
Dewi teratai keluar di tempat yang terlihat sepi dekat dengan wahana bermain, ia berhasil masuk ketempat dimana putri Lasmi bermain dijaga oleh pengasuhnya.
Dewi teratai mendekati putri Lasmi mengajaknya bermain, seperti halnya anak-anak lain. saat sedang asyik bermain Dewi teratai memberikan bunga yang ia sudah bawa dari rumah untuk Putri Lasmi, bunga itu baunya sangat harum, Putri Lasmi tampak senang ia terus mencium wangi banga yang diberikan oleh Dewi teratai sambil bermain.
Dewi teratai berbaur dengan anak lain bermain bersama. Dirasa cukup Dewi teratai meninggalkan tempat tersebut. ia segera kembali pulang.
Bunga yang yang diberikan Dewi teratai, wanginya semakin menghilang, warnanya juga berubah menjadi kehitaman, merasa sudah jelek Putri Lasmi membuang banga ditangannya. Tanpa ada yang melihat bunga itu berubah menjadi debu lalu menghilang.
"Dek Lasmi, ayo kita pulang." ajak sang pengasuh.
Putri Lasmi berjalan mendekati pengasuhnya meninta digendong, ia terlihat kelelahan karena bermain.
Sang pengasuh mengikuti keinginan Putri Lasmi, mereka pulang bersama supir.
sesampainya di rumah, kulit Putri Lasmi memerah muncul gatal-gatal seperti biang keringat suhu tubuhnya juga naik. sang pengasuh heran karena sebelumnya semua baik-baik saja. Meski diliputi rasa takut Pengasuh itu berjalan menghampiri Putri Arum memberitahu apa yang terjadi dengan Putri Lasmi.
Putri Arum segera melihat keadaan putri semata wayangnya kemudian memeriksanya.
"Ini jelas disengaja, siapa yang menaburkan bubuk gatal di badan anakku." batin Putri Arum sambil mencoba menerawang kejadian berapa waktu sebelumnya.
"Anak Siapa itu? berani sekali ia bermain main dengan Putriku." gumam putri Arum, Bagitu mendapatkan penglihatan dari mata ketiganya.
Dewi teratai tersenyum, karena berhasil membuat lawannya terluka.
Sebelum putri Arum membawa Putri Lasmi kedalam kamar tempat pemujaannya. sekali lagi Dewi teratai mengirim seekor kalajengking untuk menggigit Putri Lasmi.
begitu selesai mengigit kalajengking itu menghilang, sedang putri Lasmi pingsan.
Putri Arum kembali kemar sang putri, ia membawa selendang merah miliknya melilitkan segera di badan putri Lasmi, mulutnya membaca mantra. detik berikutnya keduanya menghilang muncul kembali di altar pemujaan.
Selagi sang anak diobati oleh suami gaibnya. Putri Arum berniat mencari Dewi teratai namun tak menemukan apapun anak itu tidak meninggalkan jejak sama sekali, hal itu membuat Putri Arum begitu Marah.
Abi sudah berada di markas bersama Mars dan juga Zahra.
"Dewi teratai kenapa kamu bertindak sendiri tanpa perintah?." kata Abi menegur sang Adik, walau tanpa kata Abi selalu tau apa yang adiknya lalukan hanya dengan menatap matanya.
"Kaka terlalu lambat." cicit Dewi teratai.
__ADS_1
"Ayo serangan saja si tua Willem itu!, aku sudah geram melihatnya terus menyerang keluarga kita." celetuk Dewi teratai menggebu-gebu.
"Jagan, biarkan Mars yang melalukan itu." ucap Raden Mas tiba-tiba muncul mengagetkan mereka semua.
"Zahra kau Bersiaplah tugasmu melawan Marcella bersama dengan Putri Larasati."
"Dan kamu Mars akan dibantu Ki Maung dan Mang Antok nanti.
"Abi kamu dan Aku akan pelawan putri Arum bersama kita harus"
"lalu Aku?" tanya Dewi teratai memotong ucapan Raden Mars.
"Kau, akan melawan Putri Lasmi di bantu oleh Wijayakusuma. jika keadaan tak memungkinkan semua bisa berubah." lanjutnya menjelaskan.
"kapan kita boleh melakukan penyerangan?" tanya Mars.
"ini bukan penyerangan, ini bentuk perlawan kita untuk mereka. kau mulailah besok temui Devan." kata Raden Mas aku akan memantau dari kejauhan." perintah Raden Mas.
"Devan kenapa? kenapa tidak langsung Willem?"
"menurut saja, kau akan tau nanti." jawab Raden Mas tenang.
"Terimakasih Kek, setidaknya dengan melukai putrinya, Putri Arum selaku pemimpin mereka sedikit melonggarkan penjagaan karena aku yakin Suami gaibnya juga sedang membatu kesembuhan Putri Lasmi. ini kesempatan bagus bagi kita untuk menyingkirkan salah satu dari anak buahnya." Kata Dewi teratai panjang lebar membuat semua mata tertuju padanya.
"Bagaimana jika sebaliknya mereka justru memperketat penjagaan." sela Abi.
"Jika begitu kirim hewan beracun yang mematikan untuk membuat onar, mereka pasti hanya akan fokus dengan itu." kata Zahra ikut menimpali.
"aku tidak setuju, hewan berhak hidup jika mereka dikirim ke sana hanya akan mengantar nyawa mereka." kata Wijayakusuma menolak.
"Buat saja racun berupa asap." kata Mars mengajukan pendapatnya.
"Jangan, Penjaga mereka banyak bukan manusia tetapi Jin,siluman, dan juga demit." kata Abi.
"mau tidak mau kita harus mengalahkan mereka baru bisa menyerang pemimpinnya." kata Larasati.
"Astaghfirullah, jumlah kita kalah talak dengan mereka." sahut Wijayakusuma.
__ADS_1
"jangan takut kita coba saja dulu, jika belum di coba kita tidak akan tau hasilnya." ujar Raden Mas sambil menatap lurus kedepan.
"jagan lupakan pasukan di hutan ini yang berada dibawah kendalimu Kakak." ujar Larasati melirik Wijayakusuma.
"Kyai Ahmad dan kyai Hasan akan siap membatu kalian saat melawan tiga orang itu (Willem, Marcella dan Putri Arum)." ungkap Raden Mas.
"Putri sekar Arum juga siap membatu." celetuk Dewi teratai.
"Oke kita harus menyusun rencana terlebih dahulu sebaiknya agar tidak salah bertidak. Om tetap menemui Ayah sesuai perintah Kakek." ujar Abi melirik sekilas Mars.
"Baik aku siap." jawab Mars tegas.
"Semuanya, sebaiknya kita makan aku sudah menyiapkan hidangan istimewa untuk kalian." Ajak Wijayakusuma tersenyum senang.
"Aku harus pergi Assalamualaikum." kata Raden Mas detik berikutnya ia menghilang.
Di lain tempat. Putri Arum dan Raja Jin berusaha menyembuhkan Putri Lasmi. namun nyatanya tak semudah yang mereka pikirkan ada racun kalajengking yang menyebar dengan cepat di aliran darahnya.
"Jika bertemu nanti, aku akan membunuh anak itu dengan tanganku sendiri berani sekali ia menyakiti putriku." teriak putri Arum marah.
"kau harus mencari penawarnya di lembah kematian waktumu hanya 24 jam bila terlambat Putri Lasmi tidak bisa diselamatkan." Raja Jin berkata sambil menatap wajah putih Arum.
"jika begitu perintahkan salah satu orang kepercayaanmu untuk mengambilnya." jawab Putri Arum.
"hahahaha, tidak ada yang gratis untuk itu." jawab Raja jin sambil tertawa.
Putri Arum mendengus kesal. "Apa yang kau inginkan?" tanyanya dengan nada tak suka.
"Cukup mudah, carikan aku Tujuh orang gadis perawan untuk menyempurnakan kekuatanku, Aku ingin bisa mengubah bentuk menjadi manusia sepeti kamu." kata Raja Jin senang.
"Bukan Devan sudah menjadi wadah untukmu?" tanya putri Arum.
"laki-laki lemah seperti suami manusiamu itu tidak mampu mengimbangi aku, buktinya setiap malam Jum'at Kliwon selesai aku memakai tubuhnya untuk menggaulimu dia jatuh sakit berhari-hari. Aku lebih baik memilki tubuh Manusia sendiri." ujar Raja Jin yang bernama Zulkarnain.
"Bagaimana? kau tentu ingin menyelamatkan putrimu sanggupi syaratnya dulu." ucap rajin dengan nada lembut.
"tujuh orang dalam satu hari, baiklah akan aku penuhi asal kamu mengambilkan penawar itu untuk putriku." sahut Putri Arum.
__ADS_1
"jangan khawatir Istriku, aku selalu menepati janjiku, asal kau juga tidak mengingkari aku." tandas Raja jin kemudian menghilang.