
Mata Willem menatap hewan berbulu hitam berpala manusia itu dengan rasa tak percaya meski tangan dan kakinya tak mampu bergerak namun dari pencaran katanya ia namapak takut.
"Siapa yang dikatakan Abi iblis matanya mengarah pada Marcella dan Mawar." batin Willem penasaran.
siluman berbulu hitam, dangan mulut bertaring panjang, serta tanduk dikepalanya berubah menjadi asap hitam saat Abi ingin menyerangnya. Asap hitam itu masuk kedalam tubuh Willem.
"Serang anak itu bersama Marcella." perintah Putri Arum Melalui telepati yang didengar jelas oleh telinga Willem dan juga Marcella.
Keduanya saling pandang kemudian mengangukkan kepala.
"berhati-hatilah Nak." ujar pak Atok menyadari gelagat aneh Willem dan juga Marcella.
"Baik Mang terimaksih mengingatkanku." sahut Abi sambil terus waspada dengan pergerakam Willem serta Marcella.
Willem dan Marcella berjalan mendekati Abi sambil merapal mantara keduanya menyerang Abi dan dengan gesit Abi menghidari seragan keduanya.
merasa geram karna serangan tak mengenai badan Abi sedikitpun. Willem menyerangan dengan gerakan memutarkan badannya seperti berputar tetapi tangannya mengularkan cahaya merah menembakan serangan kesegala arah.
Marcella terkejut karna serangan Willem itu menganai dirinya hingga ia terpental kebelakang.
begitu pula Abi dan mang Atok keduanya tak mampu memberikan perlawan karna serangan membabi buta dari Willam.
"Nak kita menjauh saja ayo naik kepunggungku kita harus lari." ujar harimau putih dalam diri mang Atok mengaum keras.
Abi bagun perlahan sambil terus berusaha menahan serangan Willem yang datang bertubi-tubi.
Badan Abi tiba-tiba mengularkan cahaya emas membetuk perisai yang ternyata berasal dari naga emas dalam cincin ruagnya. sedangkan badan mang Atok juga mendapatkan tameng khusus dari parewangan miliknya.
Mang Atok berlari cepat dengan cara merangkak keluar dari Villa.
Putri Arum terbang mendekati marcella yang terluka dalam akibatan serangan siluman yang dipertihkan Putri Arum.
"Marcella begitu saja kau kalah, Apa kau tidak melatih ilmu hitam yang kau pelajari." tandas Putri Arum.
"Aku sedang tidak siap aku pikir Willem hanya menyerang Anak itu ternyata aku juga terkena imbasnya." lirih Marcella.
"jangan mencari alasan Marcella. aku tidak mau tau kau harus berlatih lebih giat untuk melindunggiku sampai tubuhku bisa telepas dari kutukan petapa itu." perintah Putri Arum tegas.
Marcella menelan ludah kasar.
__ADS_1
jangan hanya ingin cantik saja tapi ilmu tidak punya. Aku sudah mengabulkan permintaanmu selama bertahun-tahun wajah dan tubuh tetap awet muda karena Aku jadi aku harap kau tau balas budi Marcella tekan Putri Arum.
"Lakukan ritual untuk menyembuhkan luka dalam di tubuh Mawar." Perintah Putri Arum.
"keluar dari tubuhnya." Perintah Putri Arum untuk siluman didalam tubuh Willem.
Siluman itu keluar sesuai perintah detik berikutnya ia menghilang.
Devan ujar Willem yang melihat sang putra terkapar tak berdaya.
"Marcella kenapa kau diam saja cepat panggil ambulan kita harus membawa Devan kerumah sakit." pekik Willem.
Dengan menahan rasa nyeri didadanya Marcella bangkit berdiri untuk mengambil ponsel miliknya di dalam kamar.
"kau harus mendapakan timbal balik tidak peduli kau cucuku kau sudah menyakiti putraku." batin Willem mengeram.
Di sisi lain Abi dibawa oleh mang Atok kebalakang rumahnya disana ada gubuk kecil yang dikelilingi bambu.
Abi turun dari punggung Mang Atok. Abi mengucapkan terimaksih pada harimau putih yang merasuk dalam tubuh mang Atok.
Harimau itu mengangguk sambil tersenyum ia keluar dari dalam tubuh mang Atok.
"Tidak perlu heran kau bisa memanggilku." Aki maung ujarnya.
Mang Atok menyandarkan dirinya di dinding gubuk ia terlihat lemah dengan mata terpajam.
Ki Maong mengalirkan tenaga dalamnya melalui kedua tangannya yang tertempel di belakang Abi.
Abi menyemburkan darah berwarna hitam dari mulutnya cukup banyak.
"Maong sudah biar aku saja menyembuhkan cucuku tidak apa. simpan tenagamu untuk membantu Atok." telepati Raden Mas terdengar di telinga Abi dan Ki Maong.
Maong tersentak mendengar suara Raden Mas ia bahkan menitikan air mata terharu.
"Raden Mas dimana dirimu nampakkanlah lama sekali rasanya aku tidak berjumpa dengan dewa penolongku." ujar Ki Maog.
Angin segar menerpa wajah Abi ikuti sebuah banyang putih yang melitas begitu cepat di detik berikutnya sudah berdiri tegap Kakek buyut Abi Raden Mas orlando.
Ki Maong menyambut dengan senyum merekah.
__ADS_1
"Lama tidak berjumpa dengammu Raden Mas terahir aku mendengar kabar kau tewas di tangan Wanita pengikut iblis." ujar Ki Maong membuka obrolan.
Raden Mas tidak langsung menjam ia memberikan air minum yang sudah bercampur ramuan obat untuk Abi.
dengan cepat Abi menerima dan meminumnya hingga tandas.
"Istirahatlah Nak, tenagamu akan pulih kembali seperti sedia kala." perintah Raden Mas sambil terseyum menatap Abi.
"Maong, terimakasih atas bantuanmu untuk cucuku hari ini." kata Raden Mas.
"Wanita itulah yang harus dihadapi oleh cucuku ini Maong. ia berhasil mendapatkan pengikut yang mengabdi padanya hingga rohnya dapat keluar dengan bantuan jin serta iblis ia menepati raga Wanita bumi bernama Mawar." cerita Raden Mas.
"Aku pikir ia lenyap ditangamu hari itu." jawab Ki Maog.
"Tidak aku hanya bisa mengutuknya menjadi sebuah batu hitam." Ungkap Raden Mas mengenang kembali kejadian di massa silam.
"Maafkan Aku yang tidak bisa datang membantumu saat itu." cicit Ki Maong.
"tidak apa lupakanlah."
Raden Mas mendekati Atok memberikan sabu botol air bercampur obat untuk menyembuhkan luka dalamnya.
Mang Atok yang masih memejamkan matanya perlahan membuka matanya karna panggilan Ki Maong.
Terimakasih sahut Mang Atok sembari mengambil botol obat dari tangan Raden Mas.
Atok kita harus membatu Nak Abi untuk membasmi kekejaman iblis yang beruba wanita di muka bumi ini ujar Ki Mong menatap mata Mang Atok.
"Baiklah, aku siap.? sahut Mang atok sembari membuka tutup botol obat yang diberikan Raden Mas lantas meminumnya hingga tak tersisa.
"Istrhatlah untuk memulihkan tenagamu, jika sudah selesai kamu antarkan Abi pulang kerumahnya." perintah Ki maong.
Tanpa membaung Waktu mang Atok kembali bersandar di dinding gubuk sambil memejamkan kedua matanya hingha terlelep.
"Terimakasih sekali lagi atas kemurahan hatimu Ki Maong jika sudah tiba waktunya untuk berkumpul aku akan memenggilmu bersiaplah dalalam waktu dekat kita harus memberikan bekal untuk Abi dan juga Atok. jangan lupakan keluarganya yang lain bisa jadi mereka menjadi sasaran untuk membuat Atok dan Abi lengah." nasehat Raden Mas.
"Baiklah, Meski dengan rasa penasaran yang teramat sangat. bagaimana kau bisa selamat dari Putri Arum. melihatmu dalam keadaan sehat dan masih berdiri gagah membuatku merasa bahagia." ujar Ki Maong sembari tersenyum
"Aku harus pergi biarkan Abi dan Atok istirahat disini tempat ini cukup aman." pamit Raden Mas.
__ADS_1