
Abi tersenyum tak menjawab.
"ini Dek Nasgornya, biar di antar sama adik saya aja kesebelah."
"terimakasih Bang Berapa semuanya?"
"Tigapuluh ribu aja Dek." sahut Abang penjual.
"Ini Bang sisa buat Abag aja semoga jualannya laris manis.Saya minta Rela Bang jika ada salah, jangan masukin ke hati ucapan saya hanya bercanda." Lanjut Abi.
"Sama-sama Dek."
"Sok atoh makanan cepat dimakan nanti keburu dingin lagi."
"hehehe, iya Bang saya pamit kerombong sebelah." sambil berlalu dengan jaket ia menutup kepalanya setengah berlari melewati hujan.
Abi kembali duduk di kursi yang berada di depan mang Atok.
"Mang ayo di makan jangan cuma diliatin gak bakal kenyang." celetok Abi.
"Iya Den terimakasih, ini porsinya kebanyakan." ujar Mang Atok.
"Bentar Abi pinjam piring biar bisa dibagi." ujar Abi sembari bengkit dari kursinya menghapiri penjual ronde.
"Biar saya saja Den." sahut Mang atok tak enak hati.
Abi menghapiri ibu penjuan Ronde.
"Bu saya bisa pesan lagi rondenya 4 sama nasgor tenda punya Anak ibu 4 juga dibungkus semua Bu". ujar Abi.
iya akan saya buatkan pesanannya.
"oh iya saya pinjam satu piring kosong boleh?".
"Kia antarkan piring kosong ke meja Adek ini nak! bilang Abangmu nasgor empat di bungkus!." seru Ibu penjual Ronde.
"Iya Bu." sahut Kia anak penjual Ronde.
Abi segara kembali setelah membayar semua pesananya duduk menikmati nasgor di kursi depanM ang Atok.
__ADS_1
"Aduh Den, saya minta Maaf harusnya saya Yang melayani Den Abi." tukas Mang Atok tak enak hati.
"sudah Mang tidak perlu di pikirkan, jangan sungkan.Saya senang bisa melayani orang yang lebih tua." tukas Abi Ramah.
Anak ini masih muda tapi pintar sekali. mengerti cara menghormati dan melayani orang yang lebih tua. Ahlak dan budi pekertinya juga patut di acungkan jempol ibunya pasti wanita yang hebat. batin Mang Atok sambil memasukan nasgor kedalam mulutnya.
Berapa menit berlalu Mars sudah duduk di samping Abi sambil menikmati wedang jahe.
"Den Mars lama tidak bertemu semakin tampan saja!" sapa Mang Atok.
"Hehehe. Bisa saja Mang Atok, gimana kabar keluarga sehat semua?" tanya Mars.
"Alhamdullilah sehat semua Den." Sahut Mang Atok sambil tersenyum.
"Om Mars bener gak mau makan?" tanya Abi setelah sebelumnya sempat bertanya dan di jawab tidak oleh Mars.
"Om sudah makan Abi. jadi bagaimana ceritanya Devan dan Om Willem?".
Abi dan mang Atok menceritakan singkat dan pandat begaimana awal mula kesalahpahaman terjadi hingga berujung Abi dan Mang Atok terpaksa melakukan tindakan untuk melindunggi diri sendiri dan menyelamatkan Devan dari silumun yang menguasai tubuhnya.
"aku karena adaan Devan mengunci diri dari pembelajaran Agama membuatnya mudah di kuasai oleh jin,iblis,bahkan." siluman ujar Mars.
"Begini Katanya. Rayana kamu saya cari dari tadi taunya main disini. kalo mau jalan bilang sama suami. masalah Devan mau belajar kitab suci tak perlu kamu fikirkan toh besarnya nanti akan menjadi penerusku. yang perlu ia pelajari adalah bagaimana mengelola perusahan agar bisa berkembang lebih baik. Belajar itu sama ahlinya jangan sama orang yang tidak jelas lantar belakang pendidikannya. apalagi sama tukang kebun, yang ada Devan diajari cara menjaga rumah dan menjaga kebun hahahhahahha tawa Willem sambil mengendong Devan dan menarik Rayana memebawanya keluar dari rumah kecil milik saya." cerita Mang Atok.
"Maafkan ucapan kasar Kakek." Mang Atok minta Abi.
"semua sudah berlalu Den Abi saya dan kuluarga memaklumi serta sudah memafkan tak memikirkan itu." kata Mang Atok santai.
"Terimakasih Mang Atok jika nanti Mang Atok dalam masalah karena menolong Abi Mang atok bisa datang kerumah Abi, Isyaallah Abi akan memberikan pekerjaan." Ujar Abi.
"Mang Atok tak perlu menunggu di berhentikan jika hati tak nyaman apalagi pekerjaan jika pekerjaan tidak sesui gagih." celetok Mars ikut menimpali.
"terimakasih Den Abi, Den Mar. atas perhatiannya."
"Sama-sama Mang Atok ingat jangan sungkan ya." jawab Abi dan Mars.
"Oh Ya om Mars Abi mau minta tolong cari informasi lengkap dimana Tante Mawar sekarang keberadaan membahayaan Ayah berkali-kali mengirim guna-guna dan bahkahkan memerintah jin dan siluman untuk merasuki Ayah." Ujar Abi.
"Lalu setelah aku mendapatkan iformasi mau kamu apakan wanita itu? tanya Mars Binggung.
__ADS_1
"Akan Abi jauhkan dari Ayah. yang kedua adalah agar Wanita berhati iblis itu tidak bisa menjadikan raga mawar untuk kepentinggannya mencapai tujuan."
"kami berancana menculik dan membawa wanita itu menjauhi keluarga Devan." Ujar Mang Antok ikut berbicara.
"Tuan Abi manita bernama mawar itu dibawa kesebuah rumah jauh dari pusat kota oleh dua orang laki-laki suruhan Marcella." Telepati Rubah memberi informasi.
"Om Mars Tante Mawar berada jauh dari pusat kota yang diyakini adalah tempat tersembunyi milik Nenek Marcella." kata Abi sambil sesekali menyantap nasgor miliknya.
"Beri informasi lebih detil rubah!" kata Abi pada rubah putih.
"Rubah cat kuning gading bertingkat dua. Didepan rumahnya ada iar mancur dari pating wanita yang memengang sebuah tengkorak kepala dan kedi berisi air." Jelas Rubah melalui telepati
"Bagaimana dengan Ayahku?" tanya Abi.
"Ada dirumah sakit milik Willem." sahut Rubah.
"Om Mars bawa mobil. ayo kita segera menculik Tente Mawar malam ini juga." ajak Abi.
"Benar lebih cepat lebih baik selagi wanita itu dalam keadaan terluka raganya tak mongkin dirasuki oleh wanita iblis " sahut Mang Atok sambil menatap Abi dan Mars bergantian.
"kita harus menyusun rencana terlebih dahulu jangan gegabah untuk memastikan tingkat kebehasilannya." tutur Mars.
"kita pergi kelokasi terlebih dahulu nanti setelah melihat jelas ruamahnya Abi akan jelaskan tugas masing-masing." Jawab Abi santai.
"Hemmm ayo tidak perlu membuang waktu lagi." ajak Mars.
"Abi udah pesan makanan buat keluarga mang Antok dirumah. biar Abi minta tolong di antarkan saja via onlane." ujar Abi beranjak dari duduknya.
"Aduh Den Abi tidak perlu repot-repot." sahut Mang Atok dengan ekspresi wajah tak suka.
Abi berjalan ke menemui bapak penjual ronde selesai membayar Abi menyampaikan maksudnya nanti nasgor dan ronde yang ia pesan akan ia kirim melalui aplikasi onlane.
"Biar anak saya ajak yang antar Dek biasa kalau pelanggan saya pesan via telpon anak saya yang antar." ujar bapak penjual Ronde memberi penawaran.
"oh gitu pak. saya pinjam kertas dan polpen untuk menulis alamatnya saja." sahut Abi.
selesai dengan urusannya Abi menitipkam motor mang Antok pada penjual ronde.
"Ayo kita berangkat." ujar Abi bersemangat.
__ADS_1