
Seharian penuh Azra sama sekali tidak terlihat. Dikamarnya pun ia tidak ada, kemana perginya dia? Untuk saat ini, yang mengetahui kalau Azra hilang, hanya Zeria, Eric, Arin dan Lucas. Karena keadaan masih belum mendesak, Zeria memutuskan untuk mencari Azra secara kecil kecilan terlebih dahulu.
Mereka berempat dibuat kebingungan, tak tau lagi harus mencari kemana. Seluruh penjuru Istana Putri dan Pangeran sudah mereka telusuri, namun Azra tetap tidak ada. Dan jika mereka masuk ke Istana utama tanpa tujuan yang jelas, mereka hanya akan menarik perhatian dan malah akan dicurigai oleh Louise.
“Ada perkembangan?” Tanya Zeria. Untuk sementara waktu, Zeria tidak akan kembali ke kamarnya dahulu dan akan tinggal di Perpustakaan pribadinya.
Tujuan Zeria tinggal di perpustakaan adalah untuk mencari tahu semua tentang keluarga Count Claes, yaitu keluarga Azra. Apakah keluarganya memiliki musuh dan musuh itu menculik Azra untuk balas dendam? Atau banyak hal lainnya.
“Untuk saat ini masih tidak ada” Jawab Lucas, dirinya bahkan sudah mencari Azra di Istananya sebanyak empat kali berulang. Namun sepertinya, Azra memang tidak ada di Istananya.
“Untuk kali ini, aku dan Arin akan mencari di luar istana. Mungkin saja dia ada di desa atau perkotaan sekitar” Ucap Eric, karena ada kemungkinan kalau Azra sudah tidak ada di dalam Istana Kekaisaran lagi.
Ide yang Eric usulkan sebenarnya tidak buruk juga, dan jika mereka mencari keluar Istana, mereka juga tidak akan dirugikan. “Baiklah, ku serahkan yang diluar pada kalian berdua ya. Aku akan masuk ke Istana utama dengan kakak.” Ucap Zeria.
“Eh? Tapi kan disa-“ Arin ingin memberitahu Zeria untuk tidak pergi dari Istana Putri, karena diluar dari Istana Putri, rumor buruk tentang Zeria tersebar dimana mana, dan Arin khawatir kalau Zeria mendengar rumor buruk tentang dirinya. Namun Eric langsung menghentikannya dan menutup mulutnya.
“kenapa Arin?” Zeria penasaran dengan apa yang akan Arin ucapkan.
“Tidak, bukan apa apa” Eric melepaskan tangannya yang menutup mulut Arin, “Jangan bilang padanya, Arin. Jangan bilang melewati telepati juga, biarkan mereka berdua mendengar kebenaran tentang semua orang yang bermuka dua disana” Eric mengancam Arin sambil memegang bahu Arin dengan sangat keras. Karena jika Lucas mendengar ada orang yang membicarakan tentang Zeria, ia pasti akan sangat marah dan akhirnya memberantas semua orang yang berani berbicara hal buruk tentang Zeria.
“Begitu kah? Kalau begitu aku pergi duluan ya, sampai jumpa siang nanti” Zeria melampaikan tangannya dengan senyuman diwajahnya, dan berjalan menuju pintu dengan diikuti oleh Lucas dibelakangnya.
Mereka berdua berjalan meninggalkan perpustakaan dengan tenang, setelah mendengar suara pintu perpustakaan yang kembali tertutup, Arin dan Lucas langsung berbicara lagi. “Kenapa aku tidak boleh bilang?” Arin menghempaskan tangan Eric yang mencengkramnya dengan kuat tadi.
“Biarkan saja. Biarkan semua orang yang berani membicarakan hal buruk tentang Zeria tanpa bukti apapun, disingkirkan semua. Dengan begitu, pasti tidak akan ada lagi yang berani membicarakannya” Ucap Eric.
Mendengar ucapan Eric yang lumayan meyakinkan, akhirnya Arin hanya diam saja dan mengikuti rencananya. Semua itu mereka lakukan untuk kebaikan Zeria. Mereka mulai menjalankan tugas masing masing, Eric dan Arin pergi keluar Istana diam diam melalui pintu belakang, sedangkan Zeria dan Lucas masuk ke Istana utama dengan terang terangan.
__ADS_1
Dan benar saja apa yang dikatakan oleh Eric, saat Lucas dan Zeria sudah mulai memasuki area Istana utama, banyak pelayan yang melihat mereka berdua dengan pandangan tidak mengenakkan. Zeria bisa mendengar omongan para pelayan itu dengan jelas karena pendengarannya, namun sepertinya tidak dengan Lucas.
“Apa apaan ini? Kenapa Tuan Putri pergi ke Istana utama? Padahal ia tidak pernah keluar dari Istananya setelah ulang tahunnya yang pertama dulu” Bisik seorang pelayan dari jarak yang agak jauh dari mereka. Para pelayan it uterus membicarakan Zeria, namun Zeria sama sekali tidak menghiraukannya.
Zeria sendiri sebenarnya sudah tau kalau sebenarnya ada banyak rumor buruk tentang dirinya. Orang orang yang tau sifat asli Zeria yang sangat baik hati dan penyayang hanyalah orang orang yang bekerja di Istana Putri, dan orang orang diluar sana masih banyak yang menganggap kalau Zeria adalah Putri yang mempunyai sifat buruk dan sombong.
“Dulu ibu asuhnya pasti ingin membunuhnya karena sifatnya yang sangat buruk dan sombong kan? Lihat saja, sekarang saja ia bahkan tidak menghiraukan semua orang yang sudah menyapanya” Ucap seorang pelayan yang lainnya. Sepanjang jalan ia hanya menengar omongan buruk tentang dirinya, namun ia tetap tidak menghiaraukannya sama sekali.
Zeria sebenarnya merasa heran, dari mana asalnya rumor itu tersebar. Apakah itu adalah rumor yang muncul begitu saja karena ia adalah satu satunya Tuan Putri? Atau ada yang menyebarkannya? “Wah, berani sekali mereka bicara begitu. Yah aku sih tidak masalah jika ada rumor buruk tentangku, toh aku tidak peduli pada pemikiran orang lain terhadapku” Pikirnya.
Mereka berdua menelusuri Istana utama dengan teliti tanpa ada yang terlewat. Mereka memeriksa setiap ruangan, setiap sudut dan menanyakan pada beberapa orang, namun tetap saja Azra tidak ada, bahkan tidak ada yang melihatnya. Hingga akhirnya mereka bertemu dengan Louise.
“Ayah?” Ucap Zeria, mereka tidak sengaja berpapasan saat sedang mengitari kebun dekat ruang kerja Louse.
“Apa yang kalian lakukan disini?" Tanya Louise sambil mengangkat Zeria tinggi tinggi.
“Anak rambut blonde itu? Sepertinya tadi aku melihat dia pergi keluar Istana lewat gerbang gelakang bersama anak perempuan berambut hitam yang sering bersamamu” Jawab Louise sambil menurunkan Zeria dengan perlahan.
“Be-begitu kah?”
“Kami sedang mencari Azra” Lucas tiba tiba bicara, dan itu membuat Zeria terkejut.
“Kakak!”
“Tak apa Zeria. Ini sudah dua hari ia tidak kelihatan, akan gawat jika kita menunggu lebih lama lagi” Ucapan Lucas membuatnya terdiam, Zeria tak bisa menjawabnya. Perkataan Lucas benar, bisa jadi saat ini Azra sedang dalam bahaya.
“Azra? Anak yang bekerja di Istana Zeria sebagai ganti kesalahan mereka dulu?” Tanya Louise memastikan.
__ADS_1
“Iya” Jawab Zeria lesu.
“Anak itu hilang? Atau kabur?” Louise bertanya lagi.
Zeria dan Lucas terdiam, tak tau harus menjawab apa. “Aku tidak tau, sejak kami bertengkar lusa lalu, ia tak kembali hingga sekarang” Zeria tetap tenang, ia menahan segala rasa bersalahnya saat itu.
“Bertengkar? Kita bahas itu nanti. Aku akan bantu mencarinya, Razel dan William akan ku utus untuk mencari anak itu, mereka berdua adalah orang yang sangat bisa dipercaya dibandingkan siapapun.” Ucap Louise. Louise dengan sangat yakin mengutus mereka berdua, “Kalau begitu, ayah pergi dulu. Kau cepatlah kembali ke Istanamu, disini sangat dingin bagimu bukan?”
Mendengar ucapan Louise barusan, Lucas baru sadar kalau adiknya sangat lemah terhadap suhu dingin. Dan saat ini, di Istana utama suhunya lebih dingin daripada Istana Putri. “Ayo kembali” Lucas segera menggendong Zeria dan berlari secepat mungkin untuk pergi ke Istana Putri.
“Eh?!" Zeria terkejut karena Lucas tiba tiba saja menggendongnya, "Ayah, sampai ketemu lagi!” Zeria berteriak untuk memberi salam karena Lucas sudah keburu lari menggendongnya.
Melihat Zeria yang berteriak memberi salam saat sudah jauh sambil berteriak, membuat Louise berfikir kalau Zeria benar benar seperti anak perempuan pada umumnya, “Aku senang kau bisa bertahan sampai sekarang” Pikir Louise dengan sebuah senyuman yang merekah di wajahnya dan membaikan tangan pada Zeria yang mulai semakin menjauh.
Lucas terus berlari hingga taman Istana utama tanpa henti, dan mereka akan melakukan teleportasi. Sihir teleportasi sendiri tidak bisa dilakukan di tempat yang ramai dan sempit, karena jangkauan sihir ini lumayan luas, jadi untuk menggunakannya tentu saja harus di tempat yang luas dan sepi.
Lucas mengeluarkan batu teleportasi miliknya yang ternyata adalah sebuah bros berwarna abu-abu, kemudian ia membaca mantranya dan, mereka langsung tiba di Istana Zeria dalam sekejap. Sebenarnya tubuh Zeria sendiri sudah merasa sangat kedinginan, namun ia menahannya agar bisa terus mencari Azra. Namun pencarian mereka saat ini, tidak membuahkan hasil.
Lucas melakukan teleportasi langsung ke perpustakaan, karena satu satunya tempat yang memiliki tempat perapian di Istana Zeria hanya Perpustakaan dan dapur, “Apa kau baik baik saja? Wajahmu agak lebih pucat dibandingkan tadi” Lucas masih menggendong Zeria dan berjalan mendekati perapian.
Walaupun Istana Putri sudah diberi sihir agar tetap hangat, namun tempat perapian masih dibutuhkan, karena terkadang suhu dingin masih masih bisa masuk.
“Tidak apa apa, hanya sedikit dingin” Zeria menggosokkan kedua tangannya di dekat perapian agar terasa lebih hangat.
Saat ini pikiran Zeria sedang sangat kacau, teka teki kehidupan yang diberikan oleh Eric masih belum menemukan titik terang. Dan sekarang malah ada masalah baru lagi, tapi dari beberapa hal yang sudah Zeria ketahui setelah menyelidiki hilangnya Azra ada satu hal yang ia ketahui, “Kak, keluarga Count Claes terkenal dengan ke netralannya. Jadi tidak mungkin keluarga itu mempunyai musuh” Ucap Zeria.
“Netral bukan berarti tidak mungkin mempunyai musuh, namun jika mereka netral, berarti tidak mungkin ada orang yang dendam dengan keluarga mereka lalu menculik Azra” Lucas mulai mencari teori yang pas dengan informasi yang Zeria berikan, netral itu bukan berarti tidak punya musuh sama sekali, namun tidak ada kemungkinan kalau Azra di culik oleh musuh keluarga mereka.
__ADS_1
“Kalau begitu, hanya ada satu kemungkinan.” Zeria menatap Lucas dengan serius, dan sepertinya apa yang Zeria pikirkan, sama dengan apa yang Lucas pikirkan, “Mungkin saja, masalahnya bukan berada pada musuh keluarga Claes, melainkan pada Keluarga itu sendiri”