
lelaki muda berdiri di hadapan Devan adalah orang kepercayaannya. Saat ini bukan lagi dia yang takut dengan Devan tapi Devan lah yang terlihat begitu tertekan dengan aura yang di miliki oleh orang yang bekerja di perusahaan miliknya itu.
"Apa ada benar-benar ingin masuk siap menerima resiko apapun yang anda dapatkan nanti? " tanya orang kepercayaannya sekali lagi bertanya pada Devan untuk memastikan.
Devan melihat orang kepercayaannya itu mencoba menatap matanya, namun bagitu mata mereka saling bertemu Devan justru tidak dapat mengalihkan pandangan lagi suluruh tubuhnya bergetar hebat seakan melihat kejadian mengerikan yang terekam di dalam mata pemuda di hadapannya.
"Jangan menatapku terlalu lama kau bisa kehilangan nyawamu." kata pemuda itu bersuara membuat Devan ingin sekali mengakhiri kotak mata itu tapi ia tidaklah mampu.
"Pemuda itu tersenyum penuh mesteri pejamkan matamu Devan, dalam lima menit kamu bukalah matamu dan kau sudah berada di dalam hutan larangan cari apa yang ingin kau cari belalah yang benar diantra keduanya." Kata kata itu membuat Devan membeku di tempatnya matanya mengikuti untuk terpejam.
Hanya dalam hitungan detik saja Devan sedah tersedot masuk sedalam hutan larangan.
Sementara pemuda yang menjadi kepercayaan Devan memindai sekeliling sambil membatin.
"Dewi Lasmini, tugasku sudah selesai sekarang aku harus kembali, ku harap kamu puas dangan hasilnya."batin pemuda itu kemudian mengubah bentuknya menjadi burung cenderawasih terbang tinggi hingga menghilang di telan awan.
Di negri Kayangan seorang wanita cantik sedang memperhatikan sebuah layar yang memperlihatkan kehidupan keturunannya ia adalah Dewi Lasmini.
"Maafkan aku Kakanda Raden Mas karena aku semua menjadi rumit dan terjadi seperti ini seharusnya aku tidak melangar pantangan itu." Gumamnya.
"Seharusnya setelah menyembuhkan lukamu aku pargi kembali ke kayangan bukan malah merawatmu dan mau menjadi istrimu." batinnya menyesal.
"Nasi sudah menjadi bubur semua harus segera diselesaikan, keturunkanku harus ikut merasakan akibatnya adai bukan aku yang menjadi istrimu mungkin anak-anakmu hidup bahagia tanpa harus bermusuhan dengan putri Arum dan ayah dari Yusuf pasti masih hidup." monalog Dewi Lasmini.
" Dewi Lasmi jangan menyesali semua yang sudah terjadi. Ingat jangan lagi kamu berbuat kesalahan ratu sudah menerimamu kembali setelah limarataus tahun kamu bertapa memohon pengampunannya. Kau boleh melihat mereka dari layar itu tapi kau tidak diperbolehkan turun tangan ikut campur. "kata Dewi jingga mengingatkan.
" Aku tau hanya satu kali aku boleh membatu yaitu memasukan ayah Abi kedalam hutan larangan aku berharap nyawanya bisa melindungi Abi dari kejahatan Willem dan juga Putri Arum. "sahut Putri Lasmini.
__ADS_1
" Apa ratu tau kau mengirim burung candrawasih?" tanya Jingga dengan raut wajah penuh tanya.
" Iya karena kegigihanku bertapa ia membariku satu kesempatan membatu mereka hanya satu saja."jawab Lasmini sambil menatap Layar di depannya.
"Bukankah raja jin bisa keluar masuk kedalam tubuh Devan apa kau tidak takut Devan akan mencalakai keturunmu."
"Cenderawasih sudah menutup jalannya untuk keluar masuk tanpa aku perintah." Sahut Dewi Lasmini.
" Kau tau itu tidak diperbolehkan?" tanya Jingga.
"Hmmmmmm, aku tidak memintanya dan aku sudah mengingatkannya namun ia bersikeras karena dua jin yang perintah putri Arum mengawasi gerak gerik nya membuatnya tak bisa berbuat banyak untuk itu ia membereskannya dan juga menutup jalannya." jelas Dewi Lasmini.
Dewi Jingga tidak menjawab ia pergi begitu saja tanpa pamit.
Dewi Lasmini menatap kembali layar didepan matanya.
Ke adaan hutan bukannya gelap gulita justru terang menderang oleh sinar bulan dan juga beberapa pohon ajaib yang bersinar seperti lampu.
Hal itu membuat Devan yang sudah masuk merasa takjub sekaligus senang karena jalannya dipermudah untuk menemui Sang Ayah dan sang Putra.
Devan sejak masuk sudah dijaga oleh ular putih atas perintah Abi tanpa sepegatuhuan Devan hingga ia tidak memiliki kesulitan saat memasuki hutan tersebut. Devan bersembunyi di atas pohon ia memperhatikan tanpa ingin ikut campur sebelum keadaan mendesak dan tau siapa yang benar di antara kedua kelompok. tanpa ia kehendaki ucapan orang kepercayaannya terus saja berputar seperti kaset rusak di kepanya.
Tentu saja sang Ular putih lah yang melindungi Devan hingga tidak terlihat oleh kelompok Willem.
"Willem senag bisa bertemu denganmu kembali apa kamu benar-benar tidak ingin mengubah keputusanmu?" tanya Ustadz Akbar setelah mengucap salam tidak di jawab oleh kelompok musuh.
"Willem tersenyum miring lalu menjawab. Kalian lah yang harusnya mengubah keputusan ayo Bergabunglah bersama kami." sahut Willem.
__ADS_1
"Kami tidak akan bisa bergabung dengan kalian karena alirannya berbeda." jawab Ustadz Akbar.
"Apa kalian yakin dengan kekuatan dan jumlah kami dengan mudah kami menjadikan kalian debu tak tersisa sedikit pun." sela Putri Arum sedang putri Lasmi tersenyum mengejek.
"Ayolah Dewi ubah keputusanmu kita bisa saling berteman bukan ayo menjadi sahabatku." ucap Lasmi ikut menimpali
" aku tidak ingin berteman denganmu." sentak Dewi keras.
Devan yang melihat dari atas pohon terpana melihat kecantikan Dewi teratai begitu memukau tanpa cela.
"Lihatlah Ibu anak itu tidak mau berteman dengan putrimu ini apa salahku mengajaknya berteman." Adu Lasmi dengan wajah sedih.
Abi memutar bola matanya janggah begitu pula Dewi.
"Tanaglah nak kau akan mendapatkan teman yang jauh lebih baik dari pada dia yang derajatnya tidak lebih rendah dari pada seekor binatang." kata Putri Arum.
"Apa kau bilang!! anakku derajatnya kau samakan dengan bintang. Lalu apa derajat kalian bila anakku kau samakan dengan binatang." lantang Risa berteriak ia begitu tidak terima anaknya direndahkan.
Putri Arum tersenyum karena berhasil membuat Risa mengeluarkan tenaganya dengan marah Putri Arum Segeja memprovokasinya.
Dewi sekar mendekati Risa dan menyentuh pundaknya." Tenanglah jangan terbawa emosi." Ujarnya.
"Sekar Arum aku tidak menyangka bisa bertemu denganmu lagi stelah ratusan tahun aku pikir kau sudah mati kerena aku buang kehutan ini bener-benar sebuah kejutan untukku." putri Arum berbicara sambil menatap saudaranya penuh kebencian.
"Aku juga tidak menyangka kau masih tetap sama mempelajari ilmu hitam dan kitab-kitab larangan untuk menjadi Abadi dan di sembah oleh pengikutmu." Jawab Dewi sekar.
"Aku pantas untuk itu lihat saja semua yang mengikutiku sukses dalam berbagai hal, mereka kaya raya bukankah pantas untuk mereka memujaku karena aku mengabulkan semua keinginan Mereka ." ungkap Putri Arum.
__ADS_1
"Kau bener-bener sudah tersesajat oleh tipu daya iblis Arum." kata Dewi sekar dengan suara tinggi.