Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Hinaan


__ADS_3

Tidak terasa tiga hari berlalu selama itu Zahra bulak balik ke rumah sakit ia sekarang menjaga ponakannya yang masih berusia lima tahun keadaan semakin membaik namun tidak dengan ibunya. Ibu dari anak tersebut kini keritis kembali setalah mengetahui sang suami tidak selamat begitu pula mertuanya.


Zahara yang awalnya begitu rapuh kembali bangkit demi sang ponakan dan kaka iparnya meski leleh namun ia tetap menjaga mereka di temani oleh Mawar.


Keadaan di pesantren semakin kacau, setiap hari pasti ada santriwati yang kesurupan. ada pula wabah penyakit yang menimpa para santri dan santriwati penyakit menular yang ciri-cirinya seperti penyakit cacar air. Kegiatan belajar mengejar disanapun terpaksa di hentikan sampai keadaan membaik.


Para tetua di pesantren setiap hari selalu mencari cara untuk mengatasi masalah di pondok tersebut. Namun sampai saat ini keadaan tak kunjung membaik.


Sementara di sisi lain Putri Arum sedang mendengarkan laporan dari jin Kifir.


"Kifir kau terus serang merek dengan berbagai cara karena untuk sementara waktu aku mau melakukan tapa tertutup tidak seorang boleh menemuiku sampai aku sendiri yang keluar." tutur Putri Arum.


"Baik Ratu perintah anda akan saja laksanakan sesuai keinginan anda." Sahut jin Kifir menunduk hormat kemudian berlalu pergi.


"Aku tidak habis pikir kenapa Jin rendahan seperti Kifir bisa keluar masuk hutan ini sesuaka hati sedak aku tidak bisa, apa kelebihan Jin itu." batin Putri Arum.


"Aku harus mencari tau mantra apa yang di baca oleh Jin rendahan itu nanti, saat ini yang terpenting menemui Raja Iblis." monalog Putri Arum sambil berlari menuju tempat untuk bertapa.


Tidak lupa ia berpendapat pada seluruh Abdinya untuk tidak mengganggunya apaan yang akan terjadi di hutan ini.


Putri Arum memilih sebuah batu besar menjadi tempatnya duduk bertapa.


Sebelum menutup mata ia merapikan rambutnya dan juga wajahnya betapa terkejutnya ia manakala melihat rupa dari wajah yang jauh dari kata cantik.


Wajah Arum berubah warna coklat lidahnya warna merah rambutnya kusut serta matanya yang berwarna merah bata. Prankkkkkk cermin yang ia pengang di banting olehnya.


Cermin itu pasti salah, wajahku tidak mungkin begitu. putri Arum menemukan cermin itu tergeletak begitu saja di tempat ingin melakukan tapa entah siapa yang meletakan cermin tersebut ia sendiri tidak tau.


Putri berusaha membaca mantra untuk mengubah wajahnya menjadi cantik namun semua sia-sia. Membuatnya marah.


"aku harus menemui raja Iblis secepatnya ia menjanjikan kecantikan untukku." Batin Putri Arum tersenyum miring.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu ia secepatnya menutup mata dan membaca mantra.


Awalnya ia berpikir harus tampil secantik mungkin guna menarik perhatian raja Jin, namun kini pikirannya berubah ia tidak peduli dengan itu semua yang terpenting baginya tidak melewatkan kesempatan yang di berikan raja Iblis itu.


Mengetahui putri Arum melakukan tapa untuk menemuinya raja iblis bangkit bari kursi kebesarannya ia berjalan masuk kedalam kamarnya dan melarang siapa pun menganggunya.


Dengan kesaktian yang di miliki raja Iblis ia mampu membawa putri Arum pergi dari ilusi ciptaan Dewi Sekar Arum dan berada di kamarnya saat ini.


"Bukalah matamu....." seru Raja iblis.


Putri Arum menurut tanpa bantahan. Pertama kali yang ia lihat adalah dinding kamar milik raja Jin. putri Arum menoleh dan melihat raja Jin sedang berdiri menatapnya datar.


"Menyedihkan Putri yang dulunya cantik dan kulit bersih putih sekarang jelek sekali." hina Raja iblis


"Kau bodoh Arum kesaktianmu di sedot oleh musuhmu." kata Raja iblis


Putri Arum terkejut mendengar ucapan raja Jin matanya sampai melotot tidak percaya.


"Aku kemari tidak ingin mendengar ucehanmu Raja Iblis, Aku ingin menjadi kuat dan cantik sesuai perjanjian." sahut Putri Arum.


"Aku tau Arum, aku hanya memberi taumu informasi." jawab Raja iblis santai.


"Kau tidak penasaran benda apa yang bisa menarik kesaktianmu Arum...?" tanya Raja Iblis .


Putri Arum melihat sekilas tanpa berniat menjawab meski ia sejujurnya penasaran tapi ia tidak mau obrolan ini berlangsung lama.


"Andai aku tidak butuh bantuannya aku tidak sudi berada di sini." batin Putri Arum.


"Kau menyesali keputusanmu Arum?"


"Tidak....!!"

__ADS_1


"Aku pun sama Arum andai aku tidak butuh rahimmu aku juga tidak sudi menolongmu." batin raja Iblis yang ternyata bisa mendengar isi hati Putri Arum.


"Bagus kau masih ingat perjanjiannya akan keberikan kau kecantikan dan kesaktian bila kamu bisa melahirkan keturunanku dalam waktu singkat." kata raja Iblis.


Ya tentu saja ku pastikan rahimku akan menampung anakmu meski lebih dari satu.


"Apa kau yakin, mengandung anak iblis tidak sama dengan anak manusia kau akan mengalami rasa sakit nanti." jelas Raja iblis.


"Tidak masalah, aku yakin bisa melewatinya, berapa lama waktu yang aku butuhkan untuk bisa melahirkan anakmu...?" jawab Putri Arum cepat.


"Tidak lama perbedaan waktu dunia manusia dan dunia iblis sangatlah jauh. Seluruh hari dunia manusia sama dengan sepuluh bulan dunia manisia." cetus Raja Iblis.


"Bagus setidaknya kifir dan abdiku bisa menahan musuh dalam waktu itu." Cicit putri Arum .


"Kau tenang saja aku anak buahku akan membatu membuat musuh-musuhmu sibuk hingga tidak memiliki waktu untuk mencarimu." kata Raja iblis.


Putri Arum mengangguk aja tidak ingin menjawab.


"Bagus sekarang bersihkan dirimu. Aku sudah menyiapkan meminta pelayan memasukan ramuan khusus kedalam air tempatmu mandi." perintah raja Iblis.


Tanpa menjewab Putri Arum bangkit dari duduknya. Sejak tadi ia menahan amarah di hina oleh raja Iblis hatinya begitu panas ingin sekali ia merobek mulut raja tersebut, namun sayang ke inginnya harus ditahan demi mencapai tujuannya.


"Sudah ku duga Arum pasti akan jatuh dalam pelukanku, kau dulu begitu sombong menolak pinanganku sekarang kau yang datang padaku menyerahkan dirimu meski dengan imbalan tidak masalah bagiku." monalog raja Iblis.


Wanita sepertimulah yang aku perlukan untuk mengandung benihku, dengan sifatmu marah dan ambisimu aku yakin anakku yang akan dilahirkan akan menjadi anak yang memiliki kemampuan yang luar biasa begitulah batin Putri raja Jin.


Raja Iblis berjalan menuju sebuah lemari baju lalu mengambil sebuah kotak kecil dan membukanya tujuh obat tersimpan di dalamnya tanpa basa basi ia menelan obat itu secera bersamaan.


Setengah jam kemudian putri Arum selesai dengan ritual mandinya. Ia memakai baju yang sudah di sediakan pelayan.


Saat menatap pantulan dirinya di cermin ia terkejut karena wajahnya kini kembali cantik lagi. Tanpa sadar seutas senyum tersunging di bibir tipisnya.

__ADS_1


Putri Arum merias wajahnya di bantu oleh pelayan di istana. Ia harus tampil cantik untuk memikat sang raja dan puas denga pelayannya nanti.


__ADS_2