
Kyai Ahmad menatap sekilas wajah tampan Yusuf, detik berikutnya ia tersenyum sambil berkata.
"Saya melihatnya melaui mata batin saya nak, sudah tak perlu dibahas anggap yang kuasa segaja memperlihatkan keadaan Umi pada saya." sahut Kyai Ahmad.
Abi meletakan tiga gelas teh hangat di atas meja. "silakan diminum dulu kyai selagi masih hangat." kata Abi sambil duduk disamping Ayahnya.
"terimakasih nak Abi." sahut kyai Hasan sambil mengambil gelas teh dan menyeruputnya perlahan.
"ini teh Herbel, rasa enak sakali apa kamu yang membuatnya nak?" tanya Kyai Hasan sambil kembali menikmati teh miliknya.
"Hehehee Abi hanya iseng mebuatnya Alhamdulillah jika Kyai suka semuga bisa mulihkan kembali stamina Kyai." Jawab Abi sambil tersenyum.
"kamu memanglah anak pintar, tak salah kakekmu memilihmu menuruti semua ilmu kanuragannya, tersamuk menyelasaikan tugasnya menghancurkan iblis wanita itu" ucap Kyai Ahmad sambari menikmati teh buatan Abi.
"Abi ajak pa kyai kekamar Umi, Ayah mengambil pralatan dokter dulu." perintah Yusuf sambil menepuk lengan Abi pelan.
" Mari pak kyai ikuti Abi." ajak Abi sambil beranjak dari duduknya dan bejalan menuju kamar Umi.
sesampainya Abi dikamar Umi Risa dan Ratih sedang mencoba membagunkan Umi namum tak kunjung Sadar.
Kyai Hasan berdiri di samping Umi salamah begitu pula dengan kyai Ahmad mereka tak berbicara apapun memejamkan mata tasbih ditangan kyai Ahmad tasbihnya terus melakukan aktivitas.
Beberapa menit berlalu kyai Hasan tersentak mundur seperti ada kekuatan yang mendurungnya dengan kuat.
"Nak Abi ayo kemari!!" ucapnya.
Abi segera mendekati. kyai Hasan memegang tangan Abi lantas membawa rohnya menuju sebuah rumah yang tak asing bagi Abi.
"ini Rumah Mbah kasiman?" tanya Abi ketika berada dipekarangan rumah Mbah Kasiman.
"Ayo, Nenekmu ditahan olehnya ia ingin menukarnya dengan telur emas milikmu." jelas Kyai Hasan.
"Apa hanya untuk itu Mbah kasiman melalukan ini keterlaluan sekali." sentak Abi.
"ia juga menigincar cincin milikmu Nak ungakap." Kyai Hasan.
__ADS_1
"tak kusangka ia menginginkan imbalan sat membantuku." tukas Abi.
"Apa kyai Ahmad ada didalam?"
"tidak Kyai Ahmad sedang melawan jin suruhan Mbah kasiman yang bertukas mencari infomasi kelemahanmu." jawab Kyai Hasan sambil menarik Abi untuk segera masuk menemui lelaki tua sang juru kunci.
"Heeeeeehehhee rupanya sudah datang orang yang kutunggu." sambut Mbah Kasiman tertawa senang.
"Mbah!! kembalikan segera sukma nenekku kedalam raganya." minta Abi tegas.
"Rohnya tidak bersamaku, ia masuk kelam mimpi indah bersama suaminya aku rasa dia sedang berbahagia bertemu kembali mendiang suaminya." ungkap Mbah Kasiman.
"Mimpi itu buatanmu, suami yang kau masud pasti jin suruhanmu yang mengerupai kau mengunakan illusimu untuk menarik rohnya." tukas Kyai Hasan.
"kau cukup pintar rupanya pak tua." Sahut Mbah Kasiman memuji.
"jadi Mbah beribadah saat itu hanya untuk mengambil hatiku agar semua orang beranggapan Sang juru kunci itu orang yang baik dan taat??" tanya Abi menatap tak percaya.
"hahaahhahahahahah, kau benar sakali anak manusia, aku bersekutu dengan iblis mana mongkin aku baik, aku menginginkan telur naga emas serta cicinmu tukarlah dengan sukma Nenekmu." mintanya pada Abi.
"tidak ada cara lain, hanya aku yang bisa mengembalikan rohnya karna aku memasukanya kedalam mimpi itu aku pula yang bisa mengelurkannya dari sana sahut." Mbah Kasiman penuh percaya diri.
"Di atas langit masih ada langit, jangan menganggap dirimu yang paling berkuasa atas segalanya." Ujar Kyai Hasan sambari menatap Mbah Kasiman.
"Lakuakan saja segala cara, jika kalian memang mampu membawa rohnya kembali." sahut Mbah Kasiman dangan nada sombong sambil tersenyum miring.
Kyai Hasan berdoa meminta petunjuk dalam hitungan detik sorban Kyai Hasan melilit tubuhnya dan Abi kemudian menghilang membuat Mbah kasiman kebinggungan.
Di lain tempat Kyai Hasan dan Abi masuk kealam mimpi umi salamah.
"Abi ayo disana Umi, kita harus membujuknya agar mau pulang" jelas Kyai Hasan.
Abi menagangguk setuju lantas bergagas medekati omanya.
Jin suruhan Mbah kasiman segera menyerang Kyai Hasan dengan cepat kyai hasan mengibaskan sorban miliknya hingga membuat jin itu terdorong mundur.
__ADS_1
"jangan menghalangngiku aku hanya ingin membawa rohnya kembali." ucap Kyai Hasan.
Abi yang sudah berada dekat dengan Umi memanggil neneknya namun Umi tidak menoleh sama sekali.
jin yang sedang berasama Umi menatap Abi dengan begis ia mengunakan tangan kirinya untuk menyerang Abi dan membuat kubah tranparan untuknya bersama Umi.
Abi segera menghidar hingga serangan jin itu tidak mengenai tubuhnya sedikitpun.
Abi berdoa dalam hati semoga dialam mimpi itu sajak kutukannya bisa digunakan dengan sempurna. tak menunggu lama jurus pengandali air dan es dapat Abi gunakan ia membuat sekelilingnya menjadi beku kyai Hasan dan juga jin yang menyerangnya ikut membeku, Abi membuat pedang dari es dan mengahancurkan kubah yang mengurung Umi. badan Umi yang menjadi patung es segera mencair saat pedang Abi berubah menjadi pedang Api
saat umi sudah kembali tak lagi menjadi patung, Abi bergagas menariknya dan membawanya mendekati Kyai Hasan sesampainya dididekat kyai Hasan abi memutar tangannya menggunkan elemen Api membuat es di tubuh Kyai Hasan mencair.
"pa Kyai kita harus segera kembali sebelum dua jin itu berhasil mencairkan es yang mengurungnya." kata Abi.
Kyai Hasan segera memohon pertolongan Allah dengan Berdoa Sorbannya melilit ketiganya lantas menghilang sekatika dan muncul kembali dikamar Umi salamah.
"Sepertinya sorban milik kyai bukan sorban sembarangan, aku bisa merakan aura positif yang menenangkan." batin Abi sambil membuka matanya perlahan.
Kyai Hasan memerintah Umi untuk segera masuk kembali kedalam raganya.
Umi salamah perlahan membuka matanya melihat sekeliling mendapati sahabat suaminya ada dihapannya ia tak sabar menceritakan pertemuannya dengan almarhum suaminya beberapa waktu yang lalu.
melihat kebahagian terpancar jelas dimata Umi membuat Abi maupun Kyai Hasan tak tega mengatakan kenyataan jika yang bersama Umi dalam mimpinya hanya jin yang menyerupai Marcello.
Risa dan Yususf mengucap shyukur umi dapat membuka matanya kembali.
Yusuf yang penasaran segera mengajak Kyai Hasan untuk mengobrol di luar kamar Umi.
"Sebenernya apa yang terjadi dengan kerluarga saya, terutama Umi kenapa ia seakan diteror oleh seseorang?" tanya Yusuf penasaran.
"Kyai Hasan tersenyum lantas ia menepuk bahu Yusuf biar ibumu yang menjelaskan semuanya ceritanya panjang. saya berharap kamu lebih waspada lagi terhadap orang baru disekitarmu." ucap Kyai Hasan sambil tersenyum simpul.
"Apa semua ini ada hubungannya dengan Ayah?" tanya Yusuf kembali.
"iya banar, Orang itu sepertinya mengatahui bahwa ibumu istri dari Marscello dan kau Anaknya yang selamat dalam kecelakaan beberapa tahun silam." jelas Kyai Hasan.
__ADS_1
"Musuh Ayah dimassa lalu masih Hidup kah?" gumam Yusuf."