri Arum segera membaca mantra untuk memanggil sang raja Iblis.
"Apa yang kau inginkan Arum....? Kenapa memanggilku...?" tanya sebuah suara tanpa wujud.
"Aku ingin kamu membantu aku, kemarilah akan ku katakan keinginanku...!!!"seru putri Arum.
"Katakan saja aku tidak..? punya banyak waktu seru Raja iblis suara terdengar jauh
"Bantu aku memiliki kesaktian yang bisa menundukan dan membakar musuh-musuhku." minta putri Arum.
"Kenapa...? bukankah kau sudah kuat?" Ejek Raja iblis sambil tertawa.
Musuhku sepertinya segeja membuat hutan ini menolak di serap energinya olehku sebeliknya kesaktian terserap tanpa aku sadari jelas putri Arum.
"Bodoh, apa imbalan yang kau berikan bila aku membantu mu?"
Aku akan memberimu keturunanku yang akan membatumu memperbanyak pengikutmu tandas putri Arum tanpa pikir panjang.
Cukup menarik tapi sayangnya aku tidak terlalu tetarik sahut Raja Jin.
Apa yang inginkan? tanya putri Arum.
"Aku ingin kau melahirkan empatpuluh orang anak iblis dalam waktu empatpuluh hari." sahut Raja jin.
"Bila kamu setuju maka tidak hanya kesaktian yang kuat kamu dapatkan tapi juga wajah cantikmu akan berkali-kali lebih cantik dari sebelumnya." tandas Raja ibis.
__ADS_1
Mendengar tawaran yang mengiurkan putri Arum segera menyetujui tanpa tau risiko yang akan ia tanggung.