
Abi merapikan semua alat medis yang sudah dilepas dari badan Umi. Ada rasa bahagia dalam dirinya saat menyadari usahanya mendapatkan bunga saloka tak menjadi sia-sia.
Dokter Nicolas masih menatap tak percaya dangan apa yang ia lihat beberapa menit sebelumnya.
"Yusuf Aku tidak bermimpi bukan?" tanyanya.
"Ya Nic, apa yang kamu lihat sama dengan apa yang kulihat." sahut Yusuf.
"apa Anakmu itu memiliki kekuatan aneh yang bisa menyembuhkan berbagai penyakit?" tanya Nicolas penasaran matanya masih setia menatap Abi.
"Lupakan saja apa yang baru om Dokter lihat, anggap saja om memang sedang bermimpi." tukas Abi sambil tersenyum simpul.
"Bagaimana aku bisa melupakan kejadian yang menakjubkan seperti itu, mungkin seumur hidup akun hanya melihatnya sekali."ujar Dokter Nikolas.
Abi mendekati Dokter Nicolas sambil menatap mata sang Dokter. "Tenanglah Dokter ini hanya kebetulan terjadi saya juga tidak tau." ujar Abi pelan.
"Apa kau kerasukan roh orang sakti?" tanya Nicolas.
"entahlah Aku sendiri tak menyadari hanya mengikuti gerakan tubuhku yang tak bisa Aku kendalikan." ungkap Abi yang tak ingin Dokter Nicolas mengetahui jati dirinya.
"sudahlah Nic mungkin Abi memang tak menyadari semua yang ia lakukan beberapa waktu lalu sebaiknya jangan kamu pikirkan." tukas Yusuf sambil menepuk pundak Sahabatnya.
sementara Abi mendengar suara Risa memanggilnya.
"Abi....Abi...!!!" seru Risa
"Ayah Om Dokter Abi keluar dulu." pamit Abi bergegas menemui Bundanya.
"Bunda ada apa memanggil Abi?" tanya Abi.
"Lihatlah Abi Oma tiba-tiba pingsan saat duduk ditepi kasur." jelas Risa dengan wajah panik.
"tenanglah Bunda, bisakah bunda mengambil air putih hangat untuk Abi." ucap Abi penuh harap.
Risa mengangguk pasti, sembari berjalan keluar kamar Umi.
sesudah ibunya keluar Abi menutup pintu kamar Umi lantas ia naik keatas kasur Umi duduk bersemedi berharap sang kakek membatunya melihat kejadian beberapa saat yang lalu hingga membuat Umi tak sadarkan diri kembali.
"Abi seseorang menarik sukma Umi dan menahannya saat ini, semua salahku aku harusnya membuat pagar gaib untuk rumah keturunanku." Tukas Raden Mars dengan wajah sedih penuh sesal.
"Bagaimana caranya agar aku bisa menemukan sukma Oma?" tanya Abi
"mintalah bantuan kyai Hasan dan Kyai Ahmad pergilah padepokan segera, Aku akan menjaga Raganya." perintah Raden Mas.
__ADS_1
"Kakek apa orang yang melakukan ini semua orang yang sama?" Tanya Abi.
"Ini baru ulah dari pengabdiannya Nak, sedangkan Iblisnya sendri belum melakukan pergerakan." jelas Raden Mas.
"Apa mungkin mereka sengaja melakukan ini semua agar sibuk dan melupakan tujuanku?" Tanya Abi pelan sambil mengingat semua kejadian yang menimpa Umi.
"Kamu benar nak pengabdinya sengaja melakukan itu agar kamu tidak mempelajari ilmu agama dan berapa kitab peninggalanku." ucap Raden Mas sambil bejalan menuju Air terjun.
Abi mengikuti tanpa diperintah.
"letakan segera teratai emas disini aku akan menjaganya untukmu nak." perintah Raden Mas.
"hehehehe, maaf kek, Abi tidak mengerti penggunakan Cincin ruang ini." sahut Abi jujur sambil menetap cincin bermana putih bening di jari manisnya.
Raden Mas tersenyum. lantas menjelaskan cara menggunakan cincin ruang di jari manis Abi.
Abi memejamkan matanya pikirannya hanya tertuju pada cincin dijari manisnya hingga ia masuk kedalamnya dan mengambil segera teratai emas yang diberikan Dewi sekar Arum padanya.
"ini seperti sebuah pulau kecil, ditempat ini hanya ada satu gubuk tapi gubuk ini terlihat bagus dan kokoh ada banyak barang dan benda-benda jaman dulu disini. apa ini dunia kecil seperti milik kakek mungkin aku bisa menatanya dilain waktu monolog Abi.
Abi kembali lagi tempat kakeknya yang berdiri ditepi Air terjun.
"kakek ini teratainya." ucap Abi.
Abi segera melompat keatas batu yang ditunjuk sang kakek ia meletakan bunga teratai ditangannya sambil tersenyum menyirami teratai yang masih kuncup itu dengan kedua tangannya.
"kembalilah segera temui kyai Hasan di padepokan." perintah Raden Mas menatap punggung Abi yang membelakanginya.
"Aku benar-benar tidak memiliki waktu untuk bersantai melepas penat." gerutu Abi.
Raden Mas menggelengkan kepala detik berikutnya ia berjalan menuju tempatnya tinggal.
"maafkan aku Abi karena aku, kau harus menanggung akibatnya karena sumpahku di massa lalu." ratap Raden Mas.
Abi kembali ke kamar Umi salamah bertepatan dengan risa membawa air hangat untuknya.
"terimakasih sudah mengambilkan air hangatnya tapi nenek harus ditolong oleh Kyai hasan dan Kyai Ahmad ada yang menarik sukmanya entah untuk tujuan apa." jelas Abi.
"Kamu bicara apa nak, Bunda tidak mengerti." sahut Risa.
"Abi akan menemui Ayah dulu." pamit Abi segera menuju ruang kerja Yusuf.
"Abi!!" panggil yusuf berjalan saat melihat Abi berjalan ke arah ruang kerja miliknya.
__ADS_1
"Ayah, bisa bicara sebentar tidak." ucap Abi sambil berjalan mendekati Yusuf.
"tentu saja nak, Ada apa wajah terlihat cemas." sahut Yusuf sambil menatap Sang putra.
"Oma dalam bahaya Ayah sukmanya ditarik oleh seseorang dan dihan seseorang." jelas Abi dengan wajah serius.
"Apa maksudmu Roh Umi dibawa pergi dari tubuhnya bagaimana bisa?" tanya Yusuf sembari bejalan keruang tamu diikuti Abi
sesampainya di ruang tamu Abi duduk di sofa, sedangkan yusuf membuka pintu rumah dengan tuan agar angin segar dari luar dapat masuk kedalam rumah.
"Yusuf, bantulah segera Abi bertemu kyai Hasan dan Kyai Ahmad." suara Raden Mas memerintah Yusuf terdengar ditelinga Abi dan Yusuf.
Yusuf kebingungan mencari asal suara sedang Abi tersenyum mendengar perintah Kakek buyutnya.
"Itu suara kakek buyut Ayah nama beliau Raden mas,Kakek hidup di alam yang berbeda dengan kita, selama ini Kekek yang menjaga keturunannya termasuk Abi saat ini." jelas Abi sambil menatap wajah bingung sang Ayah.
"Maksudmu dimensi lain seperti alam Gaib?" tanya Yusuf dengan wajah tak percaya.
"ia itulah kenyataannya meski sudah ribuan tahun, kakek masih terlihat gagah." jelas Abi.
"Apa kamu yakin itu bukan jin atau siluman yang menyerupai?" ucap Yusuf kembali bertanya.
Abi mengangkat kedua bahunya tanda tak tau.
"Berhati-hatilah Nak di dalam Al-Qur'an jelas dikatakan Ada Jin,serta iblis yang melalukan berbagai cara untuk menjerat serta melakukan tipu daya untuk menyesatkan Manusia." nasehat Yusuf.
Assalamualaikum sapa dua Orang yang Suara tak Asing ditelinga yusuf dan Abi didepan pintu yang terbuka.
"Alaikum salam Kyai." sahut Abi dan Yusuf bersamaan.
silahkan masuk pa kyai ucap Yusuf sambil berdiri dari duduknya.
Yusuf mencium tangan Kyai hasan dan Kyai Ahmad bergantian begitu pula Abi
"silahkan duduk Kyai, biar Abi buatkan minum." cetus Abi sambil berdiri kemudian berlalu ke dapur.
"Nak Yusuf ada cerita mengapa kakek buyutmu diberi kesempatan hidup di alam yang berbeda, bukankan semua yang ada di dunia ini hanya milik yang Maha kuasa atas kuasa dan kehendaknya tak ada yang mustahil nak." jelas Kyai Hasan sambil menatap keraguan di mata Yusuf.
"nanti kita akan bertemu beliau nak, tujuan kita sama kita akan berkumpul membetuk kelompok untuk menghentikan kejahatan yang dilakukan oleh iblis berbentuk manusia di muka bumi." jelas Kyai Hasan.
"Sebaiknya kita segera menolong Ibumu Yusuf." ajak kyai Ahmad yang sedari tadi diam hanya tangannya yang terus beraktivitas dengan biji tasbih.
"bagaimana Kyai mengetahui kondisi Umi?" tanya Yusuf bingung.
__ADS_1