Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 13


__ADS_3

Zeria masih belum sadarkan diri. Dirinya yang terbaring tak berdaya, terasa sangat asing bagi semua orang. Padahal biasanya Zeria adalah anak yang sangat aktif dan ceria, namun melihatnya seperti itu terasa seperti tidak nyata.


"Zeria, ku mohon bangunlah. Aku tidak bisa melihat dirimu seperti ini, aku merasa bahwa aku adalah kakak yang bodoh. Aku tidak bisa melindungi adikku, aku kakak yang payah, sangat payah" Lucas menangis sambil mengacak ngacak rambutnya, rasa bersalah menghantuinya. Lucas merasa bahwa ia adalah orang paling tidak berguna di dunia, karena bahkan ia tidak bisa melindungi adik kecilnya.


Tok tok


Terdengar suara ketukan pintu


"Pangeran, ini saya Reina. Saya membawa dokter" Ucap Reina dari balik pintu.


"Masuklah" Lucas menjawab dengan suara yang sangat lesu.


Reina membuka pintu dan masuk ke kamar, bersama dokter dan anak laki laki tadi.


"Permisi pangeran, bisakah saya memeriksa Tuan Putri sekarang?" Dokter itu mendekat dan bicara pada Lucas dengan posisi sedikit menundukkan kepala.


"Iya" Lucas mengusap air matanya lalu segera menyingkir.


Dokter memeriksa Zeria dengan wajah serius, namun ada yang aneh dengan keadaan Zeria.


"Pangeran, sepertinya ini bukan gejala biasa" Ucap dokter tersebut.


"Apa maksudmu?" Lucas bingung sekaligus khawatir dengan keadaan adiknya.


"Iya, keadaan Tuan Putri tidak biasa. Detak jantung Tuan Putri terdengar aneh, suaranya hampir tidak terdengar. Biasanya saya bisa mendengar suara detak jantung dengan sangat jelas, namun saat saya memeriksa Tuan Putri, suara detak jantungnya terdengar sangat samar" Dokter itu bicara sambil mengusap dagunya dan berfikir dengan sangat keras.


"Apa? Apa bagaimana itu bisa terjadi?" Lucas semakin khawatir dengan keadaan adiknya.


"Saya juga tidak tau Pangeran" Dokter itu menundukkan kepalanya.


#Di Sisi Lain


"Yang Mulia!!" Seorang sekretaris Louise berteriak dan membuka pintu ruangannya dengan keras.


"Ada apa? Apakah kau ingin mati? Kau membuka pintu ruang kerja kaisar tanpa mengetuk?" Louise terlihat marah dengan kelakuan sekterarisnya.


"Ma-maafkan saya! Tapi ada hal yang lebih penting Yang Mulia!" Walaupun pria itu merasa takut pada Louise, tetapi ia melanjutkan perkataannya tanpa ragu.


"Ada apa?" Louise merasa heran, sebenarnya apa yang terjadi sampai sekretarisnya tergesa gesa begitu.


"Tu-tuan putri pingsan setelah mengeluarkan darah dari hidung dan mulutnya. Sekarang Tuan Putri ada di kamar Pangeran, namun Tuan Putri masih belum sadarkan diri" Pria itu mengakhiri perkataanya dengan tergesa gesa.


"Apa?!" Louise terkejut setelah mendengar perkataan dari sekretarisnya itu, ia langsung menghentikan tangannya yang sedang menulis dokumen dan langsung pergi dari mejanya. "Tolong urus pekerjaan ku dulu! Aku akan kembali setelah urusanku selesai" Louise langsung pergi ke kamar Lucas dengan berlari, karena sangking terkejutnya, ia tidak kepikiran untuk teleportasi ke kamar Lucas. Yang ada di pikirannya hanyalah 'Apakah Zeria baik baik saja?'


#Kamar Lucas


Orang orang yang ada di dalam kamar masih sangat khawatir dengan keadaan Zeria, karena sampai saat ini Zeria masih belum menunjukkan tanda tanda bahwa ia akan sadar.


Brakk


Pintu kamar Lucas terbuka dengan keras

__ADS_1


"Zeria!" Louise masuk ke kamar dan langsung mendekati Zeria.


"Kenapa kau baru datang?" Lucas melirik ke arah louise, matanya yang masih berlinang air mata tetap terasa tajam saat melihat Louise.


"Ck, bagaimana keadaan Zeria?" Louise mendecak saat melihat Lucas, tapi ia langsung mengalihkan pandangannya.


"Keadaan tubuhnya normal, namun yang membuat aneh adalah detak jantungnya. Detak jantung Tuan Putri hampir tidak terdengar, jantungnya seperti terhalangi sesuatu hingga suaranya tidak terdengar" Ucap dokter tersebut.


"Terhalangi sesuatu? Maksudnya, seperti ada tameng yang melindungi jantungnya?" Louise menduga duga.


"Benar sekali yang mulia"


"Mungkin hal ini ada hubungannya dengan kejadian beberapa hari lalu" Lucas juga angkat suara dan menyampaikan pendapatnya juga.


"Apa maksudmu?" Louise sedikit melirik ke arah Lucas.


"Apa kau masih tidak mengerti juga? Apakah otakmu itu sudah tidak bekerja lagi?" Lucas menatap sinis ke arah Louise dan meremehkannya.


"Katakan apa yang kau maksud tadi? Ini bukan saatnya bercanda" Luoise juga sudah hampir kehilangan kesabaran nya.


"Hahh, semuanya keluar!" Lucas menaikkan nada bicaranya dan menyuruh semua orang untuk keluar. "Lalu Reina, panggil Razel sekarang juga" lanjutnya.


"Baik pangeran" Reina langsung pergi meninggalkan kamar.


Setelah semua orang pergi, Lucas mulai angkat suara dan menjelaskan apa yang dimaksud olehnya tadi. Walaupu Lucas tidak suka jika bicara pada Louise, tapi jika itu untuk Zeria, semua akan dilakukan olehnya.


"Aku menduga ini ada hubungannya dengan sihir malaikat" Ucap Lucas.


"Bukankah malaikat itu sulit untuk mati? Hal itu karena ada sesuatu yang melindungi jantung mereka. Jantung mereka terlindungi oleh sihir yang besar, sihir itu bersarang di area sekitar jantung. Jadi jika ada luka yang terdeteksi, sihir itu akan dengan otimatis langsung melindungi jantung dan memperkuat pertahanan di sekitarnya" Lucas menjelaskan dengan saar detail dan mudah dimengerti.


"Darimana kau mengetahuinya?" Luoise merasa curiga sekaligus kagum karena Lucas mengetahui hal seperti itu.


"Buku di kamar Zeria, buku dengan tulisan tangan dan bersampul hijau" Jawabnya.


Pintu terbuka dengan pelan, dan Razel masuk ke kamar.


"Saya menghadap yang mulia" Razel memberi salam sambil menundukkan kepalanya.


"Cepat kau periksa Zeria, apakah gejala yang dialaminya saat ini ada hubungannya dengan kejadian beberapa hari lalu" Perintahnya.


"Baik yang mulia" Razel memeriksa Zeria dengan teliti, lalu menjelaskan apa yang terjadi pada Zeria. Tapi anehnya, apa yang dijelaskan oleh Razel, sama persis dengan yang di ucapkan oleh Lucas.


"Sudah ku duga" Lucas menggumam.


"Ada apa pangeran?" Razel melirik dan sedikit membungkuk untuk menyamai tinggi mereka.


"Gejala yang kau sebutkan tadi, aku sudah membacanya di buku" Ucap Lucas.


"Ehh? Tapi, tidak pernah ada buku yang menjelaskan tentang hal ini. Di semua buku, hanya di jelaskan tentang ciri khas malaikat. Namun tidak ada buku yang menjelaskan tentang bagian bagian dari malaikat" Razel agak terkejut dengan ucapan Lucas tersebut.


"Lalu, bagaimana kau bisa tau?" Tanya Lucas dengan tatapan curiga.

__ADS_1


"Karena saya pernah menangani hal seperti ini secara langsung" Jawab Razel lalu tersenyum ke arah Lucas.


"Ehh?Apa maksudnya?" Pikir Lucas.


Mereka masih memperdebatkan keadaan Zeria. Razel melakukan berbagai cara untuk membuat Zeria sadar, namun semua itu tidak ada gunanya.


Sudah dua hari Zeria tidak sadarkan diri, Lucas juga tidak mau makan karena terlalu khawatir pada adiknya. Lucas bahkan tidak pernah meninggalkan Zeria sendirian, Louise juga selalu menyempatkan diri untuk melihat keadaan Zeria. Lalu atas perintah Louise, para penyihir hebat di datangkan dari setiap negara untuk menyembuhkan Zeria, namun semua itu tidak ada hasilnya.


Tok tok tok


Terdengar ada seseorang yang mengetuk pintu


"Masuklah, tidak perlu mengetuk lagi" Jawab Lucas dengan sangat lesu.


"Bagaimana pangeran bisa tau bahwa saya yang mengetuk pintu?"


"Tentu saja aku tau, karena kau mengetuk pintu sebanyak tiga kali" Ucap Lucas, lalu melirik ke arah anak laki laki yang beberapa hari lalu di tolong oleh Zeria.


"Wahh, hebat sekali." Ucap anak itu.


Biasanya Zeria sedikit menggumam saat anak laki laki tersebut ada di dekatnya. Entah karena anak itu memiliki sihir, atau karena hal lain. Namun hari ini berbeda.


"Pangeran, bolehkah saya menyentuh Tuan Putri?" Tanya anak laki laki tersebut.


"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Lucas sedikit tajam.


"Aahh, saya hanya ingin melakukannya saja. Sepertinya tangan Tuan Putri sangat halus" Anak itu mengalihkan pembicaraan.


"Tidak lebih dari lima detik!" Lucas menegaskan.


"Baik pangeran" Sebenarnya maksud dari anak itu adalah menolong Zeria dengan cara menyalurkan sihirnya.


Anak itu menggenggam tangan Zeria dan menyalurkan sihirnya tanpa sepengetahuan Lucas, dan terjadilah suatu reaksi yang sangat mengejutkan.


"Emmm" Zeria menggumam dan matanya sedikit terbuka.


"Zeria?! Apa kau bisa mendengarku? Hei, jawablah!" Lucas sangat terkejut sekaligus senang.


"Ka-kak?" Zeria membuka sedikit matanya dan melihat ke arah Lucas.


"Syukurlah kau sudah sadar! Apa ada yang sakit? Apa ada bagian yang tidak enak? Apa kau merasa tidak nyaman?" Lucas dengan sontan menanyakan keadaan Zeria, ia merasa sangat senang.


"Pangeran, Tuan Putri baru saja sadar. Jika pangeran langsung bertanya sebanyak itu, bisa bisa Tuan Putri pingsan lagi loh" Anak itu tersenyum karena melihat tingkah Lucas.


"Ahh, benar juga. Kau, jaga adikku sebentar. Aku akan memanggil Razel untuk memeriksa keadaan Zeria" Ucap Lucas, lalu ia meninggalkan kamar.


"Hei" Zeria memanggil anak laki laki tadi.


"Ada apa Tuan Putri?" Tanya anak itu.


"Sebenarnya, siapa kau?" Tanya Zeria dengan matanya yang bersinar, tanda bahwa Zeria sedang mengancamnya.

__ADS_1


"Apa yang anda maksud, Tuan Putri?"


__ADS_2