Aku Dan Anak Jeniusku

Aku Dan Anak Jeniusku
Putri Arum


__ADS_3

Melihat para Mahasiswa bergerak masuk kedalam pohon dengan pandangan kosong seperti anak itik yang mengekor dengan induknya membuat Ratu teratai bersedih begitu pula Risa yang juga sudah sampai di lokasi.


Risa meminta mereka untuk berhenti melangkah tapi diabaikan mereka seolah tuli.


"Bunda sudahlah mereka semua di kendalikan oleh iblis." jelas Ratu teratai.


"Bagaimana kita menghentikan mereka nak?"


Ratu teratai terdiam beberapa saat ia memutar otak mencari ide.


Risa yang tidak sabar segera menarik beberapa siswa agar tidak masuk kedalam sebuah pusaran yang berada di batang pohon besar itu.


Diluar dugaan mereka justru menyerang Risa dengan brutal.


Risa sempat terkena pukulan karena ia tidak siap.


Ratu teratai segera melompat menendang leher mahasiswa yang sempat menyerang Risa.


Rasa sakit terkena pukulan tidak menjadikan Risa lemah ia bangkit membantu Ratu teratai terjadilah pertarungan di tempat tersebut.


Dewi sekar tidak ingin mereka menjadi tontonan hingga hia membuat pertarungan itu tidak dapat di lihat oleh orang-orang yang berada di sana.


Sinta dan Alma berlari ke arah belakang aula mendengar kabar Beberapa siswa laki-laki kesurupan dan bertingkah layaknya seperti binatang.


"Alma kamu panggil dosen biar Aku kesana duluan." perintah Sinta.


"Baik Ka." sahut Alma cepat.


Alma segera berbalik arah mencari dosen yang mungkin bisa membantu.


Sinta sudah sampai di belakang Aula mata Sinta menatap ke arah mahasiswa laki-laki yang menjadi bahan tontonan oleh banyak siswa.


Kenapa mereka hanya menonton disini dasar manusia tidak berakhlak gumam Sinta seraya mendekat.


Siswa itu berjalan seperti binatang baju yang di di pakai oleh mereka sudah kotor oleh tanah tangan-tangan mereka mencakar tanah.


Setelah di hitung oleh Sinta ternyata jumlah yang kesurupan ada tujuh mahasiswa laki-laki.


Sinta membaca Ayat kursi lalu perlahan ia mendekati salah satu siswa tetapi siswa itu beringsut mundur.


"Jangan takut aku akan menolong kamu." ujar Sinta.


Para siswa yang menonton terlihat berbisik-bisik ada pala menjadikan kejadian seperti sekarang ini sebagai bahan untuk di bagikan di akun media sosial miliknya.


Saat Sinta berhasil menyentuh kepala seorang mahasiswa kesurupan. Mahasiswa itu berteriak keras ia melotot marah dan menyerang sinta seperti hewan kelaparan.

__ADS_1


Banyak di antara penonton yang berlari ketakutan.


Sinta berusaha tenang mengkis setiap serangan yang tertuju padanya.


Dewi sekar datang membatu Sinta dengan ilmu bila diri keduanya berhasil menang mahluk yang merasuk di tubuh mahasiswa di musnah oleh Dewi sekar Arum.


Biarkan mereka di urus oleh pihak kampus ayo kita bantu Risa dan Teratai emas.


Sinta bersama Dewi sekar segera membantu Risa dan ratu teratai.


Dengan bantuan Dewi sekar jalan jalan gaib yang berada di bohon dapat di tutup.


Mahasiswa yang sempat menyerah Risa dan ratu teratai terlihat linglung pengaruh sihir yang menguasai mereka sudah di dilangkah oleh Ratu teratai.


"Apa mereka aman kita tinggal disini?"


"Ya ada pihak kampus yang mengurus ayo kita bergegas pergi dari sini." Ajak Risa.


Mereka semua mengangguk kemudian berlalu meninggalkan kampus.


Di istana raja Iblis Putri Arum berteriak-teriak meminta jatah makanan yang tak kujung datang.


Semua banda di kamar tempatnya terkurung berserakan di lantai tidak seorang pelan pun berani mendekati atau membersihkan tempat tersebut.


Raja iblis masuk dengan wajah garang.


"Raja perutku sangat sakit aku butuh darah dan energi yang banyak untuk ku serap." rintih Putri Arum.


"Aku tau anak buahku sedang berusaha mencarinya untukmu." sahut sang Raja.


"Mencari kemana? Kenapa selama ini. Apa kau tidak tau anak-anak di didalam perutku terus menyiksa." keluh Putri Arum.


"Tidak perlu terus kau jelaskan aku tau itu Arum. Dari awal aku sudah memberi tau kau soal itu. Jadi berhentilah mengeluh." Bentak Sang Raja yang rupanya sudah mulai muak mendengar keluhan rintihan dan teriakan putri Arum.


Putri Arum mendelik tak suka mendengar penuturan sang Raja ia dengan cepat memegang tangan Raja dan mulai menghisap energi dalam tubuh raja.


Bukan mengurangi rasa sakit yang ia dapat justru sebaliknya energi yang terserap ternyata sangat panas hingga pembuluh darah Putri Arum tidak mampu menahannya darah keluar dari hidung dan telinganya.


"Hentikan Arum kau bisa membunuh Anak-anak ku." perintah Raja iblis.


Putri Arum menghentikan Aktivitasnya perutnya tiba-tiba bertambah besar dua kali lipat dari ukuran semua perut itu juga terus-menerus bergerak dan itu menyakitkan bagi putri Arum ia berteriak kesakitan.


Ini salahmu Arum energiku bukan untuk kau serap tapi karena terlanjur kau terima saja akibatnya perutmu itu akan bertambah besar dengan cepat.


"Anak-anak ini harus segera lahir aku tidak akan kuat." keluh putri Arum.

__ADS_1


"Tidak bisa Arum mereka harus lahir saat gerhana bulan merah agar kesaktian mereka sempurna." Cicit sang Raja.


Ahkkkkkkkk...!!!


putri Arum jatuh tersandar di atas ranjang sambil memegang perutnya yang terus bertumbuh.


Raja iblis meninggalkan kamar putri Arum lalu mengunci dari luar.


Di ruang Dimensi milik Abi Dewi teratai kecil sedang berlatih pendang dengan Naga emas.


Abi perlahan membuka matanya ia melihat sekeliling kemudian bangkit berdiri.


"Dewi...!! seru Abi saat melihat sang Adik berlatih pedang.


"Kaka kau sudah selesai ka?" tanya Dewi kecil.


"Iya...." sahut Abi singkat.


"Kenapa tidak ada yang berubah, kaka menyembunyikan auranya dariku." cicit Dewi.


"Ia terlalu berbahaya ia aku tidak menyembunyikan auranya." sahut sang Kaka tersenyum tipis sambil mengusap rambut panjang Dewi.


"Wahhhh Dewi jadi penasaran seperti Apa kehebatan kesaktian yang kaka dapat dan Dewi ingin me--"


"Sudahlah Dewi nanti kau akan tau Ayo kita keluar dan menemui Bunda Kaka sudah lama tidak makan masakan bunda." Ajak Abi.


Keduanya keluar dari ruang Dimensi dengan senyuman.


Risa yang saat itu haru selesai memasak di dapur di kejutkan oleh kehadiran sang putra yang tiba-tiba saja duduk di depan meja makan.


"Anak bujang Bunda lapar?" tanya Risa seraya tersenyum.


Abi menjawab dengan anggukan.


Ratu teratai bernyanyi kecil sambil berjalan menuju meja makan dan terkejut melihat Abi sudah ada disana.


"Ka Abi sudah selesai?" tanyanya.


Abi menjawab dengan anggukan.


Dewi teratai kecil yang hanya hanya sukma tak kasat mata cemberut pasalnya ia tidak bisa ikut menikmati masakan Sang Bunda terlihat mengiurkan di matanya.


Jangan bersedih Nak Bunda janji akan memasak banyak saat kau sudah menepati ragam bisik Risa mendekati sang putri.


"Bunda bisa liat Aku?" tanya Dewi kecil.

__ADS_1


"Tentu saja sayang jadi jagan bersedih lagi Ya..." hibur Risa.


__ADS_2