
Dipesantren Al Azam Mars duduk di tepi renjang sambil menatap Kyai Hasan dan Kyai Ahmad bingung.
"Apa nak Mars baik-baik saja?" tanya Kyai Hasan sambil melihat Mars
"Saya baik-baik saja Kyai, mengapa?" tanya balik Mars.
"Apa kamu bermimpi Nak?" tanya Kyai Ahmad mendengar cerita Kyai Hasan sebelumnya.
"Ya Kyai, Saya menolong Abi karna ia tersesat." jelas Mars dengan wajah mengantuk.
Kyai Hasan dan Kyai Ahmad saling pandang lalu mengangguk kepala.
"sebaiknya kamu tidur kembali maaf jika kami menganggu tidurmu, selamat malam." kata kyai Hasan sambil bernjak meninggalkan Mars diikuti oleh kyai Ahmad setelah mengucap salam.
Di tempat berbeda Marsela telah berhasil melakukan tapanya Putri Arum sudah masuk kedalam tubuh Mawar.
"Marcella kenapa kau memilih raga yang tidak menarik sama sekali." ketus Putri Arum.
"Maaf tuan Putri kita bisa memolesnya di salon milik saya." tukas Marcella sambil berdiri dari sofa
"Salon?" tanya Putri Arum bingung sambil menatap Marcella menuntut penjelasan.
"Ayo Tuan Putri saya Akan mengajak Anda kesalon dan kebutik untuk membuat Anda menjadi cantik." Ajak Marcella sambil melangkah mendahului Putri Arum.
"Awas saja jika tempat itu tak bisa membuatku cantik." Ancam Putri Arum menyerigai sambil beranjak dari duduk mengikuti Marcella.
"Akan terbukti setelah tuan Putri melakukan perawatan disana." jawab Marcella tanpa Ragu.
"Masuklah Tuan putri kendaraan ini akan mengantar kita ketempat tujuan." ucap Marcella sambil membuka pintu mobil di samping kemudi.
Meski teihat bingngung Putri Arum masuk dab duduk di kursi yang tersedia.
Marcella bajalan memutar dan masuk mobil. tak ingin membuang Waktu ia menjalankan mobil ke salon miliknya.
sesampainya di Salon Marcella memerintah orang kepercayaannya melakuan perawatan dari ujung kaki hingga rambut pada putri Arum.
__ADS_1
Tanpa membantah Rena ( pegawai salon) mengajak putri Arum untuk seraga masuk dalam subuah kamar mempersilahkan berbaring dan memberi lulur pada seluruh badanPutri Arum.
Meski Asing dengan semua alat serta bahan yang digunakan Putri Arum anggan berbicara ia lebih memilih mengkuti semua prosisnya jika hasilnya tak baik ia akan membuat perhitungan dengan Marcella pikirnya.
Semantara Defvan sibuk memeriksa laporan karyawannya diakuinya kehadiran Mars memang sangat mambatunya selama ini.
"Mars kapan kau kembali liatlah mataku sudah seperti mata panda karna kau tak ada disisiku." gumam Mars sambil memijat pelipisnya
"Anakku besok aku harus menjemput Abi pulang dari perkemahan hanya dia yang bisa menghilangkan sedikit lelahku ini." batin Mars menarik sedikit sudut bibirnya.
"Clarissa seadainya saja kau mau menikah dan hidup bersamaku pasti ada yang mengurus segala keperluanku dan memijatku saat lelah aku hanya bisa menelan ludah tak kala semua mimpiku tak bisa menjadi nyata." Monalog Defvan sambil menghela napasnya.
"Seharusnya aku bekerja untuk istri dan Anakku mereka mampu menjadi penyamangatku namun lagi-lagi itu hanya mimpi belakanya keyataan yang kuterima tak sesuai harapan." gumam Devfan sambil mentap nanar foto Risa dan juga Abi yang dijadikan Wallpaper laptop dimeja kerjanya.
"Ayah tidak akan meneyerah Nak tunggulah jika Waktunya tiba kita akan hidup bahagia besama." ujar Devfan berbicara pada foto di layar Laptopnya.
Suasana pengunan yang dingin membuat Abi dan teman-temannya seakan engan untuk melakukan aktivitas diluar tenda akan tetapi panggilan dari kakak pembina pramuka memaksa mereka beranjak dari zona nyaman saat ini.
"pagi Adik-adikku mandilah bergantian kemudian berkumpul." perintah Kak Jenny melui pengeras suara.
"semantara menunggu giliran kita melakukan pemanasan dan untuk sarapan pagi kalian yang permpuan enam orang bisa ikut Kakak menyiapkan sarapan sederhana." lanjut Kak Jenny masih dengan mengubakan pengeras suara.
"Ayo lekas bergerak sebelum siang kita akan turun gunung." ujar Ka Stave dengan suara keras.
"Dimulai dari kelompok satu dulu membersihan diri." perintah ka Stive masih dengan nada berteriak.
Abi yang berada dikelompok dua segera ikut berkumpul melakukan pemanasan di area yang sudah dibtentukan.
Jane dan enam Orang siswi sibuk dengan peralatan masak seadanya ada yang bertugas menbuat roti bakar ada pula yang membuat omlet sedangkan rasa memasak mie goreng sosis lengkap dengan telur ceploknya.
"Ka aku buat mie sablak aja boleh tidak kebetulan aku bawa bumbu jadinya serta kerupuk udangnya juga ada." ucap Kania penuh Harap.
"Waaahhh!! sepetinya enak tapi untuk berapa porsi bumbu yang kamu bawa Kania?" tanya Ka Jane.
"hanya untuk duabelas orang ka." sahut Kania sambil menunduk.
__ADS_1
"tidak masalah Kania Sablak itu pedas tidak semua siswa suka pedas jadi nanti mereka bisa memilih mau mie goreng buatan Kaka atau Mie sablak buatan Kania." jelas Ka Jene menenangkan.
"Iya ka oke deh Kania ambil bumbu dulu ketinda." ucap Kania Antusias.
Jene tersenyum melihat Kania berlari ketenda miliknya.
"Ayo lanjutkan masaknya jagan lupa buat teh hangat juga Rani." perintah Ka Jane.
"iya Ka." sahut Jene segera mengambil teko besar untuk membuat teh.
"Lala sumua jumlah yang ikut kemah ada 50 murid dan ditambah 8 orang pembina 2 orang guru semuanya jadi enam puluh. kumu lihatlah ini disini catatan murid yang biasa tak suka sarapan nasi kamu buat roti sesui catatan disana." perintah Jane.
"Jene Apa perlu Gue bantu?" tawar Rara.
"hemmm boleh deh bantu siapkan piring untuk makannya ya." perintah Jane.
Disisi lain Abi mendengar suara Kara bersahut-sahutan membuat Abi penasaran ia ingin mencari sember suara namun ka Stive memergokinya baru beberapa langahkah ia meninggalkan tempat yang mereka pakai untuk melakukan beregangan.
"Janga memisahkan diri Dek nanti jika tersesat kita semua akan repot!! mencari kamu nanti." tandas Ka sitve.
"hehehe maaf ka abisnya Abi penasaran dengar suara kera sepertinya banyak sekali kera dihutan ini." ungkap Abi sambil memainkan ponsel dingannya.
"Suara Kera Kaka tidak mendengar apapun!!." tandas Stive bingungung.
"jadi Kaka tidak mendengar suara Kera dari tadi berisik sekali maka dari itu Abi ingin menemuinya. jelas Abi melirik kearah kiri
"pertanda apa ini." batin Abi
"Selesai semua mandi Abi serta teman-temannya dipersilahkan memilih menu sarapan yang merek suka."
"Adik-adik selesai sarpan kita istirahat sebentar kemudian lanjut membereskan tenda dan jagan lupa sampah buang pada tempatnya oke." teriak Stive menggunakan pengeras suara.
"Siap ka!!" sahut semua siswa bersamaan.
Disisi lain Rara sedang membersikan diri dan mengambil air di tepi air terjun di gunung tersebut.
__ADS_1
Matanya menangkap sebuah pohon Apel berbuah lebat ia segera mendekati pohon tersebut untuk mengambil buahnya.
Sedakan peserta peramuka sudah masuk ketenda masing-masing membereskan pakaian mereka, karna tenda akan segera dibereskan juga.