
Dewi dan Risa dikelilingi oleh musuh kedua saling padang seakan berbicara lewatkan mata.
"Biar kami yang maju Nona Lasmi." ujar seorang dukun yang berjenggot putih.
Lasmi melirik sekilas lalu menggeleng pelan.
"Aku sendiri yang akan menjemput korbanku." sahut Lasmi.
"Tapi Nona, ibumu_"
"Biarkan saja bila itu membuatnya senang, lakukanlah nak." perintah Putri Arum pada sang putri.
"Wanita iblis itu kapan dia datang kenapa aku tidak Menyedarinya." Batin Dewi.
"Kyai Ahmad kau pasti sengaja membuat kekuatan ku dan mengambil mustika milikku agar aku kalah, kau pasti berada dipihak musuh." umpet Dewi.
"Dewi majulah sekarang, ayo lawan aku, dulu kau berani mencalakai aku diam-diam. sekarang aku memberi kesempatan kamu mencelakai aku kenapa diam saja." kata Lasmi dengan senyum palsu.
Risa terkejut mendengar putrinya pernah, diam-diam mencelakai Lasmi kapan? Kenapa ia tidak tau
Putri Arum datang seorang diri mengunakan kekuatannya mudah baginya muncul dimana saja ia mau.
" Ayo bunda kita hadapi mereka sekarang, percuma kita mundur atau mengulur waktu toh pada ahirnya kita tetap akan menghadapi mereka cepat atau lambat hanyalah perbedaan waktu." tutur Dewi membuat Risa terperangah dengan pemikiran Dewi yang begitu Dewasa.
Tidak hanya Risa yang takjub dengan cara berpikir Dewi beberapa dukun yang mengelilinginya juga dibuat menganga.
" ternyata tidak hanya putri Lasmi yang memiliki pemikiran dewasa musuh yang harus kami hadapaipun pemikirannya jauh lebih Dewasa benar-benar jenius." begitulah kira-kira batin para dukun yang berada dibawa kepemimpinan Putri Arum.
Baiklah Lasmi aku siap jika memang kamu ingin membalas perbuatanku, tapi tempat ini bukanlah tempat yang tepat untuk kita." ujar Dewi ia takut akan menganggu warga.
Sedangkan Putri Arum sudah menghilang entah kemana.
" Di mana tempat yang pantas menurutmu." Sahut Lasmi karena ia pun merasa tempat itu terlalu sempit.
__ADS_1
Sebelum Dewi menjawab matanya menangkap sosok yang ia kenali dan bisa membantunya datang bersama sang Ayah.
Wijaya, putri Larasati dan Yusuf berjalan menuju kearahnya.
Ka Wijaya, Ka Laras bantu Aku membawa Lasmi ketempat yang luas, Disini bukan tempat yang tepat untuknya mengeluarkan segala kemampuannya teriak Dewi.
Risa yang sejak tadi begitu waspada dengan serangan dadakan dari orang-orang yang mengelilingi mereka menoleh dan mendapati sang suami juga datang.
Wijaya mendapatkan kabar dari ular kobra yang sebelumnya menolong Dewi. Kobra itu ternyata tidak hanya memberi tau sang ratu bila Dewi butuh bantuan. ia juga mendatangi Wijaya yang menjadi pemimpin bintang-bintang yang di hutan tempatnya Tinggal.
"Aku juga disini Dewi kita hadapi bersama para pengikut iblis ini." teriak Sinta sambil berjalan mendekat.
Sinta yang saat itu mengantarkan kebutuhan pokok untuk Wijaya dan Laras dimarkas. Tanpa sengeja mendengar pembicaraan Wijaya dan Laras yang mengatakan Abi dan Dewi ingin di musnahkan oleh putri Arum dan pengikutnya karena tau bila saat ini mereka sedang kehilangan kekuatan. Hal itu tentu saja membuat Sinta terkejut dan hatinya tergerak untuk ambil bagian menolong orang yang sudah menolongnya dan memberikannya pekerjaan hingga saat ini.
Dengan ilmu bela dirinya Sinta menendang salah seorang dukun yang menghadangnya ingin menghampiri Dewi.
Sabar Ka Sinta kata cari tanah yang luas agar Kaka bisa lebih leluasa ujar Dewi setengah berteriak.
DI sisi lain Yusuf juga di hadang oleh seorang dukun berkumis tebal.
Wijaya memanggil gagak hitam miliknya dan meminta merubah bentuknya untuk menjadi kendaraan mereka menuju hutan larangan.
Di waktu bersamaan ratusan ular datang menjadi prajurit yang siap tempur. Tanpa banyak bicara Wijaya mengatakan tujuan mereka ajar sang Ratu ular dapat memimpin anak buahnya menuju hutan Larangan.
"Ayo naik semua." ajak Wijaya
Aku punya kendaraan sendiri kau bawa saja orang-orangmu elak Lasmi.
Ka Abi, Om Mars keluarlah!!. teriakan Dewi begitu kencang dan tentu saja mampu di dengar oleh Mars dan juga Abi keduanya bergagas keluar tenpa memperdulikan William yang terus ingin menyerangnya
sesekali Mars menangikis serangan William di bantu oleh sang Naga putih.
Semampainya di luar Mars milihat Dewi dan yang lain sudah naik atas punggung gagak,
__ADS_1
Ka Abi ayo naik ajak Dewi.
"Naik ke punggung saya saja Tuan aku akan mengentalkan sampai dengan selamat.* ujar Naga Putih
"Ayo Abi." ajak Mars serasa naik kepunggung Baiyura.
Abi Segera mengikuti sedangkan William ikut dengan Lasmi mengunakan naga hitam.
Di tengah perjalanan.
Risa kembali bertanya dengan sang putri.
"Nak apa tidak sebaiknya kita kembali kerumah saja." ujarnya.
"Maksud bunda membiarkan kita terus menerus di teror dan dipermainkan oleh mereka." Sahut Dewi sedang yang lain hanya ikut mendengar.
"Katakan Lasmi sebegai putri dari Putri Arum dan Raja jin sangat kuat Nak, apa kamu yakin ingin melawannya belum lagi para dukun sakti itu." kata Risa wajahnya terlihat cemas takut dan Khawatir menjadi satu.
Meski Dewi dan ka Abi tidak memiliki kekuatan apapun kami akan tetap maju semua ini harus segera diakhiri, kami sudah siap dengan segala resiko yang harus kami terima nantinya.
" Hidup dan mati seseorang di tangan Yang Maha kuasa bukan tangan iblis atau Jin camkan itu baik-baik." tegas Dewi membuat semua tersentak termasuk Risa udara disekitar tiba-tiba terasa mencekam.
"Ayo percepatan gagak. Apa pasukan kita sudah siap ka Wijaya?" tanya Dewi.
" Tentu saja Tuan Putri Dewi sekar juga sudah saya bari tau, dia siap membantu." ungkap Wijaya.
"Bunda Ayah doa kalian sangat berarti untuk kami saat ini. Hilangkan keraguan dalam diri kalian ikhlaskan apa yang sudah digariskan olehNya. Apapun yang nanti akan terjadi dengan kami jangan pernah menyesalinya. Karena ini sudah menjadi janji kami." terang Dewi.
" Tapi hak bukankah semua kesakitan kamu menghilang begitu pula dehgan Abi bukankah sama saja kamu mengantar nyawa?" tanya Yusuf yang sebelumnya memang di beri tau Kyai Ahmad perihal menghilangnya kesaktian Dewi dan Kawan-kawannya.
" Manusia sejatinya memang mahluk yang lemah.tempatnya salah dan Khilaf. Mongkin ada sifat sombong atau lain sebagainya yang membuat kekuatan itu menghilang. Jujur saja hati kecilku masih meresa marah dan kecewa atas hilangnya, Tetapi aku berusaha kembali meyakinkan diriku membangunkan keyakinanku akan kuasanya yang tiada dapat diukur dengan apapun." Ucap Dewi.
Dewi menarik napasnya perlahan lalu mengabulkannya kasar.
__ADS_1
Semua harus di akhiri cepat atau lambat hanyalah perbedaan waktu. Melihat kalian semua bisa tertawa lepas bahagia adalah keinginan terbesarku. Aku akan melakukan apapun untuk kalian ujar Dewi seraya melompat turun karena sang gagak sudah mendarat dengan selamat di tempat tujuan.