
Para tamu penting sudah berkumpul di ruang makan, Louise juga sudah menunggu Zeria di depan pintu ruang makan. Saat melihat kedatangan Zeria, Louise menyambutnye dengan senyuman dan langsung masuk bersama kedua anaknya.
Di meja makan yang panjang itu, semua orang sudah menunggu kedatangan Louise, semuanya terlihat sangat profesional. Namun di ujung meja makan yang panjang itu, ada seorang pria yang kira kira lebih tua dari Louise, tubuh yang besar dan berkarisma, rambut berwarna merah hati, dan warna merah pada matanya yang sedikit lebih tua dari warna rambutnya.
“ kau terlambat ya?” Laki laki itu berdiri dan menghampiri Louise.
“Aku hanya terlambat 3 menit, jangan membesar besarkannya” Louise menjawab dengan sangat malas, seakan akan ia sangat malas bertemu dengan pria itu.
“Yang namanya terlambat, ya tetap saja terlambat” Pria itu beralih pandangan dan memandang Zeria dan tersenyum “Hm? Jadi anak perempuan yang manis ini adalah calon menantuku ya?” Kata kata itu membuat seisi ruangan menjadi heboh dan terkejut.
“Eh?” Zeria yang mendengar perkataan itu pun sama terkejutnya dengan yang lain.
“HAH?” Raut wajah Lucas sedikit memburuk setelah mendengar perkataan pria itu, namun pria itu tetap tersenyum seperti tidak bersalah.
“Apa maksudmu hah? Sampai kapan pun aku tidak akan menyerahkan putriku pada manusia sepertimu” Louise menarik kerah pria itu. Namun ia tidak menariknya terlalu keras, karena tiba tiba ada seseorang yang memisahkan mereka berdua.
“Yang Mulia, apa anda baik baik saja?” Orang yang tiba tiba datang dan memisahkan mereka berdua tadi bertanya kepada pria berambut merah itu.
“Eh? Yang Mulia? Apa maksudnya?” Zeria kebingungan akan hal itu dan menunjukkan ekspresi bingungnya.
“Eh? Aku belum memperkenalkan diri ya? Soalnya kau kelihatan bingung begitu” Pria itu memiringkan kepalanya setelah melihat ekspresi bingung Zeria.
“Hah, ternyata ada juga ya orang bodoh yang sok akrab padahal dia sama sekali belum memperkenalkan diri” Louise tersenyum licik untuk menjatuhkan pria berambut merah itu.
“Diam dulu kau Louise!” Pria itu membantah perkataan Louise dengan nada suara yang tinggi, namun entah kenapa hal itu tidak terasa seperti kemarahan, melainkan seperti sebuah candaan antar orang dewasa.
“Mereka akrab ya?” Pikir Zeria.
__ADS_1
“Kalau begitu, halo Zeria. Aku Calder Dale Clariness, Raja dari kerajaan Clariness yang berada di bagian utara Kekaisaran Arendelle” Setelah Calder memperkenalkan dirinya, kini Zeria telah mengerti bahwa makan malam ini adalah acara yang sangat penting. Karena semua orang yang hadir di sini adalah Raja dari semua kerajaan yang ada di Kekaisaran Arendelle.
Kerajaan adalah suatu Negara yang penguasanya adalah seorang Raja, sedangkan Kekaisaran adalah gabungan dari beberapa Negara Kerajaan. Semua orang yang ada di dalam ruang makan ini adalah seorang Raja, dan hal itulah yang membuat acara makan malam ini sangat penting.
“Semuanya laki laki ya?” Arin tiba tiba bertanya pada Zeria.
“Ya, dan semuanya adalah orang orang yang sangat berpengalaman” Zeria merasa tertekan karena semua orang yang ada di sini adalah Raja, dan hal itu membuatnya sedikit tertekan.
Di pertemuan kali ini, para Raja membahas tentang musim dingin yang akan datang. Mereka membahas tentang sihir apa yang paling ampuh untuk digunakan dan persediaan pakaian, makanan, dan kebutuhan sehari hari di musim dingin untuk rakyat yang tidak mampu.
“Baiklah, untuk pertemuan kali ini cukup sampai di sini. Dengan ini kalian sudah sepakat bahwa setiap kerajaan akan memberikan 1000 koin emas, dan dibagikan untuk rakyat rakyat yang tidak mampu” Louise menjelaskan kembali amanat yang akan mereka jalankan.
“Baik baginda” Semuanya menjawab dengan tegas tanpa ada yang membantah.
“Baiklah, kalian boleh pergi” Setelah mendengar perintah dari Louise, semua orang menundukkan kepala dan pergi meninggalkan ruangan. Namun ada satu orang yang tetap duduk di kursi, dan orang itu adalah Raja Calder.
“Hei orang tua, kenapa kau masih di sini?” Louise memanggil Calder dengan sebutan orang tua dengan maksud mengejeknya.
“Anda teman ayah?” Karena melihat keakraban yang tidak biasa antara Louise dan Celder, Zeria tanpa sadar malah bertanya.
“Tentu saja, aku ini sudah kenal dengan ayahmu saat kami masih seusia Pangeran Lucas. Jadi kami sudah berteman sangat akrab” Calder bercerita sambil tersenyum, namun reaksi Louise malah sebaliknya.
“Hah? Sejak kapan aku berteman dengan manusia sepertimu?” Louise sangat cuek seperti yang sudah Zeria duga.
“Hei, bukankah kata kata ‘manusia sepertimu’ itu terlalu kejam?” Celder meras bahwa kata kata yang di ucapkan Louise kepadanya sangatlah kejam, namun ia hanya diam karena memang seperti itulah sifat Louise. Apa yang dikatakannya dan apa yang dirasakannya adalah hal yang berbeda.
Malam yang panjang itu, kini telah berakhir. Hari ini adalah hari dimana para kesatria latih tanding dengan kesatria lainnya, dan Zeria bangun pagi sekali untuk melihat hal itu.
__ADS_1
“Pagi Tuan Putri” Para kesartia yang bertemu dengan Zeria menyapanya dengan senyuman.
“Pagi, semangat ya latihannya” Wajah imut Zeria yang tersenyum dengan memberikan semangat itu, membuat para kesatria tenggelam dalam keimutaan wajah Zeria.
“Tentu saja! Karena anda sudah repot repot datang kesini, kami akan usahakan yang terbaik!” Para kesatria bersorak karena terlalu bersemangat.
Zeria merasa senang, karena kedataangannya ke tempat latihan ternyata berguna juga. Semua kesatria berkumpul mengerumuni Zeria, mereka merasa senang karena bisa melihat wajah lucu sang putri sebelum latihan.
“Kenapa kalian malah bermalas malasan? Cepat lakukan pemanasan sekarang juga” Lucas yang tiba tiba muncul di antara kerumunan para kesatria, membuat beberapa orang kesatria terkejut.
“Eh? Pangeran? Sejak kapan anda ada disana?”
“Ha? Kalian tidak dengar apa yang ku katakan barusan?” Lucas mengeluarkan sedikit aura membunuhnya untuk sedikit mengancam para kesatria.
“BAIK!” kerumunan yang tadinya berada di sekitar Zeria, dengan cepat menghilang dan segera melakukan pemanasan seperti yang di perintahkan oleh Lucas.
“Wahh, kakak hebat” Zeria merasa kagum pada Lucas yang bias memerintah kesatria sebanyak itu.
“Biasa saja. Kau…” Lucas memotong kata katanya di tengah tengah.
“Hmm? Apa yang mau kakak katakan?” Zeria merasa bingung, apa lanjutan dari kata kata yang ingin di ucapkan oleh Lucas.
“Apa kau tidak ingin memberikan semangat padaku?” Lucas mengucapkannya dengan suara pelan dan telinganya yang terlihat sedikit memerah.
“Wahh, dia malu malu. Imutnya” pikir Zeria.
“Baiklah, semangat ya kak” Zeria mengucapkan semangat dengan senyuman lebar di wajahnya yang manis itu.
__ADS_1
Wajah Lucas telihat semakin memerah setelah mendengar kata kata semangat dari adiknya. Lucas yang wajahnya semakin memerah memalingkan wajahnya dan menutupinya dengan tangan.
IMUTNYA....(´ ▽`).♡