Aku Menjadi Tuan Putri?

Aku Menjadi Tuan Putri?
Bab 14


__ADS_3

"Aku tanya, siapa kau?" Mata Zeria menatap tajam pada anak tersebut.


"Saya tidak mengerti" Anak itu terlihat tenang dengan jawabannya.


"Apa kamu pikil aku ini bodoh? Berapa usia mu?" Tanya Zeria tanpa melepas tatapannya.


"Enam tahun" Jawabnya dengan tenang tanpa menatap Zeria.


"Bohong. Las(Ras) apakah kamu?"Zeria masih terus menginterogasi.


"Manusia" Jawab anak itu lagi, namun masih tidak menatap mata Zeria.


"Bohong"


"Apa maksud anda Tuan Putri? Saya tidak berbohong" Jawab anak itu.


"Kamu kasih bisa beldalih lupanya. Kau, bukan las manusia kan?" Tanya Zeria.


"Bagaimana Tuan Putri bisa menyimpulkan hal seperti itu?"


"Peltama, saat aku pingsan. Aku bisa melihat semua kejadian yang terjadi di sekitalku melaluli alam bawah sadal ku. Kedua, kau hanya duduk diam saat melihatku pingsan, dan kau diam diam menyalurkan sihil mu padaku, makanya kau hanya duduk diam. Ketiga saat di gudang, kau bisa melihat Alin dan kau tidak telpengaluh dengan sihil nya. Ke empat, sihilmu itu bukanlah sihil manusia, meskipun mau sudah menyamalkan(menyamarkan) sihilmu agal telasa sepelti sihil manusia, tapi kau tidak bisa menipuku" Zeria membongkar semua hal yang ia ketahui tanpa celah, lalu anak itu hanya diam dan tidak berkutik sedikitpun.

__ADS_1


Anak itu hanya diam, tangannya berkeringat, wajahnya pucat, dan ia terlihat gemetar.


"Sungguh sangat tak terduga. Ku kira sihirku sudah cukup untuk mengelabui Tuan Putri, namun ternyata Tuan Putri sama sekali tidak tertipu ya. Baiklah, saya akan memperkenalkan diri. Nama saya Eric Ersten, saya setengah manusia dan roh suci" Perkenalan yang sangat tidak terduga dialami oleh Zeria. Roh suci adalah Ras terkuat yang berada di bawah Ras malaikat. Ras terkuat nomor satu adalah malaikat, lalu yang kedua adalah roh suci, yang ketiga adalah iblis, ke empat penyihir, ke lima hewan sihir, dan yang terakhir adalah manusia biasa.


"Sudah ku duga kalau kau bukan manusia, namun aku tidak menyangka kalau kau adalah loh(roh) suci. Namun tadi kau bilang setengah? Apa hal itu bisa terjadi, Alin?" Saat Zeria membutuhkan Arin, Zeria hanya perlu memanggil namanya saja.


"Itu adalah hal yang sangat jarang terjadi. Perbandingan hal itu akan terjadi adalah 1:1000000. Karena jika dua ras yang berbeda menjalin hubungan, lalu mempunyai anak, biasanya anak itu akan mati di dalam kandungan lalu ibunya juga akan mati. Tapi ini pertama kalinya saya melihat anak setengah roh dan setengah manusia" Arin menjelaskan bahwa hal itu hampir tidak mungkin terjadi.


"Benar sekali, ibuku meninggal setelah melahirkan ku. Ibuku adalah manusia dan ayahku roh suci. Ibu bertemu dengan ayah saat ia tersesat di hutan. Ayah bilang, ibu adalah orang yang sangat ceroboh. Ayah juga bilang kalau ibu adalah wanita yang cantik, ibu meninggal karena aku adalah setengah roh. Tubuh ibu tidak kuat karena aku bukanlah manusia, jadi ia meninggal setelah melahirkanku. Lalu ayah juga meninggal saat melindungiku, karena aku setengah roh aku sering di buru karena aku termasuk langka." Eric mendapatkan tubuh manusia karena ibunya adalah seorang manusia. Ia adalah anak sebatang kara.


"Bagaimana kau bisa ada di istana? Dan kenapa kau tidak melawan saat kau di pukuli?" Arin masih bingung dengan tingkah Eric.


"Yahh, tidak masalah. Lagian aku juga baik baik saja. Oh iya, jadi belapa usiamu?" Zeria mencoba menenangkan Eric dan mengalihkan pembicaraan.


"Aku 14 tahun. Tapi karena ayah meninggal, jadi aku tidak mempunyai sihir dan tubuhku jadi sekecil ini. Aku ingin mengulang hidupku dan hidup sebagai anak berusia 6 tahun" Ucap Eric.


"14 tahun?! Tidak ku sangka ternyata sejauh itu, padahal aku belpikil kalau usia mu 10 tahun." Zeria terkejut dengan kenyataan itu. "Oh iya, kau bilang tadi kalau kau tidak mempunyai sihil. Tapi kenapa kau bisa menyalulkan sihilmu padaku?" Lanjutnya.


"Itu adalah sihir yang tersisa pada diriku. Itu hanyalah sihir penyembuh, dan sekarang aku tidak mempunyai sihir sedikitpun." Eric tersenyum, namun wajahnya terasa sedih.


"Maaf" Zeria meminta maaf sambil menundukkan kepala.

__ADS_1


"Zeria? Jangan tundukkan kepalamu!" Arin terkejut dengan tindakan Zeria. Padahal ia seorang Putri, mengapa ia menundukkan kepalanya?


"Eh? Tidak masalah Tuan Putri, karena anda sudah menyelamatkan saya. Yang saya lakukan juga tidak ada apa apanya dibandingkan yang telah anda lakukan." Eric merasa tidak enak pada Zeria. "Oh iya, dan satu lagi. Saya Eric Ersten, setengah roh suci. Mempersembahkan diri ini pada Tuan Putri Luczeria Xenxes Arendelle. Tubuh dan nyawa ini sekarang menjadi milik anda" Eric mengucapkan sumpah seumur hidup pada Zeria, dan hal itu membuat Zeria terkejut.


"Ehh?! Kenapa kau melakukannya?" Zeria panik karena ini pertama kalinya ia menerima sumpah seumur hidup, apalagi orang yang mengucap sumpah adalah manusia setengah roh.


"Ahaha. Kenapa anda terkejut begitu? Tentu saja saya melakukannya karena saya ingin membalas budi pada anda" Eric bicara santai dan tersenyum ke arah Zeria.


"Hei kenapa kau gugup begitu? Apa kau tidak pernah menerima sumpah dari seseorang?" Arin meledek Zeria dengan nada suaranya yang meninggi.


"Tentu saja tidak pelnah!" Wajah Zeria memerah.


"Tuan Putri sangat lucu ya. Saya merasa terhormat karena saya adalah orang pertama yang mengucap sumpah pada anda" Eric sedikit tertawa dan merasa sangat bahagia.


"Zeria, apa kau tidak akan menerima sumpahnya?" Arin angkat suara dan bicara.


"T-tentu akan ku telima! Aku, Luczelia Xenxes Alendelle. Menerima sumpahmu, Elic Elsten." Zeria menerima sumpah dari Eric, dan sekarang Eric sepenuhnya menjadi milik Zeria dan hanya akan mematuhi perintah dari Zeria.


"Terima kasih Tuan Putri!" Eric merasa sangat bahagia. Ia akan berusaha sekuat tenaga untuk melindungi Zeria. Dan ia juga sudah siap untuk mempertaruhkan nyawanya.


Mereka bertiga berbincang bincang sambil menunggu Lucas. Sedangkan Lucas, ia sedang kebingungan karena dokter kerajaan sedang tidak ada di tempatnya.

__ADS_1


__ADS_2