Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Grandma


__ADS_3

dua orang peria berbeda usia sedang melihat-lihat sebuah roko yang masih dalam tahap renovasi.


Abi terdiam sambil memikirkan sesuatu, sesaat kemudian matanya berbinar sambil tersenyum, seakan-akan ia telah menemukan sesuatu yang menarik.


Gio mengerutkan keningnya melihat Abi yang tersenyum sendiri dengan rasa penasaran Gio bertanya.


"Apa yang kamu pikirkan Abi?"


"Abi hanya senang melihat roko ini sudah hampir selesai direnovasi itu artinya setelah selesai Bunda dan Ayah berlibur keparis semua sudah siap." cerita Abi.


"Bunda dan Ayahmu tidak tau kamu membeli ini?" tanya Gio penasaran.


"yang tau Abi ingin memberikan roko ini hanya Oma, Om Bara, dan Om Gio." sahut Abi sambil melihat para pekerja diroko sedang istrahat hanya meminum air putih.


"om Gio, ayo kita keluar belikan mereka makanan dan minuman kasihan mereka kelelahan hanya meminum air putih." ajak Abi.


Gio melirik sekilas para pekerja yang istrahat ada yang bersandar dan ada pula yang meroko.


ponakanku sudah seperti orang dewasa saja cara berpikirnya. monalog Gio sambil berjalan mengikuti Abi yang mendahuluinya menuju mobil.


"kita belikan nasi dan kue kering om, sekalian juga air galon dan gelas serta sabun untuk mencuci tangan." Abi berbicara sambil memasang sabuk pengaman.


"siap Kapten kecil" ucap Gio dengan tangan diletakan diatas kening seperti seorang polisi sedang memberi hormat pada atasannya.


"Abi bukan bendera merah putih yang sedang dianaikan ditiang bendera om, tak perlu dihormati seperti itu." sahut abi polos.


setelah membeli makanan, air, biskuit, dan sabun. Abi dan Gio bergegas memberikan kepada para pekerja diroko milik Abi.


"Om Gio kita kemana lagi?"tanya Abi


"mencari bahan untuk Om memasak, dan juga membeli beberapa benda untuk menghias Gazibo nanti." sahut Gio sambil menyetir.


Abi mengangukan kepalanya mengerti.


"Om Akan memasak sendiri makanannya?" tanya Abi ingin tau.


"iya Abi Om juga akan menghias masakan itu nanti agar terlihat cantik." sahut Gio.


"bagaimana jika bunda kedapur dan membatu om Gio memasak atau bahkan tidak memperbolehkan om memasak?" tanya Abi.


"itu dia masalahnya Abi, bagaimana caranya biar Bunda dan Ayahmu tidak mengetahui rencana kita." sahut Gio.


"berapa lama waktu yang Om butuhkan untuk memasak?" tanya Abi.


"hmmm, sekitar satu jam kurang lebih." sahut Gio sambil nenatap jalan didepanya.


"Abi tidak bisa menahan bunda dan Ayah dikamar selama itu." ucap Abi.

__ADS_1


"bagimana jika mengajak jalan-jalan." usul Gio.


"tidak mongkin mau Om Ayah dan Bunda pasti cape setelah acara resepsi, dan Abi juga udah jalan sama Om lalu alasan apa lagi Abi mengajak jalan-jalan." sahut Abi.


benar juga, batin Gio.


"Apa bunda punya teman lama tau sahabat lama yang tidak hadir diacara tadi siang?" tanya Abi.


"entahlah Abi Om tidak terlalu mengenal teman dekat Bundamu karna om dari lulus SMP sudah pindah ke jerman." jawab Gio.


mereka berdua terdiam hanya otak keduanya berpikir keras mencari ide yang bisa membuat Risa dan Yusuf subuk.


"oh iya, bukankah ibu kabur dari rumah kekek dan nenek saat Abi belum lahir, apa mereka tinggal dikota ini?" tanya Abi.


"ibu !!" seru Gio sepontan membuat Abi binggung.


"kamu benar Abi Grandmamu bisa membuat ibu dan Ayahmu sibuk mengobrol karna bundamu lama tak bertemu."


"kita kesana setelah membeli semua barang yang kita perlukan."ucap Gio sambil tersenyum


pasti kak Risa senang bertemu ibu." Gio berbicara sambil melajukan mobilnya menuju supermarket dan ketoko bunga.


setelah membeli semua barang yang mereka butuhkan Gio segera memutar mobilnya menuju kerumah kedua orang tuanya.


dirumah Hermawan.


mbuk Asih meminta pak man ( satpam rumah Hermawan) untuk membantunya mencari taxi untuk membawa Ratih kerumah sakit.


pa man berdiri dipinggir jalan matanya menatap jalanan berharap ada sebuah taxi yang lewat.


tit...tit... Gio membunyikan klapson mobil sambil membuka kaca.


"pak Man" teriak Gio.


pak man yang melihat mobil berhenti dipinggir jalan dan mendengar seseorang didalam mobil memanggilnya segera mendekat.


"Den Gio." ucapnya dengan ikspresi terkejut.


"kenapa pak man berdiri di pinggir jalan?" tanya Gio.


"saya menunggu taxi Den untuk membawa ibu kerumah sakit." sahut pa Man.


"Pak Man, mana taxinya kita harus cepat." teriak mbuk Asih.


"ini Mbuk ada Den Gio." sahut pa Man.


Den Gio gumam mbuk Asih segera menghampiri pak Man yang berdiri disamping mobil.

__ADS_1


"Den Gio tolong ibu Den ibu sudah tidak bergerak lagi." minta Mbuk Asih dengan wajah panik.


"ibu yang kalian bicarakan siapa?" tanya Gio mendadak menjadi orang bodoh.


"Ibu Ratih Den." sahut Pa Man.


Gio mencoba mencerna ucapan pembatu dan satpam dirumahnya sedetik kemudian wajah Gio berubah menjadi panik.


"om ayo bantu orang lagi membutuhkan." ucap Abi sambil menepuk tangan Gio.


"pak Man bantu aku mengangkat ibu kemobil." minta Gio.


Gio dan pak man bergegas masuk kekamar Ratih dengan segera mengangkatnya kemudian memasukan kedalam mobil.


"aku tidak tau Apa yang terjadi dengan ibu, dan bagaimana hubungannya dengan Ayah, jika kalian tau sesuatu tolonglah lakukan yang terbaik untuk membatu ibu." ucap Gio sambil memakaikan sabuk pengaman pada Ratih.


"kami akan mengatakan nyonya kabur sendiri dari rumah." ucap mbuk Asih diangguki oleh pa Man.


"terima kasih mbuk Asih, pa Man dan jagan katakan jika aku sini." sahut Gio.


"om denyut nadinya melemah." ucap Abi menyela.


"Kami pergi dulu jaga diri kalian baik-baik." ucap Gio segera masuk kemobil memakai sabuk pengaman dan menjalankannya dengan kecepatan diatas rata-rata.


pa Man melambaikan tangannya, lalu masuk keruamah besar Hermawan, mbuk Asih mengikuti dari belakang.


Gio semakin mempercepat mobilnya karna Abi berkeli kali mengatakan denyut nadi grenmanya semakin melemah.


takmemerlukan waktu lama Gio dan Abi sudah sampai didepan rumah Umi salamah.


setelah sempai didepan ruamah Gio segera mengangkat ibunya masuk kedalam kamarnya.


"bunda ayah tolonglah Grandma cepat." teriak Abi mengatur napasnya karna ia berlari menuju kamar kedua orang tuanya.


"Ada Apa Abi?" tanya Yusuf yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Ayah ikut Abi selamatkan grandma." sahut Abi sambil narik Yusuf masuk kekamar yang ditepati Gio.


Yusuf melihat Gio sedang memangil-manggil ibu pada seorang wankta kira-kiara berumur 40 tahun terbaring lemah ia tak memberi respon meski berkali-kali Gio memanggilnya.


"mas Yusuf selamatkan ibuku." isak Gio


seketika Yusuf tau jika wanita paruh baya itu adalah mertuanya.


"tunggu disini, aku akan mengambil peralatanku untuk memeriksanya."sahut Yusuf sambil melangkah pergi.


"kenapa kau tidak segera membawa ibu kerumah sakit Gio?" tanya Risa yang baru saja masuk dan memdapati sang ibu ada dikamar adiknya.

__ADS_1


__ADS_2