Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
serangan Xia Hua


__ADS_3

Abi yang terkejut teplek mendorong gadis yang sedang menciumnya paksa.


Xia Hua terjatuh akibat dorongan kuat dari Abi wajahnya berubah merah tanpa kata ia segera pergi dari hadapan Abi.


Abi yang masih menetralkan degup jantungnya memilih memejamkan matanya.Perasaan campur aduk dirasakan olehnya.


air di dalam telaga bergelombang dengan sendirinya tanpa di sadari oleh Abi Maun Xia Hua entah apa penyebabnya.


Di luar Gua Xia Hua memukul beberapa kali bibirnya yang tanpa sopan merenggut ciuman seorang lelaki.


akal sehat dan hatinya nuraninya saling berteriak menyalah dan membenarkan tindakannya beberapa waktu yang lalu.


Apa dia marah padaku....? gumam pelan Xia Hua.


"tentu dia marah kau mengambil ciuman pertamanya." sahut hati kecilnya


"Aku sudah memberi peringatan sebelumnya jadi jangan salahkan tindakan ku." gumam Xia Hua tak mau disahkan.


Xia Hua kembali memakai cadarnya mengawasi sekitar goa itu. ia merasa sangat malu untuk bertemu Abi kembali kerana olehnya sendiri.


semetara Abi sudah mulai membuka kembali matanya pandangannya tertuju pada telaga tempat Xia Hua melakukan kultivasi sebelumnya.


Air di telaga itu kembali bergelombang melihat itu tentu saja Abi penasaran dan terkejut. Perlahan ia mendekati telaga itu melihat dengan seksama mencari penyebab dari adanya gelombang di telinga itu.


"Ah mungkin hanya ikan saja." pikirnya kala itu.


Abi melihat ke arah daging rusa yang tadi ia bakar tidak berkurang sedikitpun begitu pula buah-buahan nampak masih utuh semua, seketika sara kesalnya kembali menguap.


"gadis itu memilih kelaparan rupanya." batin Abi segera berjalan menuju pintu keluar goa.


sesampainya di depan goa Abi melihat Xia Hua sedang duduk di bawah pohon rindang yang berada di sampingnya Goa.


Mata Xia Hua terpejam dan ia tidak bergerak sama sekali.

__ADS_1


"bodoh mana bisa dia melakukan kultivasi dengan perut yang lapar." kata Abi seraya menghampiri Xia Hua.


"Kenapa kau bertindak sangat ceroboh Nona. makanlah segera kau tidak akan menerobos ke tingkat yang lebih tinggi dalam keadaan perut kosong." ujar Abi melihat Xia Hua yang masih tak bergeming.


"Apa pemuda ini benar-benar tau aku hanya berpura-pura." batin Xia Hua


"Aku tidak akan membantumu jika kau masih keras kepala lebih baik aku melanjutkan perjalananku disini hanya membuang waktu." ucap Abi datar ingin segera pergi dari tempat itu.


ucapan Abi berhasil membuat Xia Hua membuka matanya.


"tunggu aku akan makan." teriak Xia Hua berhasil menghentikan langkah Abi yang mulai berjalan menjauhi gua.


senyum simpul tersungging dibibir Abi namun hanya sebentar saja ia kembali bersikap biasa dan berjalan menuju gua di ikuti oleh Xia Hua yang berjalan sembari menunduk malu.


Keduanya makan dalam diam. Xia Hua begitu lahap entah kerana lapar atau enak Abi tidak tau yang pasti ia merasa cukup senang karena Xia Hua nampaknya suka dengan masakan yang ia buat.


begitu selesai makan Abi memerintah Xia Hua untuk duduk di atas batu yang ada di telaga dalam goa sementara ia mengawali dari jarak aman.


dalam waktu hitungan detik saja tubuh Xia Hua ikut membeku namun hal itu tidaklah berlangsung lama dari darah Xia Hua yang semula hampir berhenti mengalir secara pelan darah itu menjadi hangat dan kembali lagi melakukan tugasnya sebagaimana mestinya.


seiring waktu berjalan yu tubuh Xia Hua yang membeku perlahan mencair asap tipis mulai keluar dari dalam tubuhnya.


tentu saja semua itu tidak luput dari pengawasan Abi yang terus melihat setiap semua perubahan yang terjadi pada Xia Hua.


Air telaga yang membatu perlahan mencair dan menjadi air kembali.


melihat itu Abi tidak tinggal diam, dengan gerakan cepat ia melempar bola es yang entah kapan sudah berada ditangannya.


saat bola es itu kembali bersentuhan dengan Air di dalam danau saat itu pola air itu berubah dingin dan dalam sekejap mata berubah menjadi es.


mata Xia Hua terbuka saat merasakan suhu dingin yang begitu ekstrim wajahnya yang putih bersih kini berubah pucat dengan gerakan aneh tangannya membentuk sebuah segel yang terlihat rumit ajaibnya saat ia selesai membetuk pola segel itu saat itu pula sebuah ledakan terjadi di telaga tersebut.


Abi yang tidak pernah memikirkan hal itu terjadi tentu saja sangatlah terkejut. Namun sebuah kenyataan seakan membuatnya tersadar bahwa wanita di hadapannya saat ini tidak bisa di pandang sebelah mata.

__ADS_1


Mata Abi menatap bola mata hitam berkobar Api Milik Xia Hua lagi-lagi ia di kejutkan dengan kenyataan bahwa saat ini Xia Hua sedang dalam keadaan tidak sadar tubuhnya di ambil Alih oleh orang lain.


"wanita berkepribadian ganda." gumam Abi pelan.


saat sedang asyik melamun tiba-tiba Xia menyerang Abi. untuk saja saat itu Abi masih bisa menghindari jurus aneh yang di pakai Xia Hua menyerang Abi.


Abimanyu yang juga memiliki elemen Api tidak pernah tau Ada seni beladiri yang setiap jurusnya rumit dan mematikan.


sedetik saja Abi terlambat menghindar sudah bisa di pastikan dadanya terbakar oleh jurus Api yang digunakan Xia menyerangnya.


Sadar ada yang berada dengan Xia Hua Abi memasang tingkat kewaspadaan tinggi.


Xia Hua semakin beringas menyerang Abi gerakan dari setiap serangannya semakin cepat membuat Abi sedikit kewalahan namun ia masih mampu menghindari setiap serangan Xia Hua namun tidak punya waktu untuk membalasnya.


Anak muda sekarang gilaranmu jika kau mampu melukai aku dengan tiga jurus maka aku mengaku kalah ucap Mulut Xia Hua dengan suara seraknya


Abi yang sebelumnya sudah tau bagaimana nada suara Xia Hua saat berbicara dengannya segera tau bila yang saat ini di hadapan bukan Xia Hua melainkan tubuhnya yang di kuasai oleh orang lain.


Abi mengangguk setuju. tidak ingin membuang Kesempatan Abi segara menghilang dari tempatnya lalu muncul kembali tepat dibelakang Xia Hua hanya dalam hitungan detik saja ia sudah memukul punggung Xia Hua namun tidak melukai wanita itu.


tanga Abi yang tadi ia gunakan untuk merang Xia Hua seketika merah dengan sensasi rasa sakit seperti terpanggang.


Apa lagi yang di gunakan wanita itu bisa-bisa dia melukai Xia Hua batin Abi


lakukan lagi anak muda masih ada dua jurus lagi.


Abi berpikir keras bagaimana cara melukai wanita di hadapannya yang memakai tubuh Xia Hua itu.


Abi dengan cepat mengobati luka ditangannya begitu dirasa cukup baru ia melakukan serangan kedua.


Abi mengunakan elemen tanah dan angin secara bersamaan


Xia Hua nampaknya terkejut dengan apa yang di lakukan Abi ia segera meningkatkan kewaspadaannya.

__ADS_1


__ADS_2