Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
saudara Kembar


__ADS_3

Kyai Hasan dan Usatzd Akbar maulaana saling pandang kemudian mengangguk pasti.


"bagaimana bisa bukankah Abi bukan keturan Yusuf?" tukas Umi binggung


hemmmm sepertinya sudah waktunya kamu tau massa lalu keluarga suamimu yang di sampan sampai ajal menjemputnya.


Umi yang mendengar itu lantas penasaran rahasia apa yang di simpan oleh suaminya darinya.


"ceritakan Pa Kyai saya siap mendengarkan." ucap Umi sambil melirik Abi yang juga mengangguk menyetujui ucapan Umi.


Flasbcak on


Mascello itu bukan anak tunggal ia memiliki seorang saudara kembar laki-laki yang di beri nama Willem Orlando kedua tumbuh besar dan tinggal bersma dengan Orang tuanya. Marcello yang terlahir 8 menit setelah Willem di panggil Adik oleh Willem.


meski kembar keduanya sering keli terlibat cecok karna perbedaan pendapat, Marcello sellu mengalah dengan kakanya. baginya percuma berdebat dengan kakanya yang keras kepala dan suka semena-mena itu. bakat kedua semakin terlihat saat usia 17 tahun.


Ayah dari Macello bernama Wiraja Orlando sangat senang melihat ilmunya menurunum pada Macello dan Willem.


Mascello pandai meracik obat-obatan sedangkan Willem pandai membuat Racun yang mematikan. Willem merasa belum puas dengan bakat yang ia milikinya hingga ia merayu sang Ayah untuk mengajarinya meracik obat-obatan. Wiraja setuju ia meminta Marcello mengajari pada Willem.


Saat sedang belajar Willem terus melakukan kesalahan ia mencapur bahan-bahan sesuka hatinya hingga obat itu justru menjadi Racun bagi manusia.


meski berkali kali menegur tetap saja Willem melakukan kesalahan ia tak pernah mau mendengarkan perkataan adiknya itu.


"sampai pada saat Wiraja berkata bahwa ia akan lebih fokos mengejari Marcello dan memberikan satu buah kitab kakek buyutnya harus dipelajari dan praktikan." Ucap Wiraja tegas.


"Kenapa Ayah kau tidak menyukai kelebihanku." ketus Willem.


"bukan begitu nak, kau tau kan yang lebih di butuhkan didunia ini adalah dokter dan juga obat -obatan untuk bisa menyembuhkan penyakit." sahut Wiraja


"jadi Ayah tidak menganggapku dan menghargai kelebihan yang aku mimiki?" tanya Willem tersegut sengut sambil menetap sedih sang Ayah.


"tentu saja Ayah menghargai kemampuanmu bagaimanapun juga kau itu darah daging Ayah. mana mongkin Ayah mengabaikanmu. bekerja samalah dengan adikmu Willem." tukas Wiraja.

__ADS_1


"tidak bisa Ayah aku tak mau bekerja sama dengannya aku dan dia itu berda." Sahut Willem.


"karena itulah kau harus berkejama dengan Marcello saat kau membuat racun maka adikmulah yang akan membuat penawarnya." ucap Wiraja.


"mana kitab untuku aku akan belajar sendiri?.Mana bukunya aku akan membuat penawar racunnya?" ucap Willem.


"Ayah akan mengejarimu." ucap Wiraja.


"aku ingin kitab yang ayah berikan pada Macello." ucap Willem tegas.


"Baiklah nanti setelah adikmu selesai mempelarinya maka Ayah akan memberikannya padamu nak tenanglah." bujuk Wiraja.


"tidak ada nanti, aku mau saat ini detik ini juga." teriak Willem.


"Ayah sudah bilang, Ayah akan mengajarimu ayah sudah mempelajari kitab itu jadi ayah sudah tau isinya dan berniat mengajarimu." Kata Wiraja.


"meski Ayah mengajariku aku tetap ingin buku itu sebagai panduannya." ucap Willem dengan surut mana merah.


"Ayah memarahiku untuk membela Marcello si cupu itu, kau lihat saja apa yang bisa aku lakukan untukmu beserta orang-orang yang kau cintai tuan Wiraja yang terhormat." ucap Willem lantas berlalu pergi dengan wajah merah padam menahan amarah.


"Willem jaga ucapanmu aku ini Ayah kandungmu." teriak Wiraja lantas menarik tangan Willem kembali kehadapannya.


"Ayah macam Apa?, selama ini kau lebih memperhatikan Putramu Marcello itu, bahkan hari ini kau mempercayaan kitab nenek moyang padanya. sudah jelas buktinya kau tak mengahargai usahaku selama ini, aku juga memiliki bakat" ucap Willem lantang menyuarakan isi hati dan unek unaknya selama ini.


Willem lantas bejalan pergi keluar dari laboraturium milik Ayahnya msih dengan wajah dipenuhi amarah.


Otaknya iblisnya menyusun rencana untuk kedua orang tuanya ia membuat racun pelumpuh urat sarap tanpa Warna tanpa bau mencampurnya dengan makanan yang di makan oleh Wiraja dan Istrinya.


setiap dua hari sekali ia akan mencampur makanan ibu dan ayahnya dengan racun. suatu hari tanpa segaja Marcello melihat apa yang di lakukan kakanya dengan sembunyi-sembunyi.


apa yang kakak lakukan tanya Marcello saat melihat kakanya memasuakan cairan sepeti air putih.


"oh ini hanya Air putih saja dek maskannya agak Asin jadi aku menambahkan air kedalalamnya." sahut Willem walau merasa gugup tapi ia berusaha tenang agar tidak dicurigai oleh Marcello.

__ADS_1


lambat laun kesihatan Wiraja dan istrinya semakin menurun mereka berpikir itu hanya karna faktor usia dan kelelehan.


Marcello lantas membautkan obat-obatan Herbal untuk membatu menyembuhkan kedua orang tuanya.


namun hal itu diketahui oleh sang kaka tanpa sepengatahuan Marcello Willem mencampurkan barberapa tanaman cairan racun miliknya kedalam ramuan Herbal milik Marcello.


saat obat itu di minum oleh Kedua orang tuanya tiba hal mengejutkan terjadi keduanya kejang-kejang hingga ahirnya lumpuh total.


melihat itu Macello panik ia binggung. "obat herbal yang ia baut sudah benar lalu kenapa bisa terjadi sepeti saat ini." Gumam Marcello.


"kakak Apa kakak yang mencampur obat yang ku buat dengan ramuan milik kakak." tanya Maecello.


"hahahhahhaha. tercata kau cukup pintar hingga dengan cepat kau menyedarinya." ucap Willem sambil tertawa.


"kakak kau bisa membuat orang kita tiada jika seperti ini." pekik Marcello.


"Biarkan saja itu lebih baik bagiku, memiliki orang tua sama saja tak memiliki orang tua." ucap Willem dengan raut wajah merah.


Marcello megambil kitab nenek moyangnya lantas memberikan pada sang kakak.


sudah terlambat Marcello. Kedua orang tua ini tidak akan kemabali menjadi nomal kembali akan lebih baik aku bermain-main dengan mereka itu pasti menyenangkan.


Willem mendekati kedua orang tuanya yang terbaring diatas lanjang. ia lalu mengambil sebuah arit di bawah ranjang lantas mengait kaki ibunya hingga teputus.


suara Nyai ayu( istri wiraja) tak bisa keluar dari mulutnya ia hanya bisa menaggis tak berdaya.


Marcello yang melihat itu gemetar ketakutan ia beringsut kelantai sambil memeganggi dadanya yang teresa sesak. badan lemas ia tak bisa lari untuk mencari bantuan.


Bulum hilang rasa takutnya tiba-tiba kepala Ayahnya mengelinding kelantai di arit oleh sang Kaka terpisah dari badannya.


"kau lihat Marcello apa yang mereka lakukan padaku dan inilah balasaan untuknya." teriak Willem.


baju Willem sudah berimbah darah tetapi itu bulum cukup baginya ia juga memenggal kepala ibunya dan menukarnya dengan kepala ayahnya ia menjahit kepala ayahnya di badan ibunya seperti menjahit boneka mainan.

__ADS_1


__ADS_2