Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 20


__ADS_3

“Apa? KEMBALI?!”


“Eh? Anda tidak tau?” Razel memiringkan kepalanya.


“Benar juga, kalau di pikir pikir Warna rambut mereka sama. Dan juga warna rambut abu abu itu sangat langka, kenapa aku tidak menyadarinya?” Pikir Zeria.


“Apa aku tidak memberitahu mu?” Tanya Louise sambil melirik kearah Zeria.


“Bahkan ayah tidak pernah membicarakannya!” Tatap Zeria penuh kemarahan kearah Louise.


“Eh? Kau marah?” Louise panik dengan tingkah Zeria yang tiba tiba marah seperti itu.


“Tidak, aku hanya sedikit kesal saja, kenapa ayah tidak pernah membelitahukan hal sepenting ini?” Wajah Zeria cemberut.


“Apa hal begini penting bagimu?” Louise mencoba menenangkan Zeria denga mengusap kepalanya.


“Tentu sa-“ Zeria menghentikan ucapaannya. “Eh? Kenapa aku merasa sangat kesal? Apa ini? Padahal di kehidupanku yang dulu, ada banyak yang orang orang itu rahasiakan dariku. Dan aku tidak merasakan apa apa, tapi kenapa sekarang ini aku merasa sangat kesal saat ayah tidak memberitahu ku kalau Razel dan William kembar?”Pikir Zeria. Dia berfikir, sepertinya dirinya yang sekarang sudah tidak seperti dirinya yang dulu.


“Zeria?” Louise yang memanggil nama Zeria, membuat Zeria sadar kembali dari pikirannya. Saat Zeria memalingkan wajahnya kearah mereka bertiga, ia melihat wajah 3 orang pria dewasa itu yang sedang kebingungan karena Zeria tiba tiba berhenti bicara.


“Ah! Maaf” Zeria menundukkan kepalaanya.


“Tuan Putri” panggil Razel. “Anda tidak boleh menundukkan kepala anda kepada orang lain dengan mudah. Ingatlah bahwa anda adalah wanita dengan kedudukan paling tinggi di kekaisaran ini” Kata Razel dengan senyuman di wajahnya.


“Eh? Baik…” Zeria menegakkan kembali kepalanya dan tersenyum.


“Hmm, Razel! Berikan barangnya pada Zeria!” Louise merasa kesal saat melihat Zeria tersenyum kepada Razel.


“Baik Baginda” Razel mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. “Permisi Tuan Putri, apa boleh saya pinjam dulu batu teleportasinya?” Batu teleportasi harus selalu di bawa dan di pakai kemanapun mereka pergi.


“Iya” Louise membantu Zeria melepas kalungnya dan memberikannya pada Razel. Sedangkan William, dia sedang duduk di sofa sambil membaca buku seperti biasanya.


Benda yang dikeluarkan Razel adalah sebuah botol kecil yang berisi cairan berwarna orange seperti langit senja. Razel meneteskan cairan itu pada kalung Zeria, dan sesuatu yang luar biasa pun terjadi. Kalung Zeria mengeluarkan cahaya yang samar dan kalungnya berubah warna.


“Kalungku? Berubah warna. Padahal tadinya berwarna emas terang, tapi kenapa sekarang berubah jadi hijau samar?” Pikir Zeria. Kalungnya berubah warna menjadi hijau yang samar. Walaupun warnanya berubah, tetapi kilauannya tetap sama.

__ADS_1


“Kenapa kalungku belubah walna?” Zeria kebingungan dengan apa yang terjadi pada kalungnya.


“Aku memintanya membuatkan sesuatu yang bisa menyamarkan sihirmu” Jawab Louise dengan datar.


“Menyamalkan sihilku?” Zeria tidak mengerti dengan apa yang dibicarakan Louise dan memiringkan kepalanya.


“Sejak dulu, sihir malaikat milik anda sangatlah langka bahkan sekarang sudah tidak ada. Jika ada yang menyadari bahwa anda memiliki sihir malaikat, mungkin saja orang itu akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya. Maka dari itu saya membuat ramuan yang dapat meyamarkan sihir malaikat milik anda dan membuatnya menjadi sihir pada umumnya” Ucap Razel mejelaskan tentang ramuan yang dibuatnya.


“Itu benar Tuan Putri. Dunia di luar sana sangatlah berbahaya, dan juga ramuan yang dibuat oleh Zel itu adalah ramuan tingkat tinggi, jadi pasti sangat ampuh. Begini begini, Zel adalah salah satu penyihir kelas atas yang hanya ada 30 orang di dunia ini.” William menyela percakapan mereka bertiga dan memuji Razel.


“Wah, Lazel sehebat itu?” Zeria tercengang karena kagum.


“Tidak sehebat itu kok. Nah, ini kalung anda” Razel menyodorkan kalungnya pada Zeria, namun yang mengambilnya malah Louise.


“Berikan padaku saja” Ucap Louise sambil tersenyum dan memakaikan kembali kalungnya.


“Wah, aura yang keluar dari sihirmu benar benar terasa sseperti sihir pada umumnya” Kata Arin saat kalung itu dipakaikan kembali. “Tapi itu jika bagi manusia. Bagiku, sihirmu tetaplah terasa sama” Lanjutnya.


“Tentu saja bagimu terasa sama. Karena kau adalah bagian dari sihirku” Zeria menjawab perkataan Arin dengan nada datar.


“Emm, tidak ada yang aneh. Aku hanya melasa bahwa kalung ini jadi lebih lingan (ringan)” Jawab Zeria.


“Baguslah kalau begitu” Razel tersenyum.


“Razel, kau duduklah dulu. Kenapa kau berdiri terus, padahal kakakmu itu bahkan sudah duduk sambil makan” Ucap Louise.


“Yahh, dia kan bodoh” Razel menghela napas dengan tingkah laku kakak kembarnya, William. Razel pun juga duduk di sofa seperti yang diperintahkan Louise.


“Oh iya, Lazel. Sudah belapa lama kalian kenal dengan ayah?” Tanya Zeria untuk memastikan lagi.


“Panggil saya Zel saja Tuan Putri. Saya sudah kenal dengan baginda sejak kecil” Jawab Razel.


“Eh?! Tapi ayah bilang belum kenal terlalu lama” Zeria terkejut dan langsung melirik ke arah Louise.


“Eh, sudah selama itu?” Dan entah kanapa, Louise juga malah ikut terkejut.

__ADS_1


“hahh” Razel menghela napas. “Baiklah, sudah cukup bicara formalnya. Begini Tuan Putri, aku dan Will sudah mengenal Louise sejak kecil. Dulu kami selalu membantunya untuk kabur dari istana” Cara bicara Razel berubah. Kini Zeria sudah percaya bahwa sebenarnya mereka bertiga sudah berteman sejak kecil, itu karena Razel memanggil Louise dengan namanya dan bukan bukan ‘Baginda’


“Ayah! Ayah bohong?” Zeria menatap Louise dengan wajah cemberut.


"Eh? Tidak, aku hanya tidak ingat saja. Padahal aku merasa baru mengenal kalian kemarin” Louise gelagapan menjawab pertanyaan Zeria.


“Astaga Baginda yang terhomat. Anda ini masih muda tapi ternyata sudah pikun ya” William tiba tiba menyela dan mengejek Louise.


“Will” Aura membunuh Louise keluar. Zeria dan Razel yang merasakan hal itu hanya diam saja, karena mereka berdua tau apa yang akan terjadi selanjutnya. Louise mamindahkan Zeria dari pangkuannya dan meletakkannya di sofa yang ada di depan Razel, dan berjalan ke arah William dengan sebuah buku tebal di tangannya lalu memukulnya dengan keras.


BUAKK!


“ARRGGHH! Kenapa kau memukulku hah?!” William memegang bagian kepalanya yang di pukul oleh Louise.


“Kau bilang aku apa tadi” Louise mengeluarkan pedangnya dan tersenyum ke arah William.


“Tidak, Aku tidak bilang apa apa! Tuan Putri tolong!” Dan mereka bertengkar habis habisan.


“Zel, apa mereka selalu begitu?” Tanya Zeria sambil memakan biskuit coklat di tangannya.


“Ya, mereka selalu begitu. Selalu dan setiap bertemu” Jawab Razel dengan tenang sambil memakan biscuit juga.


Selagi William dan Louise bertengkar, Zeria dan Razel tetap tenang dan berbincang bincang.


Tok Tok


“Zeria, kau di dalam?” Itu suara Lucas yang sedang mencari Zeria.


“Iya!” Jawab Zeria dengan kencang. Pintu ruang kerja Louise terbuka dan Lucas masuk diikuti oleh Eric di belakangnya.


“Eh? Lagi?” Yang di maksud oleh Lucas adalah ‘Louise dan William bertengkar lagi? Untuk yang kesekian kalinya?’


“Wahh” Eric tercengang melihat sisi Louise yang seperti ini.


Dan melihat dari reaksi Lucas saat melihat Louise dan William bertengkar, sepertinya Lucas juga sudah biasa melihatnya.

__ADS_1


__ADS_2