
Di Rumah Kyai Hasan sedang menonton televisi dan melihat kabar tentang tertangkapnya puluhan Lebih pengikut Sakte sesat yang berkedok ajaran Agama baru yang menjanjikan kekayaan.
Salah satu anggota Sakte itu bahkan mengatakan keuntungan yang ia dapat begitu bergabung dengan Sakte tersebut. wajah awet muda karier yang bagus serta mendapatkan Keturunan padahal ia jelas di katakan mandul oleh dokter.
Kyai Hasan mengucap Astagfirullah berulang kali sambil mengusap wajahnya ia pun berdiri ingin menemui Kyai Ahmad.
Pertepatan dengan ia membuka pintu Kyai Ahmad ingin mengetok pintu Rumahnya.
keduanya terkejut sama-sama mengucapkan istighfar.
"Aku baru saja ingin kerumahmu Ka." ujar Hasan.
"Salamah meninggalkan." ucap keduanya hampir bersamaan lalu tersenyum menyedari apa yang mereka ucapkan sama.
"Akbar mengabari kamu juga?" tanya Ahmad.
"Iya. Ayo kita kerumah duka semoga janazah sudah sampai disana." ajak Kyai Hasan.
Kedua segera pergi kerumah Umi salam mengunakan mobil sekali mereka mengobrol dan bercerita tentang Umi salamah.
Hampir setengah Jam menempuh perjalanan. kini Kyai Hasan bersama Kyai Ahmad sampai dirumah Duka benar saja janazah sudah sampai disana. banyak pula orang mendatangi rumah Umi untuk mendoakan dan mengucapkan turut berduka.
Bertepatan dengan itu mobil ambulan datang kerumah Umi membuat semua mata heran termasuk para pelayat yang ada dirumah tersebut, karena janazah Umi ada didalam lalu kenapa ada ambulans lagi apa ada yang sakit kurang lebih begitulah pertanyaan yang tidak terungkap dari wajah-wajah bingung itu.
Zahra turun dari mobil ambulan tersebut bersama dua orang petugas rumah sakit dan membuka mobil ambulan untuk menurunkan janazah yang sudah terbungkus kain kapan.
Zahra mendekati Kyai Ahmad lalu mengejak masuk kedalam ia akan menjelaskan didalam di ikuti oleh Mars Kyai Hasan dan petugas yang membawa menengkat janazah masuk kedalam rumah.
Dewi sebelumnya sudah menjelaskan pada Risa, Abi dan Yusuf untungnya mereka tidak mempermasalahkan niat baik sang putri justru mendukungnya mengingat Ahamd Halim sudah menolong Dewi.
Janazah diletakkan tidak jauh dari janazah Umi salamah.
__ADS_1
Melihat janazah tersenyum membuat Yusuf dan Akbar yakit bila Kakek Ahamd Halim adalah orang yang baik dan taat beragama.
Selesai proses memakan Kyai Hasan Kyai Ahamd Zahra dan Mars pamit pulang mereka berjanji nanti malam akan ikut acara tahlilan.
DI rumah sebuah rumah sakit singapore Devan baru saja keluar dari ruang dokter yang menjelaskan tantang kondisi ayahnya dan berapa persen kemungkinan sembuh serta kemungkinan berhasilnya operasi pada kedua mata William.
Devan duduk di kursi samping ranjang William ia berkali-kali mengusap kasar wajahnya.
"DAd kau harus sembuh aku rela meninggalkan perusahaan demi kesembuhanmu Disini semoga saja orang yang ku percaya tidak berkhianat. Adai Mars masih bersamaku mungkin aku lebih tenang meninggalkan perusahan." gumamnya sambil menatap wajah William.
"Kenapa harus sampai berbulan-bulan baru Daddy bisa kembali lagi. Bukankah Daddy adalah lelaki yang kuat dan bila benar Daddy mempelajari ilmu hitam kenapa tidak ada gunanya sama sekali." keluh Devan masih setia menatap wajah sang Ayah.
"Siapa sebenarnya yang sudah membuat Daddy jadi begini, apa banar yang dikatakan Putri Arum bila ini olah Abi?" Gumam Devan bertanya dengan diri sendiri.
"Abi apa kamu begitu membenci Kakekmu sampai hati melukainya hingga seperti ini. Aku harus bertanya langsung dengan Abi." kata Devan mengambil ponselnya Di saku mencari nomor Abi kemudian menelpon.
"Kenapa tidak aktif." cicit Devan mencoba satu kali lagi dan hasilnya tetap sama.
Putri Arum memimpin rapat diperushan Devan orang kepercayaan Devan tidak bisa berkutik Karena istri Bosnya itu lebih berkuasa.
Dengan Ilmu yang dimiliki putri Arum hal yang mudah baginya mengetahui mana karyawan Devan yang berkhianat dengan tidak hormat ia memecat beberapa karyawan Devan.
Sedang untuk kerjasama yang di ajukan oleh perusahan lain diterima oleh putri Arum dengan syarat dan keuntungan yang menggiurkan. Banyak dari rekan Bisnis Devan yang begitu terpikat akan kecantikan putri Arum Hingga mereka dengan mudahnya menerima syarat yang jelas merugikan bagi perusahan mereka tapi menguntungkan perusahaan Devan.
"Kau tenang saja Devan, aku Akan buat perusahan milikmu menjadi sukses." batin Putri Arum lalu meninggal ruang rapat setelah mengucapkan terima kasih pada semua yang hadir meluangkan waktu untuk mendengarkan prestasinnya.
Putri Arum kembali kerumah dengan senyum menghiasi langkahnya ia msuk kekamar lalu memanggil suami gaib nya.
"Bagaimana perkembangan William apa dia sudah bisa menguasai ilmu itu?" tanya Putri Arum sambil melirik sekilas Sang suami yang berdiri di sampingnya.
"Entahlah aku sendiri tidak yakin dia bisa menguasai ilmu itu." tandas suami Gaibnya.
__ADS_1
"Bagaimana lukamu apa sudah sembuh?" tanyanya balik sang suami sambil membelai lembut wajah sang istri.
"Aku baik-baik saja, kau harus membantuku aku ingin semua anggota Sakte yang berada di tahanan tersiksa." minta Putri Arum.
"Itu mudah leher mereka sudah terbelenggu sebelumnya jadi itu hal kecil untukku." jawab sang suami menatap penuh kabut gairah.
"Aku tidak mau memberikan kenikmatan padamu sebelum kamu membuat mereka tersiksa bila perlu lenyapkan mereka." putri Arum beranjak dari tempatnya duduk di tepi kasur.
"belenggu iblis yang berada di leher mereka itu akan menyiksa mereka sayangku, kau ingin melakukannya sendiri istriku, aku akan memberikan Matranya padamu asal kau mau layaniku sepuas yang aku inginkan." minta Suami gaib Putri Arum.
"Berikan mantranya padaku akan sudah sangat ingin membuat mulut mereka bungkam selamanya." cetus Putri Arum ber Api api.
"Tunggu setelah kau memberiku ke nikmatan jawab Suami." Gaib putri Arum.
"Selain memberikan mantra dapaku aku ingin kau pinjamkan pedang apimu padaku aku harus menghabisi Dewi sekar." ucapnya menyerigai.
Sepertinya ada yang penguping disini cepat bereskan perintah pada putri Arum.
Rudah putih berlari cepat meninggalkan rumah Devan. Sambil bertepati dengan Dewi teratai.
" Bersembunyilah Rubah cari tempat ramai." ujar Dewi memerintah.
Benar bgitu berbaur dangan banyak manusia yang tengah melakukan olah raga santai rubah tidak lagi di kejar putri Arum.
Wanita takut juga Menggunakan kekuatan di tengah banyaknya manusia tau dia tidak melihat Aku batin Rubah. Tanpa ia tau Dewi menutup aura menghilangkan jejak yang di tinggalkan rubah.
"Kau ingin membungkam mereka atau ingin membuat kesaktianmu meningkatkan dangan cara menjadikan mereka tumbal." kata Dewi begitu mendengar laporan Rubah melalui telepati.
"Tidak masalah seberapa kuatpun kamu aku tidak takut, karena aku percaya tidak ada yang bisa mengalahkan kukatakan sang pemilik semesta beserta isinya. bilapun Aku gagal maka pasti akan ada orang lain yang bisa mengalahkan Mu Putri Arum." gumam Dewi.
"Aku harus mencari tau kelemahan ajian Rawarontek yang dipelajari William. Aku yakin Putri Arum juga Memiliki ilmu itu. Dua manusia yang ingin hidup Abadi itu akan semakin sombong bila ilmu tidak ada yang bisa mengalahkannya.
__ADS_1
"Dengan Siapa aku harus bertanya apa Kakek Raden Mas tau aku harus memastikan nya." batinnya sambil berjalan keluar dari kamar.