Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 22


__ADS_3

“Akhirnya kau datang juga”


“Loh, suara ini kan?” Suara yang sangat tidak asing bagi Zeria. Zeria merasa bahwa dia sering mendengar suara itu. “Siapa kau?” Zeria mencoba memancing suara itu agar dia bicara.


“Kau tidak perlu tau, untuk saat ini ada hal yang perlu ku perlihatkan padamu” Suara itu terus muncul di kepala Zeria.


“Apa yang mau kau tunjukkan? Cepat tunjukkan dan cepat juga kau kembalikan aku” Zeria mengerutkan dahinya.


“Baiklah, akan ku tunjukkan sekarang” Tiba tiba ada angin kuat yang berhembus entah dari mana. Zeria menutup matanya karena angin itu, saat ia membuka matanya dia melihat sebuah gedung tinggi.


“Tunggu, ini gedung sekolah?” Itu adalah gedung sekolah Zeria di kehidupannya saat sebagai Arin.


“Benar, aku ingin kau melihat kembali saat saat penting ini.” Kata suara yang entah datang dari mana.


“Tapi, ini tubuhku dulu kan? Lalu kenapa orang orang seperti tidak melihatku?” Zeria tiba tiba berada di dalam tubuhnya yang dulu, tapi semua orang yang melewatinya seperti tidak melihatnya.


“Ini hanyalah masa lalu, tentu saja tidak ada orang yang bisa melihat mu. Nah, sekarang lihatlah ke atas” Suara itu meminta Zeria untuk menengok ke atas.


“Memangnya di atas ada apa? Emm, ribut ribut apa itu? Ada yang berkelahi?” Zeria melihat keributan di atas Rooftop.


“Hah hah hah hah” Seorang murid laki laki dari sekolah itu berlari ke luar dan menatap ke atas juga dengan napas terengah engah.


“Eh, dia kenapa? Apa dia juga sadar kalau di atas sedang ada keributan?" Zeria menengok ke arah murid laki laki itu sejenak.


“Sepertinya begitu, dilihat dari responnya yang panik.” Jawabnya.

__ADS_1


“TIDAK!” Murid laki laki itu berteriak sambil menengok ke atas, dan itu membuat Zeria terkejut. Tanpa sadar Zeria pun ikut menoleh ke atas dan terkejut.


Saat menoleh ke atas, Zeria dibuat terkejut dengan penampakan dirinya yang sedang jatuh. Murid laki laki tadi berlari dan mencoba menangkap Arin, tapi tidak berhasil. Padahal murid laki laki itu sudah berhasil menangkap Arin, tapi karena tekanan yang sangat kuat, mereka berdua meninggal.


“Aaaaa AAKKHHH!” Zeria berteriak keras karena terkejut melihat saat saat dirinya yang dulu terjatuh dan meninggal. “A-APA INI?! JADI AKU TIDAK MATI SENDIRIAN?!” Zeria terkejut melihat dirinya yang dulu tergeletak tak bernyawa di atas tubuh murid laki laki tadi dengan kedaan bermandikan darah.


“Benar, kau tidak mati sendirian. Padahal anak laki laki itu sudah mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan dirimu yang dulu, tapi kau juga ternyata tidak selamat dan meninggal.”


“T-Tapi kenapa? Kenapa dia mau menolongku?” Zeria masih terkejut dengan apa yang di lihatnya. Melihat dirinya yang dulu tergeletak di tanah dengan keadaan penuh darah bersama dengan seorang murid laki laki yang hendak menolongnya adalah kejadian yang sangat mengerikan.


“Entahlah, hanya dia yang tau” Suara itu terdengar sangat sedih.


“Lalu, apa yang terjadi selanjutnya. Apa yang terjadi pada mama dan papa?” Tanya Zeria, walaupun sebenarnya dia tidak khawatir.


“Perusahaan keluargamu bangkrut, karena kau adalah aset mereka. Dan juga orang tuamu di masukkan ke penjara karena di temukan banyak luka pukulan dan memar di tubuhmu, yang di duga adalah ulah mereka.” Ucap suara itu


“Kau benar, bahkan sampai akhir pun, mereka tetap menyalahkanmu atas apa yang terjadi pada mereka.” Nada suara itu jadi sedikit marah.


“Sudah ku duga. Aku merasa bersalah pada laki laki yang menolongku itu, ku harap aku bisa mengucap terima kasih dan maaf padanya.” Zeria tersenyum namun wajahnya tampak sedih. "Dan aku juga sudah menduga kalau dulu Arin berbohong soal papa dan mana yang menyesali perbuatan mereka" Pikirnya.


“Kau tidak perlu berterima kasih, karena dia gagal melindungimu" Suara itu tersengar datar, amun terasa putus asa.


“Eh? Aku tidak tau apa yang kau maksud, tapi tolong kembalikan aku sekarang”


“Baiklah, karena aku hanya ingin menunjukkan hal itu padamu” Suara itu terdengar mulai pudar.

__ADS_1


“Terima kasih sudah memberi tau ku. Jika kau tidak memberi tau ku, sampai kapanpun aku tidak akan tau kalau ternyata ada orang yang bersedia mati demi diriku. Terima kasih, ERIC” Zeria tersenyum lebar.


“Haa? Hem sudah ku duga kau meyadarinya. Sampai jumpa lagi” Suara yang sejak tadi Zeria dengar adalah suara Eric. Dan setelah mengucap sampai jumpa, suara Eric menghilang.


Setelah Zeria di beritau oleh Eric tentang apa yang terjadi setelah dirinya terjatuh dulu, Zeria kembali tersadar di tubuhnya yang sekarang. Saat membuka mata dia di kelilingi oleh orang orang yang khawatir padanya, Lucas, Louise, Razel, Reina dan Eric. Zeria melirik ke arah Eric, dan Eric memberi isyarat untuk tutup mulut, dengan cara meletakkan jadi telunjuk di bibirnya dan tersenyum.


“Zeria, apa ada yang sakit?” Tanya Louise dengan panik. Tapi Zeria hanya menjawab dengan menggelengkan kepalanya.


“Astaga, apa kau tidak tau kalau aku sangat takut hah? Aku takut kau akan tertidur lama seperti waktu itu lagi” Lucas tidak seperti biasanya, wajahnya di penuhi dengan ke khawatiran. Karena Zeria sering sekali jatuh sakit dalam waktu dekat.


“Tenanglah Pangeran, Baginda, Tuan Putri hanya terkena demam karena suhu dingin saja.” Razel tetap tenang dan menjelaskan alasan Zeria jatuh pingsan.


“Apa? Demam karena suhu dingin? Apa suhu segini masih terlalu dingin untukmu?” Louise menongok kearah Zeria.


“Yaa, begitulah” Zeria tersenyum dengan wajahnya yang masih lemas.


“Razel, tambahkan satu lingkaran sihir di istana Putri! Jangan sampai putriku sakit lagi” Louise langsung memerintahkan Razel untuk menambahkan lingkaran sihir lagi khusus untuk Zeria.


“Benar, kalau bisa pasang yang banyak agar tidak ada hawa dingin sedikitpun” Lucas pun ikut dalam percakan ligkaran sihir itu.


“Tidak bisa Pangeran. Jika kita memasang banyak, yang ada malah terasa panas, dan jika panas akan berkeringat banyak, dan kalau berkeringat banyak akan dehidrasi, dan jika dehidrasi akan jatuh sakit” Percakapan mereka bertiga makin melantur, tapi mereka masih bisa berkomunikasi.


“Benar juga, kalau begitu satu saja sudah cukup” Jawab Lucas setelah berfikir keras atas apa yang di jelaskan Razel.


“Kalau begitu, mulai besok buatlah lagi lingkaran sihir di istana ini. Yang kecil saja, agar cepat selesai” Perintah Louise dengan tegas.

__ADS_1


“Baik baginda! Kalau begitu, saya permisi dulu untuk mempersiapkan semuanya” Razel membungkukkan badan dan keluar dari kamar Zeria.


Zeria merasa senang, semua orang di sini menghawatirkannya. Semuanya sayang padanya, rasanya dia ingin menangis jika merasakan kasih sayang yang sangat berlimpah seperti ini. Rasanya hangat, dan lembut. Sebuah perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya, perasaan bahagia karena keluarga yang hangat, teman yang baik, dan orang orang lain yang menyayanginya. Sesuatu yang bahkan tidak pernah ia bayangkan, kini ia rasakan.


__ADS_2