
Kekaisaran sudah memasuki musim dingin. Suhu dingin yang sangat menusuk mulai masuk kedalam istana. Sihir untuk mencegah suhu dingin sudah mulai dalam pengerjaan, pengerjaanya membutuhkan kekuatan 11 penyihir dan memakan waktu 3 hari tanpa henti. Maka dari itu, jika ada salah satu jika salah satu penyihir tanpa sengaja berhenti mengalirkan sihir untuk membuat lingkaran sihir, maka pengerjaannya akan otomatis terhenti dan harus mengulang lagi dari awal.
#Kamar Zeria
“Ah, dingin sekali di sini” Zeria meringkup di balik selimut birunya yang tebal dan bercorak permata.
“Bersabarlah Tuan Putri, besok adalah hari terakhir pengerjaan lingkaran sihirnya. Jadi mulai lusa, suhu akan terasa lebih hangat” Reina menyahuti keluhan Zeria sambil menuangkan susu hangat dan menyusun biskuit ke piring.
“Tapi ini sangat dingin” keluh Zeria sekali lagi dan menarik selimutnya lebih tinggi.
“Banyak sekali keluhanmu itu” Arin tiba tiba muncul di depan Zeria dan berkata begitu.
“Berisik, kau itu tidak memiliki tubuh, tentu saja kau tidak bisa merasakan dingin yang sangat menusuk ini!” Zeria melawan ucapan Arin dengan kata kata yang lebih menusuk lagi.
“Hei, bukankah kata katamu barusan itu sangat jahat? Aku sakit hati tau” Walaupun Arin berkata bahwa hatinya sakit, namun tentu saja hal itu bukanlah hal yang serius.
Di saat mereka sedang bercanda, di sisi lain ada Eric dan Lucas yang masih sibuk berlatih walaupun udara sedang sangat dingin. Mereka bedua sedang berlatih keras di taman belakang istana Zeria, karena satu satunya taman istana yang tidak memiliki terlalu banyak bunga hanyalah taman istana Zeria.
#Taman Belakang Istana
“Hei, kenapa kau bersikeras memintaku berlatih denganmu? Padalah sekarang ini sangat dingin” Tegur Lucas pada Eric. Beberapa hari lalu Eric meminta Lucas untuk berlatih bersamanya, dan sebagai imbalan karena telah membantunya latihan, Lucas meminta Eric untuk selalu memberikan informasi terbaru tentang Zeria. Dan mereka menyetujuinya.
“Karena aku ingin cepat bertambah kuat, aku takut jika sewaktu waktu orang yang berharga bagiku berada dalam bahaya dan aku tidak bisa melindunginya, lalu pada akhirnya aku tidak bisa melindunginya” Begitu ucap Eric, seketika raut wajahnya berubah.
Lucas yang menyadari bahwa Eric sedang mengingat hal yang tidak menyenangkan dan mengerikan, langsung memukul kepala Eric dan segera mengganti topik, “Hei! Kau bilang ingin jadi kuat, kalau begitu tidak ada waktu untuk melamun. Cepat ambil pedangmu, kita akan mulai berlatih” Walaupun mungkin perlakuan Lucas agak kasar, tetapi hal itu berdampak baik.
“BAIK!” Eric segera sadar dari masa lalunya daan berlari ke tepi taman untuk mengambil pedang kayunya.
“Cepatlah! Jika kau lambat begitu kau tidak akan bisa melidungi orang yang ingin kau lindungi!” Dorongan dari Lucas sangat berpengaruh bagi Eric, dia menjalani latihannya dengan serius.
“BAIK!” Jawab Eric dengan keras.
Latihan mereka terus berlanjut hampir setiap hari, sebenarnya letak taman belakang itu sangat dekat dengan perpustakaan Zeria. Jadi apapun yang mereka berdua lakukan di taman belakang istana Zeria, Zeria bisa dengan mudah mengawasi mereka berdua dari perpustakaan. Dan selagi Zeria mengawasi mereka berdua, tanpa disadari ternyata pengerjaan lingkaran sihirnya sudah selesai.
#Perpustakaan Istana Zeria
__ADS_1
“Wah, mereka berlatih kelas(Keras) ya” Gumam Zeria yang sedang duduk di perpustakaan dengan menatap jendela yang menghadap kearah taman belakang tempat Lucas dan Eric berlatih.
“Ya, mereka berdua sudah seperti itu sejak beberapa hari lalu. Ngomong ngomong, sepertinya kau sudah tidak terlalu kedinginan lagi ya?” Ucap Arin sambil memperhatikan kondisi Zeria yang sudah tidak terlalu kedinginan lagi.
“Ya, begitulah. Karena lingkaran sihirnya sudah selesai dibuat, udaranya jadi lebih hangat. Tapi, tetap saja ini masih dingin.” Kata Zeria sambil menggosokkan kedua tangannya.
Tok tok
Seseorang mengetuk pintu perpustakan.
“Siapa?” Tanya Zeria.
“Tuan Putri, ini saya William” Jawab William dari balik pintu besar itu.
“Oh? Maasuklah” Kata Zeria . Pintu pun terbuka, dan masuklah William dengan mengenakan jubah dengan panjang sepinggang untuk melindungi tubuh dari dingin.
“Maaf mengganggu Tuan Putri, saya datang untuk menyampaikan pesan dari baginda. Dia bilang, Tuan Putri harus menemuinya jika urusan Tuan Putri sudah selesai”
“Eh?’Dia’? bukankah itu adalah pemilihan kata yang salah? Bukankah seharusnya William mengucap ‘Beliau’?” Pikir Zeria, karena tidak ada orang yang menyebut seorang kaisar dengan sebutan ‘Dia’. “Baik, aku akan kesana sekalang. Tapi aku akan kesana setelah Leina datang, kalena aku tidak bisa beljalan sendiri” Lanjutnya.
“Tidak perlu Tuan Putri, tadi saya sudah pergi ke kamar Tuan Putri. Tetapi anda tidak ada di kamar, yang ada di dalam kamar hanyalah Reina yang sedang membersihkan kamar. Dan dia bilang bahwa, Tuan Putri sedang di perpustakaan karena kamarnya sedang di bersihkan. Maka dari itu saya pergi kesini. Dia juga bilang bahwa pekerjaanya akan lama, jadi dia meminta tolong pada saya untuk mengantar Tuan Putri.” William menceritakan kejadian yang baru terjadi tadi.
“Baiklah, permisi Tuan Putri” William mengangkat Zeria dengan sangat hati hati dan segera pergi menemui Louise.
#Ruang Kerja Louise
“Permisi, saya datang membawa Tuan Putri” William langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu ataupun memberi salam.
“Kau ini, sudah berapa kali ku bilang? Ketuk pintu dulu!” Louise menatap tajam ke arah William.
“Apa kau ingin membuat Tuan Putri menangis? Wajahmu itu sangat menyeramkan , kau tau?” Pdahal Wiliam adalah bawahannya Luoise, tetapi dia bicara dengan Louise dengan bahasa informal.
“ayah, ada apa? Kenapa ayah memanggil?” Kata Zeria untuk mengalihkan pembicaraan.
“Oh iya. Ayah ingin memberikan sesuatu untukmu” Raut wajah Louise langsung berubah seketika. Dari yang tadinya menyeramkan menjadi wajah yang hangat.
__ADS_1
“Membelikan(Memberikan) Sesuatu untukku?” Zeria menujuk dirinya sendiri dan memiringkan kepalanya.
“Iya, kau tunggu dulu di sini. William, panggilkan Razel” Louise melirik William dengan tatapan yang mengatakan ‘Berikan Zeria padaku!’. William yang mengerti isyarat dari Louise tersebut langung memberikan Zeria padanya dan segera meninggalkan dengan senyum jahil di wajahnya.
“Ayah! Ayah sudah kenal lama dengan William?” Rasa penasaran Zeria sudah tidak bisa di tahan lagi.
“Oh? William? Sepertinya tidak terlalu lama sih” Louise memegang dagunya dan memiringkan kepalanya.
“Begitukah? Soalnya William bicala dengan bahasa infolmal pada ayah, jadi ku kila ayah sudah kenal lama dengannya” Zeria juga ikut meletakkan tangannya di dagu dan memiringkan kepalanya.
“Sudahlah, ayah punya coklat. Kamu mau?” Louise mengalihkan pembicaraan agar Zeria tidak membicarakan William lagi.
“Cokelat?” Mata Zeria berbinar binar, karena camilan favorit nya adalah semua makanan yang berbahan cokelat.
“Iya, kau makanlah dulu sambil menunggu William kembali” Louise duduk di sofa dan menaruh Zeria di pangkuannya dan memberinya beberapa camilan. Zeria yang duduk di pangkuan Louise sambil memakan camilan, dan Louise yang sedang membaca kertas dokumen sambil memangku Zeria. Benar benar terlihat seperti keluarga yang bahagia.
Tok tok
Suara pintu yang di ketuk dan tanpa mengucap apapun, William masuk dan diikuti oleh Razel.
“Kali ini saya mengetuk pintu” Kata William dengan wajah santainya dan dengan Razel di belakangnya.
“Hah” Louise menghela napas, dia menahan amarahnya karena di sana sedang ada Zeria. Namun tetap saja dia menatap William dengan tajam hingga membuatnya takut, dan Willliam yang ketakuan setelah tau bahwa Louise menatapnya, langsung bersembunyi di belakang Razel.
“Baginda dan Tuan Putri, saya minta maaf atas kelakuan bodoh Will di hadapan kalian” Razel dengan bijaknya menundukkan kepala dan meminta maaf atas perilaku William.
“Eh? Thunggwu swebwental (Translete: Tunggu sebentar_-)” Ucap Zeria sambil mengunyah makanannya.
“Tuan Putri, sebaiknya anda telan terlebih dahulu baru bicara. Nanti bisaa tersedak loh” Kata Razel mengalihkan pandangannya kearah Zeria.
“Iya, kau telan dulu” Louise mengusap kepala Zeria dengan lembut.
“Sudah! Aku mau Tanya, kalau kalian beldua beldili belsebelahan sepelti ini kalian tellihat sangat milip ya. Hampil tidak ada bedanya” Kata Zeria sambil memegang segelas susu yang sudah di ambilkan Louise, lalu meminumnya.
“Eh? Tentu saja kami mirip” Kata Razel
__ADS_1
“Karena kami kan kembar” Kata Razel dan William secara bersamaan. Dan Zeria yang mendengar hal itu pun jadi terkejut dan tersedak susu yang sedang di minumnya.
“Uhuk uhuk! Ha? KEMBAL (KEMBAR)?!”