
Gelapnya malam menjadi saksi bisu untuk dua insan yang sedang berjuang melawan seorang iblis wanita di sebuah lembah mengerikan yang siap membakar tubuh Mereka.
Ada lima buah batu sebagai pijakan untuk dua orang tersebut, sedang untuk makhluk menyeramkan yang menyerupai iblis itu terlihat santai berdiri di atas larva yang panas. Untuk putri Arum sendiri ia berada di atas batu hitam yang paling basar.
Dewi teratai yang mendapatkan serangan saat ia lengah tidak dapat menahan keseimbangan dan terjatuh kedalam Larva panas yang menengalamkan seluruh tubuhnya. Abi berteriak melihat Dewi terjatuh, ia merasa tidak berguna karena tidak mampu menjaga sang adik sesuai janjinya pada Risa. Saat pandangan Abi terfokus melihat Dewi Naga hitam menggigit bahunya sekali lagi Abi berteriak kencang.
Sambil menahan sakit Abi menatap tajam ke Arah Putri Arum yang tertawa bahagia melihat penderitaannya.
"Hai Nak jangan melihat ku begitu aku punya kejutan untukmu." ucap Putri Arum di sela tawanya sembari mengangkat satu tangan sebagai bahasa isyarat untuk sang Naga agar tidak menyerang lagi tanpa perintah darinya.
Naga hitam mundur perlahan namun masih mengawasi garak gerik Abi begitu pula dengan Makhluk Api yang menyerupai iblis.
"Lihatlah kau pasti kenal dua manusia itu....!!" kata putri Arum sembail mengibaskan tangan kirinya muncullah Gio dan juga neneknya Ibu dari Risa terikat rantai Api.
"Lepaskan mereka." aaaakkkkk sembari menjarit merasakan sakit di bahunya Abi berteriak.
"Beleh saja, asal kamu menjadi PENGIKUTKU." sahut putri Arum menyeringai penuh arti.
"Om Gio dan oma Ratih apa yang harus Abi lakukan." gumam Abi menatap sendu.
"Jangan terlalu lama berpikir waktu terus berjalan dan mereka akan kehilangan jalan untuk kembali Nanti." sentak Putri Arum membuat Abi terperanjat.
"Kau licik, lawanmu Aku! kenapa mereka mendapatkan siksaan? " jawab Abi frustasi sambil mengusap kasar wajahnya.
Hihihihihihihi...... Tawa mengikik Putri arum. Menggema di tempat tersebut.
__ADS_1
"Saat ini aku dalam keadaan yang lemah tidak memiliki kekuatan apapun kenapa kau tidak membunuhku saja dan lepaskan mereka." kembali Abi membujuk Arum untuk tidak membinasakan Gio serta Ratih.
"Membunuhmu memang itu tujuan utamaku tapi tidak seru rasanya bila kau dibunuh tanpa kamu harus merasakan sakit terlebih dahulu aku ingin melihatmu tersiksa." tandas Putri Arum
Adu mulut itu semakin panjang bentakan dan teriakan terdengar dari Keduanya sesekali disertai tawa mengikik putri Arum wanita benar-benar menikmati kala melihat wajah frustasi Abimanyu.
Mengingat sang Adik Abi semakin merasa sakit ia tidak berguna sama sekali. Dewi yang berada di dalam lahar panas benar-benar kehilangan kesadarannya beberapa detik berikutnya ia mengira dirinya sudah tiada namun nyatanya ia justru bertemu dengan seseorang wanita yang wajahnya begitu mirip dengannya bahkan bisa di bilang kembar.
"Dewi teratai belum waktunya kamu berada di tempat ini kembalilah." ujar wanita itu.
"Siapa kamu? "
"Aku adalah dirimu limaratus tahun yang lalu, jadilah berguna untuk orang-orang tersayangmu jangan seperti aku gunakan waktumu dengan baik Dewi, ini untukmu." ujarnya menyerahkan kalung berliontin warna putih.
"Ikatlah kalung itu di tanganmu jadikan gelang saja, kekuatan supranaturalmu bukan hilang Dewi bacalah doa dan baca Ayat-ayat pendek untuk menyanangkan hati sang pemilik semesta dangan kehendaknya kamu dapat mengunakannya, ingat..!! dalam agamamu tidak diperbolehkan seseorang membaca mantara." jelasnya
" Aku sudah memberi tau cara kau bisa mengunakan kekuatan milikmu kembali maka kamu harus membayarnya nanti kalung itu akan membawamu pergi bila sudah waktunya tiba." ujar wanita itu tersenyum manis.
"Masukalah ke pintu berukir emas itu selamatkan Keluargamu." ujarnya lalu mendorong Dewi dengan kekuatannya masuk ke pintu tersebut.
"Tunggu..!!! " teriak Dewi dorongan itu terhenti tepat di depan pintu.
Dewi cepat bertanya. "Apa maksudmu kau adalah aku lima ratus tahun lalu? bukankah yang menepati ragaku adalah diriku lalu siapa aku?" wajah Dewi terlihat penasaran ingin tau.
"Manusia semua di ciptakan memiliki jasad dan roh, selama ini aku memakai tubuhmu dan kau sendiri berada disini di alam bawah sadarmu. Itulah saat kau terbangun dari tidur panjangmu aku kemari untuk mencegahmu melakukan hal yang tidak seharusnya kau lakukan." ujar Wanita itu.
__ADS_1
" Wanita ini bicara tidak masuk di akal." gumam Dewi
" Seharusnya aku yang mengusirmu, sebaiknya kau yang cepat lakukan tugasmu membantu kakakku bukan aku, aku menunggu disini, kau cepatlah selesaikan tugasmu itu sebelum aku mengambil alih ragaku." Sentak Dewi teratai pada wanita yang sedang menatapnya.
"Masuk saja kau keragamu karena begitu tugasku selesai aku akan menghilang bagaikan asap begitu pula dengan Reden Mas." sahut wanita itu sembari tersenyum.
"Tariklah sukma Abi sementara Aku akan mengantar sukma Ratih dan Gio." perintah wanita itu bersiap mendorong Dewi kembali
Begitu Dewi kecil muncul di kamar tempat Abi terbaring tidak berdaya, ia terkejut pasalnya semua yang ada didepannya tidak ia kenali sampai sebuah suara memberi tau lewat telepati.
Dewi menoleh Abi yang terbaring di sampingnya ia menggenggam tangan sang Kaka dengan erat entah apa yang ia baca tiba-tiba saja kalung yang berada di tangannya bersinar bahkan seluruh tubuhnya keluarkan cahaya putih menarik kuat sukma Abi untuk kembali.
Entah terlalu larut dalam bacaannya tau memang Dewi hanya roh yang tidak bisa terlihat oleh mata mereka semua tidak menyadari pergerakannya.
Bertepatan dengan itu kyai Hasan dan kyai Ahmad memegang kepala Abi sedang mulutnya tidak putus membaca kalam illahi.
Di tempat Abi berada tumbuhan teratai tiba-tiba muncul tempat dimana Dewi menghilang bunga itu tumbuh cepat yang awalnya hanya tunas tiba-tiba sudah berdaun dan berbunga detik berikutnya bunga itu mekar dan betapa terkejutnya mereka semua didalam bunga itu ada seorang wanita cantik sedang duduk dangan baju warna putih dan mata menutup sempurna.
Dewi bunga teratai putih bagaimana ia bisa barada disini gumam putri Arum yang jelas tau bahwa yang muncul di hadapannya adalah seorang Dewi dari bunga dari kayangan yang konon di ceritakan Dewi itu adalah Dewi yang menjadi ratu Dewi teratai.
"Senang bertemu denganmu putri Arum, dan aku juga merasa senang karena selama ini kau tidak pernah menyadari keberadaanku di dalam raga anak kecil itu." ujarnya sambil tersenyum menatap putri Arum.
Pergilah aku tidak memiliki urusan dengan kamu usir putri Arum.
" Hmmmmm.... Kamu sudah mengusikku Arum, kamu menganggu keturunan dari Dewi Lasmi Kakaku, selain itu aku juga tau kau yang membuat kau kehilangan nyawaku" tukas Dewi teratai menatap putri Arum.
__ADS_1
"Abimanyu jangan melawan ikuti saja, adikmu sedang menarikmu kembali urusan Nenek dan juga Gio aku akan memastikan mereka kembali dengan selamat." ucap Dewi teratai.
Raden mas tiba-tiba muncul dan berdiri di samping Abi menatap dewi teratai sambil tersenyum.