Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
penjelasan


__ADS_3

Angin berhembus lembut melalui ventelasi dikamar Umi menerpa wajah Abi dan Kyai Ahmad yang yang mesih setia memejamkan matanya. Abi menyentuh tengan kyai Ahmad seketika sukmanya tertarik ketempat Kyai Ahmad berada.


Abi melihat sekeliling beberapa mahluk Menyerang Kyai Ahmad namun beliu tak takut sedikitpun.


Abi sengara berlari menolong Ktyai Ahmad mengunakam ilmu beladirinya tentu saja hal itu membuat mahluk berlu hitam yang menyerah Kyai menatap marah Abi.


mahluk itu mengeram, mata merahnya menyala, kuku-kuku panjangnya bersiap kencabik kulit Abi ia segera menerjang namun dengan gerakan cepat Abi menghidarinya.


kembali mahluk itu menyerang Abi membuka segera Auranya menekan semua Mahluk kiriman itu, bahkan ada yang bergetar dan memilih mundur. Tak mau kehilangan kesempatan Abi menggerakan kedua tangannya membentuk pusaran Air, menyedut semua mahluk berupa siluman kera yang dikirim dirumahnya, setelah pusaran Air itu menyedut semua habis kyai Ahmad menyerahkan sebuah botol meminta Abi memesukan semua mahluk yang ia sedut kedalam botol dengan cepat Abi melakukannya.


setelah botol di tutup Kyai Hasan membaca doa untuk memberi segel pada botol kaca itu.


sebelum kembali ke-raganya Kyai Ahmad membuat pagar gaib di rumah Umi salamah.


"Ayo Abi, kita kembali sebelum datang lagi para kawanan jin dan siluman yang kita tawan." ajak kyai Ahmad bergegas terbang mendahului Abi.


Abi mengikuti dari balakang menembus dinding kamar Umi dan masuk kembali keraganya.


Keduanya membuka mata mendapti Umi yang menatap kedua bergantian.


"Apa yang terjadi pa Kya, Abi?" tanya Umi.


"Salamah kamu harus labih waspada, pertajam pandanganmu jangan pernah meninggalkan ibadah, mereka tak hanya mengincar Cucumu Abi tetapi juga Yusuf, kamu dan juga anak- menantumu." nasehat Kyai Ahmad.


"Apakah semua itu bertujuan untuk melemahkan Cucuku?" tanya Umi salamah.


"Jika musibah datang bertubi-tubi mongkin Abi akan lengah disitulah mereka akan melumpuhkan Abi." jelas Kyai Ahmad.


"Kyai untuk memancing iblis itu muncul bagaimana jika kita memberikan serangan balik?" tanya Abi.


"Tunggu dulu Abi, kau belum terlalu kuat. kita harus membuat rencana. dimulai dengan mengumpulkan kelompok aliran Putih untuk itu kita semua harus bertemu Kekek buyutmu." ungkap Kyai Ahmad.


"Bagaimana keadaanmu salamah?" tanya Kyai Ahmad.

__ADS_1


"Aku jauh lebih baik energiku juga seakan bertambah." sahut Umi sambil tersenyum.


" Alhamdullah. Jika begitu kau harus memberikan penjelasan untuk Yusuf dan menentumu ceritakan semuanya. Abi harus mendapat restu dari orang tuanya. dengan Itu aku yakin perjalannannya akan dipermudahkan." tukas Kyai Ahmad sambil melirik Abi yang mengangguk setuju.


"Baiklah Kyai. Abi kamu minta Bibi memyiapkan makanann setelah akan kita berkumpul diruang Rahasia Milik kekekmu." Ujar Umi.


"Siap akan segera dilaksanakan." sahut Abi sambari memberi hormat lantas berbalik dan melangkah ala anak paskibra.


Kyai Ahmad pempersilahkan Umi untuk beristrahat sematara ia menemui Kyai Hasan dan Yusuf yang sedang mengobrol di ruang tamu.


Kyai Ahmad duduk di sofa di sambut dengan senyum oleh Kyai Hasan serta Yusuf.


"Bagaimana apa sudah beres ka?" tanya Kyai Hasan.


"Alhamdullah, akan tetapi kita tetap tidak boleh lengah." tukas Kyai Ahmad sambil menatap sekeliling.


"tentu saja Kak, bagaimana menurut kakak apa orang yang segaja membuat Umi sakit berkali-kali adalah orang juga berkali-kali mencalakai Marcello hingga ia tewas." ucap Kyai Hasan bertanya.


"Apa!! Ayah tewas karna disegaja oleh seseorang tanya!!!" Yusuf terkejut.


"Untuk memastikan itu kita berlu bantuan Mars ia begitu dekat dengan keluarga itu" sahut Kyai Ahmad menjawab pertayaan Kyai Hasan.


"Siapa orang yang Pa Kyai curigai?" tanya Abi mencela.


"Maaf Nak Abi kita harus memiliki bukti dulu saya tidak bisa menyebutkan namanya disini." sahut Kyai Hasan di angguki kyai Ahmad.


"Baiklah Abi mengerti, semoga secepatnya Om Mars bisa membatu kita jawab Abi." sambil tersenyum.


"Yusuf Apa kamu bisa bila diri?" tanya kayai Ahmad.


"saya hanya bisa tekwondo pa Kyai." jawab Yusuf.


"Abi berikan sedikit latihan beladiri untuk Ayahmu, suatu hari akan sangat berguna." minta Kyai Ahmad.

__ADS_1


"Siap pa kyai. tapi minggu depan Abi sudah pindah ke padepokan Ayah ibu sudah mengurus surat perpindahan Abi kepesantren." jelas Abi.


"Gunakanlah waktu yang sedikit itu sebaik mongkin." jawab Kyai Ahmad.


"Abi setelah ini kita harus ke toko milik ibumu, kita harus membersihan tempat itu segera, dua orang yang bekerja disana menjadi sasaran mereka pula." jelas Kyai Hasan.


"Baik Kyai, sepertinya makanan sudah siap ayo kita makan siang dulu." ajak Abi yang melihat Art rumah Umi berjalan mendekat ke ruang tamu.


"Maaf menganggu tuan, Makanan sudah siap." ucap Bi irah ramah tak lupa ia tersenyum pada tamu sang majikan.


"terimaksih bi kami akan segera kemeja makan tolong panggilkan Umi juga bi." minta Yusuf.


"Baik tuan." sahut Bi irah bergagas kekemar Umi salamah.


Di sisi Lain Marcella sedang mengobrol di ruang tamu bersama Willem.


"Willem kau harus segera bergerak Ibu dan anak itu harus kau habisi segera." ucap Marcella.


"Marcella istri dan anak Marcello itu sudah tiada mereka meledak bersama mobil yang ditumpangngi Marcello." jelas Willem.


"Kau tidak pecaya baiklah aku akan membuktikannya tunggu disini." ucap Marcella.


beberapa menit kemudian Marcella kembali membawa beberapa foto Yusuf umi salamah dan Marcello.


Ini, liatlah baik-baik foto itu, saat mobil meledak mereka membeli air minum, dan liat saat mereka berada di sebuah kereta Api keadaan mereka baik-baik saja masih mengunakan baju yang sama, dan ini foto mereka berada disebuah desa untuk bersembunyi.


"Kau bagaimana basa mendapatkan foto ini siapa kau sebenarnya Marcella?" tanya Willem sambari menatap mata sang istri


"Hahahhhahahhaha, kau ingin tau baiklah sudah waktunya kau tau." Sahut Marcella sambil tertawa


Marcella mengambil sebuah topeng karet dari balik baju lalu mengunakannnya melepas ikar rambutnya hingga terlihatlah rambut bergelombangnya mengembang dan wajahnya menjadi wajah seorang nenek tua.


"Kau masih ingat denganku Willem Orlando?" tanya Marcella dengan suara seperti seorang nenek.

__ADS_1


"Kau Dukun itu." sentak Willem sambari menunjuk wajah Marcella ia menelan silvanya dengan susah panyah sambil mengelelingkan kepala menatap tak percaya


"hahahahahahaah, Aku meminta seseorang mengikutimu, mengawasimu, awalnya aku hanya berniat mengancammu jika kau tidak mampu melunasi bayaranmu. tapi setelah tau kau memiliki keperibadian ganda aku menjadi tertarik, sampai Ahirnya aku tau kau anak orang yang kaya saat itulah aku memutuskan untuk mengenalmu lebih dekat. Cerita marcella sambil mengingat massa lalunya.


__ADS_2