Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Istirahat


__ADS_3

Dalam batinnya tidak berhenti Abi bertanya siapa sosok misterius memberikan bisikan gaib padanya.


Semua kala jengking menyerang secara bersamaan ke arah Yusuf dan Abi yang terus menangis dan menghidari. sedangkan kyai Hasan dan kyai Ahmad menghadapi ratusan lebih arwah penuh dendam yang terus menyerang tanpa henti atas perintah putri Arum.


"Astagfirullah sungguh merepotkan menghadapi mereka karena banyaknya jumlah mereka membuat aku kewalahan membaca ayat suci serta menangkis serangan dari mereka secara persamaan fokusku terganggu." gumam Kyai Hasan.


"Pintar juga putri Arum dengan banyaknya jumlah mereka yang terus bertambah bila satu binasa, hal itu membuat kami kewalahan dan tidak dapat konsentrasi membaca ayat-ayat suci." Batin kyai Hasan.


hari sudah mulai gelap awan terlihat abu-abu dengan telepatinya Kyai Ahmad memerintah kyai Hasan untuk segera mengumandangkan adzan maghrib.


Dengan cepat kyai Hasan mengumandangkan Adzan sesuai perintah.


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (2x)


Asyhadu allaa illaaha illallaah. (2x)


Asyhadu anna Muhammadar rasuulullah. (2x)


Hayya 'alashshalaah (2x)


Hayya 'alalfalaah. (2x)


Allaahu Akbar, Allaahu Akbar (1x)


Laa ilaaha illallaah (1x)


Abi, Dewi, Yusuf, Zahra dan yang lain serempak mengucap Alhamdulillah karena sesuai perjanjian bila adzan berkumandang maka pertarungan di hentikan dan waktu istirahat mereka sudah tiba.


Abi mendekati Yusuf dengan sisa tenaga berjalan tertatih begitu pula Zahra mendekati ustadz Akbar.


Semua mahluk gaib, siluman, dan termasuk putri Arum menghilang tenpa jejek.


Dewi teratai emas berjalan menghampiri Devan yang kesusahan untuk berdiri luka-luka yang di alaminya cukup parah.


Dewi sebelumnya hanya mengawasi tidak ikut turun membantu saat pertarungan berlangsung ia masih kesal dengan Zahra yang tidak mau membari tahu bagaimana caranya agar Kekuatan supranatural miliknya dapat kembali dan tentunya bisa digunakan.

__ADS_1


Dewi sekar muncul bersama dua fatih kerajaannya mengajak ikut semua bersamanya agar bisa mengobati luka-luka yang mereka alami.


"Ikutlah ke istanaku! " ajaknya


"Kami akan mengobati luka-luka ini di markas kami saja." tolak putri Laras.


"Abi ibundamu ada di istanaku bersama sinta." ucap Dewi sekar memberi tau.


"Iya bunda dan ka Sinta lebih aman berada di sana tolong awasi dan rawatlah dengan baik sampai semua lukanya sembuh." minta Abi.


"Kami tidak mau terlalu merepotkanmu Dewi sekar." sela Dewi teratai yang berjalan menghampiri bersama Devan.


Devan sempat terkejut melihat wajah Dewi sekar yang terlihat mirip dengan Putri Arum. tutur kata ramah dan senyuman manisnya terlihat jauh berbeda dengan putri Arum yang selalu tersenyum sinis dan ucapan yang selelu merendahkan serta mengejeknya.


"Baiklah bila itu yang kalian mau maka aku akan mengantarkan kalian semua sampai ke markas dengan selamat berkumpullah lah." ujar Dewi Sekar.


Kyai Hasan serta kyai Ahmad ikut mendekati ki Abi begitu pula Zahra dan ustadz akbar hanya dalam hitungan detik saja Dewi Sekar membuat merika semua hilang dan muncul. Kembali di markas rahasia milik Abi.


Dewi sekar menghilang dari tempat tersebut ia ingin membatu pangeran wijaya kusuma dan Mars.


"Wijaya, Mars ayo istirahat dan obati luka-luka kalian!" seru Dewi sekar yang melihat Wijaya sedang memeriksa luka kakinya.


Mars barjalan menghampiri dan membatu Wijaya berdiri.


"Tidak kusangka ternyata aku cukup lemah menghadapi binatang siluman milik putri Arum." Ujar Wijaya sambil menyambut uluran tangan Mars.


Wijaya memanggil bintang-binatang hutan yang berada di bawah kepemimpinannya untuk ikut serta beristirahat.


"Dewi sekar antarkan kami ketempat Abi dan yang lain beristirahat." minta Mars.


"Tentu saja, dengan senang hati tuan muda." ujar Dewi sekar dengan senyum manisnya.


"Darah pengairan Diponegoro yang mengalir didalam dirimu membuat para siluman itu kesulitan melukaimu." hatin Dewi sekar menatap sekilas wajah Mars.


Semoga kau dan Abi cepat menyadari bahwa kekuatan supranatural kalian tidaklah menghilang hanya saja cara menggunakannya tidak lagi dengan mantra kono yang selama ini kalian gunakannya. Lanjutnya membatin.

__ADS_1


"Ratu." ujar salah seorang fatihnya memanggil melihat Dewi sekar melamun.


Dewi sekar tersentak. ia lantas segera mengibaskan selendang kuning di tangannya dalam sekejap mata pangeran wijaya dan Mars menghilang dari tempat di ikuti pula oleh binatang-binatang yang menjadi pengikutnya.


merasa tugasnya sudah selesai ia kembali ke istana miliknya di ikuti pula oleh fatihnya.


Dewi duduk di di sebuah kursi di ruang tamu dengan wujud anak kecil berumur Sekitar delapan tahun.


"Dewi bukankah kekuatanmu juga menghilang bagaimana kamu bisa merubah wujudmu?" tanya Larasati penasaran dan kini semua mata menatap Dewi ikut menantikan jawaban dari anak kecil itu.


"Haruskah aku menjawabnya?" ujar Dewi balik bertanya.


Abi dan juga laras mengangguk bersamaan.


"Kalian semua menatap aku seperti hakim menatap tersangka. Aku tidak mau menjawabnya karena aku juga tidak tau jawabannya." Dewi tertunduk sedih


" jangan bercanda Dewi kami serius bila kekuatan supranaturalmu tidak hilang tolong Kaka ambilan semua obat yang kuracik berada di cincin ruang milikku." tandas Abi serius.


"Kenapa tidak minta tolong pada Ka Zahra aku melihat sendiri beberapa kali ia mengunakan kekuatan supranaturalnya?" jawab Dewi sambil menatap Zahra dan ia bersorak dalam hati akhirnya ada juga kesempatannya bertanya ditengah banyak orang pada Zahra yang kemungkinan peluang terjawab pertanyaannya semakin banyak Bantinya.


Kini semua mata tertuju pada Zahra yang menatap Dewi yang tersenyum manis.


"Zahra tidak tau selama ini zahra hanya mengikuti kata hati Zahra bila hati Zahra memerintah berzikir maka zahra berzikir bila ia meminta zahra membaca surat pendek zahra lakukan begitu seterusnya." jelasnya.


Dewi masih belum puas mendengar penjelasan Zahra.


"Benerkah begitu? Bicara saja yang jujur." minta nya.


"Ya, aku tidak menyembunyikan apapun dari kalian semua, cobalah bersihkan pikiran pemikiran buruk, berfikirlah positif jangan sampai hati yang kita jaga ikut ternoda karena prasangka buruk. Terlebih lagi bila kita berburuk sangka pada sang pencipta. Ingatlah ia lebih tau mana yang baik dan tidak untuk kita, percalah apa yang kita alami saat ini akan menjadi pelajaran dan perjalanan yang berharga untuk kita akan ada pelangi menanti di ujung jalan kita." tukas Zahra sambil menatap langit langit-langit rumah.


Kyai Ahmad, kyai Hasan dan ustadz Akbar ternyum senang mendengar penjelasan Zahra terlebih lagi Ustadz Akbar sebagai Ayah ia begitu bangga pada sang putri yang dapat berpikir dewasa dalam menghadapi masalahnya.


"Abi ayo kita bersama sama membuka kembali kekuatan kalian yang terkunci di mulai dengan membersihkan diri kita masing-masing tentunya setelah mengobati luka kita masing-masing." Ajak Kyai Ahmad.


"Baiklah aku setuju untukmu Dewi cepat masuk kedalam kolam air milik kekek buyut." jawab Abi memerintah.

__ADS_1


"Tapi aku ingin bicara dengan kalian. Kita harus menyusun kembali strategi untuk melawan putri Arum." sahut Dewi menatap Semua orang.


" tubuh kita yang leleh perlu istirahat apalagi ada luka yang perlu kita obati nanti kita akan bicarakan lagi." tagas Abi tidak mau di bantah.


__ADS_2